Cantik cantik kok keblinger
Kamis malam tepatnya 26 Maret 2015, seorang teman bertanya kepada saya, “ngapain kita berdoa kan Allah sudah tahu apa yang kita butuhkan?”
Sebetulnya jawaban atas pertanyaan ini ada pada tulisan saya yang bertema syukur pada halaman fb saya. (Bisa dibaca di halaman fb dengan nama “ Berupaya Menjadi Pembelajar Hebat”).
Selain menggunakan pendekatan syukur, saya punya jawaban yang berdasarkan pengalaman pribadi, yaitu “Apakah kamu mulai sadar akan kehambaanmu kepada Alloh saat Alloh memberimu ujian??? apakah kamu nunggu ujian tersebut sehingga kamu sadar akan pentingya doa sebagai hamba Alloh yang sangat kecil ini???”.... Jawabnya “Aku gak mau sir”. Yasudah mulailah berdoa sebagai salah satu bentuk rasa syukurmu kepada Alloh dan juga menunjukkan kehambaanmu kepada-Nya, jawabku singkat ,,,,
wkwkwkwk dasar terlalu aktifis ni cewek. Cantik cantik kok keblinger.
Berupaya Menjadi Pembelajar Hebat
Mari Berupaya Menjadi Pembelajar yang Hebat melalui Membaca Dan menulis
5 Pola Hidup yang Merusak Otak
Semua aktivitas kehidupan yang ada pada manusia berpusat pada otak. Karena Otaklah yang mengatur dan mengendalikan semua fungsi-fungsi organ tubuh sehingga kita dapat mengerakan tubuh kita sendiri. Oleh karena otak merupakan bagian paling penting yang ada pada manusia, jadi sudah sewajarnya kita harus merawatnya agar tidak mengalami gangguan yaang dapat menurunkan kinerja dan fungsi otak.
Tentu saja otak akan baik ketika kita dapat dapat menggunakan dan merawatnya dengan baik, namun otak juga akan rusak ketika kita tidak merawatnya dan menggunakannya dengan tidak baik. Salah hal yang pasti adalah pola hidup dan kebiasaaan-kebiasaaan buruk yang sering kita lakukan akan berdampak buruk juga terhadap otak, bahkan pola hidup yang salah akan juga dapat membuat otak mengalami penurunan fungsi kinerja atau yang lebih parah lagi otak akan mengalami kerusakan.
Sebisa mungkin anda harus menghindari 5 pola hidup ini karena akan dapat merusak otak anda, berikut adalah penjelasannya :
#1. Terlalu Banyak Makan
Bagi sebagian orang, banyak makan adalah hal yang wajar guna memenuhi kebutuhan jasmanii, tapi banyak tidak mengetahui bahwa dengan anda makan terlalu banyak maka hal tersebut akan dapat menyebabkan pembuluh otak menjadi mengeras sehingga hal itu akan berakibat pada penurunan kekuatan mental.
#2. Merokok
Di Indonesia, akan banyak dan mudah di jumpai perokok-perokok aktif baik itu di perkotaan atau pedesaan. Namun, pola hidup merokok inilah yang akan merusak otak anda. Mengapa ? Selain rokok dapat mengganggu kesehatan paru-paru anda, merokok akan dapat membuat otak anda menjadi menyusut sehingga hal itu akan menyebabkan otak anda kehilangan fungsinya.
#3. Kurang Istirahat
Apakah anda termasuk tipe orang yang s**a begadang dan kurang istirahat? jika iya , maka sebaiknya anda kurangi kebiasaan tersebut karena pola hidup seperti ini akan menyebabkan sel-sel pada otak akan dapat mati kelelahan. Perbanyaklah waktu istirahat anda.
#4. Berikir Terlalu Keras
berpikir keras memang ada waktunya, namun ketika anda memaksakan otak anda untuk berpikir terlalu keras maka itu kan membuat otak menjadi lelah, terlebih ketika anda dalam keadaan yang tidak bugar maka hal itu akan menyebabkan berkurangnya efektifan pada otak anda, jika ini berlangsung terus menerus di pastikan otak anda akan mengalami kerusakan yang parah
#5. Terlalu banyak Mengkonsumsi Gula
Ada kalanya anda mengkonsumsi makanan yang manis-manis yang mengandung gula, namun konsumsilah dengan wajar dan jangan terlalu banyak. Pola hidup yang mengkonsumsi gula terlalu banyak akan menghalangi penyerapan protein dan gizi sehingga hal ini akan membuat tubuh anda kekurangan banyak nutrisi dan akan mengganggu perkembangan otak anda.
Itulah 5 Pola Hidup yang Dapat Merusak Otak Manusia. Pergunakanlah otak dengan baik dan rawatlah dengan semestinya agar tentunya anda dapat hidup sehat dan otak anda dapat menjalankan fungsinya dengan baik.
http://www.dream.co.id/your-story/5-pola-hidup-yang-merusak-otak-150223q.html
Alasan Dilarang Tidur Pada Waktu-Waktu Ini
Rutinitas yang padat dengan segala aktivitas dapat membuat tubuh anda merasa lelah, untuk itu tubuh butuh istirahat yang cukup. Tidur merupakan salah satu cara untuk menghilangkan rasa lelah tersebut, agar tubuh kembali segar dan sehat untuk kembali menjalankan aktivitas. Sama halnya dengan makan, tidur yang cukup dan berkualitas serta sesuai dengan anjuran dapat berdampak baik baik kesehatan.
Tidur menjadi sesuatu intipati dalam kehidupan kita karena dengan tidur, kita menjadi segar kembali. Tubuh yang letih, urat-urat yang mengerut dan otot-otot yang digunakan untuk bekerja seharian dapat diremajakan kembali melalui tidur.
Namun, dibalik manfaat tidur tersebut ternyata ada beberapa mitos yang melarang waktu magrib dan pagi hari untuk tidur. katanya apabila kita tidur lewa waktu petang akan menyebabkan kebodohan dan linglung. Benarkah demikian? Disini kita akan menguak fakta mengapa waktu-waktu tersebut dilarang untuk tidur.
Menurut kajian dari Dr. Alyssa Cairns pada Associated Professional Sleep Societies di Minneapolis terhadap 738 anak-anak yang berusia dua tahun ke atas mendapati mereka yang tidur lewat petang terbukti s**ar untuk tidur malam dan gagal memainkan puzzle dan kemahiran organisasi. Akibat kebiasaan tidur di lewat petang mereka akan lewat tidur 39 menit berbanding dengan rekan sebaya yang tidak tidur.
Apabila tidur antara lewat petang dan waktu maghrib, maka manfaatnya akan semakin berkurang dan memudaratkan. Selain itu, waktu-waktu yang dimakruhkan untuk tidur adalah waktu antara sesudah solat subuh dan terbitnya matahari. Secara ringkas, tidur yang paling bermanfaat adalah tidur selama setengah malam yang pertama dan seperenam yang terakhir, kira-kira delapan jam.
Sedangkan tidur yang paling bermanfaat adalah tidur di saat yang sangat diperlukan tidur (sangat ngantuk). Demikian juga, tidur di awal malam lebih bermanfaat dari pada tidur di akhir malam. Selain itu, tidur di tengah hari lebih bermanfaat daripada tidur petang. Kurang dan lebihnya tidur dari delapan jam akan menimbulkan ketidakseimbangan pada tubuh kita. Ada dua waktu tidur yang tidak disarankan oleh Rasulullah SAW:
1. Tidur di Pagi Hari Setelah Sholat Subuh
"Termasuk hal yang makruh bagi mereka yang orang soleh adalah tidur antara solat subuh dengan terbitnya matahari, karena waktu itu adalah waktu yang sangat berharga sekali. Terdapat kebiasaan yang menarik dan agung sekali mengenai pemanfaatan waktu tersebut dari orang-orang soleh, walaupun mereka berjalan sepanjang malam mereka tidak akan istirahat pada waktu tersebut hingga matahari terbit.
Ia adalah awal hari dan sekaligus sebagai kuncinya. Ia merupakan masa turunnya rezeki, adanya pembahagian, turunnya keberkatan dan mengembalikan segala kejadian hari itu atas kejadian masa yang mahal tersebut. Oleh itu tidurnya pada saat seperti itu seperti tidurnya orang yang terpaksa "(Madaarijus-Saalikiin 1/459)
2. Tidur Sebelum Sholat Isya
Diriwayatkan dari Abu Barzah radlyallaahu'anhu: "Bahwasanya Rasulullah SAW membenci tidur sebelum solat isya dan berbual selepasnya" (HR. Bukhari 568 dan Muslim 647). Beberapa ulama menjelaskan, sebab dibenci tidur malam sebelum isya adalah dapat menyebabkan tidak menunaikan solat isya pada waktunya.
Waktu tidur yang terlalu lama ternyata juga mendatangkan bahaya pada tubuh kita. Akibat terlalu lama tidur dapat menyebabkan matinya organ hati, bertambahnya berat badan, menghilangkan manfaat waktu, menimbulkan kemalasan, dan juga banyak tidur itu hukumnya makruh.
Tidur merupakan hal penting yang harus dilakukan guna mengistirahatkan anggota tubuh dari rutinitas. Namun, tidurlah sesuai dengan waktunya jangan terlalu lama ataupun terlalu sebentar. Dan jangan tidur diwaktu yang tidak dianjurkan.
http://situkanginfo.blogspot.com/2015/03/alasan-dilarang-tidur-pada-waktu-waktu.html
By; Yani Heryani
Pilihan itu wajar
Manusia hidup banyak dg pilihan
Yg terpenting tdk salah dalam memilih suatu pilihan...
Galau itu wajar karna memilih ..
Yg tidk wajar itu tdk memilih....
Galau krna pilihan cukup kuatkan niat dn tekad.... dn yakinkan pada satu pilihan ... bahwa ALLAH akn memberi qt apa yg terbaik menurutNya bukan yg terbaik menurut Qt...
bagaimana kalau Qt 'terjerumus' dalam pilihan yang salah? Sudah pasti, Qt akan rugii. Doong... aduuuhh jdi Bangkrupt dooong..... hihihihihi....
Sebab, pilihan yang buruk akan berakibat kerugian. Karena itu, agar Qt tidak menyesal for Next DAY atas pilihan atau keputusan yang diambil. Rasulullah Saw. menganjurkan untuk melakukan shalat istikharah....
Hihihihihi... isikharah... utk JODOH yeeee... hihihihihih....
Guys.shalat isikharah itu bukan hanya untuk pilihan CALON PASANGAN Qt aja akan tetapi utk semua hal yg mengandung PILIHAN....
Shalat istikharah itu dilakukan ketika seseorang ragu dalam memilih dua perkara atau lebih. Juga, ketika seseorang mengahadapi permasalahan penting dalam memilih suatu keputusan yang berdampak besar. Dengan shalat itu, seseorang dianjurkan agar meminta petunjuk atau bimbingan Allah supaya keputusan yang diambil nantinya tidak salah.
Perkataan istikharah sendiri, berakar dari kata 'khiyarah' (pilihan). Adapun wazan(timbangan) istikharah dalam ilmu sharf adalah 'istaf ’ala', yang memiliki maksud 'lit thalab' (permohonan).
Adapun di sini, istikharah berarti thalab al-khiyarah min Allah, yaitu usaha untuk mendapatkan sesuatu yang terbaik dengan cara memohon petunjuk kepada Allah lewat shalat.
GALAU????? not!!!!!...
I have ALLAH...
DIALOG GUS DUR DAN SANTRI
Santri : "Ini semua gara-gara Nabi Adam, ya Gus!"
Gus Dur : "Loh, kok tiba-tiba menyalahkan Nabi Adam, kenapa Kang."
Santri : "Lah iya, Gus. Gara-gara Nabi Adam dulu makan buah terlarang, kita sekarang merana. Kalau Nabi Adam dulu enggak tergoda Iblis kan kita anak cucunya ini tetap di surga. Enggak kayak sekarang, sudah tinggal di bumi, eh ditakdirkan hidup di Negara terkorup, sudah begitu jadi orang miskin p**a. Emang seenak apa sih rasanya buah itu, Gus?"
Gus Dur : "Ya tidak tahulah, saya kan juga belum pernah nyicip. Tapi ini sih bukan soal rasa. Ini soal khasiatnya."
Santri : "Kayak obat kuat aja pake khasiat segala. Emang Iblis bilang khasiatnya apa sih, Gus? Kok Nabi Adam bisa sampai tergoda?"
Gus Dur : "Iblis bilang, kalau makan buah itu katanya bisa menjadikan Nabi Adam abadi."
Santri : "Anti-aging gitu, Gus?"
Gus Dur : "Iya. Pokoknya kekal."
Santri : "Terus Nabi Adam percaya, Gus? Sayang, iblis kok dipercaya."
Gus Dur : "Lho, Iblis itu kan seniornya Nabi Adam."
Santri : "Maksudnya senior apa, Gus?"
Gusdur : "Iblis kan lebih dulu tinggal di surga dari pada Nabi Adam dan Siti Hawa."
Santri : "Iblis tinggal di surga? Masak sih, Gus?"
Gus Dur : "Iblis itu dulunya juga penghuni surga, terus di usir, lantas untuk menggoda Nabi Adam, iblis menyelundup naik ke surga lagi dengan berserupa ular dan mengelabui merak sang burung surga, jadi iblis bisa membisik dan menggoda Nabi Adam."
Santri : "Oh iya, ya. Tapi, walau pun Iblis yang bisikin, tetap saja Nabi Adam yang salah. Gara–garanya, aku jadi miskin kayak gini."
Gus Dur : "Kamu salah lagi, Kang. Manusia itu tidak diciptakan untuk menjadi penduduk surga. Baca surat Al-Baqarah : 30. Sejak awal sebelum Nabi Adam lahir… eh, sebelum Nabi Adam diciptakan, Tuhan sudah berfirman ke para malaikat kalo Dia mau menciptakan manusia yang menjadi khalifah (wakil Tuhan) di bumi."
Santri : "Lah, tapi kan Nabi Adam dan Siti Hawa tinggal di surga?"
Gus Dur : "Iya, sempat, tapi itu cuma transit. Makan buah terlarang atau tidak, cepat atau lambat, Nabi Adam pasti juga akan diturunkan ke bumi untuk menjalankan tugas dari-Nya, yaitu memakmurkan bumi. Di surga itu masa persiapan, penggemblengan. Di sana Tuhan mengajari Nabi Adam bahasa, kasih tahu semua nama benda. (lihat Al- Baqarah : 31).
Santri : "Jadi di surga itu cuma sekolah gitu, Gus?"
Gus Dur : "Kurang lebihnya seperti itu. Waktu di surga, Nabi Adam justru belum jadi khalifah. Jadi khalifah itu baru setelah beliau turun ke bumi."
Santri : "Aneh."
Gus Dur : "Kok aneh? Apanya yang aneh?"
Santri : "Ya aneh, menyandang tugas wakil Tuhan kok setelah Nabi Adam gagal, setelah tidak lulus ujian, termakan godaan Iblis? Pendosa kok jadi wakil Tuhan."
Gus Dur : "Lho, justru itu intinya. Kemuliaan manusia itu tidak diukur dari apakah dia bersih dari kesalahan atau tidak. Yang penting itu bukan melakukan kesalahan atau tidak melakukannya. Tapi bagaimana bereaksi terhadap kesalahan yang kita lakukan. Manusia itu pasti pernah keliru dan salah, Tuhan tahu itu. Tapi meski demikian nyatanya Allah memilih Nabi Adam, bukan malaikat."
Santri : "Jadi, tidak apa-apa kita bikin kesalahan, gitu ya, Gus?"
Gus Dur : "Ya tidak seperti itu juga. Kita tidak bisa minta orang untuk tidak melakukan kesalahan. Kita cuma bisa minta mereka untuk berusaha tidak melakukan kesalahan. Namanya usaha, kadang berhasil, kadang enggak."
Santri : "Lalu Nabi Adam berhasil atau tidak, Gus?"
Gus Dur : "Dua-duanya."
Santri : "Kok dua-duanya?"
Gus Dur : "Nabi Adam dan Siti Hawa melanggar aturan, itu artinya gagal. Tapi mereka berdua kemudian menyesal dan minta ampun. Penyesalan dan mau mengakui kesalahan, serta menerima konsekuensinya (dilempar dari surga), adalah keberhasilan."
Santri : "Ya kalo cuma gitu semua orang bisa. Sesal kemudian tidak berguna, Gus."
Gus Dur : "Siapa bilang? Tentu saja berguna d**g. Karena menyesal, Nabi Adam dan Siti Hawa dapat pertobatan dari Tuhan dan dijadikan khalifah (lihat Al-Baqarah: 37). Bandingkan dengan Iblis, meski sama-sama diusir dari surga, tapi karena tidak tobat, dia terkutuk sampe hari kiamat."
Santri : "Ooh…"
Gus Dur : "Jadi intinya begitulah. Melakukan kesalahan itu manusiawi. Yang tidak manusiawi, ya yang iblisi itu kalau sudah salah tapi tidak mau mengakui kesalahannya justru malah merasa bener sendiri, sehingga menjadi sombong."
Santri : "Jadi kesalahan terbesar Iblis itu apa, Gus? Tidak mengakui Tuhan?"
Gus Dur : "Iblis bukan atheis, dia justru monotheis. Percaya Tuhan yang satu."
Santri : "Masa sih, Gus?"
Gus Dur : "Lho, kan dia pernah ketemu Tuhan, pernah dialog segala kok."
Santri : "Terus, kesalahan terbesar dia apa?"
Gus Dur : "Sombong, menyepelekan orang lain dan memonopoli kebenaran."
Santri : "Wah, persis cucunya Nabi Adam juga tuh."
Gus Dur : "Siapa? Ente?"
Santri : "Bukan. Cucu Nabi Adam yang lain, Gus. Mereka mengaku yang paling bener, paling sunnah, paling ahli surga. Kalo ada orang lain berbeda pendapat akan mereka serang. Mereka tuduh kafir, ahli bid'ah, ahli neraka. Orang lain disepelekan. Mereka mau orang lain menghormati mereka, tapi mereka tidak mau menghormati orang lain. Kalau sudah marah nih, Gus. Orang-orang ditonjokin, barang-barang orang lain dirusak, mencuri kitab kitab para ulama. Setelah itu mereka bilang kalau mereka pejuang kebenaran. Bahkan ada yang sampe ngebom segala loh."
Gus Dur : "Wah, persis Iblis tuh."
Santri : "Tapi mereka siap mati, Gus. Karena kalo mereka mati nanti masuk surga katanya."
Gus Dur : "Siap mati, tapi tidak siap hidup."
Santri : "Bedanya apa, Gus?"
Gus Dur : "Orang yang tidak siap hidup itu berarti tidak siap menjalankan agama."
Santri : "Lho, kok begitu?"
Gus Dur : "Nabi Adam dikasih agama oleh Tuhan kan waktu diturunkan ke bumi (lihat Al- Baqarah: 37). Bukan waktu di surga."
Santri : "Jadi, artinya, agama itu untuk bekal hidup, bukan bekal mati?"
Gus Dur : "Pinter kamu, Kang!"
Santri : "Santrinya siapa dulu d**g? Gus Dur."
Mencoba Melejitkan Potensi Diri
06-11-14/11.15
Tanpa kusadari sebelumnya, jenjang pendidikanku dikehendaki Allah Swt hingga jenjang pascasarjana, semoga bisa ke jenjang selanjutnya dikemudian hari, amiiin. Sering kurenungi bahwa apa yang dikaruniakan kepadaku dalam aspek pendidikan tidaklah semua orang dapat meraihnya.
Fakta inilah yang membuatku sering termenung. Bukankah Allah Swt memberikan karunia kepada setiap hambanya terdapat tujuan atasnya. Merenungi akan tujuan tuhan adalah sebuah keharusan bagiku agar diri ini faham akan posisi yang ada dalam perjalanan hidup. Bukankah semakin banyak pengetahuan yang kita miliki semakin besar p**a tanggung jawab atas yang akan kita jalani sebagai manusia. Namun segala sesuatu atas kehendak-Nya, sebagai manusia merenungi tujuan atas apa yang dikaruniakan adalah sebatas memproyeksikan, dan tetap pasrah jika proyeksi sebagai manusia tidak sesuai dengan kenyataan. Hanya satu kata yang dapat melegakan, Alhamdulillah
Dalam perjanan mengenyam pendidikan pascasarjana, aku mulai memahami arah dari jenjang pendidikan tinggi ini, yaitu menciptakan manusia yang mampu memperbaiki, merawat, menjaga dan mengembangkan aspek praktis maupun teoritis atas keilmuan yang didalami. Menjadi manusia dengan empat potensi diatas tentunya harus didasari dengan konsep keilmuan yang didalaminya. Semisal aspek pendidikan maka konsep-konsep pendidikan harus difahami terlebih dahulu sebagai dasar pelaksanaan empat potensi di atas.
Fenomena tersebut yang menjadi dasar aktifitas akademik bagi mahasiswa. Membaca adalah sebuah tuntutan yang harus menjadi sebuah kebiasaan. Tuntutan selanjutnya adalah menulis. Dengan menulis kita dapat menguasai, memperkuat konsep-konsep yang telah kita fahami dari aktifitas membaca. Maka dua aktifitas ini, membaca dan menulis, adalah satu kesatuan yang bertahab yang harus menjadi kebiasaan bagi seorang mahasiswa.
Berdasarkan apa yang saya pahami tentang membaca, aktifitas ini dapat disebut aktifitas berat dan ringan tergantung dengan jenis bacaan yang sedang kita baca, semisal membaca buku bertema filsafat maka aktifitas membaca ini dapat digolongkan aktifitas membaca yang berat karena membutuhkan proses memahami yang kompleks. Membaca novel, buku motifasi dapat golongkan aktifitas membaca yang ringan karena tidak membutuhkan proses pemahaman konten bacaan yang kompleks.
Terlepas dari aktifitas membaca berat maupun ringan, mentalitas yang harus ada dalam diri mahasiswa adalah mentalitas pencari ilmu, dengan mentalitas tersebut membaca adalah sebuah keharusan atasnya. Tujuan dari membaca adalah menggali pengetahuan dari ide-ide orang lain dari karya tulisnya sehingga mahasiswa dapat mengembangkan, menganalisis beberapa ide yang telah terikat di otak. Dengannya, aktifitas membaca menjadi ringan, apapun jenis bacaannya. Karena mentalitas manusia yang haus ilmu dan pengetahuan baru telah tertancap dalam jiwa.
Sebagai pengembangan aktifitas membaca, dalam buku super accelerated learning dibahas cara membaca yang benar. Dengan membaca buku super accelerated learning ini diharapkan kita dapat mengembangkan gaya membaca kita (lebih efektif dan efisien tentunya), selanjutnya menjadi pembaca yang hebat.
Pendek kata, sebagai pemula, kita harus mempunyai mentalitas pencari ilmu, mentalitas haus akan pengetahuan baru. Dengan begitu, hasil bukanlah tujuan utama, proses dari membaca itulah yang menjadi tujuan. Dengan membaca kita mampu meraih pengetahuan, mau sedikit atau banyak pengetahuan yang didapatkan bukanlah masalah yang terpenting adalah meraih pengetahuan tersebut.
Seringnya kita lupa dengan apa yang telah kita dapat dari aktifitas membaca. Semakin banyak buku yang kita baca, semakin tinggi p**a prosentase kita terlupa dengan pengetahuan yang kita dapat dari buku-buku awal. Timbul pertanyaan bagaimana kita merawat pengetahuan tersebut. Jawabnya dalah dengan menulis. Pendek kata, menulis adalah upaya untuk merawat pemahaman yang telah kita dapat.
Menulis adalah aktifitas menganalisis ide-ide orang lain yang telah menjadi pengetahuan bagi kita melaluli aktifitas membaca. Dengan menulis kita dapat melengkapi pemahaman, menyempurnakannya, mengikat pengetahuan. Oleh karena itu kegiatan membaca dan menulis adalah sebuah kesatuan yang tak terpisah. Aktifitas membaca membutuhkan aktifitas menulis sebagai pengikat pengetahuan, aktifitas menulis membutuhkan aktifitas membaca sebagai proses pengump**an ide yang selanjutnya di analisis dan akan menjadi sebuah karya tulis baru. Singkatnya menulis adalah aktifitas kedua setelah membaca.
Memang, idealnya sebuah karya tilis mempunyai aturan-aturan yang mempengaruhi tingkat kualitas kandungan dari tulisan tersebut. Sulit memang bagi pemula, namun kata sulit tersebut tidak boleh menjadi penghalang tuk berkarya. Hal yang harus dilakukan bagi pemula adalah praktek. Semakikn sering kita menulis semakin tertata p**a tulisan kita. Tidak harus dengan membuat artikel, awali menulis dengan tulisa-tulisan ringan, contoh diary. Memanfaatkan status facebook pun bisa, sehingga update status akan lebih bermakna dengan tulisan tulisan singkat kita yang berasal dari buku bacaan yang telah kita baca. Kelebihannya kita dapat mengevaluasi kualitas tulisan kita dari komentar-komentar status yang ada.
Dengan membaca dan menulis, tak harus yang berstatus mahasiswa, akan menjadikan kita pribadi-pribadi yang berkualitas. Semoga
BachrurRosyady
12-41
Sumber:
1. Pengamatan
2. Super Accelerated Learning Bab Membaca Cepat dan Menulis Cepat
3. Atikel Prof. Imam suproyogo dengan tema menulis
Click here to claim your Sponsored Listing.
Location
Category
Contact the school
Telephone
Website
Address
Mojokerto
Mojokerto