28/11/2020
ANAK TUKANG KLOSO
Menjadi seorang yang Shalih tida harus lahir dari orang tua terpandang, meskipun anaknya petani tetap berkewajiban menjadi orang yang Shalih.
Lahirnya seorang Syekh Mahmud dari tukang Kloso atau anak dari tukang pembuat Tikar yang Shalih
Shaykh Mahmoud Khalil al-Husary adalah seorang qari terkenal yang wafat pada tahun 1980. Lahir di sebuah desa bernama Shobra al-Namla di Tanta Mesir pada tahun 1910, Mahmoud memasuki Sekolah Qur’ân pada usia empat tahun. Wikipedia
Kelahiran: 17 September 1917, Tanta, Mesir
Meninggal: 24 November 1980, Kairo, Mesir
Nama lengkap: Shaykh Mahmoud Khalil al-Husary
Kebangsaan: Mesir
👳 KATA "hushur" dalam bahasa Arab adalah bentuk jamak dari kata "hashir" yang berarti tikar. Kepada "hushur" inilah Pak Khalil menisbatkan keluarganya menjadi Khalil al-Hushari. Pasalnya adalah, dia bekerja sebagai tukang pembuat tikar. Istimewanya, setiap kali dia bertemu masjid atau mushalla yang tidak ada tikarnya atau hanya beralaskan jerami, segera dia pulang ke rumahnya untuk mengambil tikar sebanyak yang dibutuhkan oleh tempat ibadah tersebut, lalu diantarkannya sendiri dan dihamparnya. Di zaman itu di mana belum dikenal adanya karpet, tikar adalah alas yang paling mewah.
👳 Suatu malam, Pak Khalil bermimpi sangat aneh. Dia melihat, dari tulang punggungnya tersembul ranting-ranting pohon anggur dan setiap ranting penuh dengan buah anggur, sementara orang-orang berebut memetik buah tersebut. Anehnya, buah anggur terus bermunculan dan tak kunjung habis. Di waktu lain mimpi itu datang lagi dan datang lagi. Akhirnya ia sowan pada seorang syaikh untuk menanyakan perihal mimpinya itu. Syaikh bertanya, sampean punya anak? "Iya," jawab Khalil. "Namanya Mahmud, sekarang berumur dua tahun," lanjutnya. Syaikh lalu menyarankan Khalil agar memasukkan Mahmud ke Al-Azhar untuk belajar ilmu-ilmu agama. "Anakmu itu punya kelebihan khusus dan punya masa depan yang cerah kelak," ujar syaikh.
👳 Singkat cerita, Mahmud pun dimasukkan ke Al-Azhar. Umur 8 tahun ia telah menyelesaikan hafalan Qur'annya. Ternyata Allah telah memilih untuknya Alqu'ran sebagai spesialisasinya. Dari Al-Azhar dia pun tumbuh menjadi seorang qari' terkenal dengan prestasi dalam bidang qiraat sebagai berikut:
✍ 1961, dia adalah orang pertama di dunia yang merekam bacaan Alqur'an secara tartil dengan qiraat riwayat Hafsh dari Ashim. Untuk rekaman ini dia menolak menerima royalti dari perusahaan rekaman.
✍ 1964, dia adalah orang pertama di dunia yang merekam bacaan Alqur'an secara tartil dengan qiraat Warsy dari Nafi'.
✍ 1968, dia adalah orang pertama di dunia yang merekam bacaan Alqur'an secara tartil dengan qiraat Qalun dan Al-Dauri dari Abu Amr al-Basri.
✍ 1969, dia adalah orang pertama di dunia yang merekam bacaan Alqur'an dengan metode ta'lim (al-mushaf al-mu'allim).
✍ 1975, dia adalah orang pertama di dunia yang merekam bacaan Alqur'an dengan metode tafsir (al-mushaf al-mufassar).
✍ 1977, dia adalah orang pertama di dunia yang membaca Alqur'an secara tartil dan mengumandangkan adzan di Gedung PBB.
✍ 1978, dia adalah orang pertama di dunia yang melantunkan bacaan Alqur'an di Istana Backingham di London. Dia juga diberi kesempatan melantunkan bacaan Alqur'an di Gedung Hiwart yang terletak di tepi Sungan Times di Lindon. Pada tahun yang sama dia juga mendapat kesempatan untuk melantunkan bacaan Alqur'an di Gedung Putih dan di Gedung Kongres Amerika.
👳 Tahun 1980 dia wafat setelah melanglang buana bersama Alqu'ran dalam rentang waktu tak kurang dari 55 tahun. Hingga saat ini khalayak di persada Dunia Islam tak henti-hentinya memetik buah anggur yang tak kunjung habis dari punggung Pak Ali. Semua itu berkat kepeduliannya pada rumah-rumah Allah. Dia peruntukkan buah tangannya yang hanya berupa tikar sederhana untuk masjid sehingga dia digelari "Al-Hushari." Imbalannya, di samping pahala besar yang menunggunya, adalah nama besar puteranya yang mencangking nama dan gelarnya menjadi Syaikhul Qurra' Mahmud Khalil Al-Hushari, 🤲
(Disadur dari status berbahasa Arab buah karya Basima Salama di grup fb أصول الفقه)