08/06/2025
Haul Muassis Pondok Pesantren Nurul Falah, Almaghfurlah Agus Syifa'ul Qulub ke-10 dan Ning Listiyasih ke-11
Akte Notaris : Abdul Rozaq SH No. 151 Tgl : 15-03-2010
Lebak Jabung - Jatirejo - Mojokerto
Telp. 081 Pesantren ini didirikan oleh Gus Syifa'ul Qulub.
Pondok Pesantren Nurul Falah adalah salah satu pondok pesantren di desa lebak jabung, kec.jatirejo, kab.Mojokerto, Jawa Timur. Selain materi pelajaran mengenai pengetahuan agama Islam, ilmu syari’at, pelajaran umum juga dimasukkan ke dalam struktur kurikulum pengajarannya. Pondok Pesantren Nurul Falah telah banyak memberikan konstribusi dan sumbangan kepada masyarakat luas, terutama dalam dunia pendidikan Islam
08/06/2025
Haul Muassis Pondok Pesantren Nurul Falah, Almaghfurlah Agus Syifa'ul Qulub ke-10 dan Ning Listiyasih ke-11
20/09/2020
Makna adab
Adab secara bahasa artinya menerapakan akhlak mulia. Dalam Fathul Bari, Ibnu Hajar menyebutkan:
وَالْأَدَبُ اسْتِعْمَالُ مَا يُحْمَدُ قَوْلًا وَفِعْلًا وَعَبَّرَ بَعْضُهُمْ عَنْهُ بِأَنَّهُ الْأَخْذُ بِمَكَارِمِ الْأَخْلَاقِ
“Al adab artinya menerapkan segala yang dipuji oleh orang, baik berupa perkataan maupun perbuatan. Sebagian ulama juga mendefinsikan, adab adalah menerapkan akhlak-akhlak yang mulia” (Fathul Bari, 10/400).
Dalil wajibnya menerapkan adab dalam menuntut ilmu
Dalil-dalil dalam bab ini ada mencakup:
1. Dalil-dalil tentang perintah untuk berakhlak mulia
Diantaranya:
Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
أكملُ المؤمنين إيمانًا أحسنُهم خُلقًا
“Kaum Mu’minin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya” (HR. Tirmidzi no. 1162, ia berkata: “hasan shahih”).
Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
إنَّما بعثتُ لأتمِّمَ مَكارِمَ الأخلاقِ
“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak mulia” (HR. Al Baihaqi, dishahihkan Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah, no. 45).
Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
إنَّ أثقَلَ ما وُضِع في ميزانِ المؤمِنِ يومَ القيامةِ خُلُقٌ حسَنٌ وإنَّ اللهَ يُبغِضُ الفاحشَ البذيءَ
“Sesungguhnya perkara yang lebih berat di timbangan amal bagi seorang Mu’min adalah akhlak yang baik. Dan Allah tidak menyukai orang yang berbicara keji dan kotor” (HR. At Tirmidzi no. 2002, ia berkata: “hasan shahih”).
2. Dalil-dalil tentang perintah untuk memuliakan ilmu dan ulama
Diantaranya:
Allah Ta’ala berfirman:
وَمَنْ يُعَظِّمْ حُرُمَاتِ اللَّهِ فَهُوَ خَيْرٌ لَهُ عِنْدَ رَبِّهِ
“Dan barangsiapa mengagungkan apa-apa yang terhormat di sisi Allah maka itu adalah lebih baik baginya di sisi Tuhannya” (QS. Al Hajj: 30).
Allah Ta’ala berfirman:
وَمَنْ يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوبِ
“Dan barangsiapa mengagungkan syi’ar-syi’ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati” (QS. Al Hajj: 32).
Allah Ta’ala berfirman:
وَالَّذِينَ يُؤْذُونَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ بِغَيْرِ مَا اكْتَسَبُوا فَقَدِ احْتَمَلُوا بُهْتَانًا وَإِثْمًا مُبِينًا
“Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang yang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata” (QS. Al Ahzab: 58).
Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
إنَّ اللهَ قال : من عادَى لي وليًّا فقد آذنتُه بالحربِ
“Sesungguhnya Allah berfirman: barangsiapa yang menentang wali-Ku, ia telah menyatakan perang terhadap-Ku” (HR. Bukhari no. 6502).
Imam Asy Syafi’i rahimahullah mengatakan:
إن لم يكن الفقهاء العاملون أولياء الله فليس لله ولي
“Jika para fuqaha (ulama) yang mengamalkan ilmu mereka tidak disebut wali Allah, maka Allah tidak punya wali” (diriwayatkan Al Baihaqi dalam Manaqib Asy Syafi’i, dinukil dari Al Mu’lim hal. 21).
Urgensi adab penuntut ilmu
1. Adab dalam menuntut ilmu adalah sebab yang menolong mendapatkan ilmu
Abu Zakariya An Anbari rahimahullah mengatakan:
علم بلا أدب كنار بلا حطب، و أدب بلا علم كروح بلا جسد
“Ilmu tanpa adab seperti api tanpa kayu bakar, dan adab tanpa ilmu seperti jasad tanpa ruh” (Adabul Imla’ wal Istimla’ [2], dinukil dari Min Washaya Al Ulama liThalabatil Ilmi [10]).
Yusuf bin Al Husain rahimahullah mengatakan:
بالأدب تفهم العلم
“Dengan adab, engkau akan memahami ilmu” (Iqtidhaul Ilmi Al ‘Amal [31], dinukil dari Min Washaya Al Ulama liThalabatil Ilmi [17]).
Sehingga belajar ada sangat penting bagi orang yang mau menuntut ilmu syar’i. Oleh karena itulah Imam Malik rahimahullah mengatakan:
تعلم الأدب قبل أن تتعلم العلم
“Belajarlah adab sebelum belajar ilmu” (Hilyatul Auliya [6/330], dinukil dari Min Washaya Al Ulama liThalabatil Ilmi [17])
2. Adab dalam menuntut ilmu adalah sebab yang menolong berkahnya ilmu
Dengan adab dalam menuntut ilmu, maka ilmu menjadi berkah, yaitu ilmu terus bertambah dan mendatangkan manfaat.
Imam Al Ajurri rahimahullah setelah menjelaskan beberapa adab penuntut ilmu beliau mengatakan:
حتى يتعلم ما يزداد به عند الله فهما في دينه
“(hendaknya amalkan semua adab ini) hingga Allah menambahkan kepadanya pemahaman tentang agamanya” (Akhlaqul Ulama [45], dinukil dari Min Washaya Al Ulama liThalabatil Ilmi [12]).
3. Adab merupakan ilmu dan amal
Adab dalam menuntut ilmu merupakan bagian dari ilmu, karena bersumber dari dalil-dalil. Dan para ulama juga membuat kitab-kitab dan bab tersendiri tentang adab menuntut ilmu. Adab dalam menuntut ilmu juga sesuatu yang mesti diamalkan tidak hanya diilmui. Sehingga perkara ini mencakup ilmu dan amal.
Oleh karena itu Al Laits bin Sa’ad rahimahullah mengatakan:
أنتم إلى يسير الأدب احوج منكم إلى كثير من العلم
“Kalian lebih membutuhkan adab yang sedikit, dari pada ilmu yang banyak” (Syarafu Ash-habil Hadits [122], dinukil dari Min Washaya Al Ulama liThalabatil Ilmi [17]).
Simak selengkapnya disini. Klik
60 Adab Dalam Menuntut Ilmu | Muslim.Or.Id Senantiasa menjaga syiar-syiar Islam dan hukum-hukum Islam yang zahir. Seperti shalat berjamaah di masjid, menebarkan salam kepada yang dikenal maupun tidak dikenal, amar ma'ruf nahi mungkar, dan
25/03/2019
"" ya alloh berkahila kami pada bulan rajab dan sya'ban dan pertemukanlah kami dengan bulan romadlon"" AMIN.....
02/07/2018
Halal bi Halal & Khotmil Qur'an Pondok Pesantren Nurul Falah 2018
Saudaraku, Janganlah kamu termasuk golongan orang² yang apabila diberi nasehat, tidak mau menerima, dan jika mendengar nasehat tidak mau mengamalkannya. Ketahuilah, bahwa agamamu akan (terhapus) hilang disebabkan empat perkara:
1. Kamu tidak mengamalkan apa yang telah kamu ketahui.
2. Kamu mengamalkan apa yang tidak kamu ketahui.
3. Kamu tidak mau berusaha mengetahui apa yang tidak kamu ketahui, sehingga tetap bodoh.
4. Kamu melarang manusia untuk berusaha mengetahui apa yang mereka tidak mengetahuinya..”
-Syekh Abdul Qodir Jaelani-
" كن عندالله خيرالناس وكن عندالنفس شرالناس..........."
jadilah dirimu manusia terbaik dihadapan allah
dan jadillah dirimu yang terburuk dihadapan manusia - romo yai Syifa'ul Qulub
lana ajru bittamam
REFLEKSI Alm. Romo Kyai Agus syifa'ul Qulub (kanggo iling2 lan mikir2 ben urip tmbh maju nak..)
Ada sedikit keraguan........Hapus dengan keyakinan
Ada secercah harapan........Rajut sejuta impian masa depan
Ada sebersit tujuan..........Atur langkah jitu nan menawan
Ada kerikil-kerikil tajam......Tapaki tangga kehidupan
Ada setitik noda...........Hapus dg ketulusan,keihlasan dan kesucian
Ada sedikit kemalasan dan kemanjaan.....Rayu dg giat dan tekun bljar
Ada mutiara tersimpan.........Gosok dg semangat perjuangan
Ada alam semesta bersinar......Songsong misteri kekuasaan tuhan
Ada mu'jizat Alqur an dan Sholat............
Rasakan kenikmatan,keindahan,ketentraman,ketenangan,kesejukan,keharmonisan,keseimbangan,keajaiban dan semua keridhoab Alloh Robbil Izzah.....
alhamdulillah. akhirnya sbentar lagi kta memasuki bulan yg suci, bulan yg penuh rahmat dan hidayah . yaitu bulan ramadhan. ayo mari kita siap kan dan kuat kan diri kita untuk beribadah d bulan ramadhan ini.
25/04/2016
Kebersamaan itu ketika menjalin kerukunan di ponpes
03/01/2016
Menyingkap Rahasia Rumah Masa Depan - Islampos Laporkan iklan ? Laporkan iklan? “Dan carilah apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu...
. . . kta dlm upaya u/ menumbuhkan nuansa islami ad beberapa tingkatan yg harus dilalui seseorang agar menjadi muslim yang sejati, tingkatan tersebut dimulai dari zuhud dan diakhiri dengan rido. Zuhud dalam Islam adalah saat kita tidak merasa sombong atas apa yang diberikan Allah kepada kita, puncak tertinggi dari zuhud adalah tingkatan terendah dari takwa.
Takwa yaitu saat kita yakin kepada hal-hal yang gaib, mengerjakan perintah Allah dan menjauhi laranganNya. puncak tertinggi dari takwa adalah tingkatan terendah dari iman. sedangkan makna dari iman atau keyakinan adalah meyakini dalam hati, menyatakan dengan lisan, dan membuktikan dengan perbuatan dalam menjalani kehidupan. Puncak tertinggi dari iman adalah tingkatan terendah dari rido, yaitu saat kita terus bersyukur atas apa yang diberikan Allah kepada kita, baik itu kesenangan maupun musibah, dan ini yang paling sulit.
. .Mka marilah untuk mencapai tingkatan-tingkatan itu kita mulai dari hal yg paling kecil, salah satunya dengan membaca ulasan kata bijak islam terbaik tentang kehidupan dibawah ini
by : dear.p