LPS Kedungsari

LPS Kedungsari

Share

Lembaga Pendidikan & Sosial Kedungsari

Lembaga Sosial dan pendidikan yang didirikan Husnan S.Ag pada 9 Maret 2007 yang terinspirasi oleh seorang anak miskin yang tak mempunyai biaya untuk menempuh bangku sekolah. Dari peristiwa tersebut Husnan S.Ag berniat menghapus keadaan yang demikian, sehingga semua anak di negeri ini dapat menempuh pendidikan yang layak demi masadepan Bangsa Indonesia yang lebih baik.

Photos 18/08/2012
19/07/2012

Selamat menjalankan ibadah Puasa 1 Romadhon 1433 H / 2012 M..
Semoga tahun ini kita bisa melewati bulan suci dengan hasil maksimal..
Ammmmmiiiiiiiiiiiiiiiinnnnnnnnnnnn.............

Photos 11/07/2012

Mengisi Ramadhan Dengan Shalat Tarawih Dan Tilawah Al-Qur’an

Berikut nasehat yang kami sadur dari muhadharah Asy-Syaikh Muhammad Al-Imam hafizhahullah di Darul Hadits Ma’bar, Yaman.

Segala puji bagi Allah Ta’ala, shalawat dan salam semoga tercurah pada Rasulullah Muhammad. keluarga dan para shahabatnya.

Wahai saudaraku sekalian.

Kalian tentunya sadar bahwa Ramadhan sebentar lagi datang, dan sesungguhnya seorang mukmin itu akan rindu terhadap datangnya Ramadhan, karena dia tahu akan kebaikan, barakah yang ada pada bulan Ramadhan. Ramadhan adalah bulan ditegakkannya shalat tarawih, diperbanyak banyak Al-Qur’an (karena Al-Qur’an turun pada bulan Ramadhan), diperbanyak padanya dzikir dan do’a, diperbanyak padanya taubah dan menjalani kehidupan penuh bersama Allah Ta’ala pada malam dan siangnya.

Orang-orang mukmin yang mengejar ridha Allah Ta’ala pada bulan Ramadhan seperti malaikat, siangnya puasa dan malamnya mengisinya dengan shalat, siangnya dipenuhi dengan membaca Al-Qur’an dan malamnya memdengarkan imam membaca Al-Qur’an dalam tarawihnya. Maka muliakanlah dirimu dengan malam yang penuh barakah pada waktu dan keadaan yang sangat berharga.

Wahai saudaraku sekalian.

Shalat tarawih itu syi’ar Ramadhan, siapa yang tidak menunaikan tarawih maka seakan-akan tidak ada Ramadhan baginya, dan dia seperti bukan dalam bulan Ramdhan. Padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menggandengkan antara penunaian puasa dan penunaian shalat tarawih dalam hadits Abu Hurairah dalam Ash-Shahihain,
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa menunaikan puasa Ramadhan didasari keimanan dan mencari pahala dari Allah akan diampuni baginya dosanya yang telah lewat, dan barangsiapa menegakkan shalat tarawih di bulan Ramadhan didasari keimanan dan mencari pahala dari Allah akan diampuni baginya dosanya yang telah lewat.”

Perhatikan bagaimana Allah Ta’ala menjadikan shalat tarawih sebanding dengan puasa di siang hari, dan menjadikan pahala shalat tarawih semisal dengan dengan pahala puasanya yaitu diampuni baginya dosaanya yang telah lewat.

Kemampuan menunaikan shalat malam (tarawih) adalah anugerah ilahy yang Allah Ta’ala khususkan bagi hamba-Nya yng Dia kehendaki. Dan ini adalah ibadah yang paling besar yang dengannya Allah Ta’ala membangunkan kalbu orang yang Dia kehendaki. Maka Dia jadikan kalbu itu berhubungan dengan-Nya dan menghadap kepada-Nya, tenang dengan mengingat-Nya dan merasa lapang dalam menunaikan ketaatan padanya.

Karena pentingnya shalat malam maka shalat inilah yang pertama kali diwajibkan, lalu wajibnya shalat ini dihapus dan dijadikan sunnah dan sebagai sebaik-baik ibadah sunnah. Sampai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyatakan bahwa sebaik-baik ibadah adalah shalat malam, yang kalau bulan Ramadhan adalah shalat tarawih.

Hasan Al-Bashry rahimahullah ditanya: “Amalan apakah yang paling baaik menjadi perantara mendekatkan diri pada Allah Ta’ala? Beliau berkata: “Shalat di gelapnya malam.”. Atsar ini shahih diriwayatkan oelh Ibnu Abi Ad-Dunya. Engkau ingin diterima dan diampuni? Engkau ingin didekatkan kepada Allah Ta’ala dan ampunan-Nya? Maka sebab yang paling besar untuk itu adalah shalat malam.

Masruq bin Al-Ajda’ berkata: “Tidaklah aku merasa sedih karena sesuatu kecuali karena kurang sujud bershalat (sunnah)”. Dan shalat malam adalah sebaik-baik ibadah sunnah.

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Ad-Dunya dari Tsabit Al-Bunany rahimahullah bahwa dia pernah berdo’a: “Ya Allah, kalau Engkau memberikan shalat bagi seseorang di kubur maka berilah aku shalat itu.” Dia tidak mau meninggalkan shalat malam karena besarnya cintanya padanya.

Dan diriwayatkan dari Tsabit Al-Bunany bahwa dia berkata: “Aku memaksa diriku untuk shalat malam selama dua puluh tahun, lalu aku bisa melaksanakannya dengan rasa cinta selama dua puluh tahun yang lain.” Maka seorang pemuda jika belum menemukan semangat untuk shalat malam maka dia harus berusaha keras memaksa dirinya, dan jangan menyerahkan dirinya pada hawa nafsunya. Karena jiwa itu selalu ingin untuk berlambat-lambat dan bermalas-malas.

Maka hendaknya memaksanya jika engkau ingin termasuk pada tuju golongan yang di naungi Allah Ta’ala sebagaimana dalam hadits Abu Hurairah dalam Ash-Shahihain,
سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللَّهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لاَ ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ… وَشَابٌّ نَشَأَ فِي عِبَادَةِ رَبِّهِ

“Tujuh golongan yang akan dinaungi Allah pada hari ya g tidak ada naungan kecuali naungan-Nya. ..(Diantara mereka) Dan seorang pemuda yang tumbuh dengan beribadah kepada Rabbnya.”

Ibnul Qayyim mengatakan: “Tujuh golongan ini ssampai pada kedudukan yang mereka capai karena mereka meninggalkan hawa nafsunya dan mengejar apa yang meridhakan Allah Ta’ala.

Masruq berkata: “Bagaimana aku akan tidur dalam keadaan aku taku adzab akan menghantamku di malam hari.”

Bulan ini adalah bulan yang mulia, bulan yang penuh ibadah, jangan kau relakan dirimu jatuh pada kelalaian, kesia-siaan dan rasa malas, maka mencontohlah kepada para pendalumu yang shalih.

Kalau ada yang berkata: Shalat tarawih kan tidak wajib?

Jawabannya: Benar shalat tarawih tidak wajib, tapi apakah kamu merasa tidak butuh untuk shalat tarawih, apakah kamu tidak butuh untuk sujud kepada-Nya? Apakah kamu tidak butuh ampunan-Nya? Apakah kamu tidak butuh rahmat-Nya? Apakah kamu tidak butuh pada kemurahan-Nya? Lihatlah shahabat, mereka semangat shalat malam dan bahkan di antara mereka ada yang mengejar untuk bisa mendampingi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallaam lalu dianjurkan untuk banyak shalat.

Dan juga di bulan Ramadhan dibacakan dan diperdengarkan Al-Qur’an dari awal sampai akhir. Betapa nikmatnya diperdengarkan Al-Qur’an dan kita berada di masjid Allah Ta’ala, dalam keadaan menegakkan shalat dengan tenang, merenungkan firman Allah Ta’ala. Maka bertambahlah pentunjuk dan cahaya, serta kelapangan dada. Dan waktu yang tepat untuk tadabbur Al-Qur’an adalah pada shalat malam.

Yang dituntut adalah bahwa kita menghidupkan malam Ramadhan dengan petunjuk Rasulullah dengan menegakkan shalat tarawih sesuai kemampuan kita. Demikian p**a kita berharap pada anak-anak kita untuk dibiasakan dan dilatih menegakkan shalat tarawih sesuai dengan kemampuan mereka.

11/06/2012

Bulan Ramadhan merupakan bulan yang agung dan mulia, dan memiliki banyak keutamaan dan keistimewaan, mengandung di dalamnya kebaikan dari Allah SWT, pahala dan ganjaran yang berlipat bagi mereka yang ingin mencarinya. Beberapa keutamaan bulan suci Ramadhan adalah:

1. Bulan Tarbiyah untuk mencapai derajat taqwa.
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa, sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa. (QS Al Baqarah: 183).

2. Bulan diturunkannya Al Qur’an.
Bulan Ramadhan, yang pada bulan itu Al Qur’an diturunkan sebagai petunjuk buat manusia dan penjelasan tentang petunjuk itu, dan sebagai pemisah (yang haq dan yang batil) (QS Al Baqarah: 185).

3. Bulan yang paling utama, bulan penuh berkah.
Bulan yang paling utama adalah bulan Ramadhan, dan hari yang paling utama adalah hari Jum’at (HR At-Thabarani) . Dari Ubadah bin Ash-Shamit, bahwa Rasulullah saw -pada suatu hari, ketika Ramadhan telah tiba- bersabda: Ramadhan telah datang kepada kalian, bulan yang penuh berkah, pada bulan itu Allah swt memberikan naungan-Nya kepada kalian. Dia turunkan Rahmat-Nya, Dia hapuskan kesalahan-kesalahan, dan Dia kabulkan do’a. pada bulan itu Allah swt akan melihat kalian berpacu melakukan kebaikan. Para malaikat berbangga dengan kalian, dan perlihatkanlah kebaikan diri kalian kepada Allah. Sesungguhnya orang yang celaka adalah orang yang pada bulan itu tidak mendapat Rahmat Allah swt”. (HR Ath-Thabarani).

4. Bulan ampunan dosa, bulan peluang emas melakukan ketaatan.
Rasulullah saw bersabda: Shalat lima waktu, dari Jum’at ke Jum’at, dari Ramadhan ke Ramadhan, dapat menghapuskan dosa-dosa, apabila dosa-dosa besar dihindari. (HR Muslim). Barang siapa yang melakukan ibadah di malam hari bulan Ramadhan, karena iman dan mengharapkan ridha Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu diampuni. (Muttafaqun ‘alaih). Apabila Ramadhan datang, maka pintu-pintu syurga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan syaithon-syaithon dibelenggu. (Muttafqun ‘alaih).

5. Bulan dilipat gandakannya amal shaleh.
Rabb-Mu berkata: “Setiap perbuatan baik dilipat gandakan pahalanya sepuluh kali lipat sampai tujuh ratus kali lipat, kecuali puasa, puasa itu untuk-Ku, dan Akulah yang akan membalasnya. Puasa adalah perisai yang melindungi dari api neraka. Bau mulut orang yang berpuasa di sisi Allah lebih wangi dari pada parfum misik.

Apabila orang bodoh berlaku jahil kepada seseorang diantara kamu yang tengah berpuasa, hendaknya ia katakan: “Aku sedang berpuasa, aku sedang berpuasa”. (HR At-Tirmidzi)

6. Ramadhan bulan jihad, bulan kemenangan.
Sejarah mencatat, bahwa pada bulan suci Ramadhan inilah beberapa kesuksesan dan kemenangan besar diraih ummat Islam, yang sekaligus membuktikan bahwa Ramadhan bukan bulan malas dan lemah, tapi merupakan bulankuat, bulan jihad, bulan kemenangan.

Perang Badar Kubro yang diabadikan dalam Al Qur’an sebagai yaumul furqan, dan ummat Islam saat itu meraih kemenangan besar, terjadi pada tanggal 17 Ramadhan tahun 2 Hijriyah. Dan saat itu, gembong kebatilan: Abu Jahal, terbunuh.

Pada bulan Ramadhan p**a fathu Makkah terjadi, yang dibadaikan dalam Al Qur’an sebagai Fathan Mubiiina, tepatnya pada tanggal 10 Ramadhan tahun 8 (delapan) Hijriyah. Serangkaian peristiwa besar lainnya juga terjadi pada bulan Ramadhan, seperti: beberapa pertempuran dalam perang Tabuk, terjadi pada bulan Ramadhan tahun 9 (sembilan) Hijriyah. Tersebarnya Islam di Yaman pada bulan Ramadhan tahun 10 Hijriyah. Khalid bin Al Walid menghancurkan berhala Uzza pada tanggal 25 Ramadhan tahun 8 (delapan) Hijriyah.

Dihancurkannya berhala Latta pada bulan Ramadhan tahun 9 Hijriyah.Ditaklukkannya Andalus (Spanyol sekarang) di bawah pimpinan Thariq bin Ziyad pada tanggal 28 Ramadhan tahun 92 Hijriyah. Peperangan ‘Ain Jalut, dimana untuk pertama kalinya pas**an Islam berhasil mengalahkan bangsa Mongol Tartar, yang sebelumnya sempat dianggap mustahil, juga terjadi pada bulan Ramadhan tahun 658 Hijriyah. Dan masih banyak lagi yang lainnya.

Photos 31/05/2012

Bertaubat dari Zina Mata Mengantar Kita Ke Surga

Sesungguhnya, ia tak sengaja. Waktu itu ada misi yang harus dikerjakannya. Kesalahannya –kalau boleh dibilang begitu- hanya satu; ia tidak konsentrasi. Ia menoleh ke arah lain. Mengarahkan pandangannya ke rumah di kota itu; Madinah.

Ia tengah menjalankan tugas dari Rasulullah SAW untuk suatu keperluan. Di tengah jalan, "bencana" datang menyapanya. Sewaktu melayangkan pandang ke salah satu rumah yang tidak tertutup pintunya, terlihatlah olehnya wanita yang sedang mandi. Mungkin hanya dalam hitungan detik, bukan menit.

Wajahnya mendadak pucat, tubuhnya gemetar ketakutan. Ia segera berlari melewati rumah demi rumah, kampung demi kampung, hingga keluar Madinah. Ia tiba di sebuah padang pasir yang sepi. Di sana ia menangis sejadi-jadinya. Menyesali apa yang telah dilihatnya. Dengan derai air mata dan suara yang tersisa ia memohon ampunan Rabbnya.

Rasulullah kehilangan sahabat ini untuk satu hari. Beliau bertanya-tanya, tetapi sahabat yang lain tidak juga mengetahui keberadaannya. Hingga berlalulah empat puluh hari. Akhirnya malaikat datang mewahyukan di mana ia berada. Umar dan Salman ditugasi Sang Nabi untuk menjemputnya.

Dengan susah payah Umar berhasil menemukannya. Ia memeluk sahabat itu penuh rindu. “Wahai Umar, tahukah Rasulullah SAW tentang dosaku", tanyanya penuh kekhawatiran. “Aku tidak tahu permasalahan itu. Yang jelas, Rasulullah menugaskan kami untuk mencarimu.”

“Wahai Umar, satu permohonanku padamu. Jangan kau bawa aku menghadap Rasulullah, kecuali ketika beliau sedang shalat.”

Sesampainya di Madinah dan mendapati Rasulullah membaca Al-Qur'an dalam shalatnya, sahabat ini pingsan. Ia jatuh sakit hingga berhari-hari. Ketika Rasulullah tahu kondisinya dan menjenguk ke sana, ia masih saja khawatir akan dosanya. “Apa yang kau rasakan?” Rasulullah bertanya kepada sahabat yang kini telah berada dalam pangkuannya ini. “Seolah semut merayap di antara tulangku, dagingku dan kulitku”.

“Apa yang kau inginkan?” tanya beliau lagi. “Ampunan Rabbku”, jawabnya penuh harap. Tak lama kemudian Jibril menyampaikan wahyu, “Wahai Muhammad, Rabbmu mengirimkan salam untukmu. Dia berfirman padamu, ‘Seandainya hambaKu ini datang padaKu dengan kesalahan yang memenuhi bumi, tentulah Aku akan menemuinya dengan ampunan sebanyak itu p**a.”

Ketika Rasulullah SAW memberitahu wahyu ini kepadanya, sahabat ini meninggal seketika. Namanya Tsa'labah.

Tsa'labah. Ia mengajarkan kepada kita untuk bertaubat, bahkan dari kemaksiatan yang –oleh orang di zaman sekarang- tidak dianggap. Ia mengajarkan kepada kita untuk bertaubat, meskipun dari kesalahan yang sebenarnya tidak disengaja.

Ah... memang begitulah orang-orang shalih itu selalu mempesona. Mereka memiliki ketakutan yang luar biasa kepada Tuhannya hingga senantiasa sensitif terhadap dosa. Dan dari sana ia bergerak cepat menuju keridhaan Rabbnya. Bertaubat, mengejar akhirat. Dunia seakan dicampakkan begitu saja. Dan pada akhirnya... itu membawa mereka ke surga.

Beruntunglah Tsa'labah... dan orang-orang shalih yang mengambil jalan yang sama; taubatan nasuha. Ia tidak berapologik bahwa itu bukan kesalahannya; justru ia sangat cemas bahwa apa yang dilihatnya, meskipun tidak lama, sudah masuk pada tataran zina. "…Dua mata zinanya melihat, dua telinga zinanya mendengar, lidah zinanya berbicara, tangan zinanya menyentuh,…" sabda Rasulullah yang diriwayatkan oleh Imam Muslim ini demikian menancap di jiwa, menggerakkannya untuk bertaubat saat itu juga.

Beruntunglah mereka yang menyadari kesalahannya, atau bahkan merasa bersalah meskipun tidak sengaja, lalu menghampiri ampunan Allah dengan taubatnya. “Setiap bani Adam (pernah) berbuat salah," sabda Rasulullah dalam kesempatan lain yang direkam oleh Imam Tirmidzi, "dan sebaik-baik orang yang berbuat salah adalah orang-orang yang bertaubat.”

Mungkin ada orang-orang yang memandang orang Shalih seperti Tsa'labah dengan tatapan hina. Menjustifikasinya sebagai orang yang melakukan kesalahan besar. Mungkin disebabkan mereka tidak tahu, bahwa justru dari kesalahan itu ia memperoleh derajat mulia di sisi Rabbnya. Dari kacamata dunia mungkin "sejarah" Tsa'labah berakhir di sana; ia menyendiri, sakit, lalu mati. Namun dalam pandangan Allah, Rasul-Nya, kemudian kaum mukminin yang ditunjukkan Allah akan hakikatnya, Tsa'labah memperoleh keberuntungan luar biasa; ridha Allah dan surga-Nya.

Ya Allah... jadikanlah kami hamba-hambaMu yang bertaubat, janganlah Engkau benamkan kami dalam golongan orang-orang yang mencari kesalahan saudara kami dan merasa lebih baik dari mereka yang telah menangisi kesalahannya, menyesali dosanya, dan bersimpuh pada-Mu dengan taubat nasuha...

Ya Allah... jika hari ini kami masih dinilai mulia oleh manusia, itu hanya karena Engkau tidak membuka semua aib diri ini kepada mereka. Maka tutupilah aib kami yang telah terukir di masa lalu dengan ampunanmu... lindungilah kami dari aib baru dengan taqwa kepadaMu.

Ya Allah... janganlah Engkau uji kami dengan ujian yang kami tidak sanggup memikulnya. Jangan biarkan hambaMu ini sendirian dalam menghadapi beratnya kehidupan dunia yang sering menyeret jiwa dalam lembah noda, memelesetkan kaki dalam jerembab dosa, atau membuat kami terpelanting dalam jurang nista...

Ya Rabb... jika Engkau nampakkan kesalahan kami untuk memperbaiki kami, jadikanlah kami ridha menerimanya dengan segera bertaubat kepadaMu dan meningkatkan kualitas diri kami. Namun jika apa yang menimpa saudara-saudara kami seiman adalah tipu daya, sungguh... hanya kepada-Mu kami mengadukan kelemahan kami, kurangnya kekuatan kami, dan rapuhnya siasat kami berhadapan dengan manusia.

Wahai Dzat yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Engkaulah Pelindung bagi orang lemah, dan Engkau jualah pelindung kami! Kepada siapakah kami hendak Engkau serahkan? Kepada orang-orang yang tidak menyukai kami, ataukah kepada musuh yang akan menguasai diri kami? Jika Engkau tidak murka kepada kami, maka itu semua tak kami hiraukan, karena sungguh besar nikmat yang telah Engkau limpahkan kepada kami. Kami berlindung pada sinar cahaya wajah-Mu, yang menerangi kegelapan dan mendatangkan kebajikan di dunia dan di akhirat, dari murka-Mu yang hendak Engkau turunkan kepada kami. Hanya Engkaulah yang berhak menegur dan mempersalahkan diri kami hingga Engkau berkenan. Sungguh tiada daya dan kekuatan apapun melainkan atas perkenan-Mu”.

24/05/2012

Keistimewaan Bulan Rajab

Bulan Rajab, termasuk di antara bulan yang sangat dimuliakan oleh Alloh. Bahkan, menurut sebagian Syafi’iyyah, ia merupakan bulan paling mulia dibandingkan dengan bulan-bulan haram lainnya.
Oleh karena bulan ini bulan yang sangat mulia, maka apapun kebaikan yan dilakukan di dalamnya tentu pahalanya akan sangat berlipat dan besar dibandingkan bulan-bulan lainnya, selain Ramadhan.
Untuk itu, para ulama sejak dahulu sangat concern untuk betul-betul mengisi bulan penuh berkah ini dengan ritual ibadah yang sangat beraneka ragam, mulai dari shalat, puasa, sedekah, membaca al-Qur’an, silaturahim, membantu sesama, sampai pelaksanaan umrah. Berikut ini, di antara amalan penting yang sebaiknya dilakukan dalam rangka mengisi bulan Rajab, bulan penuh berkah dan bulan penuh kebaikan.

1. Berdoalah agar diberkahi pada bulan Sya'ban dan dapat mengikuti bulan Romadhon
Di antara amalan yang biasa dilakukan oleh Rosululloh saw pada bulan Rajab, adalah berdoa agar diberi keberkahan untuk bulan Rajab dan Sya’ban, serta agar dapat dipertemukan dengan bulan Romadhon. Doa yang biasa dilafalkan Rosululloh saw adalah:

اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِى رَجَبَ وَشَعْبَانَ, وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
Allahumma baarik lanaa fi rojab wa sya'ban, wa ballignaa romadhan

Artinya: "Ya Alloh, berkahilah kami di bulan Rajab, juga di bulan Sya'ban ini serta sampaikanlah usia kami ke bulan Ramadhan".

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut ini:

عن أنس بن مالك قال: كان النبي صلى الله عليه وسلم إذا دخل رجب قال: ((اللهم بارك لنا فى رجب وشعبان, وبلغنا رمضان)) [رواه أحمد والطبرانى والبزار]

Artinya: "Anas bin Malik berkata: "Adalah Rosululloh saw apabila beliau memasuki bulan Rajab, beliau s**a berdoa: "Allohumma baarik lanaa fi rajab wa sya'ban, wa ballignaa ramadhan (Ya Alloh, berkahilah kami di bulan Rajab ini, juga di bulan Sya'ban ini serta sampaikanlah usia kami ke bulan Ramadhan)" (HR. Ahmad, Thabrani dan al-Bazzar).

Menurut Imam Abdul Ghani bin Ismail an-Nablusi dalam bukunya, Fadhail al-Ayyaam was-Syuhuur (hal 29) mengatakan, bahwa hadits ini diriwayatkan juga oleh Imam ad-Dailami dalam Musnad al-Firdaus nya, diriwayatkan melalui tiga jalan dari Anas bin Malik. Dan hadits-hadits yang ada dalam kitab Musnad al-Firdaus adalah hadits-hadits dhaif, akan tetapi dapat dilakukan dan diamalkan selama berkaitan dengan bab keutamaan amal perbuatan, Fadhailul Amal.
Imam Nawawi pun dalam pendahuluan Syarah Muslim nya menegaskan, bahwa hadits Dhaif dapat dipakai dalam bab keutamaan amal perbuatan (bab Fadhailul a'maal).
Doa di atas sebaiknya dibaca berulang kali ketika kita memasuki bulan Rajab dan Sya'ban. Semakin banyak membacanya, tentu semakin besar pahalanya. Keberkahan di bulan Rajab, keberkahan di bulan Sya'ban, dan dapat menjumpai bulan Romadhon, merupakan tiga hal yang sangat diharapkan oleh seluruh ummat Islam. Doa di atas juga sebaiknya di baca setiap selesai shalat wajib, atau pada waktu-waktu senggang sambil berdzikir atau selesai membaca al-Qur'an.
Selain doa tersebut, ada doa lain yang biasa dibaca oleh para sahabat pada bulan Rajab dan Sya'ban, sebagaimana disampaikan oleh Yahya bin Abu Katsir, sebagaimana dikutip oleh Ibnu Rajab dalam Lathaiful Ma'arif-nya (hal. 202) yaitu:

اللهم سلمنى إلى رمضان, وسلم لي رمضان, وسلمه منى متقبلا.
Allohumma sallimnii ilaa ramadhan, wa salllim lii ramadhan, wa sallimhu minni mutaqabbalaa.

Artinya: "Ya Alloh, selamatkan dan sampaikanlah (usia) saya ke bulan Ramadhan, dan selamatkanlah Romadhon kepada saya, serta selamatkanlah amalan-amalan saya pada bulan Romadhon sehingga dapat diterima".

2. Bertaubat dan memohon ampun atas segala dosa dan kesalahan.
Bulan Rajab merupakan kunci pertama memupuk kebaikan dan menanam ketaatan agar dapat dipanen pada bulan Ramadhan kelak. Oleh karena itulah, maka selain memupuk dan menanam kebaikan tentu memohon ampun atas segala dosa dengan jalan bertaubat atau memperbanyak istighfar, merupakan di antara hal yang harus dilakukan.
Memang idealnya, sebelum menanam kebaikan, istighfar dan taubat adalah syarat utama. Sebelum melakukan ketaatan, seorang hamba sangat dianjurkan untuk mengakui segala dosa dan kesalahan, plus memohon ampun atas segala kesalahan dan dosa dimaksud. Dan, pada bulan Rajab hal itu harus lebih banyak dan lebih sering dilakukan.
Oleh karena itu, sebagian ulama, seperti Imam Abdurrahman as-Shafury dalam bukunya Nuzhatul Majaalis (hal. 222), mengatakan bahwa bulan Rajab ini adalah bulan permohonan ampun atas segala dosa dan kesalahan (listighfaarid dzunuub), Sya’ban untuk menutup segala aib (lisatril ‘uyuub), dan bulan Ramadhan untuk menerangkan hati dan pikiran (litanwiiril quluub).
Ungkapan lain, bulan Rajab adalah bulan ampunan dari Alloh (maghfirah minallaah), Sya’ban adalah bulan pertolongan dari Alloh (Syafa’atulloh), dan bulan Ramadhan adalah bulan dilipatgandakannya pahala kebaikan (tadh’iful hasanaat).
Selain itu, para ulama juga mengatakan: Rajab adalah bulan untuk bertaubat (syahrut taubah), Sya’ban bulan untuk menabur kasih sayang (syahrul mahabbah), dan Ramadhan adalah bulan untuk lebih mendekatkan diri kepada Alloh (syahrul qurbah).
Oleh karena itulah, maka di antara amalan yang perlu diperbanyak pada bulan Rajab ini adalah bertaubat dan memohon ampun atas segala dosa dan kesalahan (istighfar).
Imam Ali ra pernah berkata: “Perbanyaklah membaca istighfar pada bulan Rajab, karena setiap saat pada bulan Rajab, terdapat orang-orang yang akan dibebaskan oleh Allah dari siksa neraka”.

3. Melakukan shalat sunnat sebanyak dan sekhusyu’ mungkin.
Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, bahwa di antara keistimewaan bulan Rajab ini adalah, bulan yang dipilih oleh Alloh untuk kejadian penting Isra Mi’raj Rosululloh saw. Dan inti dari adanya peristiwa ini, adalah diwajibkannya shalat lima waktu. Oleh karena itulah, maka amalan penting lainnya yang perlu dilakukan dalam rangka mengisi bulan Rajab ini adalah melakukan shalat sunnat sesering mungkin, mulai dari Dhuha, Tahajjud, Witir, Hajat, Tasbih, Rawatib dan lainnya.
Dalam sebuah hadits Dhaif sebagaimana dinukil oleh Imam Abdurrahman as-Shafury dalam bukunya Nuzhatul Majaalis (hal. 218), dari Tsauban, bahwasannya Rosululloh saw suatu saat melewati komplek pekuburan. Rosululloh saw tiba-tiba menangis sambil bersabda: “Wahai Tsauban, mereka saat ini sedang disiksa di dalam kuburannya, kemudian saya berdoa kepada Alloh agar Alloh meringankan siksa kepada mereka. Wahai Tsauban, seandainya mereka berpuasa satu hari saja pada bulan Rajab, juga mereka melakukan satu kali saja shalat malam (tahajud), tentu mereka tidak akan disiksa di dalam kuburnya seperti ini”.
Tsauban kemudian bertanya: “Wahai Rosululloh, dengan puasa satu hari dan shalat tahajud satu kali saja di bulan Rajab, dapat mencegah siksa kubur?”.
Rosululloh saw menjawab: “Iya, demi diriku yang berada di dalam kekuasaanNya, tidak ada satu muslim atau muslimah pun yang melakukan puasa satu hari saja atau melakukan shalat malam satu kali saja di bulan Rajab, melainkan Alloh akan mencatat baginya pahala seperti seseorang yang beribadah satu tahun, di mana siangnya ia berpuasa dan malamnya ia shalat tahajud terus”.

4. Memperbanyak puasa sunnat.
Termasuk amalan yang sebaiknya dilakukan pada bulan Rajab adalah melakukan puasa sunnat sebanyak mungkin, baik senin kamis, Daud atau puasa bulan purnama (tanggal 13, 14, dan 15 dari bulan Rajab). Apakah selain puasa sunnat di atas, masih boleh berpuasa sunnat lainnya di bulan Rajab karena kemuliaan bulan dimaksud? (Lulu Susanti)

Photos 15/05/2012

LPS KEDUNGSARI Mengadakan Promo besar-besaran.
Bagi Anda yang ingin mewujudkan impian untuk menjalankan Perjalanan ke Tanah Suci.
DP Umrah hanya 3,5 Juta Bonus PASANG SPEEDY.
DP Haji Plus hanya 5 Juta Bonus PASANG SPEEDY + Modem WiFi.

Info Lebih Lanjut hubungi LPS KEDUNGSARI
Lingk. Kedungsari Gg.2 RT.02 RW.01 Gunung Gedangan Magersari Kota Mojokerto.
Telp. (0321)6226932 HP. 085645201201

14/05/2012

Pernahkah kita merasa bahwa Tuhan sedang menguji kita?

Kita cenderung mengatakan kalau kita ditimpa kesusahan maka kita sedang mendapat cobaan dan ujian dari Tuhan. Jarang sekali kalau kita dapat rahmat melimpah dan kebahagiaan kita teringat bahwa itu pun merupakan ujian dan cobaan dari Tuhan. Ada di antara kita yang tak sanggup menghadapi ujian itu dan boleh jadi ada p**a di antara kita yang tegar menghadapinya.

Bukankah Tuhan tidak pernah memberikan beban yang melampui kemampuan manusia? Jadi jika kita menghadapi suatu masalah hadapilah masalah tersebut dengan penuh kepasrahan kepada-NYA. Hanya karena Dia-lah segala sesuatu ada dan tidak ada.

Setiap derap kehidupan kita merupakan cobaan dari Tuhan. Kita tak mampu menghindar dari ujian dan cobaan tersebut, yang bisa kita pinta adalah agar cobaan tersebut sanggup
kita jalani. Cobaan yang datang ke dalam hidup kita bisa berupa rasa takut, rasa lapar, kurang harta dan lainnya.

Bukankah karena alasan takut lapar saudara kita bersedia mulai dari membunuh hanya karena persoalan uang seratus rupiah sampai dengan berani memalsu kuitansi atau menerima komisi tak sah jutaan rupiah?

Bukankah karena rasa takut akan kehilangan jabatan membuat sebagian saudara kita pergi ke “orang pintar” agar bertahan pada posisinya atau supaya malah meningkat ke “kursi” yang lebih empuk?

Bukankah karena takut kehabisan harta kita jadi enggan berbagi rejeki kepada sesama?

Bersabarlah. Karena orang sabar akan selalu mendapat rahmat dan karunia Tuhan.

Memang tidak mudah menjadi orang sabar, biasanya kita akan cepat-cepat berdalih, “Yah.. Sabar kan ada batasnya.” Atau lidah kita berseru, “Sabar sih sabar.. Saya sih kuat tidak makan enak, tapi anak dan isteri saya?” Memang, manusia selalu dipenuhi dengan pembenaran-pembenaran yang ia ciptakan sendiri.

Karena kita semua adalah adalah milik Tuhan dan kepadaNya-lah kita akan kembali.

Setiap musibah, cobaan dan ujian itu tidaklah berarti apa-apa, kita berasal dari-Nya, dan baik s**a maupun duka, diuji atau tidak, kita pasti akan kembali kepada-Nya. Ujian apapun itu datangnya dari Tuhan, dan hasil ujian itu akan kembali kepada Tuhan.

Apakah kita rela bila mobil yang kita beli dengan susah payah hasil keringat sendiri tiba-tiba hilang?

Apakah kita rela bila proyek yang sudah di depan mata, tiba-tiba tidak jadi diberikan kepada kita, dan diberikan kepada saingan kita?

Apakah kita menjadi iri dan dengki kita bila melihat tetangga kita sudah membeli TV baru, mobil baru atau malah rumah baru?

Bisakah kita mengucap pelan-pelan dengan penuh kesadaran, bahwa semuanya dari Tuhan dan akan kembali kepada Tuhan?

Kita ini tercipta dari tanah dan akan kembali menjadi tanah. Bila kita mampu mengingat dan mengerti arti kalimat tersebut, di tengah ujian dan cobaan yang menerpa kehidupan kita, maka Tuhan akan memberikan “hadiah” yang setimpal di hari penghakiman nanti.

Sudah siapkah kita menerima “hadiah” yang akan di berikan oleh Tuhan di hari penghakiman nanti?

03/05/2012

Hati Kita Pribadi Kita

Hati adalah sumber kepribadian kita. Ia adalah pemimpin dan pengarah seluruh perilaku keseharian kita. Ia adalah tempat kehidupan kejiwaan dan spiritual kita. Hati itu pada awalnya suci, fitri, cenderung kepada Allah, penciptanya. Lalu kemudian ia dikotori oleh dosa-dosa dan kedurhakaan kepada Allah dan kepada sesama. Bila kotoran itu telah menutupi hati, ia akan sakit, lalu malas beribadah, sulit menerima nasihat. Bila kondisi itu tidak segera ditangani, hati bisa mati, lalu kafir, melawan Allah, menilai yang baik itu buruk, dan yang batil itu sebagai kebenaran.

LPS KEDUNGSARI: Hati Kita Pribadi Kita

Photos 28/04/2012

Tanda-tanda Kebesaran Allah..

28/04/2012

Tips Cara Membuat Anak Menjadi Rajin Sholat dan Ibadah (Jadi Anak Soleh)

Mempunyai anak yang soleh adalah dambaan dari orangtua yang soleh karena dengan memiliki anak-anak yang soleh dapat membantu orangtua untuk mudah mendapatkan kebaikan di alam kubur dan di alam akhirat. Setelah seseorang meninggal dunia hanya amal soleh jangka panjang, ilmu yang bermanfaat dan anak yang soleh yang dapat membantunya di dunia yang baru.

LPS KEDUNGSARI: Tips Cara Membuat Anak Menjadi Rajin Sholat dan Ibadah (Jadi Anak Soleh)

26/04/2012

Mengenali Perkembangan Psikologi Anak
Setiap orang tua pasti menginginkan sutu perkembangan yang baik dalam fase hidup anak-anaknya, baik berupa fisik maupun kejiwaan. Memang secara tampilan, perkembangan fisik terlihat lebih menonjol dibandingkan dengan kejiwaan. Bahkan terkadang kita perlu lebih awas dalam memperhatikan perkembangan kejiwaan anak karena nantinya hal tersebut akan berhubungan dengan pembentukan identitas diri dan kepribadian anak tersebut. Lebih lanjut, kita akan mendiskusikan mengenai perkembangan kejiwaan anak secara detil , khususnya usia anak pra sekolah (mulai dari usia 4 tahun) sampai dengan masa sekolah (usia 12 tahun / sebelum pubertas).

LPS KEDUNGSARI: Mengenali Perkembangan Psikologi Anak

Want your school to be the top-listed School/college in Mojokerto?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Category

Address


Kedungsari Gang 2 No:105 RT. 02 RW. 01 Kelurahan Gunung Gedangan Kecamatan Magersari
Mojokerto