Halaman ini tidak update secara berkala, jadi bila ada pertanyaan mohon datang dan menemui pihak sekolah SMP Negeri 9 Mojokerto. Letak sekolah di jalan Semeru 50 Mojokerto yang berdekatan dengan instansi pemerintah, pemukiman warga masyarakat dan juga berada di tengah kota yang sangat strategis, karena dilalui oleh semua jalur transportasi, sehingga mudah dijangkau oleh siswa dan masyarakat . Minat masyarakat untuk bersekolah di SMP Negeri 9 Mojokerto tergolong tinggi, hal ini juga dapat memberi gambaran bahwa Perkembangan kesadaran penduduk akan pentingnya pendidikan semakin tinggi. Warga masyarakat yang bersekolah di SMP Negeri 9 Mojokerto memiliki pandangan bahwa SMP Negeri 9 Mojokerto memiliki pelayanan yang memadai dari berbagai bidang yang berbasis IT didukung sarana dan prasarana yang memadai serta lingkungan sekolah sehat tingkat nasional dan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkunan yang sangat kondusif untuk kegiatan belajar
Prasarana pendidikan, peralatan pendidikan yang dimiliki oleh SMP Negeri 9 Mojokerto telah diupayakan terstandar yang berbasis IT. Ditiap kelas telah disiapkan TV, DVD player, komputer, dan internet, laboratorium IPA, laboraturium komputer, dan laboraturium bahasa serta ruang UKS. Media pembelajaran multi media yang dimiliki terus ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan pembelajaran siswa yang terus berkembang. Ruang perpustakaan dan jumlah buku perpustakaan yang koleksi bukunya terus ditambah dan secara terus menerus menjalin kerja sama dengan berbagai mitra demi terpenuhinya buku koleksi untuk para siswa. Koperasi siswa, kantin sekolah yang berjumlah 5 stan yang dikelilingi tanaman penghijauan yang rindang dan taman yang telah ditata sebagai taman belajar sekaligus untuk beristirahat serta bermain. Tahun 2007, Depdiknas telah menetapkan sejumlah SMP di Indonesia menjadi Sekolah Berstandar Nasional (SSN), dan SMP Negeri 9 Mojokerto ditunjuk sebagai salah satunya dengan SMP lainnya. SMP Negeri 9 Mojokerto memiliki 4 rombel untuk setiap kelas 7, 8 dan 9 dengan peserta didik tiap kelas rata-rata 40 siswa. Untuk itulah keberadaan siswa yang memiliki potensi kecerdasan lebih tersebut perlu adanya upaya solusi pelayanan pendidikan yang memungkinkan dapat mengembangankan potensinya secara optimal. Twitter : twitter.com/SMPN9Mojokerto