Terong Gosong

Terong Gosong Balane Gus Yahya Pondok Pesantren gudangnya humor. Konon kedewasaan beragama di kalangan santri dipupuk antara lain melalui humor.

Walaupun ada harapan untuk memetik hikmah dari lelucon-lelucon, situs ini pada dasarnya hanya mengajak tertawa saja.

Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang dijadwalkan berlangsung pada 27 hingga 31 Agustus 2026 bukan sekadar agenda rut...
04/08/2026

Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang dijadwalkan berlangsung pada 27 hingga 31 Agustus 2026 bukan sekadar agenda rutin organisasi lima tahunan biasa. Pertemuan akbar ini mengemban bobot sejarah yang amat besar. Inilah muktamar pertama yang diselenggarakan tepat setelah organisasi kemasyarakatan Islam terbesar ini genap melintasi usia satu abad dalam hitungan Masehi (1926–2026).

Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang dijadwalkan berlangsung pada 27 hingga 31 Agustus 2026 bukan sekadar agenda rutin organisasi lima tahunan biasa. Pertem

Mari kita ramaikan Muktamar NU ke-35 dengan kontribusi karya.
04/08/2026

Mari kita ramaikan Muktamar NU ke-35 dengan kontribusi karya.

UNDANGAN KONTRIBUSI KARYA MUKTAMAR.NU/2026

Muktamar.NU/2026 merupakan portal media dan pusat dokumentasi digital Muktamar Nahdlatul Ulama ke-35. Sebagai ruang bersama untuk merekam gagasan, peristiwa, dan dinamika Muktamar NU, kami mengundang jurnalis, penulis, fotografer, muktamirin, pegiat literasi, warga NU, serta masyarakat luas untuk berkontribusi melalui karya terbaiknya.

Setiap tulisan, foto, maupun karya visual yang Anda kirimkan merupakan bentuk khidmah literasi sekaligus kontribusi dalam merawat jejak sejarah Nahdlatul Ulama. Karya-karya tersebut akan menjadi bagian dari arsip digital Muktamar NU sehingga dapat diakses dan menjadi rujukan bagi generasi mendatang.

RUBRIK KONTRIBUSI

MIMBAR: Ruang opini, analisis, dan gagasan yang mengedepankan argumentasi logis, kritis, dan konstruktif mengenai Muktamar maupun isu-isu strategis Nahdlatul Ulama.

SERAMBI: Ruang feature dan humaniora yang mengangkat kisah, tradisi, budaya, serta sisi-sisi inspiratif dan humanis di balik perhelatan Muktamar.

WARTA: Pusat pemberitaan harian yang menyajikan laporan faktual, aktual, akurat, dan tepercaya langsung dari lokasi Muktamar.

LENSA: Ruang visual untuk esai foto, galeri, infografis, dan karya visual lainnya yang mendokumentasikan dinamika serta interaksi selama Muktamar berlangsung.

SYARAT DAN KETENTUAN

Karya merupakan hasil karya asli, belum pernah dipublikasikan di media lain, objektif, serta tidak mengandung muatan faksionalisme internal.

Naskah terdiri atas 600–800 kata, ditulis menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, serta dikirim dalam kondisi siap tayang.

Karya visual wajib disertai caption yang akurat dan memenuhi kaidah etika jurnalistik.

Redaksi berhak melakukan penyuntingan seperlunya tanpa mengubah substansi karya.

Karya yang memenuhi standar editorial redaksi akan dipublikasikan di portal Muktamar.NU/2026 dan diarsipkan sebagai bagian dari dokumentasi digital Muktamar NU.

CARA PENGIRIMAN

Kirimkan karya, biodata singkat, dan foto profil melalui WhatsApp ke nomor:
085111451926.

Format pesan:
KONTRIBUSI – [Rubrik] – [Judul Karya] – [Nama Lengkap]

Mari ambil bagian dalam mendokumentasikan sejarah Muktamar NU. Abadikan setiap gagasan, peristiwa, dan momen berharga melalui karya terbaik Anda. Bersama, kita merawat memori kolektif jam'iyah serta mewariskan dokumentasi yang bernilai bagi perjalanan Nahdlatul Ulama.

Namun, melebihi keriuhan silaturahmi dan gegap gempita suksesi kepemimpinan, forum ini memikul beban yang jauh lebih ber...
03/08/2026

Namun, melebihi keriuhan silaturahmi dan gegap gempita suksesi kepemimpinan, forum ini memikul beban yang jauh lebih berat, yaitu sebagai ruang sakral pergulatan gagasan, tempat NU mengambil keputusan-keputusan strategis untuk merespons persoalan keagamaan, kemasyarakatan, hingga arah tata dunia.

Sepanjang sejarah perjalanannya, Nahdlatul Ulama (NU) senantiasa berhadapan dengan dunia yang terus bergerak, di mana perubahan kerap datang bak arus bah yang merombak tatanan zaman. Memasuki usian…

26/07/2026
GUS YAHYA: NU TERLALU AGUNG UNTUK DIJADIKAN DAGANGAN POLITIK“Orang NU itu akalnya akal politik.” Kalimat itu saya dengar...
25/07/2026

GUS YAHYA: NU TERLALU AGUNG UNTUK DIJADIKAN DAGANGAN POLITIK

“Orang NU itu akalnya akal politik.” Kalimat itu saya dengar tiga tahun lalu, Juli 2023, ketika saya menginap beberapa hari di Rembang. Kami ngobrol santai, tetapi kadang suara Gus Yahya meninggi jika percakapan kami sesekali masuk ke topik yang membuat dia kesal, dan politik adalah topik yang membuat nadanya sering meninggi. Pada saat seperti itu saya merasa seperti dibentak-bentak.

“Saya bisa paham terhadap obsesi sebagian besar aktivis NU pada politik,” katanya. “Itu konsekuensi wajar dari situasi tertentu. Pada 1952 NU menjadi partai politik, melakukan rekrutmen secara longgar dan besar-besaran untuk tujuan politik. Kemudian lahir pemerintahan Orde Baru, dan NU terbunuh secara politik selama masa Orde Baru. Tapi obsesi politiknya tidak mati. Isinya masih kader politik semua, akalnya masih akal politik, dan itu direproduksi dari waktu ke waktu.

“Dalam masa Orde Baru mereka mencari ruang politik sendiri sebisa-bisanya. Ada yang masuk Golkar, ada yang masuk PDI. Lalu ruang politik terbuka lagi setelah reformasi. Semua terjun ke politik, sebisa-bisanya juga.

“Karena NU punya massa besar, dan massa besar ini bisa dijual, orang jualan massa NU. Ini terjadi karena konstruksi organisasinya kacau; ini yang membuat tiap-tiap orang bisa menjual massa—sekepal-sekepal, cuma dagangan kecil, tetapi terus-menerus dilakukan karena hasilnya cukup untuk memberi makan anak-istri.

“Saya sedih melihat NU diperlakukan dengan pola pikir seperti itu. NU terlalu agung untuk dijadikan landasan bagi aktivisme kelas rendah. Ini harus dihentikan, dan untuk menghentikannya, kita harus menciptakan situasi yang tidak memungkinkan pola pikir ini beroperasi di NU. Maka, saya pikir saya harus mengandangi mereka agar tidak ke mana-mana, duduk bersama, dan melihat apa saja yang bisa dikerjakan oleh NU.

“Tidak harus politik. Ada prospek kepemimpinan sosial, misalnya, sesuatu yang tidak akan terlihat ketika orang tidak meluaskan jangkauan imajinasinya. Jika orang menginginkan wibawa, kekuasaan, dan lain-lain, mereka perlu tahu bahwa wibawa bukan hanya di situ letaknya, bukan hanya di politik. Kekuasaan juga bukan hanya di situ letaknya. Ada prospek-prospek alternatif. Jika butuhnya duit, ayo bikin bisnis yang benar, dikelola secara benar, ada banyak ruang di situ.

“Jika maunya menghidupkan lembaga yang dimiliki, kita carikan insentif. NU ini sudah punya sekitar 26 ribu madrasah/sekolah dan sekitar lebih dari 200 perguruan tinggi. Makanya saya minta kepada teman-teman itu untuk merumuskan sistemnya dulu, sistem nasional kita, sistem NU ini. Jika sistemnya sudah terumuskan secara jelas, selanjutnya kita mobilisasi lembaga-lembaga yang sudah ada untuk masuk ke dalam sistem. Kita carikan insentifnya.

“Insentif ini bisa macam-macam, termasuk kemudahan dalam berbagai fasilitas, termasuk tunjangan finansial pada saatnya nanti, ketika bisnisnya jadi. Dan saya tidak akan mengganggu siapa-siapa. Saya hanya ingin ikut serta di dalam sistem ekonomi yang ada ini. Ikut serta saja, tidak mengancam siapa pun, karena saya tidak ingin merebut kekuasaan politik.”

-----
Dikopi dari status facebook AS Laksana, penulis buku "Menghidupkan Gus Dur". Tulisan aslinya tanpa judul.

24/07/2026

GUS YAHYA TEGASKAN TIGA AGENDA BESAR TRANSFORMASI DAN REPOSISI NU

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, KH. Yahya Cholil Staquf menyampaikan tentang tiga agenda besar transformasi dan reposisi Nahdlatul Ulama. Salah satunya adalah transformasi tata kelola organisasi yang modern, efektif, dan efisien melalui pemanfaatan teknologi dengan implementasi ekosistem digital Digdaya NU.

Hal ini disampaikan dalam launching NHM (Nahdlatul Ulama Harvest Maslaha) dan SGS (Sharia Global Services) sebagai langkah strategis memperkuat peran ekonomi dan tata kelola NU di level nasional maupun global.

Momentum tersebut juga dihadiri mitra dan delegasi internasional yang menjadi bagian dari penguatan jejaring global NU, menegaskan bahwa transformasi ini bukan hanya untuk internal organisasi, tetapi juga sebagai reposisi NU dalam percaturan dunia.

Transformasi bukan sekadar narasi, tetapi fondasi masa depan organisasi.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menerima kunjungan Menteri Keuangan ...
23/07/2026

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menerima kunjungan Menteri Keuangan (Menkeu) RI Purbaya Yudhi Sadewa di Gedung PBNU, Jl. Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, (Rabu, 22/7) pukul 10.00 WIB.

Pertemuan tersebut membahas sejumlah kerja sama investasi bisnis yang saat ini tengah dilakukan PBNU dengan berbagai entititas bisnis internasional. PBNU juga mengonsultasikan terkait tata kelola regulasi dan kepatuhan hukum mengenai inisiatif PBNU agar betul-betul sesuai dengan norma yang berlaku.

Sementara itu, Menkeu Purbaya mengatakan pihaknya akan mempelajari berbagai gagasan investasi yang diinisiasi NU. Menurutnya, apabila rencana tersebut dapat berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan memiliki prinsip pengelolaan risiko yang terkendali, pihaknya siap memberikan dukungan terhadap inisiatif yang dikembangkan oleh NU.

22/07/2026
KAOS TERONG GOSONGKaos "Logo Terong Gosong" edisi "Balane Gus Yahya" sudah siap diorder.Untuk pemesanan silakan hubungi ...
22/07/2026

KAOS TERONG GOSONG

Kaos "Logo Terong Gosong" edisi "Balane Gus Yahya" sudah siap diorder.

Untuk pemesanan silakan hubungi nomor WA yang tertera di flyer.

Address

Jalan Raya Gayaman No. 55, Gayaman, Mojoanyar
Mojokerto
61364

Telephone

+6282229991934

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Terong Gosong posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The School

Send a message to Terong Gosong:

Shortcuts

Share