16/12/2020
ππ¦πππ«ππ°π πππ«πππ«ππ‘
(π©ππππ πΉπππππππππ-ππππππ 53)
Aku Narto, seorang pelajar 16 tahun yang sedang melaksanakan pembelajaran di luar ruangan, tepatnya di museum kereta api Ambarawa.
Sore itu perutku tidak bisa diajak kompromi, sehingga aku memutuskan pergi ke toilet untuk menyelesaikan urusan penting ini.
Cukup lama aku berdiam diri di dalam toilet, dan tiba-tiba βBrak,β terdengar bunyi bantingan pintu keluar museum oleh petugas.
Aku yang masih berada di toilet tergesa-gesa untuk keluar dari toilet setelah mendengar bunyi bantingan pintu tersebut.
Aku pun berlari menuju pintu keluar yang tepat berada di ujung rel, aku melihat jam tanganku yang menunjukkan pukul 17.15 yang berarti bahwa pintu keluar museum kereta api telah ditutup 15 menit yang lalu.
Aku berusaha menghubungi teman rombonganku, namun sial aku lupa mengisi daya baterai ponselku, sehingga terpaksalah aku berkeliling museum untuk mencari bantuan.
Langit mendung sore itu menambah suasana sepi pada museum tersebut.
Aku berusaha meyakinkan diriku bahwa masih ada penjaga yang bertugas malam di museum.
Ya, benar dugaanku, tepat di ujung lorong kulihat seseorang berdiri membelakangiku. Aku berusaha mendekatinya, derap langkah kakiku memecah keheningan di lorong museum. Tubuhku telah tepat di belakangnya, namun dia tetap diam tak bergeming. Aku pun memberanikan diri untuk mengajaknya berinteraksi, karena rasa penasaran telah mengalahkan rasa takutku.
Ku tepuk pundaknya, kemudian... Baca Selengkapnya
Penasaran dengan bacaan berikutnya ya?
Bisa tanya tanya ke admin atau penulisnya, harga bukunya murah kok