18/10/2012
autis - sejenis kelainan perkembangan saraf yang mempengaruhinya dalam berkomunikasi, berpikir, dan berinteraksi dengan sekitarnya. Sedemikian banyaknya penderita autis, sehingga kita bisa melihat sedemikian banyaknya fasilitas terapi penderita autis - mengajarkan penderita untuk mampu berkomunikasi, tapi apakah mampu menyembuhkan? Bahkan hingga kini, penyebab autis masih merupakan ‘misteri’ bagi dunia sains dan kedokteran
Para ilmuwan menyimpulkan bahwa keterlambatan perkembangan saraf otak - termasuk autism, dyslexia, attention-deficit/ hyperactivity-disorder (ADHD) dan dyspraxia - disebabkan karena tubuh dan otak mereka kurang mampu memetabolisme makanan Essential fatty acids
EFA (3, 12, 13) menjadi zat-zat yang dibutuhkan untuk reaksi kimiawi dalam otak normal (7). Penderita autis terbukti mempunyai kandungan Omega-3 lebih rendah dari masyarakat umum (9, 14).
EFAs adalah zat yang diBUTUHkan - tapi TIDAK bisa diproduksi oleh tubuh. 2 jenis utama EFA Omega-6 dan Omega-3sangat penting bagi pengembangan otak dan tubuh. Bahkan keseimbangan kedua EFA tersebut perlu diperhatikan karena bila kadar Omega-6 jauh lebih
tinggi dari kadar Omega-3, maka individu tersebut akan mengalami masalah dalam komunikasi, keseimbangan mental dan tingkah-laku sehari-hari.