Pasanganku Kekasihku

Pasanganku Kekasihku Keluarga Bahagia Sakinah Mawaddah Rohmah wa Barokah

01/09/2019

Wanita itu ... ibarat air ... ( kata kakekku )
Kala duduk bercengkrama dengan kakek, iseng2 aku bertanya : " kek, apa sih rahasianya sehingga rumah tangga kakek nenek bisa langgeng sampai hari ini ?" . Sambil tersenyum dan menatapku penuh kasih sayang kakek menyahuti : " cucuku, wanita itu ibarat air ". " wanita itu ibarat air, apa maksudnya kek ?" tanyaku penasaran. Kakek lalu mengambil kendi air yang ada didepan kami, beliau berseru : " kesinikan tanganmu, tengadahkan seperti ini !". Aku pun menuruti perintahnya, kakek menuangkan air kendi ke tanganku. Setelah air ditanganku penuh beliau berkata : " sekarang coba renggangkan jari jemari tanganmu !". Aku menuruti perintahnya dan airpun mengalir jatuh dari sela2 jemariku . Masih belum memahami maksudnya aku patuh saja kala kakek memintaku menengadahkan tanganku sekali lagi, dan sekali lagi beliau menuang air dari kendi ke telapak tanganku . " Sekarang coba engkau genggam erat2 air di tanganmu itu ". Sambil bengong aku menuruti perintahnya, dan lagi air bercucuran jatuh dari tanganku kala aku meremasnya. " Sekarang , apakah engkau memahami maksud kakek ?" . Aku menjawab sambil menggelengkan kepalaku : " tidak sama sekali, aku masih belum faham maksud kakek ". Lagi2 tersenyum, kakek menjelaskan : " cucuku ... wanita itu ibarat air ditanganmu tadi, coba engkau perhatikan kala engkau merenggangkan jari jemarimu, air menetes jatuh dan kala engkau mencoba menggenggamnya erat2 airnyapun menetes jatuh, cucuku .. wanita itu bila engkau biarkan, tidak engkau perhatikan, bebas berbuat semaunya maka engkau tidak akan dapat mengendalikannya, begitu p**a bila engkau berlaku keras terhadapnya, mengurungnya, membelenggunya dengan tujuan menguasainya, ia akan lepas dan pergi darimu, tidak ada kehidupan yang bisa berjalan bila engkau memaksakan kehendak ... air tadi hanya akan tetap bersamamu bila engkau bersabar merapatkan jari2 mu walaupun engkau lelah dan bersusah payah, begitu p**alah wanita itu ... ia akan ada disisimu dan engkau akan selalu ada dalam hatinya bila engkau berlaku sabar dan berjuang bersusah payah untuknya ... nah, sekarang apakah engkau faham ??". Aku mengangguk memahami, namun jauh dilubuk hati aku bergumam : " sungguh sulit sekali "....

Cara nyenengin hati istri yang lagi NGAMBEK :Gak baca nyesel :)1.Langkah yang paling pertama adalah ajak dia ngobrol bai...
11/03/2019

Cara nyenengin hati istri yang lagi NGAMBEK :
Gak baca nyesel :)
1.Langkah yang paling pertama adalah ajak dia ngobrol baik-baik dulu.
Dengerin aja deh apa yang ada di uneg-unegnya.
2.Jangan gengsi buat bilang “Maaf ya, sayang…”.
Percayalah, istri seneng kalau suaminya minta maaf dan ngaku salah.
3.Mungkin istri ngambek karena kamu terlalu sibuk.
Kalau itu alasannya, kamu perlu ngajak jalan sesekali biar dia tahu kamu masih perhatian.
4.Usap kepalanya dan genggam tangannya.
Gestur sederhana ini sudah sering terbukti bikin mood istri baik lagi.
5.Tanpa diminta, kamu juga perlu peka kalau dia sedang butuh bantuan.
Mungkin dia ngambek karena lagi banyak pikiran.
6.Nah kalau menurut penelitian, coklat bikin perempuan jadi bahagia.
Nah jadi kamu tahu kan harus ngapain kalau istrimu lagi ngambek.
Secuek apa pun istri...
dia akan senang bila punya pasangan yang bisa memperlakukannya dengan spesial.
Tak harus romantis, tapi perhatian² kecil cukup melumerkan hatinya.

04/03/2019

ISTRIKU MALU MALUIN

Istriku makin hari makin bikin gemes gara2 kelakuannya aku jd dibully sama temen2 satu tongkrongan
Dimana setiap malam klw sudah lewat jam 10 aku selalu di wa dan telponnya masuk berkali kali

Mungkin kalo dia ga malu nulis status pasti sudah posting seperti itu kali ya...
Siapa disini yang hobinya telponin suami?? Siapa yang hobinya wa "udah p**ang belum?", "Udah sampe mana?", "Kok belum nyampe?"
Mungkin sebagian besar seluruh istri sejagat raya dan sebikini bottom juga melakukan hal yang sama kecuali diantara kalian ada yang bermasalah dan butuh dicurigai 😁

Karena bagi istri bantal ternyaman untuk tidur adalah bahu suami, bukan berarti semalaman tidur dibahu (kan capek buuu)
Karena kenikmatan makan itu jika berdua sama suami, apalagi bisa sepiring berdua, ahh... Nikmat Tuhan yang manakah yg kau dustakan

Wahai bapak2... Jadi begitulah kira2 kenapa istrimu ingin kamu segera p**ang, selain khawatir keadaanmu tetapi juga karena kehadiranmu adalah segalanya, bukankah kamu berjanji menemani sampai mati, tapi waktumu lebih banyak untuk bekerja belum lagi bertongkrong, belum lagi maen medsos fb youtube dll sampai larut malam, jadi sesungguhnya menemani yang bagaimana yg kau janjikan, hanya menemani diwaktu tidur sampe datang waktunya untuk tidur selamanya???
Wahai bapak2 janganlah malu ketika hp berbunyi karena telpon istri, belum tentu suami diluar sana diperhatikan seperti itu sama istrinya... Bersyukurlah punya istri yang bawel karena tiap hari rasanya seperti tahun baru... Kebawelannya bagaikan mercon cessdorr... Kan rame ya pak 😂

Demikian surat suara dari istri yang slalu merindukanmu..


🙈😂😂😂

assalamu alaikum warohmatullohi wa barokatuh
15/10/2017

assalamu alaikum warohmatullohi wa barokatuh

Beberapa DOSA BESAR ISTRI TERHADAP SUAMI1. Menyepelekan kebaikan suami"Diperlihatkan Neraka kepadaku dan aku melihat keb...
25/12/2016

Beberapa DOSA BESAR ISTRI TERHADAP SUAMI

1. Menyepelekan kebaikan suami

"Diperlihatkan Neraka kepadaku dan aku melihat kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita, mereka kufur.”

Para Shahabat bertanya: “Apakah disebabkan kufurnya mereka kepada Allah?”


Rasul menjawab: “(Tidak), mereka kufur kepada suaminya dan mereka kufur kepada kebaikan. Seandainya seorang suami dari kalian berbuat kebaikan kepada isterinya selama setahun, kemudian isterinya melihat sesuatu yang jelek pada diri suaminya, maka dia mengatakan, ‘Aku tidak pernah melihat kebaikan pada dirimu sekalipun.’”

2. Tidak menghormati keluarga suami

Seorang suami harus berlaku lembut pada istrinya, namun demikian istri pun wajib bersikap lembut pada keluarga suami, terutama kedua orangtua suami. Jangan sampai istri memonopoli suaminya sehingga bahkan ibu dan bapaknya sendiri tak bisa mendapatkan hak mereka terhadap anak laki-lakinya.

Dalam sebuah hadits shahih, diriwayatkan bahwa Aisyah Ra bertanya kepada Rasulullah Saw, ”Siapakah yang berhak terhadap seorang wanita?”

Rasulullah menjawab, “Suaminya” (apabila sudah menikah). Aisyah Ra bertanya lagi, ”Siapakah yang berhak terhadap seorang laki-laki?” Rasulullah menjawab, “Ibunya” (HR. Muslim)

Seorang sahabat, Jabir Ra menceritakan: Suatu hari datang seorang laki-laki kepada Rasulullah Saw, ia berkata, “Ya Rasulallah, saya memiliki harta dan anak, dan bagaimana jika bapak saya menginginkan (meminta) harta saya itu?

Rasulullah menjawab, “Kamu dan harta kamu adalah milik ayahmu”. (HR. Ibnu Majah dan At- Thabrani).



Baca juga: Benarkah Suami Menanggung Dosa Istri?



3. Keluar rumah tanpa izin suami

Termasuk berpergian jauh tanpa ditemani oleh mahramnya.

“Seorang wanita tidak boleh bepergian kecuali bersama mahram."

Hadits di atas menyangkut semua bentuk safar. Wallahu a’lam. (Syarh Muslim: 9/103, dengan sedikit perubahan)

4. Menolak ajakan suami berhubungan

Rasulullah saw bersabda: “Apabila laki-laki mengajak istrinya ke tempat tidurnya kemudian ia menolak untuk datang lalu laki-laki itu tidur semalam dalam keadaan marah kepadanya, maka ia dilaknat oleh malaikat hingga subuh.” (HR. Ahmad, Bukhari dan Muslim).

5. Berias bukan untuk suami

"Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu …” (QS. Al-Ahzaab: 33)

6. Mengungkit kebaikan dirinya terhadap suami

Tak sedikit istri yang mengungkit-ungkit kebaikan atau bahkan derajat dirinya di hadapan suaminya sehingga menyakiti dan merendahkan suaminya, hal ini merupakan perkara yang amat besar dosanya.

Abu Dzar radhiyallahu ‘Anhu meriwayatkan, bahwasanya Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Ada tiga kelompok manusia dimana Allah tidak akan berbicara dan tak akan memandang mereka pada hari kiamat. Dia tidak mensucikan mereka dan untuk mereka adzab yang pedih.”

Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakannya sebanyak tiga kali.” Lalu Abu Dzar bertanya, “Siapakah mereka yang rugi itu, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Orang yang menjulurkan kain sarungnya ke bawah mata kaki (isbal), orang yang s**a mengungkit-ungkit kebaikannya dan orang yang s**a bersumpah palsu ketika menjual. ” [HR. Muslim]

7. Membangkang terhadap suami (nusyuz)

Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Nusyuz adalah meninggalkan perintah suami, menentangnya dan membencinya” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 4: 24).

“Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar” (QS. An Nisa’: 34).

8. Menggugat cerai tanpa alasan syari

“Wanita mana saja yang meminta kepada suaminya untuk dicerai tanpa kondisi mendesak maka haram baginya bau surga” (HR Abu Dawud no 2226, At-Turmudzi 1187).

Astaghfirullah, semoga kita terhindar dari dosa-dosa tersebut.

Sumber: www.ummi-online.com

Artikel online tentang ibu dan anak, parenthing,kesehatan, asi sangat bermanfaat buat para ibu

Seorang sahabat mengirim sms kpd sahabatnya "Bro, aku lagi butuh 500 ribu, penting banget, darurat.Please, tolong pinjam...
14/06/2016

Seorang sahabat mengirim sms kpd sahabatnya "Bro, aku lagi butuh 500 ribu, penting banget, darurat.Please, tolong pinjami aku dulu".
Sahabatnya membalas:
"Tunggu sekitar 1/2 jam ya
bro, insya-ALLAH nanti aku
transfer".

Sudah lewat dari 1/2 jam . .
satu jam . . . tapi sahabatnya
tk juga memberi kabar.
Ketika ditelpon pun ternyata
HP nya tdk aktif.
Ia pun mengirim SMS lg :
"Selama ini aku tk pernah
mengecewakanmu bro. Tapi
kenapa skarang kau lari
dariku?! Apa salahku?!"

Bbrapa saat berlalu....Setelah
dibaca, sahabatnya lantas
menelpon & berkata:
"Astaghfirullah, semoga
ALLAH mengampunimu, Aku
tidk bermaksud mematikan
HP untuk lari darimu. HPku
mati krn aku sedang menjual
HPku untuk membantu
kebutuhanmu. Lalu, dari sisa
penjualan aku belikan HP
second yg murah agar bisa
menghubungimu".

Sahabat . . .
Manusia hari ini s**a
berprasangka krn lingkungan
yg s**a mempengaruhi . . .
Ada sangkaan baik & ada
sangkaan buruk . . .
Orang rajin ibadah disangka
riya';
yg bersantai disangka malas;
yg pakai baju baru disangka
pamer;
Yg pakai baju buruk disangka
tdk hormat;
Yg makan banyak disangka
rakus;
yg makan sedikit disangka
“diet” ketat;
Yg baik disangka buruk;
Yg buruk disangka baik;
Yg tersenyum disangka
mengejek;
Yg masam disangka
menyindir;
Yg mengkritik disangka
mengumpat;
Yg diam disangka
menyendiri;
Yg menawan disangka pakai
susuk;
Yg sering ikut kajian/ta'lim
dianggap kelompok aliran
macam2.
Siapa tahu...
Yg diam itu krn berzikir kpd
ALLAH
Siapa tahu...
Yg tersenyum itu krn
bersedekah;
Siapa tahu...
Yg bermuka masam itu krn
mengingat dosa2nya;
Siapa tahu...
Yg menawan itu krn bersih
hati & fikirannya;

Siapa tahu...
Yg ceria itu krn cerdas
fikirannya & senantiasa
mengingat ALLAH..
Siapa tahu...
Yg sering ikut kajian/ta'lim itu
krn merasa masih kurang
ilmu...
Sahabat...
Mari....
Hilangkan fikiran negatif....
Kembangkan energi positif...
Biasakan berfikir positif...
Berikan seribu alasan
kebaikan kpd sahabat...
Agar hidup ini lebih inspiratif
Semoga Bermanfaat...
Tetap SEMANGAT memperbaiki diri dan hati.
Salam Romadhon

Ibu betapa mulianya diri anda, Allohumma ghfirli wa liwalidaya warham huma k**a robayani soghiroo
20/02/2016

Ibu betapa mulianya diri anda, Allohumma ghfirli wa liwalidaya warham huma k**a robayani soghiroo

Setelah membersihkan tangan ibu, si pemuda diam-diam membasuh semua pakaian sisa ibunya.

19/02/2016

Semua itu adalah pasangan serasi yang saling melengkapi.

19/02/2016

"BUNGKUS dan ISI"
======================

Hidup akan sangat melelahkan, sia-sia dan menjemukan bila pikiran kita hanya digunakan untuk mencari dan mengurus BUNGKUS-nya saja dan mengabaikan serta mengacuhkan ISI-nya.
Apa itu “BUNGKUS”-nya dan apa itu “ISI”-nya?

"Rumah yang indah” hanya bungkusnya.
“Keluarga bahagia” itu isinya.
“Pesta pernikahan” hanya bungkusnya.
“Sakinah, mawadah, warahmah” itu isinya.
“Ranjang mewah” hanya bungkusnya.
“Tidur nyenyak” itu isinya.
“Kekayaan” itu hanya bungkusnya.
“Hati yang bahagia” itu isinya.
“Makan enak” hanya bungkusnya.
“Gizi, energi, dan sehat” itu isinya.
“Kecantikan dan Ketampanan” hanya bungkusnya.
“Kepribadian dan hati” itu isinya.
"Bicara” itu hanya bungkusnya.
“Amal nyata” itu isinya.
"Buku” hanya bungkusnya.
“Pengetahuan” itu isinya.
"Jabatan” hanya bungkusnya.
“Pengabdian dan pelayanan” itu isinya.
"Kharisma” hanya bungkusnya.
“Ahlaqul karimah” itu isinya.
"Hidup di dunia” itu bungkusnya.
“Hidup sesudah mati” itu isinya.
Utamakanlah ISI-nya.
Namun rawatlah BUNGKUS-nya.
Janganlah memandang rendah dan hina setiap BUNGKUS yang kita terima, karena berkah tak selalu datang dari BUNGKUS kain sutera, melainkan juga datang dari BUNGKUS koran bekas.
Janganlah setengah mati mengejar apa yang tak bisa kita bawa mati, tapi juga kejarlah apa yang akan dijadikan bekal menghadapi mati...
Semoga menjadikan muhasabah diri kita semua ....
Aaamiin
Oleh Ustadz DR. Amir Faishol Fath

Suami isteri tolong tidak hanya baca d**g, tapi dihayati, diamalkan, .........dan setersnya
19/02/2016

Suami isteri tolong tidak hanya baca d**g, tapi dihayati, diamalkan, .........dan setersnya

Bila tidak diimbangi dengan memperhatikan dirimu sendiri berarti kita belum sepaham dalam mendefenisikan cinta.

19/02/2016

Kawan silih berganti tapi keluarga jugalah tempat kembali.

18/02/2016

Berbicaralah “Dengan” Anak, Bukan “Kepada” Anak

“BUNDA, gambarnya besar lho…” seorang anak 9 tahun berbicara kepada ibunya.

“Iya,” ibunya merespon ucapan si anak.

“Bunda, gambar jeruknya besar, warnanya kuning,” kembali anaknya berkata.

Sambil memegang handphone-nya sang ibu kembali berucap, “iya.”

“Bunda, asal iya kan? Dari tadi Bunda cuma ‘iya-iya’ aja. Bunda, kenapa asal iya aja?” tiba-tiba nada suara anak ini meninggi lalu histeris menangis.

“Iya, maksudnya, Bunda sudah lihat gambarnya,” sang bunda mencoba menjelaskan namun anak ini tidak juga menghentikan tangisannya.

***

“Mama pergi ya, cepet bangun,” teriak seorang mama ketika anaknya mogok berjalan di sebuah tempat rekreasi.

Bukan mendengar perintah mamanya, anak yang usianya 4 tahun itu malah berguling-guling sambil menangis di pelataran parkir.

“Pokoknya mama pergi ya,” kembali sang mama menegaskan ancaman pada anaknya.

Datanglah gurunya menghampiri seraya berkata “Kenapa? Amar cape?”. Sambil jongkok, sang guru mengelus tangan si anak dan mengusap kepalanya kembali melanjutkan bertanya, “ Perlu istirahat?”

Tak hanya itu, sang guru menatap hangat sang anak, lalu berujar, “Bu Deva peluk dulu ya?” Lantas bu guru memeluk sambil berbicara padanya. Tak lama kemudian anak ini tenang dan mau berjalan menuju mobilnya.

Orang tua pada umumnya berbicara “kepada” anak-anak. Komunikasi seperti ini berlangsung satu arah. Dalam hal ini, orangtua mencoba berkomunikasi “kepada” anak. Namun sayangnya,Kkmunikasi yang terjadi dalam situasi ininegatif. Orangtua tidak membangun suasana yang nyaman ketika berbicara “kepada” anak-anak mereka. Berbeda jika orangtua maupun guru berbicara “dengan” anak.

Seperti yang terjadi diatas, ibu guru berbicara “dengan” anak bukan “kepada” anak. Komunikasi seperti ini berlangsung dua arah. Ibu guru tidak mengambil posisi berdiri ketika berbicara “dengan” anak, tapi memposisikan tubuhnya sejajar dengan tinggi tubuh sang anak. Menatap, mengusap kemudian memeluk dan berbicara dengan suasana hangat. Maka komunikasinya yang terjadi dalam situasi positif.

Komunikasi yang positif baru bisa dilakukan oleh orangtua atau guru jika orang tua atau guru menyediakan waktu cukup untuk berkomunikasi “dengan” anaknya. Bukan sekedar berkata “iya!” seraya berlalu. Komunikasi yang terjadi bersifat timbal balik atau dua arah, saling mendengarkan.Bukanhanya anak yang harus mendengar tapi orangtua juga mendengar dengan sungguh-sungguh ketika anak berbicara. orangtua memberikan tanggapan atas apa yang dikatakan anak bukan mengabaikan atau malah memberikan ancaman. Sehingga diantara keduanya betul-betul terjalin hubungan yang baik, hubungan saling menyayangi antara orangtua dan anaknya.

Berbicaralah“dengan” anak, bukan berbicara “kepada” anak yang harus dilakukan para orangtua maupun guru. Sehingga lahir anak-anak yang bahagia dalam berbagai kesempatan dan bangga memiliki orangtua maupun guru seperti kita. Mereka lahir menjadi anak-anak yang penuh rasa percaya diri, penuh kasih sayang, penuh kebahagian yang melebihi materi. Berdasarkan hasil penelitian para neuroscientist, anak-anak akan belajar banyak pengetahuan yang diberikan padanya dalam keadaan bahagia. Jika kemampuan komunikasi positif ini dibangun sejak dini, anak akan lahir menjadi pribadi yang menyenangkan dihadapan semua orang.
________________

Mari belajar lagi untuk menyayangi buah hati kita dan “Memeluk Buah Hati Seperti Rasulullah” karya Widyaningsih (Pakar Parenting dan pengasuh rubrik Me and the Children Islampos.com)

Harga Buku Rp 39.000 (Belum Termasuk Ongkos Kirim)

Tebal 150 hal. Softcover
Ukuran buku 15x23cm

Ready Stock

Pemesanan ke
Pin BBM : 7D479D92
SMS/WA : 0819-0871-7623 (just message).

Selengkapnya di https://www.islampos.com/memeluk-buah-hati-seperti-rasulullah-2-170768/

Address

Diatas Muka Bumi ALLAH SWT
Merlung
36554

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Pasanganku Kekasihku posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The School

Send a message to Pasanganku Kekasihku:

Shortcuts

Share

Category