26/06/2015
KEUNGGULAN HSG KHOIRU UMMAH:
1. Memposisikan anak sebagai makhluk yang berakal dalam proses
pembelajaran. Sehingga proses pembelajaran diarahkan untuk mencerdaskan
akal anak dan membangun rasa percaya diri anak untuk berprtestasi.
2. Membangun sikap dan perilaku Islami anak lewat proses penyadaran dan
pembentukan pemahaman, bukan doktrin dan paksaan.
3. Menerapkan metode “TALQIYAN FIKRIYAN” sebagai metode pembelajaran.
Semua ilmu yang diajarkan diarahkan untuk membangun pemahaman dan
membentuk pola pikir anak. Semua ilmu diajarkan untuk mencerdaskan akal
dan meningkatkan taraf berpikir anak, sehingga anak mampu menggunakan
ilmu tersebut untuk menyelesaikan masalah kehidupan.
4. Menerapkan “Kurikulum Berbasis Aqidah Islam”. Artinya: Semua ilmu yang
diajarkan diintegralkan dengan aqidah Islam, sehingga semua ilmu terlebih
dahulu dipastikan kebenarannya sebelum diajarkan pada anak. Kurikulum
disusun sesuai kebutuhan anak berdasarkan perkembangan usia. Semua
pelajaran dirancang agar memberi pengaruh yang baik terhadap perilaku anak.
5. Materi pelajaran disesuaikan dengan level berpikir anak, sehingga pelajaran
tidak menjadi beban bagi anak.
6. Guru menyampaikan pelajaran dengan bahasa yang jelas, sistematis dan ahsan
sesuai usia dan taraf berpikir anak. Sehingga anak mudah memahami pelajaran
dan termotivasi mengamalkan ilmu yang dipelajari.
7. Manajemen sekolah menciptakan suasana belajar yang kondusif untuk
membangun rasa percaya diri yang tinggi pada anak.
8. Manajemen sekolah membangun sinergi guru dan orang tua menggali potensi
anak untuk melejitkan prestasinya tanpa beban.
9. Sekolah menata pola kegiatan harian anak mulai dari bangun tidur sampai
tidur kembali menjadi pola hidup Islami, pola hidup sehat dan berkah.
10. Evaluasi hasil belajar tidak sebatas kecerdasan kognitif, melainkan meliputi
kecerdasan berpikir, peningkatan taraf berpikir, ketinggian (kemuliaan) sikap
dan perilaku sehari-hari.
26/06/2015
VISI HSG KHOIRU UMMAH
“Terdepan dalam mewujudkan generasi pemimpin, generasi khoiru ummah, pembangun peradaban mulia (Islam)”
MISI HSG KHOIRU UMMAH:
1.Mensosialisasikan konsep pendidikan Islam di tengah-tengah masyarakat.
2.Memotivasi para orang tua agar mendidik anaknya berdasarkan konsep
pendidikan Islam
3.Mencerdaskan para orang tua agar memahami arah dan konsep pendidikan
generasi dalam Islam.
4.Mencerdaskan orang tua agar siap dan mampu mendidik anaknya dengan baik
menjadi anak yang shaleh, cerdas, inovatif dan berjiwa pemimpin.
5.Mencerdaskan orang tua agar siap menjadi teladan , serta mampu menjadi guru
pertama dan utama bagi anak-anaknya.
6.Menerapkan konsep pendidikan Islam dalam pelaksanaan proses pembelajaran
anak di HSG Khoiru Ummah.
7.Melaksanakan proses pembelajaran yang membangun kecerdasan akal dan
kesadaran anak untuk siap melaksanakan keta’atan kepada Allah SWT.
8.Mengembangkan uslub-uslub pembelajaran yang kreatif, sehingga anak senang
belajar dan mudah memahami pelajaran.
9.Melatih anak untuk siap menjalankan pola hidup Islami, pola hidup sehat dan
berkah.
10.Membangun sinergi dengan para orang tua untuk mendidik anak-anaknya
menjadi anak yang shaleh, cerdas, inovatif dan berjiwa pemimpin
11.Membangun sinergi dengan pemerintah dan lembaga-lembaga pendidikan Islam
untuk mendidik anak-anak kaum muslim menjadi anak-anak yang shaleh,
cerdas, inovatif dan berjiwa pemimpin.
MOTTO HSG KHOIRU UMMAH
“Generasi Terbaik untuk Peradaban Terbaik”
26/06/2015
TUJUAN PENDIDIKAN HSG KHOIRU UMMAH:
1. Mempersiapkan generasi muslim yang mencintai Allah danRasululNya diatas
kecintaan kepada yang lain.
2. Mempersiapkan generasi muslim yang mencintai Al Qur’an.
3. Melahirkan anak-anak penghafal Al Qur’an (Hafizh dan Hafizhoh).
4. Melahirkan anak-anak yang memiliki pola pikir dan pola sikap Islami.
5. Melahirkan anak-anak yang mempunyai kemampuan berfikir ijtihadi.
6. Melahirkan anak-anak yang cinta ilmu.
7. Mewujudkan generasi unggul berjiwa pemimpin.
8. Meletakkan dasar bagi terbentuknya kompetensi anak sebagai “Ulul Albab”.
9. Meletakkan dasar bagi terbentuknya generasi faqih fiddin, yang mempunyai
kompetensi sebagai ulama, ilmuwan, pemimpin, pengusaha dan penulis.
10. Meletakkan dasar bagi terbentuknya generasi pemimpin, generasi khoiru ummah.
26/06/2015
LANDASAN FILOSOFIS PENETAPAN TUJUAN PENDIDIKAN HSG KHOIRU UMMAH
Pertama : Tujuan penciptaan manusia :
Menjadi ’aabidush shaalihiin (hamba yang shaleh)
Firman Allah SWT:
Artinya : “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku”.[TQS. Adz Dzaariyat: 56]
Menjadi “kholifatul fil ardl” (pemimpin di bumi)à untuk menata kehidupan manusia dan makhluk-makhluk Allah yang ada di bumi berdasarkan petunjukNya, agar berjalan harmonis. Firman Allah SWT:
Artinya : “Dan Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”…..[TQS. Al Baqarah: 30]
Kedua: Arah pendidikan generasi Islam
Menjadi anak shaleh
Firman Allah SWT:
لئن آتيتنا صالحا لنكونن من الشاكرين
Artinya: ….. “Sesungguhnya jika Engkau memberi kami anak yang sempurna, tentulah kami termasuk orang-orang yang bersyukur”.[TQS. Al A’raaf: 189]
Menjadi qurrota a’yun bagi kedua orang tuanya.
Firman Allah SWT:
والذين يقولون ربنا هب لنا من أزواجنا وذرياتنا قرة أعين واجعلنا للمتقين إماما
Artinya: “Dan orang-orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa”.[TQS. Al Furqan: 74]
Menjadi pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa (Sebagaimana yang termaktub dalam Firman Allah SWT surat Al Furqan ayat 74).
Menjadi pengemban Al Qur’an.
Sabda Rasulullah SAW:
خيركم من تعلم القران وعلمه
Artinya: “Orang terbaik diantara kalian adalah orang yang mempelajari
Al Qur’an dan mengajarkannysa”. [HR. Bukhari dari Utsman bin Affan ra]
Menjadi Ulul Alba: orang yang senantiasa berzikir kepada Allah SWT dan memikirkan penciptaan langit dan bumiàsenantiasa mengagungkan dan mensucikan Allah SWT.
إن في خلق السماوات والأرض واختلاف الليل والنهار لآيات لأولي الألباب
Artinya: “ Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi Ulul Albab (orang-orang yang berakal)”.[TQS. Ali Imran: 191]
الذين يذكرون الله قياما وقعودا وعلى جنوبهم ويتفكرون في خلق السماوات والأرض ربنا ما خلقت هذا باطلا سبحانك فقنا عذاب النار
Artinya: “(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.[TQS. Ali Imran: 190]
Menjadi khoiru ummah diantara manusia
كنتم خير أمة أخرجت للناس تأمرون بالمعروف وتنهون عن المنكر وتؤمنون بالله
Artinya: “ Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah…..” [TQS. Ali Imran: 110]
26/06/2015
LATAR BELAKANG BERDIRINYA HSG KHOIRU UMMAH:
1. Wujud kepedulian terhadap generasi muslim saat ini, yang semakin rentan terhadap pengaruh peradaban buruk “Barat”, yang kapitalis, sekularis dan liberalis. Mereka tidak memiliki jati diri sebagai generasi muslim yang mandiri, sholeh dan cerdas. Apatah lagi sebagai generasi pemimpin, generasi khoiru ummah, pembangun peradaban mulia (Islam) di tengah-tengah kehidupan manusia.
2. Wujud kepedulian dan rasa tanggung jawab sekelompok orang tua untuk menyelamatkan anak-anaknya dari pengaruh buruk peradaban “Barat” , agar tidak terjerumus ke dalam jurang kerusakan berfikir, kebobrokan moral, dan keburukan perilaku yang mewajarkan berbuat ma’shiyat kepada Allah SWT. Dengan kata lain menyelamatkan anak-anaknya dari api neraka.
3. Wujud rasa tanggung jawab sekelompok orang tua untuk memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anaknya, yakni pendidikan berbasis aqidah Islam, yang menjadikan Al Qur’an dan Al Hadits sebagai sumber utama ilmunya.
4. Wujud kepedulian dan rasa tanggung jawab sekelompok orang tua untuk mendidik anak-anaknya menjadi anak-anak yang shaleh dan cerdas, sehingga kelak menjadi aset di dunia (qurrota a’yun dan berbakti kepada orang tua) dan aset di akhirat (pembuka pintu surga bagi kedua orang tuanya).
5. Rasa tanggung jawab sekelompok kaum muslim untuk melahirkan kembali generasi pemimpin, generasi khoiru ummah, pembangun peradaban mulia (Islam) di tengah-tengah kehidupan manusia