29/09/2022
Teruskan karyanya...
Public Speaking.
29/09/2022
Teruskan karyanya...
Dari setiap kejadian kita terus belajar. Dari keberhasilan kita tetap rendah hati, dari kegagalan kita belajar bangkit dan berusaha. Dari kondisi sehat kita tetap menjaga kesehatan, dari sakit penyakit kita belajar menjaga diri. Dari covid 19 kita belajar banyak termasuk kebersihan.
Dari air kita belajar ketenangan. Dari batu kita belajar ketegaran. Dari tanah kita belajar kehidupan. Dari kupu-kupu kita belajar merubah diri. Dari padi kita belajar rendah hati. Dari Tuhan kita belajar tentang kasih sayang yang sempurna.
Melihat ke atas: memperoleh semangat untuk maju. Melihat ke bawah: bersyukur atas semua yang ada. Melihat ke samping: semangat kebersamaan. Melihat ke belakang: sebagai pengalaman berharga. Melihat ke dalam: untuk introspeksi. Melihat ke depan: untuk menjadi lebih baik (Fil 4:8).
24/03/2022
Setia karena cinta.
Sastrawan AS Mark Twain pernah jatuh hati kepada seorang perempuan. Hampir setiap hari ia menulis surat cinta, mencurahkan segala isi hatinya. Namun tak satupun surat itu dibalas ia tak peduli. Iya tetap menulis dan menulis. Sampai akhirnya pada suatu hari pada surat yang ke 1000 barulah perempuan itu menjawab kalau ia tidak bersedia menerima cinta Twain. Selama hidupnya Mark menulis 50.000 pucuk surat.
Kesetiaan kita tidak selalu mendapatkan tepuk tangan dan tempik sorak. Kesediaan kerap menjadi Jalan sunyi. Tetapi kita setia pada sesuatu karena merasa seperti itulah kita mewujudkan rasa cinta kita kepada seseorang, kelompok atau tugas-tugas yang diberikan kepada kita.
Anugerah adalah pemberian disaat kamu tidak pantas menerimanya. Amazing (grace), kan?
Selamat pagi... semangat dan sukacita selalu
Saya sering berbuat salah. Saya sering menyesali perbuatan yang keliru. Keliru dalam sikap, keliru dalam bertindak, keliru dalam berucap, keliru dalam berjalan. Ah...terlalu sering saya menyakiti hati orang orang terdekat. Terlalu sering saya menyakiti Tuhan....
Beruntung, Tuhanku mau mengampuni. Bahkan, kita dilengkapi dengan hati yang bisa mengampuni. Bagaikan sebuah pensil, Tuhan melengkapi kita dengan penghapus untuk bisa memaafkan, bisa menghapus kesalahan, bisa menghapus kesalahan orang lain, bisa mengampuni diri sendiri dan kita pun bisa diampuni...
----------------------------------------
Di Belgia pernah dilakukan survey terhadap warga berusia 60 tahun tentang penyesalan terbesar yang mereka rasakan. Hasilnya? Ternyata 72% menyesal karena mengabaikan waktu untuk bekerja dengan baik pada masa muda; 67% karena merasa salah memilih pekerjaan; 63% karena tidak mendidik anak dengan benar; 58% karena kurang berolahraga dan menjaga kesehatan; dan 11% karena tidak memiliki cukup banyak uang.
Ketika kita sadar telah mengambil langkah yang keliru, kita menyesal. Ketika kita sadar telah melakukan hal yang salah, kita menyesal. Ketika kita harus menerima konsekuensi atas suatu perbuatan dosa, kita menyesal. Setiap orang pernah melakukan hal yang keliru dan membuatnya menyesal. Tetapi, tidak semua orang mampu belajar dari kesalahan dan penyesalannya. Banyak orang menyesali perbuatannya, tetapi mereka tidak segera memperbaiki pola hidupnya yang salah. Akibatnya, seperti kata pepatah, penyesalan selalu datang terlambat.
Yudas juga menyesali kekeliruannya. Sayang, ia memilih jalan bunuh diri untuk membayar kesalahannya. Tidak sedikit orang menunjukkan penyesalannya dengan cara yang salah. Sesungguhnya, penyesalan adalah sebuah kesempatan dan anugerah Allah! Masing-masing kita tentu pernah membuat kesalahan dan hal itu menimbulkan rasa bersalah di dalam hati. Allah menghargai penyesalan kita dan Dia sanggup memakai kesalahan itu untuk menyatakan rencana-Nya yang besar dalam hidup kita. Anugerah-Nya tetap tersedia untuk kita!
23/08/2020
16/04/2020
Pelatihan 'Sikap yang efektif'. Merubah perilaku 'biasa ' menjadi 'luar biasa'
Selamat Pagi good people.
| Monday | 09:00 - 17:00 |
| Tuesday | 09:00 - 17:00 |
| Wednesday | 09:00 - 17:00 |
| Thursday | 09:00 - 17:00 |
| Friday | 09:00 - 17:00 |