09/05/2026
Terima kasih telah percaya.
Al-Amjad genap berusia 10 tahun hari ini.
Dari 500 siswa, kini lebih dari 1.800 siswa belajar bersama.
Dari 50, kini lebih dari 150 guru dan staf hadir setiap pagi untuk mereka.
3.250 siswa telah lulus dan membawa cahaya ilmunya ke mana pun mereka melangkah.
Dan lebih dari 1.600 prestasi telah ditorehkan — dari tingkat kota, provinsi, nasional, hingga internasional.
Semua ini bukan hanya milik kami — ini milik kita semua.
Orang tua yang mempercayakan anaknya kepada Al-Amjad.
Murid yang percaya bahwa ia bisa menjadi apa pun.
Guru yang percaya bahwa setiap anak bisa tumbuh menjadi lebih baik.
Terima kasih telah menjadi bagian dari perjalanan ini.
Menuju dekade kedua dengan lebih gemilang.
Thriving · Elevating · Illuminating
06/05/2026
Bukan sekadar membaca, tetapi memahami setiap hukum dan makna di balik tilawahnya.
Dalam momen tashnif ini, siswa diuji langsung kemampuan membaca Al-Qur’an, ketepatan tajwid, kelancaran tilawah, hingga kemampuan menjelaskan kaidah yang mereka pelajari. Karena tujuan belajar Al-Qur’an bukan hanya menghafal jawaban, tetapi membangun pemahaman yang benar dan mendalam.
Di setiap ayat yang dibaca, ada proses ketelitian, latihan, adab, dan keberanian untuk diuji. Semoga langkah kecil ini menjadi bagian dari perjalanan panjang mereka bersama Al-Qur’an. 🤍📖
05/05/2026
Mendidik anak memang tidak ringan.
Bukan karena sulitnya, tapi karena tanggung jawabnya besar.
Ketegasan sering disalahpahami.
Padahal dalam Islam, ketegasan bukan tentang keras—
tapi tentang arah, konsistensi, dan kasih yang terjaga.
Dimulai dari hal sederhana:
jam belajar yang jelas, waktu tidur yang dijaga,
momen tanpa gawai, dan alasan yang dijelaskan.
Karena anak yang memahami,
akan lebih dekat—bukan hanya lebih patuh.
Dan ternyata, bukan hanya nilai yang tumbuh…
hubungan pun menguat.
03/05/2026
Satu pertemuan, banyak makna.
Alhamdulillah, lebih dari 500 jamaah hadir dalam sesi Bedah Buku 37 Masalah Populer bersama Ustadz Prof. Abdul Somad . Sebuah ruang belajar yang hangat—bukan hanya untuk mendengar, tetapi untuk memahami, merenung, dan membawa pulang nilai-nilai yang bisa diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kunjungan ini menjadi yang ketiga kalinya bagi beliau di Al-Amjad. Bagi kami, ini bukan sekadar agenda, tetapi bagian dari perjalanan panjang yang terus dirawat—menghubungkan ilmu, ulama, dan umat dalam satu majelis yang penuh keberkahan.
Di tahun ke-10 Al-Amjad, kami tidak hanya merayakan waktu, tetapi juga mensyukuri setiap langkah yang membawa kami sampai di titik ini. Dan salah satu bentuk syukur itu adalah menghadirkan ruang-ruang ilmu seperti hari ini.
Semoga setiap ilmu yang disampaikan menjadi cahaya, setiap langkah yang hadir menjadi amal, dan setiap kebersamaan ini menjadi bagian dari perjalanan menuju kebaikan yang lebih luas.
01/05/2026
Di hari libur ini, kita tidak sedang berhenti.
Kita sedang diberi ruang untuk menguatkan yang sering terlewat.
Tidak perlu semuanya berubah hari ini.
Cukup satu hal kecil… yang kita jaga dengan konsisten.
Mungkin tentang hadir—
benar-benar ada, tanpa distraksi.
Mungkin tentang mendisiplinkan—
lebih banyak membimbing, daripada sekadar mengoreksi.
Mungkin tentang mendengarkan—
memberi ruang anak bercerita, tanpa buru-buru memberi jawaban.
Karena pada akhirnya,
yang anak ingat bukan hanya apa yang kita ajarkan,
tapi bagaimana kita hadir dalam hidup mereka.
Apa satu hal kecil yang ingin Ayah/Bunda mulai hari ini?
30/04/2026
Membaca Hasil, Merayakan Proses.
Hari ini mungkin kita membuka lembar angka,
namun yang sesungguhnya kita temukan adalah perjalanan.
Ada cerita tentang usaha yang tidak selalu terlihat,
tentang keberanian mencoba,
tentang langkah kecil yang terus dijaga.
Di setiap rapor,
ada ruang untuk bangga,
dan ada ruang untuk tumbuh.
Karena kami percaya,
pendidikan bukan tentang akhir yang sempurna,
melainkan proses yang terus disempurnakan.
Terima kasih Ayah dan Bunda
telah berjalan bersama kami,
membersamai setiap langkah,
menuju masa depan yang lebih baik.
28/04/2026
Jangan terlalu tegas nanti anak menjauh. Benarkah begitu?
Sering kali justru sebaliknya.
Batas yang sehat, aturan yang konsisten, dan kasih yang tidak permisif adalah fondasi kedekatan yang bertumbuh.
Karena mendidik bukan hanya menyenangkan anak hari ini,
tetapi menyiapkan mereka untuk hidup esok hari.
Tegas itu bukan kejam.
Tegas yang dilandasi cinta adalah bentuk sayang yang bertanggung jawab.