Seni Menulis Batasan Masalah by Azuar Juliandi
AZ Learning Page
Dosen, Peneliti
Seni Menulis Identifikasi Masalah by Azuar Juliandi
Seni Menulis Latar Belakang Masalah by Azuar Juliandi
24/03/2013
Learning Material "METODOLOGI PENELITIAN KUANTITATIF" untuk Ilmu-Ilmu Bisnis
Apakah di dalam latar belakang masalah perlu mengutip referensi teori? Sebahagian dosen menyatakan bahwa tidak perlu sedikitpun mengutip referensi teori, sebahagian menyatakan harus mengutip teori. Manakah pendapat yang benar?
Jika memang penelitian kita adalah penelitian ilmiah, maka ia harus bersumber dari sesuatu yang ilmiah, termasuk dimulai dari awal yakni latar belakang masalah.
Sumber ilmiah ada dua yakni sumber teoritis dan empiris. Sumber teoritis berasal dari konsep-konsep ilmiah yang dikemukakan para ahli di bidangnya. Media sumber teoritis umumnya dapat ditemukan di dalam buku-buku teks, sebahagian ditemukan di dalam kajian-kajian ilmiah seperti di dalam jurnal-jurnal ilmiah. Sumber teoritis ini dapat menjadi argumen dasar atau alasan dasar mengapa suatu masalah perlu untuk diteliti.
Selain sumber teoritis, ada juga sumber empiris. Sumber empiris banyak ditemukan di dalam jurnal-jurnal ilmiah, berupa fakta-fakta yang ditemukan dari hasil penelitian si penulis jurnal. Sumber empiris lainnya adalah fakta-fakta yang ditemukan oleh peneliti dari kajian pendahuluannya (prariset) sebelum judul penelitian terbentuk. Fakta-fakta empiris tersebut dapat diperoleh dari hasil wawancara, menyebar angket sederhana, melihat dokumen-dokumen atau mengamati suatu objek/fenomena tertentu.
Jika kita melihat kepada disertasi dan jurnal-jurnal ilmiah, hampir-hampir tidak pernah ditemui latar belakang masalah yang tidak merujuk referensi teoritis atau empiris. hal tersebut mereka lakukan karena penelitian mereka adalah penelitian ilmiah, bukan opini seperti di dalam surat kabar atau majalah.
Tentu saja, jika ada teori yang dirujuk di dalam latar belakang masalah, teori tersebut tidak dikaji secara mendalam seperti halnya di dalam bab II (kajian teori/literatur). Teori yang dirujuk hanya berperan sebagai dasar argumen, mengapa suatu masalah begitu penting untuk diteliti.
Ada pertanyaan di inbox/pesan dari salah seorang mahasiswa Prodi. Kebidanan Pendidik UNIBA , begini:
"1)...ada tmn saya jdlnya hub.stres dengan siklus menstruasi disuruh ganti pak krn stres susah ngukurnya, sy baca di buku2 ol, cara ukur stres dengan skala DASS"; 2). Ada saran Pak masukan untuk judul yg berhubungan dgn pendidikan?"
Jawabannya, begini:
1). Sebenarnya stress bisa diukur menggunakan skala tertentu, salah satunya DASS yg dikatakan di atas. Pengukuran seperti itu adalah pengukuran kualitatif yang sifatnya sulit untuk dikukur dengan pengamatan, tetapi lebih cenderung mengukur persepsi terhadap apa yang dirasakan responden. Tentunya pengukuran persepsi seperti itu berbeda dengan pengukuran variabel-variabel kuantitatif yang mudah diamati, seperti mengukur siklus menstruasi, atau mengukur tekanan darah yang mempunyai alat ukur tersendiri yakni Manometer.
2). Untuk menentukan judul gampang sebenarnya. Penentuan judul didahului dengan mengidentifikasi masalah. Misalnya ada masalah "menstruasi". Lalu baca di teori, faktor-faktor apa yang mempengaruhi siklus menstruasi (misalnya faktor A,B,C,D,D,E,dsb), berdasarkan pertimbangan logis, salah satu faktor tersebut bisa diambil menjadi variabel, sehingga judulpun mudah dirancang, contoh, hubungan A dengan siklus menstruasi, hubungan D dengan siklus menstruasi, dan sebagainya.
19/03/2012
Mahasiswa Administrasi Niaga FISIP USU, arsipkan tugas Anda pada link di bawah ini
Materi Kuliah Metodologi Penelitian (Adm. Niaga FISIP USU) Azuar Juliandi Online Learning Room for UMSU, UNIBA, USU Students
Contoh variabel independen dan dependen dalam penelitian perilaku:
- Penelitian Perilaku SDM: semua fungsi-fungsi MSDM, sikap, kepribadian, motivasi, komunikasi, kepemimpinan, stress kerja, konflik, perubahan & pengembangan organisasi, budaya organisasi, dll (independen). Kinerja, prestasi kerja, kepuasan kerja, komitmen organisasi, niat keluar kerja, dll (dependen)
- Penelitian Perilaku Konsumen: budaya, sosial, personal, psikologis, produk, harga, promosi, distribusi, pelayanan, dll (independen). Minat konsumen, kepututusan pembelian, kepuasan pelanggan, loyalitas pelanggan, dll (dependen)
Teknik Penulisan Proposal Skripsi
https://docs.google.com/open?id=0B3ZjOyxKDjJOQThUVnRHYUJTTmFRTmFPVjZGNkVrUQ
22/02/2012
Bagaimana menemukan masalah dan merumuskan judul penelitian?
Mengidentifikasi Masalah dan Merumuskan Judul Penelitian Azuar Juliandi Online Learning Room for UMSU, UNIBA, USU Students
Materi Kuliah Metodologi Penelitian Bisnis Adm. Niaga FISIP USU: Konsep Dasar Penelitian Ilmiah
Click here to claim your Sponsored Listing.
Location
Category
Website
Address
Medan