Pondok Pesantren Salafiyah Miftahussurur Medan - Aswaja Syafi'iyyah

Pondok Pesantren Salafiyah Miftahussurur Medan - Aswaja Syafi'iyyah

Share

berisikan informasi tentang islam

Photos from Pondok Pesantren Salafiyah Miftahussurur Medan - Aswaja Syafi'iyyah's post 20/11/2021

HADIRI DAN SYIARKAN
RIHLAH SPESIAL....
INI RIHLAH BUKAN SEMBARANG RIHLAH.
TAPI INI ADALAH *RIHLAH ILMIAH*.

MASYARAKAT TANJUNG BALAI, PANAI TENGAH, SEI BEROMBANG DAN SEKITARNYA HADIRI LANGSUNG DI LOKASI, AJAK KELUARGA DAN SANAK FAMILY.

YANG TIDAK DAPAT HADIR SECARA LANGSUNG, SILAHKAN IKUTI KAJIANNYA SECARA LIVE DI FANSPAGE (HALAMAN) FACEBOOK MAJLIS TA'LIM AL-KAMAL MEDAN SESUAI JADWAL YANG TERTERA DI FLYER....

LINKNYA DI BAWAH INI 👇

https://m.facebook.com/Majlis-Talim-al-Kamal-Medan-2266238913649987/

Mohon di share demi syiar - syiar Ahlussunnah wal-Jama'ah

18/11/2021

Jangan selalu bersandar pada cinta, karena itu jarang terjadi. Jangan bersandar kepada manusia karena ia akan pergi. Tapi bersandarlah kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, karena Dialah yang menentukan segala sesuatu...

Sadarlah, mencintai makhluk itu sangat berpeluang mengalami kehilangan. Kebersamaan bersama makhluk juga berpeluang mengalami perpisahan. Hanya cinta kepada Allah yang tidak melukai...

Jalaluddin Rumi pernah berkata :

_"Jangan berduka, apa pun yang hilang darimu akan kembali lagi dalam wujud lain"_.

Tatap masa depan Kawan...
Jalanmu masih panjang ...

"Medan, Kamis 18 November 2021"

"Sumitra Nurjaya"

17/11/2021

Berbuat Sesuatu Itu Semestinya Karena Allah atau Karena Makhluk?

Kalau Benar Memang Karena Allah, orang lain (makhluk) mau ngatain kamu seperti apa pun, seharusnya tidak usah di hiraukan.
Karena Urusan kita adalah dengan Allah, bukan dengan makhluk.

Kalau perkataan orang lain terhadap diri kita masih memberi pengaruh kepada hati kita (tersinggung, sakit hati dll).
Berarti kita dalam berbuat sesuatu bukan karena Allah, tp karena makhluk.

Simpel...
Tp sulit menerapkannya dalam kehidupan....


15/11/2021

RIDHO GURU ADALAH JALAN KEBAHAGIAAN

Berkata Al-'Allamah Al-Muhaddits Prof. Dr. Abuya Sayyid Muhammad bin 'Alwi Al Maliki:

أغضب من الطالب الذي لا يحترم أستاذه ولو كان الأستاذ صاحبه
"Aku marah terhadap pelajar yang tidak menghormati gurunya, meskipun sang ustadz adalah temannya."

Berkata Imam Nawawi:

ينبغى للمتعلم أن يتواضع لمعلمه ويتأدب معه

"Seyogyanya bagi seorang murid harus merendahkan diri kepada gurunya dan beradab kepadanya".

وإن كان أصغر منه سنا واقل شهرة ونسبا وصلاحا لتواضعه يدرك العلم

Meskipun sang guru lebih muda,tidak populer dan lebih rendah nasab serta kesholehannya dari sang murid,karena ilmu bisa di peroleh dengan kerendahan diri dari seorang murid."
Beliau juga berkata:

عقوق الوالدين تمحوه التوبة وعقوق الأستاذين لا يمحوه شيئ البتة

"Dosa durhaka kepada kedua orang tua bisa di hapus dengan taubat sedangkan dosa durhaka kepada guru tidak bisa di hapus oleh sesuatu apapun."

Al Habib 'Abdullah bin 'Alwi Al Haddad berkata
:
واضر شيئ على المريد تغير قلب الشيخ عليه

"Paling berbahayanya bagi seorang murid (orang yang ingin sampai kepada keridhoan Allah, baik kalangan pelajar atau bukan) adalah berubahnya hati dari seorang guru kepadanya"

ولو اجتمع على إصلاحه بعد ذلك مشايخ المشرق والمغرب لم يستطيعوه إلا أن يرضى عنه شيخه

Jikalau semua wali dari timur dan barat berkumpul untuk memperbaiki keadaan si murid, maka mereka tidak akan mampu kecuali gurunya telah ridho kembali kepadanya."

Meskipun secara dzohir (kasat mata) si murid menjadi orang besar di suatu hari, tapi ketika sang Guru tidak meridhoi-nya maka kebesaran yang didapatkannya merupakan kesia-siaan belaka. Karena Ridho Allah ada di tangan Guru

Nasihat - nasihat diatas sebagai penggugah bagi kita sebagai murid, namun jika kita sebagai guru, maka janganlah kita mengharap untuk di hormati (dimuliakan).

Semoga kita bisa berbakti kepada guru-guru kita dan mendapatkan ilmu yang bermanfaat serta mendapat berkah dari mereka.

اللهم صل على سيدنا محمد وعلى اله وصحبه وسلم
والله اعلم

13/11/2021

KHIDMAH (BERKHIDMAH)
------------------------------------

‌Khidmah, mungkin sudah tidak asing lagi di kalangan para penuntut ilmu, karna khidmah merupakan salah satu cara meraih keberkahan ilmu.
Ilmu bisa kita peroleh dari mana saja dan dengan cara apa saja, semisal dengan membaca buku, duduk di Majlis ilmu, memanfaatkan kemajuan teknologi (hampir semu ada di YouTube, google dll), akan tetapi tidak dengan keberkahan ilmu. Mencari keberkahan ilmu tidak semudah mencari ilmu. Sebab mencari keberkahan ilmu hanya bisa di dapat dengan keridhoan guru. Dan untuk mendapatkan keridhoan guru adalah dengan berkhidmah kepada guru tersebut.

KH. Ubaidillah Faqih Langitan berkata:

_"Berkhidmahlah, karena dengan berkhidmah murid dan guru akan sambung (saling terikat), dan dengan berkhidmah p**a kelak santri akan menjadi ganti dari guru yang di khidmahi"_.

‌Khidmah sendiri berasal dari kata خدم yang menurut bahasa artinya melayani atau membantu, sedangkan khidmah menurut tradisi keagamaan yaitu melayani atau membantu kiai atau guru atau ulama dengan sepenuh tenaga di sertai dengan kesabaran dan keikhlasan semata-mata hanya mencari ridlo Allah dan juga ridlo guru atau kiai, agar ilmu yang di dapatkan menjadi ilmu yang berkah dan bermanfaat, karena keridloan guru merupakan kunci keberhasilan bagi seorang penuntut ilmu.

‌al-'Allamah al-Muhaddits Prof. Dr. Abuya as-Sayyid Muhammad bin Alawy al-Maliki al-Hasani berkata :

‌ ثبات العلم بالمذاكرة، وبركته بالخدمة، ونفعه برضا الشيخ.

‌_"Melekatnya ilmu dapat di peroleh dengan cara banyak muthola'ah, dan barokahnya dapat di peroleh dengan cara berkhidmah, sedangkan manfaatnya dapat di peroleh dengan adanya restu dari guru"_

‌Khidmah ada tiga macam, khidmah yang pertama yakni khidmah bin-nafs, yaitu khidmah dengan fisik atau tenaga. Khidmah ini bisa di lakukan dengan hal-hal kecil, seperti merapikan sandal kiai, mencuci mobil kiai dan lain sebagainya.

‌khidmah kedua adalah khidmah bil-maal, yaitu khidmah dengan harta. Semisal kita memberikan (menyumbangkan) sedikit ataupun banyak dari harta yg kita miliki untuk syiar - syiar Islam.
Berkhidmah dengan harta misalnya menyumbangkan hartanya untuk pembangunan pondok pesantren dan lain-lain.

Khidmah ketiga adalah khidmah bid- du'a, yaitu khidmah dengan cara mendoakan guru. Mendoakan guru termasuk sebagai adab penuntut ilmu atau murid, maka sebagai murid sudah seharusnya selalu mendoakan guru layaknya seorang anak mendo’akan orang tuanya, karna guru adalah pendidik ruhani, sedangkan orang tua lebih banyak berperan sebagai pendidik jasmani.

‌Di sebutkan dalam sya'ir yang di kutip dari kitab Ta'lim al-Muta'alim:

‌أُقَدِّمُ أُسْتَاذِي عَلَى نَفْسِ وَالِدِي # وَإِنْ نَالَنِى مِنْ وَالِدِي الْفَضْلَ وَالشَّرَف.

‌_"Aku lebih mengutamakan guruku dari orang tuaku, meskipun dari orang tuaku, aku mendapat keutamaan dan kemuliaan"_.

فَذَاكَ مُرَبِّ الرُّوْحِ وَالرُّوْحُ جَوْهَرُ # وَهَذَا مُرَبِّ الجِسْمِ وَالجِسْمُ كَالصَّدَفِ.

_"Guru adalah pengasuh jiwaku, sedangkan orang tua adalah pengasuh badanku, perumpamaan
jiwa adalah mutiara dan badan bagaikan kerangnya"_.

Ulama' juga banyak yang menekankan pentingnya berkhidmah, di antaranya Al-Muhaddits Prof. Dr. Abuya as-Sayyid Muhammad bin Alawy al-Maliki al-Hasani, beliau berkata:

الطالب الخدوم أحسن عندي من الطالب المجتهد.

_"Santri yang senang berkhidmah bagiku lebih baik daripada santri yang rajin (belajar)"_.

الطالب عندي من يتعلم ويخدم، ومن يخلص في خدمته يفتح اللّه عليه.

_"Yang di katakan murid menurutku adalah seseorang yang belajar sekaligus berkhidmah, barang siapa yang tulus berkhidmah, maka Allah akan membukakan baginya pintu kebaikan"_.

Al- Habib Segaf bin Hasan Baharun, beliau berkata:

_"Berkhidmah satu jam kepada guru itu lebih baik daripada belajar setahun"_

Semoga Allah memudahkan kita dalam berkhidmah kepada guru-guru kita.

بالعلم ارتفع وبالخدمة انتفع.

_"Dengan ilmu pengetahuan seseorang akan di angkat derajatnya, dan dengan berkhidmah (kepada guru/ilmu) ia akan mendapatkan kemanfaatan"_.

Wallahu A'lam

Rangkuman Mauizhotul-Hasanah Yg Disampaikan Oleh al-Ustadz Muhammad Sumitra Nurjaya Pada Penutupan Safari Dakwah Bersama Para Habaib Di Batu Bara Dan Sekitarnya.

11/11/2021

S**A MAULID TAPI MALAS TAKLIM

Perbuatan yang tingkat keutamaannya lebih tinggi disebut afdhol (أفضل), dan yang tingkat keutamaannya ada di bawahnya disebut mafdhul (مفضول). Contohnya majelis ilmu dan majelis dzikir (burdah, maulid, dan lainnya), keduanya memiliki keutamaan, namun majelis ilmu lebih utama daripada majelis dzikir, sehingga majelis ilmu disebut afdhol dan majelis dzikir disebut mafdhul

Dan sadarkah kita bahwa setan memiliki satu jebakan yang berkaitan dengan hal ini? Berikut inti daripada penjelasan Habib Salim Bin Abdullah Asy-Syathiri dalam video di atas:

Setan itu membuat manusia mencintai perbuatan-perbuatan mafdhul, dan membenci perbuatan-perbuatan afdhol

Misalnya, jika dikatakan kepada seseorang bahwa di rumahnya si Fulan akan diadakan majelis ilmu tentang ilmu fiqih/ilmu nahwu/ilmu hadits; kalaupun nanti banyak yang hadir pada awalnya, pada akhirnya mereka akan meninggalkan majelis tersebut hingga tidak tersisa melainkan satu atau dua orang saja

Tapi kalau dikatakan akan diadakan majelis burdah, atau maulid; maka akan berpuluh-puluh orang yang hadir secara terus menerus, tetapi kalau di majelis-majelis ilmu mereka hadirnya tidak terus menerus

Apa sebabnya? Karena setan sudah tidak punya cara lagi, karena orang-orang ini adalah orang-orang yang baik dan sholeh yang setan tidak bisa menjatuhkan mereka ke dalam berbagai maksiat dan perkara harom, sehingga setan memilh jalan untuk menjatuhkan derajat mereka dengan membuat perbuatan mafdhul terlihat lebih bagus di mata mereka, sehingga mereka meninggalkan perbuatan afdhol yang derajatnya lebih mulia

Kesimp**an:
Jika kita cinta menghadiri majelis maulid tapi benci menghadiri majelis ilmu, bisa jadi kita masuk jebakan setan yang satu ini, maka cintailah juga hadir di majelis ilmu

🎥 Video: Habib Salim Bin Abdullah Asy-Syathiri

Source : IG
-----------------------------------

Intinya menurut al-Faqir....
Yg sudah ngaji (taklim) jangan sampe ngerendahi yg maulid.
Yg maulid jangan lupa untuk taklim ❤️
Agar dapat keutamaan dari keduanya...
Jangan sampai ghiroh (semangat) maulid, tp kurang ghiroh (semangat) ketika taklim (ngaji).
Jangan sampai ghiroh (semangat) ngaji (taklim), tp ngeremehin orang yg maulid.
Apa Lg sampe ngerendahin habaib... 🤲🏻

09/11/2021

SANTRI - SANTRI BARU PONPES SALAFIYAH MIFTAHUSSURUR MEDAN

Ngajinya tengah malam.
Selain mendapat asupan ilmu juga dapat pendidikan bathiniyah...

Mereka baru saja selesai majlis, dimulai dari pukul 03.15 wib.

Imam Al Khathib Al Baghdadi berkata, “waktu yang paling baik untuk menghafal adalah waktu sahur, di tengah hari, kemudian di pagi hari. Menghafal di waktu malam lebih baik dari waktu siang. Dan waktu lapar lebih baik dari waktu kenyang” (Al Faqih wal Mutafaqqih, 2/103).

Dapat disimpulkan bahwa waktu - waktu terbaik untuk belajar menurut para Ulama :

1. Waktu sahur. Yakni waktu sepertiga malam yang akhir sekitar pukul 2 - 4 pagi. Waktu ini sangat bagus untuk menghafal dan mengingat kembali pelajaran. Selain karena lebih tenang, damai dan bagus untuk konsentrasi, di waktu ini memiliki banyak faedah dan keistimewaan. Di waktu sahur itulah saat yang baik bagi seorang muslim untuk berQiyamul lail, berkomunikasi dengan Rabb semesta Alam.

2. Waktu pagi hari. Yakni sekitar Pukul 7 – 9 pagi. Di waktu ini, kondisi pikiran masih fresh dan belum digunakan untuk memikirkan hal yang berat. Tenaga dan semangat masih penuh sehingga lebih fokus. Maka tidak heran jika lembaga pendidikan memulai waktu belajarnya di pagi hari. Karena waktu ini sangat baik untuk kegiatan belajar mengajar.

3. Waktu Pertengahan siang hari. Yakni sekitar pukul 11 – 2 siang. Di waktu ini, baik untuk mengerjakan tugas yang sulit atau rumit karena konsentrasi masih terjaga. Akan lebih baik lagi jika kita menyempatkan untuk melakukan istirahat siang "Qoilulah".

4. Waktu malam. Yakni sekitar pukul 6 – 9 malam. Ada sebuah pepatah mengatakan, “Man thalabal ‘ula sahiral layali”, Barang siapa yang ingin mendapatkan kemuliaan, maka bekerjalah sampai jauh malam. Bahwasannya meraih kesuksesan, perlu perjuangan di malam hari. Bagi seorang pelajar, menghidupkan malam tentunya dengan belajar.

5. Waktu Berpuasa atau dalam keadaan lapar. Meneliti dan menelaah sesuatu dalam kondisi lapar lebih utama dibandingkan ketika kenyang. Saat perut kenyang, rasa kantuk dan malas akan datang menyerang. Belajar dalam kondisi berpuasa akan banyak memiliki manfaat dan keistimewaan, salah satunya adalah jernihnya pikiran.

08/11/2021

SAFARI DAKWAH BATU BARA DAN SEKITARNYA
BERSAMA :

1. Al-Habib Husein bin Ridho al-Habsy, Jakarta.
2. Al-Habib Ali bin Muhsin al-Kaff, Bogor.

Dan dihadiri oleh para Habaib dan Ulama antara lain :
1. Al-Habib Ahmad bin Idrus al-Madihij, Palembang.
2. Al-Habib Husein bin Fikri Syahab, Palembang.
3. Al-Habib Husein bin Idrus al-Madihij, Palembang.
4. Al-Ustadz Muhammad Sumitra Nurjaya, Medan

1. Senin (Malam Selasa) Ba'da Isya, 08 November 2021.
Tempat : Kab Batu Bara, Kecamatan Tanjung Tiram, Gg pasar rabuk

2. Selasa (Malam Rabu) Ba'da Isya, 09 November 2021.
Tempat : Mushollah Nurul Huda, Pajak Sore, Medan Deras, Kuala Tanjung.

3. Rabu (Malam Kamis), Ba'da Isya. 10 November 2021.
Tempat : Maulid Arbain Majlis Syaikhul Hadi, Zawiyah Pasar 8
Jln Perdamaian Lingkungan 4 kelurahan Indrasakti kec air putih kab batu bara

4. Kamis (Malam Jum'at) Ba'da Isya, 11 November 2021.
Tempat : Masjid al-Huda, Desa Pematang Kuing, Sei S**a, Kuala Tanjung.

5. Jumat (Malam Sabtu) Ba'da Isya. 12 November 2021.
Tempat : Mushollah al-Husein, Bos Sileng, Medang Deras.

*TERBUKA UNTUK UMUM*

Contact Person :
+62896-5393-7009

04/11/2021

*HUKUM MENGETAHUI PUTRA - PUTRI RASULULLAH SAW*

Berkata asy-Syaikh Muhammad Nawawi al-Bantani dalam kitabnya _Nuruz-Zholam Syarh Manzhumah 'Aqidah al-Awwam_ :

قال الشيخ محمد الفضالي في كفاية العوام : قال العلماء : وينبغي أن يعرف كل شخص عدة أولاده وترتيبهم في الولادة ، لأنه ينبغي للشخص أن يعرف ساداته أي عدة وترتيبا ، لكن لم يصرحوا فيما رأيت بوجوب ذلك أو ندبه ، بل صرحوا بأنه ينبغي فقط ، وهو محتمل للوجوب والندب ، لكن القياس على نظائره کنسبه في الوجوب

*Artinya* : _"Telah berkata asy-Syaikh Muhammad al-Fudholi di dalam kitabnya Kifayatul Awwam bahwa para Ulama berkata "Hendaknya seseorang mengetahui jumlah anak-anak Rasulullah shollallahu 'alaihi wa sallam dan urutannya menurut kelahiran (maksudnya siapakah yang lebih dulu lahir dan siapa yang lebih akhir lahir), karena ia hendaknya mengetahui para pemimpinnya (dari segi jumlah dan urutan).” Akan tetapi para ulama yang berkata demikian tidak menjelaskan tentang apakah kata ‘hendaknya' itu berarti wajib atau sunah. Mereka hanya menjelaskan dengan hendaknya' saja padahal kata ‘hendaknya mengandung kemungkinan ‘wajib' dan 'sunah'. Akan tetapi berdasarkan pada peng-qiyasan hukum mengetahui nasab Rasulullah shollallahu 'alaihi wa sallam, maka mengetahui anak- anaknya adalah wajib"_.

Dari keterangan di atas ☝️, pendapat yg paling kuat adalah bahwa mengetahui jumlah putra dan putri Rasulullah shollallahu 'alaihi wa sallam adalah Wajib.

Adapun Putra dan Putri Rasulullah shollallahu 'alaihi wa sallam
sebagaimana disebut pada nazhom _Aqidah al-Awwam_ :

وَسَـبۡـعَةٌ أَوۡلاَدُهُ فَمِـنۡـهُمُ * ثَلاثَـةٌ مِـنَ ٱلذُّكـُورِ تُـفۡهَمُ

Putra - Putri Nabi semuanya ada tujuh;
Tiga lelaki, maka fahamilah itu.

قَاسِـمۡ وَعَبۡدُ ٱللهِ وَهۡوَ ٱلطَّيِّبُ * وَطَاهِـرٌ بِذَيۡـنِ ذَا يُـلَـقَّبُ

Pertama Qasim, dan kedua Abdullah yang bergelar Thayib dan Thahir.

أَتَاهُ إبۡرَاهِيـمُ مِن سُـرِّيـَّهۡ * فَأُمُّـهُ مَارِيَّةُ ٱلۡـقِبۡطِيَّهۡ

Ketiga Ibrahim dari Sariyyah (amat perempuan)
ibunya Ibrohim bernama Maria Qibtiyah.

وَغَيۡـرُ إِبۡرَاهِيمَ مِنۡ خَـدِيجَهۡ * هُمۡ سِتَـةٌ فَخُـذۡ بِهِمۡ وَلِيجَهۡ

Ibu selain Ibrahim itu Khadijah;
Jumlah enam maka kenanilaj dengan penuh cinta.

وَأَرۡبَعٌ مِـنَ ٱلۡإِنَاثِ تُـذۡكَـرُ * رِضۡـوَانُ رَبِّي لِلۡجَمِيعِ يُذۡكَرُ

Putri Nabi semuanya ada empat;
Semoga keridhoan Allah untuk mereka semua

فَاطِـمَـةُ ٱلزَّهۡرَاءُ بَعۡلُهَا عَلِي * وَابۡنَاهُمَا ٱلسِّـبۡطَانِ فَضۡلُهُمُ جَلِي

Pertama Fatimah isterinya Ali;
Dengan Hasan Husein kebagusan pasti.

فَزَيۡـنَبٌ وَبَعۡـدَهَا رُقَـيَّهۡ * وَأُمُّ كُـلۡـثُـومٍ زَكَـتۡ رَضِيَّهۡ

Kedua Zainab, Ruqayyah ketiga;
Keempat Ummu Kultsum suci dan diridhoi

Dari Nazhom di atas ☝️, kita dapat memahami Jumlah Putra - Putri Rasulullah shollallahu 'alaihi wa sallam ada tujuh orang, yaitu tiga orang laki - laki dan empat orang perempuan.

Putra (anak laki - laki) Rasulullah shollallahu 'alaihi wa sallam adalah sebagai berikut :
1. Sayyid Qosim dan Sayyid Abdullah, berasal dari istri Rasulullah shollallahu 'alaihi wa sallam Sayyidah Khodijah.
2. Sayyid Ibrohim, berasal dari istri Rasulullah shollallahu 'alaihi wa sallam Sayyidah Mariyah al-Qibthiyah.

Putr (anak perempuan) Rasulullah shollallahu 'alaihi wa sallam adalah sebagai berikut :
1. Sayyidah Fatimah
2. Sayyidah Zaenab
3. Sayyidah Ruqoyyah
4. Sayyidah Ummu Kultsum
Kesemua Putri - Putri Rasulullah berasal dari istri beliau Sayyidah Khodijah.

Tujuh putra - putri Nabi Saw dengan rincian enam orang berasal dari Sayyidah Khodijah, yaitu Qosim, Abdullah, Fatimah, Zaenab, Ruqoyyah, dan Ummu Kultsum. Sedangkan satu orang bernama Ibrohim dari Sayyidah Mariyah al-Qibthiyah.

Wallahu A'lam

"Muhammad Sumitra Nurjaya"

04/11/2021

Ngaji Tengah Malam...
Ajippp.....
Stuktur Arah Kiblat, Ilmu Falak. Santri Ponpes Salafiyah Miftahussurur Medan

Photos from Pondok Pesantren Salafiyah Miftahussurur Medan - Aswaja Syafi'iyyah's post 03/11/2021

Magrib Nya Ngaji Seperti Biasa..
Di Tumpatan Masjid Noer Ida...

Want your school to be the top-listed School/college in Medan?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Telephone

Website

Address


Jalan Garu II B Gang Karya No 30 A. Kecamatan Medan Amplas, Kelurahan Harjosari I
Medan
20147