28/03/2026
SYAWAL DAN SILATURRAHMI
“ Dua orang beriman itu adalah bersaudara maka perbaikilah hubungan diantara kamu dan bertaqwalah kepada Allah semoga kamu mendapat rahmat “ ( Surah Hujurat : 10 )
Makna Syawal secara bahasa adalah peningkatan.Setelah manusia muslim dibentuk dengan kesucian diri, menghubungkan diri kepada Allah dengan amalam-amalan shalat taraweh, tadarus a Quran, qiyamulail, selama ramadhan, diakhiri denan mensucikan hata kekayan dengan menunaikan zakat fitrah dan zakat maal; sehingga diwisuda dengan “ idul fitri {, hari kembali kepada fitrah yang suci. Maka manusia telah naik pangkat, sudah teruji untuk mendapat posisi yang lebih tinggi, posisi syawal. Kesucian manusia yang dilatih pada bulan ramadhan hanya bersifat ritual, dan personal, belum dibuktikan dalam interaksi sosial. Oleh sebab itu untuk melaksanakan kesucian dalam interaksi sosial, maka di dalam bulan syawal dianjurkan agar umat Islam meningkatkan hubungan kemansuiaan antar sesame. Penigkatan hubungan kemanusia tersebut diawali dentan silaturahmi, unjung mengunjungi sesame saudara, sesame kawan dan kolega, jiran tetangga dan sesame saudara seiman dan seagama. Dari Ibnu Abbas menceritakan bahwa rasulullah saw bersabda : Apabila pagi hari di malam Lailatul Qadar malaikat Jibril berkata kepada seluruh malaikat : segeralah kamu berangkat melakukan tugas. Malaikat bertanya : Apakah yang telah diperbuat Allah kepada umat Muhammad ? Jibril berkata : Allah telah melihat mereka pada malam tadi (malam Lailatul Qadar ) maka Allah mengampuni dosa-dosa mereka kecuali empat orang. Sahabat bertanya : Siapakah mereka itu ya rasulullah ? Nabi menjawab : 1. Peminum arak 2. Orang yang durhaka kepada orangtuanya. 3. Orang yang memutuskan silaturahim 4. Orang yang bertengkar/berkelahi dengan orang lain ( Hadis riwayat Baihaqi dan Ibnu Hibban ).
Dari hadis diatas dapat dilihat bahwa ampunan dosa yang dijanjikan Allah pada bulan ramadhan itu sangat tergantung kepada hubunga silaturahmi antara manusia apalagi dengan kaumkerabat, jiran tetangga dan kolega kerja. Oleh sebab itu, maka dalam masyarakat muslim, bulan syawal akan diwarai dengan silaturahmi antar sesame dengan kunjung-mengunjungi kediaman masing-masing. Dalam sebuah hadis dinyatakan : “ Sesungguhnya jika seseorang berkunjung ke rumah seseorang yang lain, maka Allah akan mengirimkan malaikat untuk bertanya kepadanya : engkau akan pergi kemana ? Orang itu menjawab : ke rumah si fulan. Malaikat bertanya : Apakah engkau pergi karena mempunyai hajat kepadanya ? Orang itu menjawab : Tidak ada. Malaikat : Apakah engkau berziarah karena ada hubungan kerabat ? Tidak, jawabnya. Malaikat : Apakah karena ada suatu nikmat yang akan engkau dapatkan? Tidak ada. Malaikat bertanya : Apa sebab engkau menziarahinya ? Aku menziarahinya karena Allah. Malaikat berkata : Allah telah mengirimkan aku kepadamu untuk memberi khabar bahwa dengan sebab itu maka Allah mencintaimu dan wajiblah bagimu surga ( hadis reiwayat muslim ). Dari hadis ini sangat penting digaris bawahi bahwa kunjungan yang diterima Allah adalah kunjungan sebab mengikuti perintah Allah “ lilhahi taala”, bukan karena yang lain, seperti karena orang yang akan dkunjungi itu boss atau seseorang yang anda s**ai, atau karena memiliki harta kekayaan yang banyak apalag karena jabatan dan kedudukan.
Diantara keutamaan silaturahmi dan kunjung mengunjungi adalah nant di padang mahsyar mendapat tempat di atas mimbar yang ada di Arsy Allah. Hadis menyatakan : Sesungguhnya di sekeliling Arsy nanti ada mimbar daripada cahaya dan diatas mimbar itu berdiri kaum berpakaian cahaya, wajahnya bercahaya, mereka bukan para nabi dan bukan syuhada. Sahabat bertanya : Siapakah mereka itu ? Nabi menjawab : Mereka adalah orang yang mencintai saudaranya karena Allah danv selalu duduk bersama di dalam majlis karena Allah, dan mereka saling kunjun mengunjngi sesama yang lain juga karena Allah ( hadis riwayat Nasai )
Allah Taala akan memberikan kecintaannya dan mengangkat kedudukan kepada mereka yang bersilaturahmi sebagaimana disebutkab dalam hadis qudsi :” Wajiblah cintaKu bagi mereka yang saling berkunjung karena Aku, dan bagi mereka yang saling mencintai yang lain karena cintanya kepadaKu, dan mereka yang saling berkorban karena Aku dan mereka yang saling menolong karena Aku ( hadis qudsi riwayat Ahmad dan hakim ).
Rasulullah saw bersabda : “ Sesiapa yang menyambung tali persaudaran dengan saudaranya yang lain maka Allah akan mengangkat derajatnya dan kedudukannya di dalam surga, dimana derajat itu tidak akan didapatnya dengan amal ibadahnya “ ( riwayat Abi Dunya ). Abu Hurairah menceritakan bahwa rasulullah saw bersabda : Sesiapa yang mengunjungi orang yang sakit atau berziarah mengunjungi saudaranya karena allah maka malaikat berseru : Lakukanlah dengan sebaik-baiknya, berjalanlah dengan yang baik, sebab tempat di dalam surga telah disediakan untukmu ( hadis riwayat Ibnu Majah ).
Sahabat nabi, Abu Ruzain alUqaily juga menceritakan bahwa rasulullah saw bersabda : “ Seorang muslim yang mengunjungi saudaranya yang lain maka akan datang bersamanya malaikat sebanyak 70.000 malaikat mengiringinya dan berselawat kepadanya dengan ucapan Ya Allah, sebagaimana dia akan menghubungkan silaturahim, maka berikanlah keselamatan dan salawat kepadanya ( hadis riwayat Thabrani ) . Oleh sebab itu diantara kebiasaan dan tradisi sahabat adalah saling kunjung-mengunjungi anrtara sesame sahabat yang lain, sebagai contoh : Sayidina Ali bin Abi Thalib setiap minggu membiasakan dirinya untuk mengunjungi sahabat yang lain dan dia juga sangat gembira jika mendapat kunjunga silaturahmi daripada yang lain, bahkan riwayat menyatakan bahwa jika seandainya selama seminggu tidak ada yang datang berkunjung ke rumahnya maka dia merasa sedih. Sahabat yang lain, Aun bin Abdullah al mas’udi mempunyai 360 sahabat, dan dia mewajibkan dirinya untuk mengunjungi rumah mereka satu persatu sepanjang tahun. Ada sahabat yang membiasakan dirinya untuk bersilaturahmi dan berkunjung ke rumah kawannya satu kali dalam setiap sebulan. Demikian juga ada sahabat yang berkunjung ke rumah sahabat lain dalam setiap seminggu. Rasululah selalu mengajak sahabatnya untuk berkunjung dan bersilaturahmi kepada sahabat yang lain.
Abdullah bin Umar berkata bahwa Rasulullah saw telah bersabda ; “ Sebaik-baik sedekah adalah memperbaiki hubungan silaturahim diantara saudara “ ( riwayat Thabari dan Bazar ). Demikian juga diriwayatkan bahwa Rasululah berkata kepada Abi ayub : Apakah kamu ingin mendapat perniagan ? Abi Ayub menjawab : baik ya rasulullah. Rasul berkata: Perbaikilah hubungan silaturahim kamu dan dekatkanlah hubungan yang jauh “ ( riwayat Thabrani dan Bazzar ).Sahabat Anas bin Malik menceritakan bahwa Rasulullahs aw bersabda : “ Sesiapa yang memperbaiki hubungan dengan manusia maka Allah akan memperbaiki hubunganNya dengan orang tersebut, dan setiap ucapan akan mendapat pahala bagaikan memerdekakan hamba sahaya dan dia akan kembali dengan ampunan dosa atas dosa-dosa yang telah lalu “.( riwayat Isfahani ).
Setiap muslim diumpamakan bagaikan sebelah tangan yang harus bersama tangan yang sebelah lagi selalu bergandengan tangan dan keduanya saling melengkapi dengan slaturahmi, sebagaimana dinyatakan Rasulullah saw dalam sabda beliau : “ Dua orang yang bersaudara adalah seperti dua tangan yang saling membasuh antara satu dengan tangan yang lain, dan tidaklah dua orang mukmin berjumpa kecuali Allah akan memberikan manfaat kepada kedua orang tersebut ( hadis riwayat Dailami ). Oleh sebab itu Al Quran menyatakan bahwa surge akan disediakan bagi mereka yang selalu melakukan silaturahmi dan kunjung-mengunjungi yang dilandasi dengan iman dan taqwa kepada Alah Taala, sebagaiman tertera dalam ayat 134, surah Ali Imran : ( Surga disediakan bagi mereka ) …..yang memberikan bantuan kepada orang lain baik dalam keadaan sempit /susah atau keadaan lapang/senang dan bagi mereka yang dapat menahan marah dan bagi mereka yang s**a memaafkan manusia yang lain, Dan Allah sangat mencintai orang yang selalu berbuat baik “ ( Surah Ali Imran : 134 ).
Jika seseorang sudah dating untuk bersilaturahmi dan meminta maaaf atas kesalahan yang dlakukannya, tetapi orang tersebut tidak memaafkan kesalahan yang dilakukannya, maka orang yang telah meminta maaf tersebut tidak berdosa malahan dosa kesalahan itu akan berbalik kepada orang yang tidak memaafkan. Hal ini dinyatakan oleh sahabat Nabi Jaudan yang menyatakan bahwa Rasulullah saw bersabda ; “ Sesiapa yang datang kepada orang lain untuk meminta maaf atas kesalahannya, dan orang itu tidak memaafkan kesalahan tersebut, bagi bagi orang tersebut dosa kesalahan yang diperbuatnya ‘ ( riawayat Abu daud ). Dalam hadis yang lain disebutkan : “ Sesiapa yang meminta maaf tetapi tidak diterima, maka orang yang tidak menerima maaf itu tidak akan mendapat minuman daripada telaga rasulullah di hari akhirat “ ( riwayat Thabrani ).
Oleh sebab itu dapat kita simpulkan bahwa mudik di waktu lebaran bukan hanya sebuah tradisi masyaraat tetapi merupakan aplikasi ajaran agama untuk menyambung tali silaturahmi , mengunjungi saudara dan keluarga, dan saling meminta maaaf atas kesalahan dan kesilapan, sebab hal tersebut merupakan syarat bagi ditermanya amal ibadah selama bulan ramadhan. Nilai dan ajaran agama inilah yang telah dibiasakan oleh ulama terdahulu di dalam masyarakat kita sehingga telah menyatu dengan kehidupan masyarakat muslim jika dating bulan syawal. Selamat Hari Raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin, semoga Allah menerima semua amalan kita semua. Fa’tbaiu Ya Ulil albab.