ISTAID

ISTAID

Share

Islamic Thoughts and Information for Dakwah

ISTAID (Institute of Islamic Thought and Information for Dakwah ) adalah sebuah lembaga sosial masyarakat ( LSM ) yang bersifat nirlaba dan bergerak dalam bidang peningkatan dan pengembangan kualitas sumber daya manusia demi terwujudnya tugas manusia sebagai hamba dan khalifah Allah di atas permukaan bumi.

28/03/2026

SYAWAL DAN SILATURRAHMI

“ Dua orang beriman itu adalah bersaudara maka perbaikilah hubungan diantara kamu dan bertaqwalah kepada Allah semoga kamu mendapat rahmat “ ( Surah Hujurat : 10 )

Makna Syawal secara bahasa adalah peningkatan.Setelah manusia muslim dibentuk dengan kesucian diri, menghubungkan diri kepada Allah dengan amalam-amalan shalat taraweh, tadarus a Quran, qiyamulail, selama ramadhan, diakhiri denan mensucikan hata kekayan dengan menunaikan zakat fitrah dan zakat maal; sehingga diwisuda dengan “ idul fitri {, hari kembali kepada fitrah yang suci. Maka manusia telah naik pangkat, sudah teruji untuk mendapat posisi yang lebih tinggi, posisi syawal. Kesucian manusia yang dilatih pada bulan ramadhan hanya bersifat ritual, dan personal, belum dibuktikan dalam interaksi sosial. Oleh sebab itu untuk melaksanakan kesucian dalam interaksi sosial, maka di dalam bulan syawal dianjurkan agar umat Islam meningkatkan hubungan kemansuiaan antar sesame. Penigkatan hubungan kemanusia tersebut diawali dentan silaturahmi, unjung mengunjungi sesame saudara, sesame kawan dan kolega, jiran tetangga dan sesame saudara seiman dan seagama. Dari Ibnu Abbas menceritakan bahwa rasulullah saw bersabda : Apabila pagi hari di malam Lailatul Qadar malaikat Jibril berkata kepada seluruh malaikat : segeralah kamu berangkat melakukan tugas. Malaikat bertanya : Apakah yang telah diperbuat Allah kepada umat Muhammad ? Jibril berkata : Allah telah melihat mereka pada malam tadi (malam Lailatul Qadar ) maka Allah mengampuni dosa-dosa mereka kecuali empat orang. Sahabat bertanya : Siapakah mereka itu ya rasulullah ? Nabi menjawab : 1. Peminum arak 2. Orang yang durhaka kepada orangtuanya. 3. Orang yang memutuskan silaturahim 4. Orang yang bertengkar/berkelahi dengan orang lain ( Hadis riwayat Baihaqi dan Ibnu Hibban ).

Dari hadis diatas dapat dilihat bahwa ampunan dosa yang dijanjikan Allah pada bulan ramadhan itu sangat tergantung kepada hubunga silaturahmi antara manusia apalagi dengan kaumkerabat, jiran tetangga dan kolega kerja. Oleh sebab itu, maka dalam masyarakat muslim, bulan syawal akan diwarai dengan silaturahmi antar sesame dengan kunjung-mengunjungi kediaman masing-masing. Dalam sebuah hadis dinyatakan : “ Sesungguhnya jika seseorang berkunjung ke rumah seseorang yang lain, maka Allah akan mengirimkan malaikat untuk bertanya kepadanya : engkau akan pergi kemana ? Orang itu menjawab : ke rumah si fulan. Malaikat bertanya : Apakah engkau pergi karena mempunyai hajat kepadanya ? Orang itu menjawab : Tidak ada. Malaikat : Apakah engkau berziarah karena ada hubungan kerabat ? Tidak, jawabnya. Malaikat : Apakah karena ada suatu nikmat yang akan engkau dapatkan? Tidak ada. Malaikat bertanya : Apa sebab engkau menziarahinya ? Aku menziarahinya karena Allah. Malaikat berkata : Allah telah mengirimkan aku kepadamu untuk memberi khabar bahwa dengan sebab itu maka Allah mencintaimu dan wajiblah bagimu surga ( hadis reiwayat muslim ). Dari hadis ini sangat penting digaris bawahi bahwa kunjungan yang diterima Allah adalah kunjungan sebab mengikuti perintah Allah “ lilhahi taala”, bukan karena yang lain, seperti karena orang yang akan dkunjungi itu boss atau seseorang yang anda s**ai, atau karena memiliki harta kekayaan yang banyak apalag karena jabatan dan kedudukan.

Diantara keutamaan silaturahmi dan kunjung mengunjungi adalah nant di padang mahsyar mendapat tempat di atas mimbar yang ada di Arsy Allah. Hadis menyatakan : Sesungguhnya di sekeliling Arsy nanti ada mimbar daripada cahaya dan diatas mimbar itu berdiri kaum berpakaian cahaya, wajahnya bercahaya, mereka bukan para nabi dan bukan syuhada. Sahabat bertanya : Siapakah mereka itu ? Nabi menjawab : Mereka adalah orang yang mencintai saudaranya karena Allah danv selalu duduk bersama di dalam majlis karena Allah, dan mereka saling kunjun mengunjngi sesama yang lain juga karena Allah ( hadis riwayat Nasai )

Allah Taala akan memberikan kecintaannya dan mengangkat kedudukan kepada mereka yang bersilaturahmi sebagaimana disebutkab dalam hadis qudsi :” Wajiblah cintaKu bagi mereka yang saling berkunjung karena Aku, dan bagi mereka yang saling mencintai yang lain karena cintanya kepadaKu, dan mereka yang saling berkorban karena Aku dan mereka yang saling menolong karena Aku ( hadis qudsi riwayat Ahmad dan hakim ).

Rasulullah saw bersabda : “ Sesiapa yang menyambung tali persaudaran dengan saudaranya yang lain maka Allah akan mengangkat derajatnya dan kedudukannya di dalam surga, dimana derajat itu tidak akan didapatnya dengan amal ibadahnya “ ( riwayat Abi Dunya ). Abu Hurairah menceritakan bahwa rasulullah saw bersabda : Sesiapa yang mengunjungi orang yang sakit atau berziarah mengunjungi saudaranya karena allah maka malaikat berseru : Lakukanlah dengan sebaik-baiknya, berjalanlah dengan yang baik, sebab tempat di dalam surga telah disediakan untukmu ( hadis riwayat Ibnu Majah ).

Sahabat nabi, Abu Ruzain alUqaily juga menceritakan bahwa rasulullah saw bersabda : “ Seorang muslim yang mengunjungi saudaranya yang lain maka akan datang bersamanya malaikat sebanyak 70.000 malaikat mengiringinya dan berselawat kepadanya dengan ucapan Ya Allah, sebagaimana dia akan menghubungkan silaturahim, maka berikanlah keselamatan dan salawat kepadanya ( hadis riwayat Thabrani ) . Oleh sebab itu diantara kebiasaan dan tradisi sahabat adalah saling kunjung-mengunjungi anrtara sesame sahabat yang lain, sebagai contoh : Sayidina Ali bin Abi Thalib setiap minggu membiasakan dirinya untuk mengunjungi sahabat yang lain dan dia juga sangat gembira jika mendapat kunjunga silaturahmi daripada yang lain, bahkan riwayat menyatakan bahwa jika seandainya selama seminggu tidak ada yang datang berkunjung ke rumahnya maka dia merasa sedih. Sahabat yang lain, Aun bin Abdullah al mas’udi mempunyai 360 sahabat, dan dia mewajibkan dirinya untuk mengunjungi rumah mereka satu persatu sepanjang tahun. Ada sahabat yang membiasakan dirinya untuk bersilaturahmi dan berkunjung ke rumah kawannya satu kali dalam setiap sebulan. Demikian juga ada sahabat yang berkunjung ke rumah sahabat lain dalam setiap seminggu. Rasululah selalu mengajak sahabatnya untuk berkunjung dan bersilaturahmi kepada sahabat yang lain.

Abdullah bin Umar berkata bahwa Rasulullah saw telah bersabda ; “ Sebaik-baik sedekah adalah memperbaiki hubungan silaturahim diantara saudara “ ( riwayat Thabari dan Bazar ). Demikian juga diriwayatkan bahwa Rasululah berkata kepada Abi ayub : Apakah kamu ingin mendapat perniagan ? Abi Ayub menjawab : baik ya rasulullah. Rasul berkata: Perbaikilah hubungan silaturahim kamu dan dekatkanlah hubungan yang jauh “ ( riwayat Thabrani dan Bazzar ).Sahabat Anas bin Malik menceritakan bahwa Rasulullahs aw bersabda : “ Sesiapa yang memperbaiki hubungan dengan manusia maka Allah akan memperbaiki hubunganNya dengan orang tersebut, dan setiap ucapan akan mendapat pahala bagaikan memerdekakan hamba sahaya dan dia akan kembali dengan ampunan dosa atas dosa-dosa yang telah lalu “.( riwayat Isfahani ).

Setiap muslim diumpamakan bagaikan sebelah tangan yang harus bersama tangan yang sebelah lagi selalu bergandengan tangan dan keduanya saling melengkapi dengan slaturahmi, sebagaimana dinyatakan Rasulullah saw dalam sabda beliau : “ Dua orang yang bersaudara adalah seperti dua tangan yang saling membasuh antara satu dengan tangan yang lain, dan tidaklah dua orang mukmin berjumpa kecuali Allah akan memberikan manfaat kepada kedua orang tersebut ( hadis riwayat Dailami ). Oleh sebab itu Al Quran menyatakan bahwa surge akan disediakan bagi mereka yang selalu melakukan silaturahmi dan kunjung-mengunjungi yang dilandasi dengan iman dan taqwa kepada Alah Taala, sebagaiman tertera dalam ayat 134, surah Ali Imran : ( Surga disediakan bagi mereka ) …..yang memberikan bantuan kepada orang lain baik dalam keadaan sempit /susah atau keadaan lapang/senang dan bagi mereka yang dapat menahan marah dan bagi mereka yang s**a memaafkan manusia yang lain, Dan Allah sangat mencintai orang yang selalu berbuat baik “ ( Surah Ali Imran : 134 ).

Jika seseorang sudah dating untuk bersilaturahmi dan meminta maaaf atas kesalahan yang dlakukannya, tetapi orang tersebut tidak memaafkan kesalahan yang dilakukannya, maka orang yang telah meminta maaf tersebut tidak berdosa malahan dosa kesalahan itu akan berbalik kepada orang yang tidak memaafkan. Hal ini dinyatakan oleh sahabat Nabi Jaudan yang menyatakan bahwa Rasulullah saw bersabda ; “ Sesiapa yang datang kepada orang lain untuk meminta maaf atas kesalahannya, dan orang itu tidak memaafkan kesalahan tersebut, bagi bagi orang tersebut dosa kesalahan yang diperbuatnya ‘ ( riawayat Abu daud ). Dalam hadis yang lain disebutkan : “ Sesiapa yang meminta maaf tetapi tidak diterima, maka orang yang tidak menerima maaf itu tidak akan mendapat minuman daripada telaga rasulullah di hari akhirat “ ( riwayat Thabrani ).

Oleh sebab itu dapat kita simpulkan bahwa mudik di waktu lebaran bukan hanya sebuah tradisi masyaraat tetapi merupakan aplikasi ajaran agama untuk menyambung tali silaturahmi , mengunjungi saudara dan keluarga, dan saling meminta maaaf atas kesalahan dan kesilapan, sebab hal tersebut merupakan syarat bagi ditermanya amal ibadah selama bulan ramadhan. Nilai dan ajaran agama inilah yang telah dibiasakan oleh ulama terdahulu di dalam masyarakat kita sehingga telah menyatu dengan kehidupan masyarakat muslim jika dating bulan syawal. Selamat Hari Raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin, semoga Allah menerima semua amalan kita semua. Fa’tbaiu Ya Ulil albab.

Photos from ISTAID's post 10/03/2026

Ahad, 18 Ramadhan 1447 telah kembali kepada Allah Ta'ala Ulama Besar Prof.Dr.Syed Muhammad Naquib Al Attas, yang telah memberikan sumbangan dunia islam, semoga Allah memberikan ampunan dan rahmah, dan Allah Taala berikan kepadanya balasan berlipat ganda atas jariyah tulisan, pemikiran, keilmuwan yang beliau telah berikan dalam setiap ucapan, pemikiran kepada peradaban islam mendatang, Amin Ya Rabbal Amin.

10/03/2026
05/03/2026

MAKNA NUZUL QURAN

“ Bulan ramadhan adalah bulan diturunkan Al Quran “ ( QS. Al Baqarah : 185 )

Bulan Ramadhan adalah bulan turunnya al Quran. Menurut riwayat, pada bulan ramadhan juga diturunkan juga seluruh kitab suci yang lain. Mushaf Ibrahim diturunkan pada satu Ramadhan , kitab Taurat diberikan kepada nabi Musa pada enam Ramadhan, kitab Injil diturunkan kepada nabi isa pada tiga belas Ramadhan. Al Quran diturunkan pada malam lailatu Qadar secara keseluruhan dan pada malam 17 ramadhan tahun pertama kenabian. Pada mulana, kitab suci Al Quran disimpan disebuah tempat bernama Lauh Mahfudz ang berada di langit ketujuh. Kemudian penurunn kedua terjadi dari tempat penimpanan di Lauh Mahfudz ke tempat penyimpanan kedua yang bernama Baitul Izzah di langit dunia. Ibnu Abbas menyatakan : “ Al Quran itu diturunkan sekaligus dari Lauh Mahfudz ke Baitul Izzah di langit dunia kemudian diturunkan secara berangsur-angsur kepada nabi Muhammad sallahu alaihi wasallam sesuai dengan kejadian dalam rentang waktu selama duapuluh tiga tahun “.( Hadis riwayat Hakim ).

Oleh ebab itu dapat dikatakan bahwa Kitab suci Al Quran itu diturunkan dalam tiga kali tahapan. Tahapan pertama, al Quran sebagai kalam Ilahi disimpan di auh Mahfudz sebuah tempat yang terpelihara berada di langit ke tujuh. Ada tahapan pertama ini, proses dan cara penyimpanan tidak ada yag mengetahuinya kecuali Allah Subhana w taala. Keberadaan al Quran di lauh mahfudz ini dinyatakan dalam al Quran : “ Bahkan mereka ( orang kafir ) mendustakan bahwa al Quran ang mulia itu tersimpan di Lauh Mahfudz “ ( QS. Al Buruj : 1-2 ).

Tahapan kedua, al Quran diturunkan secara menyeluruh dari tempat penimpanan di Lauh Mahfudz ke tempat penympanan kedua yaitu Baitul Izzah di langit pertama. Penurunan al Quran yang kedua ini terjadi pada malam yang disebut dengan malam Lailatul Qadar. Proses penurunan yang kedua ini disebut denganmalam Laulatul Qadar. Peristiwa ini hanya terjadi sekali di waktu yang hanya diketahui oleh Allah Taala. Dalam al Quran dinyatakan “ Sesungguhnya Kami menurunkan al Quran itu pada malam Lailatul Qadar “ ( QS. al Qadar L 1 ).

Agar manusia tidak melupakan peristiwa mulia tersebut yaitu turunnya al Quran pada malam Lalatul Qadar, maka setiap bulan ramadhan akan terdapat malam Lailatul Qadar. Hanya saja malam Lailatul Qadar yang terjadi pada setiap bulan ramadhan tersebut, bukanlagi merupakan malam turnnya al Quran, tetapi menjadi malam ditentukannya segala takdir dan ketentuan nasib makhluk untk setahun yang akan datang. Hal ini dinyatakan dalam al Quran :” “Sesunguhnya Kami turunkan kitab suci Al-Qur’an itu pada malam yang penuh berkah. Sesungguhna Kami ang memberi peringaan. Pada malam itu ditentukan segala urusn dengan penuh hikmah (QS. AL Dukhan : 3-5 ).

Tahapan ketiga terjadi pada malam 17 Ramadhan tahun pertama kenabian, dimana pada malam itu turun lima ayat pertama yaitu : “ Iqra’ bismirabbikalladzi khalak, Khalaqal Insaana min Alaq, Iqrak wa rabbukal akram, alladzi allama bil qalam, allamal insaana maa lam ya’lam “. Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menjadikan segala sesuatu. Menjadikan manusia dari segumpal darah. Bacalah dengan nama Tuhanmu yang mengajarkan manisa dengan pena. Mengajarkan manusia apa ang tidakdiketahunya “ ( QS. Al Alaq : 1-5 ).

Sejak itu, ayat-ayat al Quran terus turun sesua dengan kejadian yang berlaku selama dua puluh dua tahun, dua bulan, dua puluh dua hari, dengan ayat yang terakhir aitu “ Al yauma akmaltu lakum dinakum, wa atmamtum alaikum nikmati, wa radhitu lakumul islama dina “ ( QS. Al Maidah : 3 ) yang bermakna : “ Pada hari ini telah Aku sempurnakan seluruh ajaran agama bagi kamu dan Aku telah sempurnakan seluruh nikmat dan Aku ridha menjadikan Islam sebagai agama “.

Nabi Muhammad dalam proses menerima wahu tersebut dengan berbagai jalan. Jalan pertama, malaikat datang menjumpai nabi dalam bentuk manusia dan mengajarkan nabi untuk membacakan ayat ayat yang akan disampaikan dab nabi segera menghafal ayat ang disampaikan tersebut. Sebagai contoh, ayat pertama sampai ayat kelima dari surah al Alaq tadi dilakukan dengan cara demikian.

Jalan kedua, malaikat memasukkan wahyu itu ke dalam hati sanubari na Muhammad. Hal ini dinyatakan al Quran : “ Malaikat Jibril menyampaikan wahu itu ke dalam hati sanubariku “ ( QS. Al Syuara : 53 ). Sedang jalan ketiga dimana wahyu disampaikan kepada nabi seperti suara lonceng sebagaimana dinyatakan bahwa seorang sahabat nabi bernama Al-Harits bin Hisyam pernah bertanya kepada Rasulullah “Wahai Rasulullah, bagaimana cara wahyu datang kepadamu?” Rasulullah menjawab, “Terkadang wahyu itu datang kepadaku seperti suara lonceng. Inilah yang terberat bagiku. Dia memberitakan sesuatu dan aku memahami apa yang ia ucapkan. Dan terkadang malaikat datang dalam wujud seorang laki-laki, lalu dia berbicara padaku dan aku paham apa yang diucapkannya.” (HR. al-Bukhari dan Muslim). Dalam al Quran juga dinatakan : “ Dan tidak ada bagi seorang manusia bahwa Allah berkata-kata dengan dia kecuali dengan perantaraan wahu atau sesuatu ang didengar dari belakang tabir atau dengan mengutus malaikat lalu mewahukan kepadana dengan seizinNya “ ( QS. Syura : 51 ).

Demikianlah sejarah nuzulul Quran ang terjadi kepada nabi Muhammad sallahu alaihiwasalam. Agar mansia tidak melupakan peristiwa tersebut, maka setiap malam tujuh belas ramadhan, umat Islam memperingati Nuzul Quran. Peringatan tersebut juga untuk memberikan pendidikan dan pembelajaran kepada umat Islam agar sewaktu membaa al Quran, maka baaan itu dipahami dan dihayati, sehingga petunjuk itu dapat dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Konsep Nuzul Quran, dalam arti membaa, memikirkan makna untuk memahami ayat-ayat tersebut itulah ang harus dilakukan sehingga ayat-ayat tersebut dapat diturunkan ke dalam hati dan akal pikiran mansuia ang membacanya. Sikap Nuzul Quran inilah yang ditanamkan ayah bernama Mir Muhammad kepada anaknya Iqbal dan sikap Nuzul quran itulah yang menjadikan Iqbal akhirna menjadi seorang penyair dan ahli filsafat yang terkenal.

Muhamad Iqbal sejak kecil selalu membaca Al-Qur’an setelah usai sholat subuh. JIka anaknya membaca al Quran, maka si ayah bertanya: “Wahai anakku apakah yang sedang kamu kerjakan?” Iqbal pun menjawab: “”Wahai ayahku, aku sedang membaca Al-Qur’an..” Setiap hari si ayah bertanya dengan pertanyaan yang sama dan si Iqbal pun menjawab dengan jawaban yang sama , sehingga pada suatu hari si kecil Iqbal berpikir kenapa ayahnya selalu bertanya juka ia sedang membaca Al-Qur’an. Pada suatu hari Iqbal kecil bertanya kepada ayahnya:” Wahai ayahku, setiap aku membaca Al-Quran, engkau selalu bertanya dengan pertanyaan yang sama. Apakah maksud pertanyaan ini wahai ayahku yang terhormat? Mir Muhammad menjawab:”Wahai anakku, aku selalu menyapapmu keti kau membaca Al-Qur’an agar engkau benar benar menyadari bahwa engkau sedang membaca Al-Qur’an dan “BACALAH ALQUR’AN SEAKAN AKAN AYAT-AYAT TERSEBUT DITURUNKAN LANGSUNG KEPADAMU” Semenjak itu Iqbal selalu membaca Al-Quran dengan sebuah perasaan seakan akan setiap ayat yang dibaca merupakan perintah dan pedoman hidup yang ditujukan kepada dirinya sendiri.

Sikap Nuzul Qur’an . sikap dan usaha untuk menurunkan makna al Quran ke dalam hati sanubari inilah yang sepatutnya dapat kita lakukan setiap membaca kalam Ilahi dan kita dapat merasakan adanya komunikasi langsung dengan Tuhan dalam setiap ayat yang dibaca. Sikap Nuzul Quran inilah yang akhirnya menjadikan Iqbal selalu hidup dalam petunjuk Al-Quran. Sejarah hidupnya mencatat bahwa setiap malam Iqbal selalu membaca dan mempelajari Al-Qur’an dengan penuh penghayatan aan makna yang terkandung di dalamnya. Penghayatan makna al Quran itu yang menjadi ispirasi baginya untuk menuliskan syair dan puisi di besok hari, sehingga syairnya sarat dengan niai-nilai kehidupan. Iqbal setiap malam membaca Quran dengan menangis sehingga dikatakan bahwa pembantu rumahnya terpaksa menjemur Al Qur’an yang basah oleh air mata Iqbal.. Inilah sikap Nuulul Quran yang dilakukan Iqbal setiap kali membaca al Quran.

Setiap ramadhan kita memperingati Nuzul Al Quran. Sudah selayaknya peringatan itu dilaksanakan agar kita dapat bersikap Nuzul Quran dalam setiap ayat yang kit abaca. Hal itu dapat dilakukan dengan membaca ayat, memperhatikan makna dan kandungan, dan memikirkan bagaimanakah caranya agar kandungan ayat tersebut dapat kita laksanakan dalam kehidupan sehari-hari . Bagaimana cara agar ayat-ayat yang dibaca tersebut menjadi landasan kita dalam beraktiitas , sehingga kerja kita , ekonomi kita, bdaya kita, semuanya berdasarkan kepada nilapnila al Qutan. Inilah makna Nuzul Quran yang dapat menadi penggerak hati , dalam menjalankan kehidupan berlandaskn wah ilahi. Fa’tabiru Ya Ulil albab.

01/03/2026

🔴 في ذكرى وفاة أم المؤمنين السَّيدة خديجة بنت خويلد رضي الله عنها 10 رمضان .. تعرف على أهم ملامح سيرتها العطرة.

▪️السَّيدة خديجة بنت خويلد رضي الله عنها، زوج سيدنا رسول الله ﷺ وأم المؤمنين.

▪️عمل النَّبي ﷺ في تجارتها، ثم تزوجها وهو في سنِّ الخامسة والعشرين، وهي يومئذٍ في سنّ الأربعين.

▪️فكانت رضي الله عنها أول زوجاته، وأمّ جميع أولاده عدا سيدنا إبراهيم.

▪️هي أول من آمن بدعوة الإسلام، وأول من توضأ وصلَّى بعد سيدنا النبي ﷺ.

▪️ثم هي الحانية، الحكيمة، العاقلة، النبيلة، المؤيدة لدين الله، المواسية لسيدنا رسول الله ﷺ بنفسها ومالها، وهي التي صبرت معه ﷺ على حصار قريش لبني عبد مناف في شِعب أبي طالب ثلاث سنوات كاملة.

▪️كان ﷺ طيلة حياته وفيًّا لها، بارًّا بها، مُكرِمًا لآلها وصديقاتها، ومُعترفًا بجميلها، كثير الحديث عنها.

▪️استمر زواجها من سيدنا رسول الله ﷺ أربعًا وعشرين سنة وستة أشهر، ولم يتزوج ﷺ غيرَها في حياتها.

▪️واستحقت رضِيَ اللهُ عَنْهَا أن تكون من أفضل نساء أهل الجنة؛ فعَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ: خَطَّ رَسُولُ اللهِ ﷺ فِي الْأَرْضِ أَرْبَعَةَ خُطُوطٍ.
قَالَ : «تَدْرُونَ مَا هَذَا؟».
فَقَالُوا: اللهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ.
فَقَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: «أَفْضَلُ نِسَاءِ أَهْلِ الْجَنَّةِ: خَدِيجَةُ بِنْتُ خُوَيْلِدٍ، وَفَاطِمَةُ بِنْتُ مُحَمَّدٍ، وَآسِيَةُ بِنْتُ مُزَاحِمٍ امْرَأَةُ فِرْعَوْنَ، وَمَرْيَمُ ابْنَةُ عِمران» أخرجه أحمد.

▪️تُوفِّيت رضي الله عنها في 10 رمضان، قبل هجرته ﷺ بثلاث سنين، ولها من العمر خمس وستون سنة، فحزن عليها ﷺ حُزنًا شديدًا، وسُمّي عامُ وفاتها بـ«عام الحزن»، وهو العام الذي توفي فيه عمه أبو طالب الذي كان يحوطه ويحميه.

فرضي الله عنها وعن أمهاتنا أمهات المؤمنين.

وَصَلَّىٰ اللَّه وَسَلَّمَ وبارَكَ علىٰ سَيِّدِنَا ومَولَانَا مُحَمَّد، وَعَلَىٰ آلِهِ وصَحبِهِ والتَّابِعِينَ، والحَمْدُ للَّه ربِّ العَالَمِينَ.

| #قدوة | #إيمانًا_واحتسابًا |

Watch Free Presentation To Memorize The Quran 01/03/2026

Watch Free Presentation To Memorize The Quran The following peer-reviewed studies and academic sources support the key scientific claims made in this presentation. References are organized by topic for ease of review.

18/01/2026

Launching Ceremony of the Certificate in Mental Health, Psychology and Counseling: An Islamic Perspective.

🗓 Date: 17 January 2026 (Saturday)
🕣 Time: 8:30 AM – 11:30 AM (Malaysia Time)

MENTAL HEALTH: AN ISLAMICALLY INTEGRATED PERSPECTIVE

By: Prof. Dr. Omar Hasan Kasule
Secretary General of the International Institute of Islamic Thought (IIIT)
Professor of Epidemiology and Islamic Medicine
King Fahad Medical College, Saudi Arabia

Psychology and Mental Health in the Light of Tawhidic Epistemology

By Prof Emeritus Datuk Dr Osman Bakar,
Rector of International Islamic University Malaysia (IIUM)

Join Our Telegram Classes For More Information
Telegram: https://t.me/iiitonlinclasses
Whatsapp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vb6JZuS4tRro0xzL8B2i

25/12/2025

KELAHIRAN YESUS (SEJARAH TANGGAL HARI RAYA NATAL)

by: Dr. J.L. Ch. Abineno

Gereja-gereja merayakan Natal pada tanggal 25 Desember. Kebiasaan ini baru mulai dalam abad ke-4. Sebelum itu Gereja tidak mengenal perayaan Natal. Terutama karena Gereja tidak tahu dengan pasti bilamana –pada hari dan tahun berapa– Yesus dilahirkan. Kitab kitab Injil tidak memuat data data tentang hal itu. Dalam Lukas 2 dikatakan, bahwa pada waktu Yesus dilahirkan gembala gembala sedang berada “di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam” (ayat 8). Itu berarti, bahwa Yesus dilahirkan antara bulan Maret atau April dan bulan November.

Klemens dari Alexandria mengejek orang orang yang berusaha menghitung dan menentukan hari kelahiran Yesus. Dalam abad abad pertama hidup kerohanian anggota anggota jemaat lebih diarahkan kepada kebangkitan Yesus. Natal tidak mendapat perhatian. Perayaan hari ulang tahun umumnya –terutama oleh Origenes– dianggap sebagai suatu kebiasaan kafir: orang orang seperti Firaun dan Herodes yang merayakan hari ulang tahun mereka. Orang Kristen tidak berbuat demikian: orang Kristen merayakan hari kematiannya sebagai hari ulang tahunnya.

.Gereja tidak mengenal perayaan Natal. Terutama karena Gereja tidak tahu dengan pasti bilamana –pada hari dan tahun berapa– Yesus dilahirkan...

Tetapi di sebelah Timur ( Eropa Timur) orang telah sejak dahulu memikirkan mukjizat pemunculan Allah dalam rupa manusia. Menurut tulisan tulisan lama suatu sekte Kristen di Mesir telah merayakan “pesta Epiphania” ( pesta Pemunculan Tuhan) pada tanggal 4 Januari. Tetapi yang dimaksudkan oleh sekte ini dengan pesta Epiphania ialah munculnya Yesus sebagai Anak Allah –pada waktu Ia dibaptis di sungai Yordan. Gereja sebagai keseluruhan (Gereja di seluruh Eropa) bukan saja menganggap baptisan Yesus sebagai Epiphania, tetapi terutama kelahiranNya di dunia. Sesuai dengan anggapan ini Gereja –pada permulaan abad ke 4– merayakan pesta Epiphania pada tanggal 6 Januari sebagai pesta kelahiran dan pesta baptisan Yesus.

Perayaan kedua pesta ini berlangsung pada tanggal 5 Januari malam (menjelang tanggal 6 Januari) dengan suatu tata ibadah yang indah, yang terdiri dari Pembacaan Alkitab dan puji pujian nyanyian). Ephraim dari Syria menganggap Epiphania sebagai pesta yang paling indah. Ia katakan: “Malam perayaan Epiphania ialah malam yang membawa damai sejahtera dalam dunia. Siapakah yang mau tidur pada malam, di mana seluruh dunia sedang berjaga jaga?!” Pada malam perayaan Epiphania semua gedung gereja dihiasi dengan karangan bunga. Pesta ini khususnya dirayakan dengan gembira di guha Betlehem, di mana Yesus –menurut kepercayaan orang– dilahirkan.

Di Roma perayaan Natal kemudian –antara tahun 325 dan tahun 354– beralih dari tanggal 6 Januari ke tanggal 25 Desember. Dalam agama kafir pada waktu itu tanggal 25 Desember dirayakan sebagai pesta untuk menghormati dewa matahari. Kaisar Konstantin menghendaki, supaya agama Kristen menggunakan praktik praktik keagamaan yang ada pada waktu itu, Sementara. itu konsili Nicea (325) dengan kuat menggarisbawahi, bahwa Yesus sejak lahirNya adalah Anak Allah. Hal ini mendorong Gereja untuk merayakan hari ulang tahun ( dies natalis) Yesus sebagai suatu pesta tersendiri, lepas dari pesta baptisanNya.

.Di Roma perayaan Natal kemudian beralih dari tanggal 6 Januari ke tanggal 25 Desember. Dalam agama kafir pada waktu itu tanggal 25 Desember dirayakan sebagai pesta untuk menghormati dewa matahari...

Untuk itu Gereja menggantikan pesta kafir –pesta dewa matahari– dengan “pesta Kristen”: “pesta Natal Yesus Kristus” sebagai Terang dunia. Tetapi pengaruh pesta kafir ini lama sekali nampak dalam pesta Natal. Begitu rupa, sehingga Paus Leo –dalam abad ke 5– harus menasihatkan orang-orang Kristen pada waktu itu supaya mereka jangan merayakan pesta dewa matahari, tetapi Natal Yesus Kristus.

Dari Roma perayaan Natal pada tanggal 25 Desember disebarkan ke seluruh dunia. juga ke Indonesia. Jadi yang kita rayakan pada tanggal 25 Desember bukanlah suatu tanggal historis.. (Dr. J.L. Ch. Abineno, Buku Katekisasi Perjanjian Baru I, BPK Gunung Mulia, Jakarta, Cet. II, 1987, hlm. 14-16)

Want your school to be the top-listed School/college in Medan?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Telephone

Address


Medan