Amalan dahsyat di hari Jumat..
MTs MIFTAHUSSALAM MEDAN
Apa yang akan engkau lakukan jika melihat ini???
07/05/2019
MANJAKAN ANAK
Cara menghancurkan anak paling mudah adalah dengan memanjakannya | memudahkannya dalam semua hal, menyediakan baginya semuanya
mungkin orangtua berpikir "dulu aku boleh susah, anakku jangan sampai sama" | jarang orangtua memahami, proses itu yang utama, bukan hasil
padahal susah itu yang membentuk seseorang, yang membuatnya tahan | sementara kemudahan yang datang sebelum waktunya itu merusak
apalagi kemudahan yang datang tanpa proses yang benar | akan jadi alasan, untuk tidak berjuang, untuk tidak berpayah dalam sesuatu
dan anak-anak kita berubah, jadi manusia yang tak kenal nikmat sejati | yaitu bahagia yang didapat setelah bersusah payah, melebihi batas
dan orangtua sering lupa, bahwa kesulitanlah yang membentuk mereka | bukan dimanja senantiasa, bukan dituruti segala maunya
ajarkan anak-anak kita untuk terbiasa dengan kehidupan | bimbing mereka menjalani prosesnya bukan hasilnya
bahwa tak semua yang mereka inginkan bisa mereka dapatkan | bahwa tak semua kondisi ideal, mereka harus terbiasa dengan itu
agar mereka mampu berkarya dalam keterbatasan | bersabar saat penantian dan bersyukur saat memiliki
yang terpenting, agar mereka memahami dunia ini bukan tujuan | tapi merekalah yang harus kendalikan dunia agar jadi bekal akhirat
Felix Siauw
Pandangan Islam terhadap Pemimpin yang Dzolim
Admin s**a sekali bersenandung lagu ini dan mengajarkan lagunya ke anak-anak sejak tahun 1999-2000 kalau tak salah... Hingga Lagunya menjadi lagu pilihan dalam grup Shalawat Badar... Sabet juara berulang-ulang euy.. Sayang rekamannya tidak ada krn teknologi masa itu blm secanggih sekarang... ๐๐๐๐
04/05/2019
HAKIM CIUM TANGAN TERDAKWA (Sebuah Pelajaran Berharga dr Jordania)
Hakim itu mengejutkan semua orang di ruang sidang. Ia meninggalkan tempat duduknya lalu turun untuk mencium tangan terdakwa.
Terdakwa yang seorang guru SD itu juga terkejut dengan tindakan hakim. Namun sebelum berlarut-larut keterkejutan itu, sang hakim mengatakan, โInilah hukuman yang kuberikan kepadamu, Guru.โ
Rupanya, terdakwa itu adalah gurunya sewaktu SD dan hingga kini ia masih mengajar SD. Ia menjadi terdakwa setelah dilaporkan oleh salah seorang wali murid, gara-gara ia memukul salah seorang siswanya. Ia tak lagi mengenali muridnya itu, namun sang hakim tahu persis bahwa pria tua yang duduk di kursi pesakitan itu adalah gurunya.
Hakim yang dulu menjadi murid dari guru tsb mengerti benar, pukulan dr guru itu bukanlah kekerasan. Pukulan itu tidak menyebabkan sakit dan tidak melukai. Hanya sebuah pukulan ringan untuk membuat murid-murid mengerti akhlak dan menjadi lebih disiplin. Pukulan seperti itulah yang mengantarnya menjadi hakim seperti sekarang.
Peristiwa yang terjadi di Jordania pada pekan lalu dan dimuat di salah satu surat kabar Malaysia ini sesungguhnya merupakan pelajaran berharga bagi kita semua sebagai orangtua. Meskipun kita tidak tahu persis kejadiannya secara detil, tetapi ada hikmah yang bisa kita petik bersama.
Dulu, saat kita โnakalโ atau tidak disiplin, guru biasa menghukum kita. Bahkan mungkin pernah memukul kita. Saat kita mengadu kepada orangtua, mereka lalu menasehati agar kita berubah. Hampir tidak ada orang tua yang menyalahkan guru karena mereka percaya, itu adalah bagian dari proses pendidikan yang harus kita jalani. Buahnya, kita menjadi mengerti sopan santun, memahami adab, menjadi lebih disiplin. Kita tumbuh menjadi pribadi-pribadi yang hormat kepada guru dan orangtua.
Lalu saat kita menjadi orang tua di zaman sekarangโฆ tak sedikit berita orang tua melaporkan guru karena telah mencubit atau menghukum anaknya di sekolah. Hingga menjadi sebuah fenomena, seperti dirilis di Kabar Sumatera, guru-guru terkesan membiarkan siswanya. Fungsi mereka tinggal mengajar saja; menyampaikan pelajaran, selesai.
Bukannya tidak mau mendidik muridnya lebih baik, mereka takut dilaporkan oleh orang tua murid seperti yang dialami teman-temannya. Sudah beberapa guru di Sumatera Selatan dilaporkan orang tua murid hingga harus berurusan dengan polisi. Termasuk yang terjadi terhadap Bapak Aop di Kabupaten Majalengka, gara-gara mencukur rambut siswa yang gondrong dengan tujuan menegakkan disiplin, Pak Aop harus berurusan dengan polisi bahkan sampai ke pengadilan hingga ke Mahkamah Agung (MA).
Semoga tulisan ini, bagi kita para orang tua atau wali murid, bisa membangun hubungan yang lebih baik dengan guru. Kita bersinergi untuk menyiapkan sebuah generasi masa depan. Bukan hubungan atas dasar transaksi yang rentan lapor-melaporkan.
03/05/2019
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.....
MAGNET MENARIK REZEKI
Sederhana untuk dilakukan/amalkan sehari-hari, semoga bisa membantu pintu rezeki.
1. Letakkanlah sedikit makanan kucing dan semangkuk air di luar rumah untuk kucing-kucing yang datang.
2. Sisihkanlah sedikit dari hasil gaji atau upah jerih payahmu, untuk di sumbangkan kepada anak yatim dan orang miskin.
3. Senantiasa sediakan uang kecil di dalam dompet untuk diberikan kepada yang memerlukan.
4. Letakkanlah di kamarmu sebuah kotak. Setiap kali kamu merasa melakukan dosa, masukkan uang kecil kedalamnya. Genap 1 bulan, buka kotak itu dan sedekahkan uang tersebut.
5. Jika kamu hadir dalam suatu acara (keluarga, kerabat atau sahabat), belilah 1 atau 2 kotak air mineral, niatkan untuk disedekahkan kepada orang yang memerlukannya (orang tua, orang sakit, anak-anak dan lain-lain).
6. Jika kamu membeli barang dari pedagang-pedagang kecil kemudian kemudian sang pedagang ingin mengembalikan uang kembalian atau uang recehan, biarkan uang recehan itu untuknya (disedekahkan atau dihadiahkan).
7. Belilah Mushaf (Al-Qur'an), letakkan di salah satu masjid. Bayangkan berapa pahala yang akan kamu dapat dari setiap huruf dari mereka yang membacanya.
8. Berikanlah perasaan gembira kepada setiap orang, khususnya kepada mereka-mereka yang sedang ditimpa kesedihan, dengan senyuman dan ucapan doamu yg tulus.
9. Lemparkanlah senyuman kepada orang yang kamu temui, berilah salam kepada orang yang duduk dan berbicaralah dengan ucapan yang baik karena semuanya adalah sedekah.
10. Jangan biarkan kamu tertidur, melainkan telah kamu ampuni setiap orang yang telah berbuat jahat kepadamu dari menghinamu, menyebarkan fitnah dan menzalimimu.
11. Setting pada handphone kamu, tanda peringatan pada waktu-waktu tertentu untuk kamu membaca surah Al-Fatihah atau Al-Ikhlas yang di hadiahkan kepada kedua orangtua kamu, baik yang masih hidup atau telah meninggal dunia.
12. Silahkan kirimkan tipsยฒ ini ke semua teman atau sanak family kamu. Barangkali ada yang mau mengamalkannya.
Semoga kita pun akan diberi pahala karenanya.
Selamat bersedekah..
Semoga kita dilimpahkan rezeki yang banyak dan berkah dari ALLAH SWT.. Aamiin...
Semoga bermanfaat
03/05/2019
Pada suatu hari, Rasulullah SAW sedang berkumpul dengan para sahabatnya. Di tengah perbincangan dengan para sahabat, tiba-tiba Rasulullah SAW tertawa ringan sampai terlihat gigi depannya.
Umar r.a. yang berada di situ, bertanya : "Apa yang membuatmu tertawa wahai Rasulullah ?"
Rasulullah SAW menjawab : "Aku di beritahu Malaikat, bahwa pada hari kiamat nanti, ada dua orang yang duduk bersimpuh sambil menundukkan kepala di hadapan Allah SWT".
Salah seorang mengadu kepada Allah sambil berkata : โYa Rabb, ambilkan kebaikan dari orang ini untukku karena dulu ia pernah berbuat zalim kepadaku'.
Allah SWT berfirman : "Bagaimana mungkin Aku mengambil kebaikan saudaramu ini, karena tidak ada kebaikan di dalam dirinya sedikitpun ?"
Orang itu berkata : "Ya Rabb, kalau begitu, biarlah dosa-dosaku di pikul olehnya".
Sampai di sini, mata Rasulullah SAW berkaca-kaca. Rasulullah SAW tidak mampu menahan tetesan airmatanya. Beliau menangis.
Lalu, beliau Rasulullah berkata : _*"Hari itu adalah hari yang begitu mencekam, di mana setiap manusia ingin agar ada orang lain yang memikul dosa-dosa nya".*_
Rasulullah SAW melanjutkan kisahnya.
Lalu Allah berkata kepada orang yang mengadu tadi : "Sekarang angkat kepalamu".
Orang itu mengangkat kepalanya, lalu ia berkata : "Ya Rabb, aku melihat di depanku ada istana-istana yang terbuat dari emas, dengan puri dan singgasananya yang terbuat dari emas & perak bertatahkan intan berlian. Istana-istana itu untuk Nabi yang mana, ya Rabb ?
Untuk orang shiddiq yang mana, ya Rabb ?
Untuk Syuhada yang mana, ya Rabb ?"
Allah SWT berfirman : _*"Istana itu di berikan kepada orang yang mampu membayar harganya".*_
Orang itu berkata : "Siapakah yang mampu membayar harganya, ya Rabb ?"
Allah berfirman : *"Engkau pun mampu membayar harganya".*
Orang itu terheran-heran, sambil berkata : "Dengan cara apa aku membayarnya, ya Rabb ?"
Allah berfirman : *"CARAya, engkau MAAFkan saudaramu yang duduk di sebelahmu, yang kau adukan kezalimannya kepada-Ku".*
Orang itu berkata : "Ya Rabb, kini aku memaafkannya".
Allah berfirman : "Kalau begitu, gandeng tangan saudaramu itu, dan ajak ia masuk surga bersamamu".
Setelah menceritakan kisah itu, Rasulullah Saw. berkata : _*"Bertakwalah kalian kepada Allah dan hendaknya kalian SALING BERDAMAI dan MEMAAFkan. Sesungguhnya Allah mendamaikan persoalan yang terjadi di antara kaum muslimin".*_
(Kisah di atas terdapat dalam hadits yang di riwayatkan oleh Imam al-Hakim, dengan sanad yang shahih).
*******
Saudara dan sahabatku tercinta,
Amalan hati yang nilainya tinggi di hadapan Allah adalah *meminta maaf, memberi maaf, dan saling memaafkan*.
"Maafkan diriku ya saudara dan sahabatku tersayang sekiranya pernah menyakitimu dalam perkataan dan perbuatan.
Semoga kita bersama-sama masuk syurga nya Allah SWT".
Salam persaudaraan dan persahabatan.
ุขู
ููููู ุขู
ููููู ุขู
ููููู ููุง ุฑูุจูู ุงูุนููููุงููู
ูููู.....
Mohon maaf lahir bathin.
*Selamat menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan* ...... ๐คฒ๐
02/05/2019
Romantika Kemiskinan
Istilah ini baru saja saya dapatkan semalam. Sebuah istilah unik, cukup jenaka, namun cukup tepat untuk menggambarkan mentalitas sebagian orang yang memang menyukai kemiskinan. Tidak senang hidup susah, tapi susah hatinya bila melihat orang hidup senang. Urat miskin, kata istilah orang di kampung tempat saya tinggal.
Mereka yang doyan dengan romantika kemiskinan ini menganggap bahwa umat Muslim harus miskin selama-lamanya. Para pemimpin kaum Muslimin pun divonis zhalim bila kaya raya. Seorang Ahmadinejad 'ketiban untung' dari perspektif miring ini terutama manakala ia melelang Peugeot 504 lawasnya untuk dihibahkan bagi kas negara, tanpa ada yang melongok kinerja manajerialnya sebagai presiden.
Mereka yang doyan dengan romantika kemiskinan ini menganggap harta harus dijauhi, karena ia identik dengan hawa nafsu. Identik dengan hubbud dunya. Similiar dengan kenestapaan dihadapan mahkamah Yaumil Hisab. Kronisnya, asumsi ini dihubungkan dengan asumsi minor bahwa hanya dengan hidup miskin dan sederhana sajalah, kejayaan yang pernah dirasakan oleh umat ini di jaman dahulu dapat dicapai kembali.
Mungkin mereka lupa bahwa ketika Islam berjaya, umat ini sangat kaya-raya. Mungkin mereka lupa juga bahwa pernah ada masanya Khalifah Umar bin Abdul Aziz radhiyallaahu 'anhu kepayahan mencari mustahik zakat di seantero kekhilafahan Islam. Atau mungkin banyak juga yang lupa bahwa selain orang-orang miskin yang hidup seadanya, di antara para sahabat Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam juga ada saudagar-saudagar kaya seperti Abdurrahman bin 'Auf radhiyallaahu 'anhu dan 'Utsman bin 'Affan radhiyallaahu 'anhu yang dengan mudah dapat bersedekah dengan sekian ratus dinar, sepetak kebun atau sekian puluh ekor unta. Atau mungkin luput meneliti bahwa delapan dari sepuluh sahabat radhiyallahu 'anhuma yang dijamin masuk surga oleh Rasulullaah shallallaahu 'alaihi wa sallam adalah saudagar kaya. Sejarah kaum Muslimin membuktikan bahwa APBN kekhilafahan ditopang oleh finansial beberapa orang saudagar saja. Sudah sejak lama.
Tidak semua orang punya duit, tapi semuanya punya cita-cita. Itulah sebabnya orang-orang miskin di jaman Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam pernah 'protes', sebab mereka melihat para sahabat yang kaya dapat bersedekah banyak sekali, sedangkan mereka tidak mampu melakukannya. Meskipun akhirnya Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam memberikan solusi berupa amalan-amalan yang dapat mereka lakukan untuk mengganti sedekah yang tak dapat mereka lakukan itu, hal ini menunjukkan pada kita bahwa mental mereka adalah mental orang kaya, bukan mental orang miskin. Mereka tidak s**a terus-terusan menaruh tangannya di bawah, menerima zakat dan BLT. Semuanya punya mimpi besar agar di kemudian hari bisa hidup berkecukupan dan membantu saudara-saudaranya yang masih kesusahan.
Sejak dulu memang ada orang-orang yang bakat bisnisnya begitu besar, sehingga apa pun yang ia usahakan selalu berhasil. Kekayaan mereka tidak mengandung dosa, karena tidak diperoleh dengan cara-cara yang melanggar aturan agama, dan mereka pun selalu memenuhi hak-hak orang lain dari hartanya itu.
Masalah muncul ketika kita memelihara suatu penyakit yang sangat berpotensi mengundang penyakit-penyakit lainnya, yaitu hasad (iri dengki). Kalau sudah dengki, logika pun terancam mati. Menarik sekali menyimak penjelasan DR. Mutawalli Asy-Sya'rawi mengenai sifat hasad yang disebut dalam surah Al-Falaq. Menurut beliau, setiap Muslim harusnya tidak mengenal sifat hasad, dan karena itu, mereka pun tak tahu bagaimana harus mengatasi hasad orang lain kepada dirinya. Oleh karena itu, solusi satu-satunya hanyalah berlindung kepada Allah, sebagaimana pesan dalam surah Al-Falaq. Memang benar, kalau orang dengki pada kita, nampaknya tak ada yang bisa kita lakukan selain berlindung kepada Allah.
Kesalahan pertama yang dilakukan oleh para pendengki ini adalah pemahamannya yang parsial tentang bagaimana Islam memposisikan harta. Mereka cenderung larut dalam โromantika kemiskinanโ setelah membaca riwayat hidup Nabi saw. dan para sahabatnya yang hidup seakan 'serba kesusahan'. Mereka terkesan pada kisah ketika Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam tidur di atas pelepah kurma, sehingga timbul bekas di badannya. Mereka menangis terharu mendengar bagaimana Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam hanya meninggalkan secuil harta ketika wafatnya, itu pun sebagiannya telah diwasiatkan untuk disedekahkan pada orang lain.
Akan tetapi, ada riwayat-riwayat lain yang mereka lupakan. Mereka lupa bahwa Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam di Mekkah dahulu adalah seorang pedagang sukses sejak sebelum berusia 20 tahun, yang kemudian hidup berlimpah setelah menikah dengan Khadijah radhiyallaahu 'anha, seorang saudagar perempuan yang sangat terhormat. Mahar pernikahannya pun tidak main-main, mencapai jumlah yang cukup fantastis dan tak mungkin dipenuhi oleh orang miskin : 20 ekor unta merah. (Kurs harga seekor unta merah kini setara dengan harga satu unit Toyota Alphard ! Saat ini, amat langka dijumpai seorang pemuda usia 25 tahun yang memberikan mahar senilai 20 unit Toyota Alphard demi menikahi seorang janda usia 40 tahun). Itu belum termasuk catering dan tetek bengek biaya walimah lainnya.
Banyak juga yang lupa bahwa kaya dan miskin adalah fenomena yang sudah ada sejak dahulu kala. Ada Mushโab bin
'Umair ra. yang perlente dan kaya dahulunya, namun setelah berislam, ia hidup sederhana. Disebutkan dalam sejarah, ia tak mendapatkan kain kafan yang cukup untuk menutup tubuhnya ketika wafatnya. Di lain pihak ada p**a para shahabat yang tetap menjadi saudagar kaya hingga akhir ajalnya, sebagaimana yang sudah disebutkan sebelumnya.
Jika kita membaca riwayat yang mengatakan bahwa 'Umar radhiyallaahu 'anhu menyedekahkan sebuah kebun, โUtsman radhiyallaahu 'anhu
menyedekahkan sekian, Abu Bakar radhiyallaahu 'anhu menyedekahkan sekian, maka kita juga harus ingat bahwa harta yang disedekahkannya itu pernah menjadi miliknya. Artinya, sebelum menyedekahkan sepetak kebun, maka kebun itu adalah miliknya yang sah.
Jangan lupa : hanya dua dari lima Rukun Islam yang tidak perlu uang untuk melaksanakannya, yaitu syahadatain dan shalat. Bulan Ramadhan, demi melaksanakan puasa wajib dan perangkat tidak wajib seperti baju lebaran dan mudik, menjadikan anggaran belanja rumah tangga Kaum Muslimin membengkak berkali lipat. Zakat harta tidak mungkin ditunaikan kecuali oleh mereka yang memiliki kelebihan harta. Apalagi ibadah haji ke Baitullaah, amat mustahil bila tidak dengan kekuatan finansial dan fisik, kecuali bagi yang ditraktir.
Karena itu, tak ada salahnya menjadi seorang juragan perkebunan, karena Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam tak pernah melarang hal yang demikian. Orang tak mesti miskin, bahkan Islam membenci kemiskinan. โAli bin Abu Thalib radhiyallaahu 'anhu pernah berandai-andai : kalau kefakiran itu adalah seorang manusia, niscaya ia akan membunuhnya. Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam pun mencontohkan doa agar kita dijauhkan dari kefakiran dan kekufuran untuk dibaca sebagai wirid pagi dan petang. Memang Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam dan para sahabatnya selalu memelihara hidup yang zuhud dan selalu siap untuk hidup susah di jalan Allah, tapi mereka benar-benar mampu memenuhi kebutuhannya sendiri, paling anti merepotkan orang lain, namun uniknya bisa tetap menyantuni orang lain.
Kesalahan kedua adalah ketidakmampuan dalam memahami aspek fungsional dari harta yang dilihatnya. Blackberry, misalnya, bisa dibilang sebagai barang mewah atau pemborosan di tangan seorang siswa SD atau SMP. Akan tetapi di tangan seorang wirausahawan, ia bisa menjadi sebuah alat yang sangat bermanfaat. Internet, bagi mereka yang hanya kenal Facebook dan chatting, memang cenderung disalahgunakan. Akan tetapi bagi mereka yang tahu bagaimana cara memanfaatkannya, ia dapat menjadi hal yang sangat positif.
Banyak orang tahu bahwa Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam punya unta merah yang sangat handal untuk sarana transportasinya, namun mereka โgatalโ melihat seorang ustadz membeli kendaraan mewah. โWah, sudah banyak duit nih!โ, sindir mereka. "Sudah nggak kayak dulu lagi ya, ... Mulai hubud dunya !", cemooh orang banyak. Padahal fungsi motor dan mobil mereka sama saja dengan fungsi unta bagi Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam. Bedanya, unta tidak membawa fasilitas AC atau perangkat keamanan airbag. Function. Not fashion. Kemewahan mobil dibanding unta harus dilihat secara bersamaan dengan perbandingan kapasitasnya. Kapasitas angkut mobil jauh lebih besar daripada unta, demikian juga kecepatannya. Kalau orang susah untuk nyaman di atas punggung unta, sekarang orang bisa tidur di dalam mobil, asalkan ada yang menyupirinya. Lebih mewah, asal menghasilkan kinerja yang lebih baik, tidaklah mengapa. Justru itulah yang disebut kemajuan zaman sekaligus wibawa ('izzah) seorang mu'min.
Kesalahan ketiga adalah membuat perbandingan yang tidak apple to apple. Dengan melihat kondisi keuangan Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam ketika wafat, lantas orang berkesimp**an bahwa keadaan itulah yang paling baik buat kita. Padahal, Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam sendiri yang berpesan agar kita meninggalkan harta untuk keturunan kita, agar mereka tidak hidup susah sepeninggal kita. Apakah ada kontradiksi dalam sikap Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam ? Yang terjadi bukanlah kontradiksi, melainkan kegagalan dalam memahami masalah. Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam mengetahui bahwa ajaran yang diwariskannya itu berlaku hingga akhir jaman. Oleh karena itu, yang digunakan adalah standar kecukupan, bukan nilai nominal. Asalkan ahli waris dapat hidup layak, maka itu sudah cukup. Kehidupan di jaman Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam sangat berbeda dengan sekarang. Dulu, kalau lapar, tinggal panjat pohon kurma di kebun sendiri, atau perah susu dari kambing milik sendiri, atau sembelih unta sendiri. Waktu itu belum ada sekolah, hanya ada shuffah yang 100% gratis. Oleh karena itu, anak-anak tak perlu asuransi pendidikan. Sekarang, segalanya harus dibeli dengan uang. Kecuali para juragan, hampir tak ada yang punya kebun yang hasilnya bisa dipetik sendiri atau ternak yang produktif di rumahnya. Untuk makan dan sekolah, semuanya harus dengan uang.
Kalau dulu orang naik unta, dan unta makan rumput, sekarang orang naik mobil dan motor, sedangkan mobil dan motor makannya bensin dan solar. Semuanya butuh uang. Karena itu, wafat dengan tidak mewariskan apa-apa akan sangat menyulitkan bagi ahli warisnya. Mengambil jenazah korban kecelakaan di RSCM pun hanya bisa dengan membayar dengan uang. Nanti menguburnya pun harus keluar uang lagi. Apa yang cukup di jaman Rasulullah saw. belum tentu cukup di jaman sekarang.
Sudah saatnya umat Islam meninggalkan cara berpikirnya yang dibumbui oleh romantika kemiskinan. Kita tidak harus miskin, bahkan seharusnya kita tidak miskin. Miskin adalah kondisi finansial aktual, yang bisa saja berubah seiring waktu. Akan tetapi kalau miskin visi, miskin cita-cita, dan miskin nyali, apalagi kalau dibumbui dengan dengki, kelihatannya memang tak ada masa depan bagi kalangan 'urat miskin' yang seperti ini.
Wallaahu a'lamu bish_shawaab
02/05/2019
Udah Taat Di Bilang Bid'ah. Preman : "DULU WAKTU GUE MASIH DI JALANAN, ANTUM PADA KEMANA?"
"...Gue dulu hidup dijalanan, hari-hari kerjaan gue mabok, malakin orang, judi rutin, bikin rusuh, bahkan bunuh orang aja pernah gue lakuin...Hidup gue nggak jelas, boro2 sholat, kotak amal masjid aja gue colong.
Trus datang budak-budak Tabligh ini peluk gue, ajak ngomong, do'ain dan ajak gue ke masjid. Gue diajarin lagi cara wudhu, cara sholat belajar ngaji, bahkan gue diajarin ngajak temen2 mabok gue yang lain supaya ke masjid juga.....
Sekarang antum-antum bilang gue sok alim, nggak punya ilmu, antum bilang tatto gue haram dan gue pasti masuk neraka, amalan gue bid'ah, gue ini sesat dan menyesatkan... Bahkan antum bilang orang kafir masih lebih baik daripada gue....
Dulu waktu gue masih di neraka jalanan antum pada kemana?, sekarang gue di Masjid antum datang mau masukkin gue keneraka....
Kalo kagak disabar-sabarin sama budak-budak temen gue, antum-antum ni sudah gue karungin dan buang kelaut aja...
Sorry bro....gue memang belom jadi orang baik.... tapi gue lagi berjuang jadi orang baik dan bener..."
Semoga kita mampu mengharagi sekecil apa pun kebaikan orang, dan i'tikad baik untuk kembali pada ALLOH..
Hadis yang dimaksud diriwayatkan dari Ibnu Masโud radhiyallahu โanhu, Nabi shallallahu โalaihi wa sallam bersabda,
ูุงู ููุฏูุฎููู ุงููุฌููููุฉู ู
ููู ููุงูู ููู ููููุจููู ู
ูุซูููุงูู ุฐูุฑููุฉู ู
ููู ููุจูุฑ
Tidak masuk surga orang yang dalam hatinya ada kesombongan seberat zarrah dalam hatinya.
Wallahu'alamu..
Abu Shalahuddin
Kisah di sadur dari
https://www.facebook.com/fafha.divers/posts/2433987319966369
02/05/2019
Marhaban ya Ramadhan โฆ
Semoga bulan ini penuh BBM (Bulan Barokah dan Maghfirah)
Mari kita PREMIUM (Pre Makan dan Minum)
Serta SOLAR (Shalat Lebih Rajin)
MINYAK TANAH (Meningkatkan Iman dan Banyak Tahan Nafsu Amarah)
Serta PERTAMAX (Perangi Tabiat Maksiat)
Click here to claim your Sponsored Listing.
Location
Category
Contact the school
Telephone
Address
Jalan Darussalam 26 ABC
Medan
20119