Kajian Islam Remaja - KIR Medan

Kajian Islam Remaja - KIR Medan

Share

Muda, Beda, Bertaqwa...!!!

05/05/2017

Bagaimana caranya supaya shalat kita khusyu?
Assalamu’alaykum….

Ust, bagaimana caranya supaya shalat kita khusyu? (Faizal – Bogor)

Wa’alaykum salam wr. Wb.

Saudaraku yang dirahmati Allah.

Ada beberapa kiat khusyu' dalam shalat yang kerap kali disinggung oleh para ulama dalam kitab-kitab mereka. Khususnya yang berkenaan dengan hukum dan tata cara shalat. Di antaranya:

1. Mengenal Allah, Menghadirkan, Mengagungkan dan Takut Kepada-Nya.

Orang yang paling khusyu' dalam shalat adalah orang yang paling bertakwa. Maksudnya, hanya orang-orang yang berilmu yang tergolong bertakwa kepada Allah.

2. Ikhlash Dalam Melaksanakannya

Satu amalan yang dilakukan dengan ikhlas, dengan sendirinya akan mudah meleburkan diri si hamba secara menyeluruh ke dalam ibadah itu sendiri.

3. Menghindari Berpalingnya Hati Dan Anggota Tubuh Dari Shalat

Aisyah pernah bertutur: "Aku pernah bertanya kepada Rasulullah tentang berpalingnya wajah di kala shalat, ke arah lain. Beliau menjawab: "Itu adalah hasil curian setan dari shalat seorang hamba." Ath-Tayyibi menyatakan: "Dinamakan dengan "hasil curian", menunjukkan betapa buruknya perbuatan itu. karena orang yang shalat itu tengah menghadap Allah, namun setan mengintai dan mencuri kesempatan. Apabila ia lengah, setan langsung beraksi! Diriwayatkan oleh Muslim: 832 dan Ahmad: IV/ 112-385.

4. Memelihara Tuma'ninah (Ketenangan), Dan Tidak Terburu-buru Dalam Shalat

Hal ini terpahami jelas dari hadits tentang "Shalat orang yang asal-asalan", yang lalu dikoreksi oleh Nabi. Bahkan orang itu disuruh mengulangi shalatnya dengan sabda beliau, yang artinya: "...dan ruku'lah sehingga kamu tuma'ninah dalam ruku' itu. Lalu tegaklah berdiri sampai kamu tuma'ninah dalam berdiri...dst".

5. Semangat Dalam Melakukannya

Ini satu hal yang lumrah. Karena tatkala seseorang shalat dengan seenaknya, malas dan tidak bersemangat; jelas tak akan dapat diharapkan kehusyu'annya.

6. Memilih Tempat Shalat Yang Sesuai

Artinya yang memenuhi syarat agar bisa membuat shalat kita menjadi khusyu'. Tempat yang tenang, jauh dari keributan, dan terhindar dari hal-hal/sesuatu yang menghalangi malaikat (rahmat) untuk memasuki tempat kita menunaikan shalat.

7. Menghindari Segala Yang Menyibukkan Dan Mengganggu Shalat

Termasuk dalam lingkaran larangan itu, shalat di kala makanan sudah dihidangkan, atau shalat di kala sedang menahan buang air kecil atau besar.

8. Memanjangkan Bacaan

Memanjangkan bacaan Al Quran dalam shalat, seringkali membantu proses kekhusyu'an, terutama bagi yang mengerti kandungan makna bacaan itu, atau bagi orang yang dianugerahi Allah kelembutan jiwa.

9. Hendaknya kita shalat, seperti shalatnya orang yang akan bepergian jauh (meninggalkan alam fana)

Rasulullah pernah menegaskan: "Apabila engkau melakukan shalat, maka shalatlah kamu, dengan shalatnya orang yang akan meninggalkan alam fana..." Yang dimaksud, agar kita shalat dengan shalatnya orang yang rindu untuk berjumpa Allah.

Demikianlah beberapa tips untuk membantu menjadikan shalat kita khusyu. Semoga bermanfaat. Wallahu a’lam[]

di muat di majalah remaja islam drise edisi 08

Photos 12/02/2017

Tadi pagi diminta ngisi kajian remaja Islam seputar cinta. Tahu sendiri, bulan februari identik dengan perayaan hari kasih sayang sedunia di kalangan remaja.

Semoga bisa menginspirasi remaja untuk bangga menjadi remaja muslim dan say no to valentine.

Yang mau materinya, silakan download di mari >> https://goo.gl/Xw8D30

Sila share postingan ini jika bermanfaat dan ajak kawan-kawan remaja untuk gabung di group ini... ^_^

Ustadz Hafidz

Photos 11/02/2017

Sila Remaja Medan untuk hadir di acara Mabit

03/02/2017

SMART ( Student Muslim Adventure )
"2017's Spirit Be An Amazing Muslim"

Ajang liburan sekolah kemarin (28-29/01) dimanfaatkan oleh Tim Lembaga Dakwah Sekolah (Bogor Barat, Tanah Sareal & Kayumanis), untuk menyelenggarakan agenda Remaja & Pelajar yang bertemakan SMART (Student Muslim Adventure) yang bertempat di Villa Sari, Bojong Neros, Kota Bogor.

Acara ini dihadiri oleh kurang lebih 30 Peserta dari berbagai sekolah yang ada di Kota Bogor.

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai agenda lanjutan Pasca MY Movement yang diadakan pada Bulan November 2016. Dengan menghadirkan Trainer Remaja seperti Ust. Ageng Budiansyah dan Ust. Abdul Ramli sebagai pemateri dapat memberikan pencerahan dan wawasan keislaman yang dalam bagi seorang pelajar dan remaja. Rangkain acara pun semakin menarik dengan adanya kegiatan outbond yg menyajikan games-games edukatif.

Sebagai titik Point dari acara ini, para pelajar dan remaja diajak agar mempunyai pandangan hidup yang jelas dan benar serta selalu dibimbing dengan Pemahaman Islam yang mampu menjadikan mereka sebagai Pelajar dan Remaja yang Berprestasi, baik di Dunia maupun Akhirat.

"Acara ini sangat seru karna selain bertemu dengan teman baru kami juga dapat menambah ilmu yang bermanfaat untuk kehidupan kami, dan semoga acara ini terus diadakan kedepannya". Pungkas Ridwan, salah 1 pelajar SMK Bina Sejahtera 2 Kota Bogor.

===
Kamu punya acara yang keren juga, jangan sungkan kirim ke kita
[email protected] biar kita kasih tahu dunia.. ^_^

04/01/2017

Bersatu Kita Strooong!

Amazing! Keren! Dahsyat! Berbagai ungkapan kekaguman terlontar saat mengomentari Aksi Bela Islam (ABI) ketiga. Gimana nggak, jumlah pesertanya tumplek memenuhi ruas jalan protokol. Jalannya acara damai tanpa anarkis. Lokasi acara kembali bersih tak lama setelah acara berakhir.

Semangat peserta, tetap terjaga hingga enggan beranjak dari barisan shaf shalat jumat di jalan raya meski diguyur hujan. Keren badai!

ABI menunjukkan pada kita kalo persatuan umat Islam itu nyata. Meski banyak kendala, tak menyurutkan semangat peserta dari berbagai penjuru nusantara untuk berangkat ke Jakarta. Pertanyaannya, apa yang mendorong para peserta ABI datang dari berbagai daerah dan rela mengorbankan banyak waktu, tenaga, dan harta? Temukan jawabannya di bahasan utama Drise Januari 2017. Bersatu kita Strooong!

Selain bahasan utama yang asyik, masih banyak tema rubrik lain yang tak kalah serunya.
- Buat kamu yang sering kirim naskah ke redaksi tapi belum lolos seleksi, pantengin rubrik writepreneur ya. Stt..Ada bocorannya biar dimuat.
- Ada bahasan bendera Islam liwa dan rayah yang populer saat aksi 212 lalu di rubrik the most.
- Jangan remehkan kekuatan netizen di rubrik ngoprek dumay yang bisa mempengaruhi perubahan sosial politik. seru!
- Dakwah kreatif via semprotan cat pylox ternyata bukan cuman dominasi kaum adam. Ada juga muslimah bomber di rubrik female corner yang piawai main grafiti.
- Buat kamu calon ibu, ada liputan seru Kongres Ibu Nasional dan obrolan dengan Ustadzah Rezki tentang ketahanan keluarga. Asyik!
- Lanjutan epik HEKA juga makin greget lho
- Tak lupa kabar dari luar yang bercerita pengalaman mengislamkan sang buah hati di negeri non Muslim itu jangan sampai kelewat.
- Yang s**a berselancar di dunia maya wajib baca Media Watch biar aktifitasnya bermanfaat untuk umat.

Oh ya, intip juga petualangan menegangkan muslim Rohingya yang nongol di rubrik monogatari. Juga buku yang kita rekomendasikan serta opini driser yang menghiasi rubrik share your mind.

Saya nggak minta kamu segera pesan via WA ke 085814771511, cuman pengalaman edisi sebelumnya mereka yang menunda-nunda cuman bisa gigit jari. Hehehe...makanya segera kontak pengedar drise langganan di kotamu atau tanya via WA ke 085814771511 kalo belum tahu keberadaannya. Yuk pesan sebelum kehabisan!

Majalah Remaja Islam D'Rise 07/12/2016

Bahasa Masa Depan Alay

Majalahdrise.com Alkisah ada seorang bule datang ke Indonesia. Jauh-jauh hari itu buleh udah getol belajar Bahasa Indonesia. Iya d**g, biar komunikasi dengan pribumi lebih mudah. Soalnya ia denger-denger, orang Indonesia banyak yang Bahasa Inggris pas-pasan.
Pas mereka ngomong, pas nggak ada dalam kosakata inggris. Saat hendak menuju Monumen Nasional (Monas), untuk meyakinkan arahnya, bertanyalah ia pada seorang pemuda alay yang nongkrong dekat Stasiun Gambir. Bule: “Maaf, benarkah jalan menuju Monas yang ke kanan?” Jawab si Alay: “Yoi.” Si bule kebingungan, sambil buka kamus percakapan Bahasa Inggris-Bahasa Indonesia, nyari-nyari arti kata “yoi”. Nihil. Ya iyalah, sampai kesemutan juga nggak ketemu dah.
Lantaran orang bule itu belajar Bahasa Indonesia sesuai dengan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Sementara kita? Banyak banget yang nggak ngerti Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Bahasa baku sama sekali nggak populer. Nulis EYD pun salah-salah melulu. Kalo ngerti pun, kadang juga nggak dipraktikkan. Merasa terlalu kaku. Kurang luwes kalo buat percakapan sehari-hari. Apalagi kalo buat guyonan, masak harus pakai EYD? Hehe… Walhasil, Bahasa Indonesia baku kini kalah populer sama bahasa alay. Entah siapa pelopor dan produsennya, kini istilah-istilah alay alias bahasa gaul sangat meng-Indonesia (atau mungkin sudah mendunia, ya?). Contohnya istilah gaje, gajebo, bingit, mihil, cius miapa, curcol, cukstaw, cemungut, japri, bais, boil, afgan, kamseupay, unyu, woles, prikitiew, baper, mager, dll. Ada lagi yang singkatan macam GJ, PM, PW, DL, CMIIW, GWS, KEPO, PHP, dll. (ada yang belum tahu kepanjangannya? PR ya, hehe…).
Padahal, gaya bahasa alay bener-bener melabrak kaidah Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Cenderung nyeleneh, rumit, sulit dimengerti dan bahkan dibolak-balik kayak gorengan aja. Orang yang nggak ngerti dibikin mengernyitkan dahi untuk mencerna maknanya. Biasanya baru ngeh setelah dikasih tahu arti sebenarnya. Aha..! Mengancam Eksistensi Emang sih, pake bahasa gaul sah-sah aja buat percakapan sehari-hari, karena bikin luwes dan akrab. Asal sesuai waktu dan tempat aja penggunaannya. Tapi, jangan keterusan dan kebablasan banget bikin bahasa alay-nya. Sampai menjungkir-balikkan ejaan sebenarnya.
Soalnya, tanpa disadari, lama-lama bahasa ini dapat mengancam eksistensi Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Kata-kata yang benar hilang berganti kata-kata gaul. Selain itu, berkembangnya bahasa tersebut dapat mengancam kemampuan berbahasa generasi muda zaman sekarang, karena jauh sekali dari kaidah-kaidah yang sesuai dengan EYD. Padahal, kemampuan berbahasa yang baik dan benar itu sangat penting. Bayangkan, dalam kehidupan sehari-hari, kita nggak lepas dari komunikasi. Itu artinya bahasa kita gunakan setiap hari, sepanjang masa, sepanjang usia, dan seumur hidup. Di manapun dan kapanpun, kita memerlukan bahasa. Komunikasi juga nggak hanya lisan, tapi tulisan. Hari ini, sangat sedikit orang yang bisa menulis EYD dengan baik dan benar.
Bahkan untuk hal-hal kecil yang tampak sepele, banyak nggak tepatnya. Seperti menulis nama jalan, nama instansi, tanda-tanda peringatan di tempat umum dan bahkan nama gerobak pedagang kaki lima atau pantat truk pun salah. Misal: Jual Mie Ayam, Tata Tertip Sekolah dan Tiket Bis. Seharusnya Jual Mi Ayam, Tata Tertib Sekolah dan Tiket Bus. Itu baru soal ejaan kata. Belum lagi soal titik koma, di-ke-dari, me-ber-pe, pun, dan imbuhan-imbuhan lainnya.
Belum lagi soal sinonim, antonim, akronim, dll. Anehnya, semakin ke sini, Bahasa Indonesia menjadi semakin tidak diminati untuk dipelajari dengan sungguh-sungguh. Sebaliknya, lebih merasa hebat kalo bisa menguasai bahasa alay. Juga, lebih getol mempelajari bahasa asing yang sedang happening. Seperti Bahasa Inggris, Jepang atau Korea.

Majalah Remaja Islam D'Rise Bacaan pas remaja cerdas dengan bahasa yang gaul, mudah dicerna, trendy, dan solusi syar'i. | Follow | Keagenan 0858 10 400 774

04/12/2016

7 (tujuh) MACAM PERSAHABATAN,
Tapi Hanya 1 Tersisa Sampai Di Akhirat .

1. “Ta’aruffan” , adalah persahabatan yang terjalin karena pernah berkenalan secara kebetulan, seperti pernah bertemu di kereta api, halte, rumah sakit, kantor pos, ATM, bioskop dan lainnya.

2. “Taariiihan”, adalah persahabatan yang terjalin karena faktor sejarah, misalnya teman sekampung, satu almamater, pernah kost bersama, diklat bersama dan sebagainya.

3. “Ahammiyyatan”, adalah persahabatan yang terjalin karena faktor kepentingan tertentu, seperti bisnis, politik, boleh jadi juga karena ada maunya dan sebagainya.

4. “Faarihan”, adalah persahabatan yang terjalin karena faktor hobbi, seperti teman futsal, badminton, tenis, berburu, memancing, dan sebagainya.

5. “Amalan”, adalah persahabatan yang terjalin karena satu profesi, misalnya sama-sama dokter, guru, dan sebagainya.

6. “Aduwwan”, adalah seolah sahabat tetapi musuh, di depan seolah baik tetapi sebenarnya hatinya penuh benci, menunggu, mengincar kejatuhan sahabatnya, “Bila engkau memperoleh nikmat, ia benci, bila engkau tertimpa musibah, ia senang” (QS 3:120).

Rasulullah mengajarkan doa, “Allahumma ya Allah selamatkanlah hamba dari sahabat yg bila melihat kebaikanku ia sembunyikan, tetapi bila melihat keburukanku ia sebarkan.”

7. “Hubban Iimaanan”, adalah sebuah ikatan persahabatan yang lahir batin, tulus saling cinta & sayang krn ALLAH, saling menolong, menasehati, menutupi aib sahabatnya, memberi hadiah, bahkan diam2 dipenghujung malam, ia doakan sahabatnya.

Boleh jadi ia tidak bertemu tetapi ia cinta sahabatnya karena Allah Ta’ala.

Dari ke 7 macam persahabatan diatas, 1 – 6 akan sirna di Akhirat. yang tersisa hanya ikatan persahabatan yang ke 7, yaitu persahabatan yang dilakukan karena Allah (QS 49:10),

“Teman2 akrab pada hari itu (Qiyamat) menjadi musuh bagi yang lain, kecuali persahabatan karena Ketaqwaan” (QS 43:67).

Selalu saling mengingatkan dlm kebaikan dan kesabaran.

Saudraku yang aku cintai karena Allah..
"Sahabat, dengarkanlah sejenak...

Di riwayatkan, bahwa: Apabila penghuni Surga telah masuk ke dalam Surga, lalu mereka tidak menemukan sahabat-sahabat mereka yang selalu bersama mereka dahulu di dunia, mereka bertanya tentang sahabat mereka itu kepada Allah Subhaanahu wa ta'ala ...
"Yaa Rabb...Kami tidak melihat sahabat-sahabat kami yang sewaktu di Dunia, Shalat bersama kami, Puasa bersama kami dan berjuang bersama kami,"

Maka Allah subhanahu wa ta'ala berfirman: "Pergilah ke neraka, lalu keluarkan sahabatmu yang di hatinya ada Iman walaupun hanya sebesar dzarrah."
(HR. Ibnul Mubarak dalam kitab "Az-Zuhd")

Al-Hasan Al-Bashri berkata:
"Perbanyaklah Sahabat-sahabat Mu'min-mu, karena Mereka memiliki Syafa'at pada hari kiamat."

Ibnul Jauzi pernah berpesan kepada Sahabat-sahabatnya sambil menangis:
"Jika kalian tidak menemukan aku nanti di surga bersama kalian, maka bertanyalah kepada Allah ta'ala tentang aku, "Wahai Rabb Kami.. Hamba-Mu fulan, sewaktu di dunia selalu mengingatkan kami tentang ENGKAU. Maka masukkanlah dia bersama kami di Surga-Mu.

" Sahabatku....
Mudah-mudahan dengan ini, aku telah Mengingatkanmu Tentang Allah ta'ala...Agar aku dapat bersamamu kelak di Surga & meraih Ridha-Nya...
Aku memohon kepada-Mu...

"Karuniakanlah kepadaku Sahabat-Sahabat yang selalu mengajakku untuk Tunduk, patuh & Taat kepada Syariat-Mu...Kekalkanlah persahabatan kami hingga kami bertemu di akhirat nanti dengan-Mu...Amiin..

Terima kasih sahabat.... Semoga Allah mengumpulkan kita didalam Firdaus-Nya. Aamiin...

Photos 02/12/2016
30/11/2016

Hijab Is My Identity [bag I]

ku begitu tertarik dengan negeri matahari terbit, entah sejak kapan mulainya. Satu hal yang begitu pasti adalah aku terus jatuh cinta dengan negeri matahari terbit itu meskipun kini sudah menempuh pendidikan S1 di jurusan teknologi industri pertanian di kampus yang katanya menjadi idaman banyak orang. Kampus dengan almameter berwarna biru d**gker, yang biasa disebut dengan nama kampus pertanian. Sebenarnya usai menempuh jenjang Sekolah Menengah Atas, aku ingin sekali melanjutkan kuliah di Jepang, tapi sepertinya takdir berkata lain.
Kedua orangtuaku tidak mengizinkan dengan pertimbangan jarak dan masalah ekonomi. Memasuki tahun kedua di kampus pertanian ini, aku masih menyimpan mimpi itu, masih sama bergairahnya dengan dulu untuk bisa kuliah di negeri sakura itu. Ah, jika tak bisa sarjana disana, pasca sarjana pun tak apa, tapi terlalu lama rasanya. Ah, menunggu memang selalu begitu. Aku masih berkutat didepan laptop. Sibuk. Tanganku dengan gesit memasukkan keyword ‘pengalaman kuliah di Jepang’ di kolom search engine. “Aih, ini dia yang ku cari” Seruku girang. Ternyata alumni kampusku juga ada yang mendapat beasiswa ke Jepang. Harapanku kembali bersinar “If he can, why i can’t…?” . Ia memperoleh beasiswa U to U. Program beasiswa ini adalah program beasiswa U to U antara IPB dengan Tokyo University of Agriculture atau yang biasanya dikenal dengan sebutan Tokyo Nodai (singkatan dari Toukyou Nougyou Daigaku).
Program ini adalah program S1 yang sepenuhnya dibiayai oleh Tokyo Nodai, di mana setiap tahunnya di bawah program yang diberi nama Special Foreign Student Scholarship (特別留学生-tokubetsu ryuugakusei), Nodai menerima 1-2 orang mahasiswa asing dari berbagai sister-university. Untuk Indonesia, sister-university Nodai dalam program ini adalah IPB. Biasanya setiap tahun IPB melakukan seleksi dan kemudian mengirimkan 2 orang mahasiswanya yang terpilih untuk menyelesaikan program S1 di sana. Tingkat berapa pun mahasiswa yang terpilih, nantinya akan memulai kembali dari awal semester 1. Namun SKS yang sudah didapat bisa ditransfer sehingga dapat membantu mengurangi jumlah SKS yang diperlukan untuk kelulusan. 3 bulan kemudian Setelah 1 bulan yang lalu disibukkan dengan perburuan beasiswa. Seminggu yang lalu disibukkan dengan kertas dan berkas-berkas penting. Kini perjuanganku terbayar sudah. Ya, hari ini aku menikmati sunrise di negerinya, negeri matahari terbit. ‘Hadza min fadli Rabbi’ bisikku mengucap syukur.
Hari-hari pertama di Jepang, aku belajar banyak hal, beradaptasi dengan lingkungan, makanan, cuaca dan tentunya juga bahasa. Baju dingin menjadi salah satu pakaian wajib di musim dingin ini. Untuk masalah bahasa sendiri, aku rutin mengikuti kursus bahasa Jepang mengingat program beasiswa U to U tidak menyediakan program bimbingan belajar bahasa dan budaya ditahun pertama seperti beasiswa lainnya. Di Jepang, aku menemukan orang-orang begitu sibuk. Semua waktu digunakan dengan baik, untuk les, belajar,kerja dsb. Waktu kerja karyawan di Jepang berkisar sekitar 18 jam. Untuk perkuliahan tak jarang kami masuk jam 07.00 a.m dan harus pulang jam 10.00 pm.
Bisa dikatakan orang Jepang adalah orang-orang yang gila kerja dan belajar, tak heran tentunya mereka bisa begitu cerdas dan maju. Satu lagi budaya Jepang yang tak kalah unik dan luarbiasa adalah budaya disiplin. Budaya ini terlihat jelas telah mengakar di masyarakat, mulai dari jam masuk kuliah, jam buka toko, sampai pemberangkatan kereta semuanya terjadwal dengan pasti, tidak lebih dan tidak kurang. bersambung….
di muat di majalah remaja islam drise edisi 51

Photos 16/11/2016

Sudah terlambat Jon ...

"Jon, di desa kita ada warung jual miras. Ayo kita tindak!"

"Nggak usah. Yang penting kita sendiri jadi orang baik."

Sebulan kemudian.

"Jon, para pemuda mulai s**a mabuk-mabukan di warung itu. Ayo kita tindak sebelum terlambat!"

"Buat apa? Lha wong mereka juga nggak ganggu kita, kok. Perbaiki diri sendiri dulu lah"

Sebulan lagi berlalu.

"Jon, sekarang warung itu dibangun tambah megah. Nggak cuma jual miras, sudah ada pelacurnya juga. Setengah penduduk desa sudah jadi pelanggan. Kalau kita tidak menindak sekarang, besok-besok kita nggak akan punya kekuatan lagi."

"Urus diri sendiri dulu, nggak usah ngurusin orang lain, doain saja ga terjadi apa apa"

Setahun kemudian.

"Jon, desa kita sudah jadi pusat maksiat. Masjid mau dirobohkan. Kamu, sebagai ta'mirnya, juga akan diusir."

"Lho, lho. Kok gitu? Ya jangan gitu, d**g. Ayo kita lawan mereka!"

"Sudah terlambat, Jon. Kita sudah jadi minoritas. Dulu saat mereka dengan getol menanamkan ideologi dan memperluas kekuasaan, kita cuma sekedar jadi orang baik, cuma doa, Ternyata itu tidak cukup tanpa usaha"

Analogi seperti ini yg sedang menimpa kaum muslimin kita sekarang.

Yuuukkk kita robah pola fikir dan pola sikap kita, tetatp istiqomah dijalan Islam serta berkontribusi dalam Dakwah untuk Melanjutkan Kehidupan Islam.

Photos 13/11/2016

Training "The Real Muslim Style" oleh Trainer kita Ustadz Ricky Setyawan Kartaatmaja.


Photos 13/11/2016

Kata Sambutan dari Ketua Panitia MY Movement 2016 Ustadz Efendy Abdullah.


Want your school to be the top-listed School/college in Medan?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Category

Website

Address


Jalan Amaliun No 90
Medan
20216