Ar-Raudlatul Hasanah

Ar-Raudlatul Hasanah Halaman Resmi Facebook Pondok Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah-Medan

Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Medan menggelar peringatan maulid Nabi Muhammad SAW yang penuh khidmat bersama Da'i Nasio...
25/08/2026

Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Medan menggelar peringatan maulid Nabi Muhammad SAW yang penuh khidmat bersama Da'i Nasional asal Papua Barat, KH. Fadlan Garamatan, serta anggota DPR RI, Dr. H. Musa Rajekshah, M.Hum., pada Senin, 24 Agustus 2026.

Kegiatan yang berlangsung di kompleks pesantren pada pukul 10.00 hingga 12.25 WIB tersebut dihadiri oleh seluruh santri dan santriwati, dewan ustaz dan ustazah, serta jajaran pimpinan pesantren; Ketua Umum Badan Wakaf, Pimpinan, Direktur, Ketua STIT Ar-Raudlatul Hasanah, dan para Kepala Bidang.

Dalam tausiahnya, KH. Fadlan Garamatan membagikan kisah penuh haru dan motivasi tentang perjalanan dakwahnya di pelosok pedalaman Papua (Nuu Waar). Julukan khas "Ustaz Sabun" melekat padanya karena cara dakwahnya yang unik dan menyentuh hati masyarakat pedalaman. Di wilayah tempat masyarakat suku lokal belum mengenal cara membersihkan diri, Ustaz Fadlan memulai dakwahnya dengan penuh kesabaran; mengajari para kepala suku dan warga mandi menggunakan sabun serta keramas dengan sampo.

Pendekatan kemanusiaan dan kebersihan yang menyegarkan tubuh tersebut berbuah manis. Melalui kelembutan, perjumpaan dakwah, dan dialog seusai shalat berjamaah, sebanyak 3.712 warga pedalaman beserta para kepala sukunya tergerak hati untuk memeluk agama Islam dan bersyahadat bersama di atas panggung dakwah. Perjuangan ini bukannya tanpa halangan, beliau pernah dipanah, ditombak, hingga beberapa kali mendekam di penjara demi memperjuangkan hidayah bagi masyarakat pedalaman.

Ustaz Fadlan juga menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat pada masa itu yang telah memberikan bantuan pembangunan hingga 300 masjid di Papua serta memfasilitasi keberangkatan haji bagi para kepala suku. Lebih lanjut, beliau mengumumkan pergerakan dakwah bersama Yayasan H. Anif yang menargetkan pembangunan 99 masjid, di mana pembangunan masjid ke-70 dijadwalkan berdiri kokoh di tanah Papua. "Kami akan melanjutkan terus pergerakan dakwah ini, terkhusus di daerah-daerah minoritas Muslim," tegas beliau.

Sementara itu, Dr. H. Musa Rajekshah, M.Hum., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas kesempatan dapat berjumpa langsung dengan sang Da'i Nasional Papua di Medan. Beliau menegaskan bahwa kisah perjuangan Ustaz Fadlan di daerah pelosok yang sulit dijangkau harus menjadi pelecut semangat dakwah bagi generasi muda.

"Dunia ini hanya sementara. Kami berharap seluruh santri dan santriwati siap meneruskan estafet dakwah Islam hingga masa depan. Kalian tentu menjadi harapan besar orang tua untuk sukses, baik di dunia maupun di akhirat," pesan Musa Rajekshah kepada seluruh santri.

Acara diakhiri dengan doa bersama, menyatukan harapan agar pesan kebaikan dan semangat dakwah yang disampaikan hari ini terus bergema dalam jiwa seluruh santri dan santriwati Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah.

Keluarga Besar Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah mengucapkan selamat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H. Semoga a...
25/08/2026

Keluarga Besar Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah mengucapkan selamat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H.

Semoga akhlak mulia dan keteladanan Rasulullah SAW senantiasa menjadi pedoman bagi kita dalam menabur kebaikan, mempererat silaturahmi, dan membangun peradaban.
➖➖➖➖➖➖➖➖➖⁣⁣⁣➖➖➖➖➖⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
➖➖➖➖➖➖➖➖➖⁣⁣⁣➖➖➖➖➖⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣.
⁣⁣⁣⁣⁣⁣Akun ini dikelola oleh Sub HUMAS dan Dokumentasi Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
Kritik dan saran
📲 : 082160008001
⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣

⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣raudhah
⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣


kotamedan
sumut
pesantren
pesantrenmedan
pondok
pesantrenmodern

RAUDHAH – Santri dan santriwati kelas 5 KMI Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah menghadirkan penampilan terbaik melalui Maha ...
24/08/2026

RAUDHAH – Santri dan santriwati kelas 5 KMI Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah menghadirkan penampilan terbaik melalui Maha Karya Akbar Drama Arena 537 yang digelar pada Kamis–Jumat malam, 21–22 Agustus 2026/7–8 Rabi’ul Awal 1448 H. Mengusung tema “Risaalah”, Drama Arena tahun ini tidak hanya menjadi panggung kreativitas seni, tetapi juga ruang untuk menyampaikan pesan pendidikan, keteladanan, dan semangat perubahan.

Drama Arena merupakan salah satu rangkaian kegiatan Pekan Perkenalan Khutbatul ‘Arsy di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah. Kegiatan ini menjadi wadah bagi santri dan santriwati kelas 5 KMI untuk menampilkan berbagai kreativitas yang telah dipersiapkan secara kolektif, sekaligus melatih keberanian, kepemimpinan, kerja sama, kedisiplinan, dan kemampuan menyampaikan pesan melalui seni.

Pada DA 537, tema “Risaalah” memiliki makna yang sangat mendalam. Melalui “Risaalah”, santri dan santriwati kelas 5 KMI diharapkan mampu meneladani perjuangan Rasulullah ﷺ dengan memulai perubahan dari diri sendiri.

Dari pribadi yang baik diharapkan lahir keluarga yang baik, masyarakat yang baik, hingga peradaban yang lebih baik. Semangat tersebut selaras dengan firman Allah SWT dalam Surah As-Saffat ayat 37:

﴿بَلْ جَاءَ بِالْحَقِّ وَصَدَّقَ الْمُرْسَلِينَ﴾

“Sebenarnya, dia (Muhammad) datang membawa kebenaran dan membenarkan para rasul.”

Ayat tersebut menjadi doa dan harapan bagi mereka agar senantiasa dekat dengan Al-Qur’an, menjadikannya sebagai pedoman hidup, serta tumbuh sebagai generasi yang membawa kebenaran, menjaga amanah, dan menghadirkan keteladanan di mana pun mereka berada.

Rangkaian acara Drama Arena 537 dirancang secara terstruktur dengan memadukan seni, musik, drama, tari, video, sastra, dakwah, dan pesan moral. Penampilan diawali dengan video ucapan selamat dan nasyid, kemudian dilanjutkan dengan penampilan tilawah Al-Qur’an, sambutan, tari persembahan, serta pembukaan acara.

Memasuki pertunjukan utama, suasana panggung semakin hidup melalui Grand Opening yang kemudian dilanjutkan dengan berbagai penampilan tematik. Pada penampilan putra, di antaranya terdapat Buya Hamka, Shalawat Akbar, Tundang-Tundangan, Pantomim, Tazkir, La Fuerza, Fighter, Sirat (Sidang Rakyat), Pudar, Becaks, T.K.P (The King of Pop), D.K.S (Dukun Katanya Sakti), A.O.T (Art of Talent), hingga Folk Song.

Sementara itu, penampilan putri menghadirkan rangkaian karya seperti Grand Opening, Drama “Rahma El Yunusiyah”, Gen Berkata, Shalawat Akbar, SHS (Suara Hati Santriwati), Ignite, Sang Garuda, Ibadah, Drama Kabaret, ASEAN Dance, hingga Folk Song.

Keunikan Drama Arena 537 juga terlihat dari penggunaan video-video pendek sebagai penghubung antarrangkaian penampilan. Video tersebut memuat pesan moral, pendidikan, kehidupan santri, keteladanan, serta berbagai refleksi yang bernuansa nilai-nilai Islam. Kehadiran video membuat pertunjukan tidak hanya berfokus pada panggung, tetapi juga menghadirkan pesan yang dapat direnungkan oleh para penonton.

Rundown yang telah disusun menunjukkan bahwa pertunjukan berlangsung dalam rangkaian panjang dengan perpaduan antara penampilan langsung dan multimedia. Pada penampilan putra, keseluruhan rangkaian tercatat memiliki durasi sekitar 3 jam 18 menit, sedangkan rangkaian putri berlangsung sekitar 3 jam 24 menit. Pengelolaan panggung, tata cahaya, suara, mikrofon, video, serta perpindahan antarpementasan menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran pertunjukan.

Di balik kemeriahan tersebut, terdapat proses panjang yang menuntut kekompakan seluruh anggota angkatan. Setiap santri dan santriwati mengambil peran masing-masing, baik sebagai pemain drama, penari, penyanyi, pembawa acara, pengisi video, pengisi musik, maupun bagian teknis pertunjukan.

Hal ini menjadikan Drama Arena sebagai bagian dari pendidikan yang berlangsung melalui pengalaman langsung. Santri belajar bagaimana sebuah karya besar tidak dapat diwujudkan oleh satu orang, melainkan membutuhkan kerja sama, pengorbanan, kedisiplinan, tanggung jawab, kreativitas, dan kesungguhan.

22/08/2026

Aksi yang ditampilkan bukan sekadar penampilan biasa, pertunjukan tundang-tundangan yang unik, menarik, dan kreatif dengan gaya khas para santri di Drama Arena 537

✍️ “ Merajut Cinta Kepada Sang Baginda Nabi Muhammad saw bersama Ustaz Fadlan Garamatan”Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah m...
22/08/2026

✍️ “ Merajut Cinta Kepada Sang Baginda Nabi Muhammad saw bersama Ustaz Fadlan Garamatan”

Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad saw 1448 H dengan penuh hikmah. Kali ini, bersama ustaz Fadlan Garamatan. InsyaAllah acara akan dilaksanakan pada:

🗓 Hari/Tanggal: Senin, 24 Agustus 2026
⏰ Waktu: 10.00 WIB hingga selesai
📍 Tempat: Masjid Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah

Dengan momen istimewa ini! Semoga seluruh santri/wati mendapatkan limpahan ilmu dan keberkahan.

Saksikan dan ikuti live streamingnya hanya di Channel Youtube Raudhah TV
➖➖➖➖➖➖➖➖➖⁣⁣⁣➖➖➖➖➖⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
➖➖➖➖➖➖➖➖➖⁣⁣⁣➖➖➖➖➖⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣.
⁣⁣⁣⁣⁣⁣Akun ini dikelola oleh Sub HUMAS dan Dokumentasi Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
Kritik dan saran
📲 : 082160008001
⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣

⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣raudhah
⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣


kotamedan
sumut
pesantren
pesantrenmedan
pondok
pesantrenmodern

17/08/2026

Highlight Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (Senin, 17 Agustus 2026)

RAUDHAH – Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah menerima kunjungan dan silaturahmi dari Syekh Muhammad Auf, Sekretaris Umum Yay...
17/08/2026

RAUDHAH – Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah menerima kunjungan dan silaturahmi dari Syekh Muhammad Auf, Sekretaris Umum Yayasan Pendidikan dan Budaya Manarah, Turki, bersama Al-Ustadz Orhan Akzade yang mengelola Pusat Penelitian dan Kajian Ufuk (Ufuk-cû), Turki, pada Rabu–Kamis, 12–13 Agustus 2026. Kunjungan tersebut diisi dengan rangkaian tausiah, motivasi, dan orasi pendidikan yang disampaikan kepada santri, santriwati, serta para ustadz dan ustadzah.

Pada Rabu siang, 12 Agustus 2026, Syekh Muhammad Auf menyampaikan tausiah dan motivasi di hadapan seluruh santri yang berlangsung di lantai 2 Masjid Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah. Dalam kesempatan tersebut, Syekh Muhammad Auf mengingatkan para santri bahwa mereka merupakan generasi yang memiliki peran penting dalam menentukan masa depan Indonesia. “Kalian adalah generasi yang diharapkan Indonesia. Kalian adalah kekayaan terbesar Indonesia,” ujarnya di hadapan para santri.

Syekh Muhammad Auf menegaskan bahwa kekayaan Indonesia tidak hanya terletak pada sumber daya alam yang melimpah, tetapi juga pada kualitas generasi mudanya. Karena itu, para pemuda harus dipersiapkan dengan ilmu, karakter, dan kecintaan kepada tanah air. Ia juga mengingatkan tentang tantangan yang dihadapi generasi muda pada era digital.

Menurutnya, banyak generasi muda lebih mencintai dan menghabiskan waktunya untuk media sosial, seperti YouTube, TikTok, Instagram, dan berbagai bentuk hiburan digital lainnya, sementara waktu dan potensi mereka seharusnya digunakan untuk belajar dan mempersiapkan masa depan.

“Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki kekayaan alam terbesar di dunia. Kekayaan utama Indonesia adalah pemuda. Tanpa pemuda, Indonesia tidak akan merdeka,” tegas Syekh Muhammad Auf.

Pesan tersebut menjadi pengingat bagi para santri bahwa pendidikan yang mereka jalani bukan hanya untuk kepentingan pribadi, melainkan juga merupakan bagian dari persiapan untuk memberikan kontribusi bagi masyarakat dan bangsa.

Rangkaian kegiatan berlanjut pada Kamis pagi, 13 Agustus 2026, ketika Syekh Muhammad Auf memberikan tausiah dan motivasi di hadapan seluruh santriwati yang bertempat di Gedung Fatimah lantai 3. Dalam kesempatan tersebut, ia kembali menekankan pentingnya mempersiapkan generasi yang memiliki ilmu, karakter, dan rasa tanggung jawab terhadap masa depan bangsa.

Para santriwati diajak untuk tidak hanya menjadi generasi yang menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki kepribadian yang kuat serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat dan negara.

Pada Kamis siang, kegiatan dilanjutkan dengan tausiah dan motivasi di hadapan seluruh ustadz dan ustadzah Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah di Gedung Hafsah lantai 3. Kepada para pendidik, Syekh Muhammad Auf menyampaikan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh metode, kurikulum, maupun fasilitas, tetapi juga oleh hubungan batin antara pendidik dan peserta didik.

“Aspek utama dalam pendidikan adalah cinta,” ungkapnya. Ia juga mengingatkan para pendidik agar pendidikan senantiasa diarahkan pada pembentukan manusia yang memiliki keseimbangan antara ilmu, akhlak, dan agama. “Hiduplah dengan ilmu, akhlak, dan agama,” pesannya.

Selain Syekh Muhammad Auf, Al-Ustadz Orhan Akzade juga memberikan orasi yang tidak kalah menarik dan menggugah. Dalam orasinya, ia menyampaikan berbagai pesan yang berkaitan dengan kecintaan kepada Negara Indonesia serta pentingnya peran generasi muda dalam membangun masa depan bangsa. Ia mengajak untuk memahami bahwa pendidikan bukan sekadar proses memperoleh pengetahuan, tetapi juga proses membentuk pribadi yang memiliki tanggung jawab terhadap lingkungan, masyarakat, dan negara.

Semangat mencintai Indonesia, menurut Al-Ustadz Orhan Akzade, harus tumbuh seiring dengan semangat menuntut ilmu dan memperbaiki kualitas diri. Generasi muda yang memiliki ilmu, akhlak, dan kecintaan kepada tanah air merupakan modal penting bagi kemajuan sebuah bangsa. Karena itu, para santri diharapkan mampu memanfaatkan masa pendidikan di pesantren untuk membangun kapasitas diri dan mempersiapkan kontribusi terbaik bagi Indonesia di masa mendatang.

Kunjungan Syekh Muhammad Auf dan Al-Ustadz Orhan Akzade ke Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah selama dua hari tersebut menjadi momentum penting dalam memperluas wawasan para santri dan pendidik melalui pertukaran gagasan, pengalaman, serta nilai-nilai pendidikan. Kehadiran keduanya juga memberikan penguatan bahwa pendidikan pesantren tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu agama, tetapi juga pada pembentukan generasi yang berilmu, berakhlak, memiliki wawasan luas, serta mencintai bangsa dan negaranya.

Address

Jln. Setia Budi Ujung, Kel. Simpang Selayang, Kec. Medan Tuntungan
Medan
20135

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Ar-Raudlatul Hasanah posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The School

Send a message to Ar-Raudlatul Hasanah:

Shortcuts

Share