Konsultan Stifin

Konsultan Stifin

Share

Mengenal Potensi Diri

Photos 15/09/2015

Tes Finger Print STIFIn

Tes STIFIn dilakukan dengan cara men-scan kesepuluh ujung jari Anda, mengambil waktu tidak lebih dari 1 menit.

Sidik jari yang membawa informasi tentang komposisi susunan syaraf tersebut kemudian dianalisa dan dihubungkan dengan belahan otak tertentu yang dominan berperan sebagai sistem-operasi dan sekaligus menjadi mesin kecerdasan anda.

Lebih jauh lagi dari susunan syaraf tersebut masih dapat diprediksi letak dominasi mesin kecerdasan Anda ada di irisan otak berwarna putih atau di irisan otak berwarna abu-abu, sehingga mesin kecerdasan anda memiliki kemudi introvert (i) atau ekstrovert (e).

Mesin kecerdasan dengan kemudi i atau e inilah yang kemudian disebut sebagai personaliti. Mesin kecerdasan dan personaliti ini keduanya genetik tidak pernah berubah sepanjang hidup anda. Namun demikian terdapat banyak lagi personaliti-personaliti lain yang tidak genetik dan dapat berubah.

Salah satu contohnya seperti sifat (traits) Introvert (disingkat I besar) dan Ekstrovert (disingkat E besar). I dan E sebagai sifat (traits) memang dapat berubah, sedangkan i dan e sebagai kemudi mesin kecerdasan adalah genetik dan tidak dapat berubah. Tes STIFIn mampu menyimpulkan mana yang genetik dengan terlebih dahulu menyingkirkan semua variabel yang bisa berubah (karena tidak genetik).

Konsep STIFIn diperkenalkan oleh Farid Poniman dengan mengkompilasi dari teori-teori psikologi, neuroscience, dan ilmu SDM. Prinsip besarnya mengacu kepada konsep kecerdasan tunggal dari Carl Gustaav Jung.

Tes ini memiliki reliabilitas yang tinggi. Tes yang dilakukan mulai dari usia anak tiga tahun hasilnya akan sama jika diulang kembali pada usia berapapun.

Ilmu Rumusan Sidik Jari

Sejarah Daktilopski

Sejak ribuan tahun sebelum masehi kesadaran manusia sudah mengenal adanya garis papilair pada jari. Hal ini terbukti adanya peninggalan sejarah kerajaan Inive di Babilonia, yaitu orang Indian tentang ukiran kasar bentuk sidik jari pada goa batu ditepi danau KEjimkcijik Nova Scovia ( di Teluk Mexico )

Pada abad VII ( 650 m ) di China penggunaan sidik jari sudah diwajibkan dengan undang-undang untuk dicantumkan dalam dokumen perceraian, surat jual-beli dengan membubuhkan sidik jari

Pengamatan para ilmuwan

Tahun 1686 Prof. Marcello Malpighi, di Univ. Bologna melihat adanya garis-garis bentuk : spiral dan loop

Tahun 1823 prof. Johanes E Purkinye, di Univ. Breslau : golongkan garis – garis papil menjadi 9 ( sembilan ) jenis.

Tahun 1864 Dr. Hihemiah Grew, mengamati garis – garis pada ujung jari dengan gun mikroskop.

Tahun 1903 di penjara Leavan Worth Kansas, ditemukan kesamaan data antropometry, potret wajah dari 2 orang negro bernama Will West dan Willian West tetapi sidik jari berbeda

Beberapa pendapat yang tunjukan ketidaksamaan / tidak berubahnya sidik jari

Mr. H,A, Asquith, seorang ahli statistic di Amerika Serikat terjadinya kesamaan detail antara satu sidik jari dengan yang lain adalah 1 orang dalam 54 milyard, kalau dihitung dengan ukuran waktu terjadinya 2.660.337 abad.

William Jenings, anggota Franklin Institute Philadelpia, mengambil sidik jarinya sendiri pada umur 27 th (1887) kemudian bandingkan dengan sidik jari setelah umur 77 th ternyata tidak terjadi perubahan

Surat kabar London News of The World th 1937 menyediakan hadiah $1000 bagi mereka yang mempunyai sidik jari sama dengan sidik jari yang disayembarakan.

Tahun 1958, Sir William James Hersohel, seorang pembesar inggris di Bengal ( Indian ) mempergunakan sidik jari jempol yang diterapkan untuk identifikasi seorang terhukum .

Tahun 1892, Sir Francis Galton menulis buku fingerprints dengan mengatakan bahwa sidik jari tidak sama dan tidak berubah semasa hidup dan dapat dirumus.

Tahun 1901 sejak ditemukan ilmu Daktilopski , maka sistem anthrometry yang diciptakan oleh Alponse Bertilion (th 1860) tidak digunakan dalam kepolisian karena mempunyai beberapa kelemahan yakni selain bisa terjadi kesalahan pengukuran juga tidak tepat diterapkan terhadap orang yang belum dewasa dan administrasinya sangat rumit.

Tahun 1901, Sir Edward Richard Henry kembangkan sistem Galton menjadi Galton-Henry .

Tahun 1914 sistem Galton Henry mulai dikembangkan di indonesia

Tahun 1960, sistem ini resmi digunakan oleh Polri


Pengertian Daktiloskopi

Berasal dari bahasa Yunani :

Dactilos —–>> jari jemari / garis-garis jari

Scopeen —–>> mengamati / meneliti

“ mengamati sidik jari khususnya garis-garis terdapat pada ruas ujung jari baik tangan maupun kaki atau ilmu yang mempelajari sidik jari untuk keperluan pengenalan kembali identifikasi orang.”

Identifikasi :

Usaha untuk mengenal kembali sesuatu baik benda, manusia maupun hewan.

Beberapa istilah dalam sidik jari

fokus point.

Delta (outer termius) titik fokus luar

core (inter minus) titik fokus dalam

type linnes ( garis pokok lukisan )

dua garis sidik jari yang letaknya paling dalam pada permulaannya berjalan sejajar, kemudian bersama-sama memisah, memeluk atau akan memeluk garis pokok lukisan sidik jari.

patern area ( pokok lukisan ).

Daerah / ruangan putih yang dikelilingi oleh garis tipe lines untuk tempat lukisan garis sidik jari yang diperlukan guna perumusan ( terutama pada golongan loop dan whorl )

Delta.

Titik / garis yang terdapat pada pusat perpisahan garis tipe linnes

Core.

Suatu titik tengah yang terdapat / terletak pada garis sidik jari loop yang terdalam dan terjauh dari delta.

Apendage ( garis sambungan )

Garis yang merusak garis sidik jari bila appendage tersebut menempati atau berada di suatu garis sidik jari, maka garis yang ditempati itu spoi ( mati )

inter locking loop.

Dua garis loop yang terdalam yang saling memasuki / memotong satu sama lain.


Analisa sidik jari sangat bermanfaat bagi putra-putri anda:

• Mengidentifikasi karakteristik dan gaya belajarnya,

• Mengidentifikasi talenta (dan kelemahan) bawaaanya,

• Merancang model pembelajaran khusus untuknya,

• Mengurangi biaya dan waktu percuma untuk program khusus,

• Membangun rasa percaya diri anak,

• Meningkatkan kualitas hubungan antar orang tua dan anak,

• Memberikan masa kanak-kanak yang bahagia.

14/09/2015

Founder Stifin

Photos 14/09/2015

STIFIn, Tes Mesin Kecerdasan

STIFIn, Tes Mesin Kecerdasan - Cara menscan kesepuluh ujung jari anda (mengambil waktu tidak lebih dari satu menit) dilakukan dalam Tes Mesin Kecerdasan, STIFIn. Sidik jari yang membawa informasi tentang komposisi susunan syaraf tersebut kemudian dianalisa dan dihubungkan dengan belahan otak tertentu yang dominan berperan sebagai sistem-operasi dan sekaligus menjadi mesin kecerdasan anda.

STIFIn
Tes Mesin Kecerdasan

Ilmu tentang sidik jari sudah berkembang ratusan tahun yang lalu. Hanya saja dunia akademik seperti belum menerima sepenuhnya walaupun sudah terbukti dalam berbagai bidang pengalaman, seperti dunia militer (peperangan) dan kepolisian (kriminalitas, detektif, inteligen), perusahaan/organisasi (rekrutmen), dan berbagai dunia terapan (seperti pemasaran, olahraga, kesenian dll). Sebenarnya, penelitian-penelitian yang menunjukkan bahwa sidik jari dapat digunakan mengidentifikasi perkembangan otak, telah berlangsung sejak jaman Plato.

Dermatoglyphic (ilmu sidik jari) mempunyai dasar ilmu pengetahuan yang kuat karena didukung penelitian sejak 300 tahun lalu. Para peneliti menemukan, bahwa sidik jari memiliki kode genetik yang secara ilmiah dapat dihubungkan dengan sel otak dan jenis kecerdasan/kepribadian seseorang. Mereka adalah Govard Bidloo (1685), Marcello Malpighi (1686), J.C.A. Mayer (1788), John E. Purkinje (1823), Dr. Henry Faulds’ (1880), Francis Galton (1892), Harris Hawthorne Wilder (1897), Noel Jaquin (1958), Beryl B. Hutchinson (1967), Beverly C. Jaegers (1974).

John E.Purkinje (1823) Profesor Anatomi di Universitas Breslau, yang pertama kali mengklasifikasikan pola sidik jari menjadi sembilan kategori. Ahli neuroscience pemenang hadiah Nobel Tahun 1986 Dr. Rita Levi asal German, pada awalnya hanya mengembangkan ilmu sidik jari untuk keperluan militer dan diperluas kegunaannya untuk mempersiapkan tim olimpiade Rusia & China. Sekarang telah digunakan meluas untuk kepentingan publik.

Sungguh indah peradaban dunia ke depan jika sebagian besar orang telah memiliki keahlian selagi masih muda-muda. Serahkanlah segala sesuatu kepada ahlinya, dan mereka yang ahli itu ternyata masih muda-muda. Maka produktivitas dunia era itu telah meningkat beberapa kali lipat. Itulah mimpi adanya dampak positif dari penyebaran tes Stifin ini.

Selalu akan ada yang kontra dengan tes sidik jari ini, tetapi pada akhirnya orang akan menerima teknologi ini seperti ketika anda memeriksakan golongan darah anda. Daripada debat-kusir berdebat pro kontranya metode ini, lebih baik keluarkan Rp 250 ribu sekali seumur hidup anda, untuk mencicipi lebih awal riwayat keberhasilan anda.

Mengapa Anda Perlu Tes Stifin?
Pengalaman para orang dewasa mengatakan terlalu banyak ‘biaya kebodohan’ dengan terlalu banyak melakukan uji coba dalam hidup ini. Tes Stifin ini adalah panduan untuk menghilangkan biaya kebodohan tersebut, sehingga kita tidak buang umur dan buang uang. Sejak awal kita sudah tahu mesti pergi kemana dan bagaimana cara terbaiknya.
Revolusi hidup yang paling baik bukan dengan mengacak-ngacak cara hidup anda, melainkan dengan mensyukuri apa ‘harta karun’ dalam diri kita yang diberikan oleh Tuhan. Setelah tes Stifin, anda akan tahu bagaimana caranya berilmu, bersyukur, dan bersabar melalui ‘harta karun’ diri anda. Ubahlah nasib anda melalui jalur Tuhan, jalur ‘karpet merah’ yang telah diberikan kepada anda. Itulah revolusi hidup yang sesungguhnya.
Setelah tes Stifin, anda akan menemukan cetak biru hidup anda. Hal tersebut bukanlah vonis atau ramalan keberhasilan tetapi jalur tempat anda mengikhtiarkan kucuran keringat demi keberhasilan di depan mata. Energi yang difokuskan kepada satu maksud akan menciptakan momentum keberhasilan.
Untuk menjadi outliers (sosok yang sangat jarang) seperti tulisannya Malcolm Gladwell, maka anda harus telah memulai profesinya lebih dini dan menanam 10 ribu jam untuk deliberate-practice membangun profesi pilihan. Tes Stifin membantu anak anda menemukan profesi pilihan sejak dini dan sekaligus mengarahkan bagaimana menikmati 10 ribu jam tersebut.
Orang berbakat bisa gagal, jika ia mengingkari atau tidak tahu bakatnya. Salah asuhan terhadap bakat adalah ketidak-harmonisan dengan habitat anda. Jika yang ada diabaikan, dan yang tidak ada mau diadakan sama dengan memutar jarum jam hidup anda secara terbalik. Percayalah, anda akan dipenuhi dengan riwayat kegagalan.
Mungkin itu saja sedikit ulasan mengenai STIFIn, Tes Mesin Kecerdasan semoga dapat membantu Anda untuk lebih mengetahui metode STIFIn yang sebenarnya, silahkan berkunjung ke situs resminya stifin.co.id untuk lebih jelasnya.

Want your school to be the top-listed School/college in Medan?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Telephone

Address


Medan
20158