23/02/2020
Kerukunan itu seharusnya tidak "merendahkan" tapi mesti meninggikan mermartabat kaum Muslim.
Praktik kerukunan dan toleransi idealnya berangkat dari pemahaman yang baik atas kata "Rahmatan Lil 'Alamin" yang disifatkan kepada agama Islam itu.
Islam Sebagai agama Rahmatan Lil 'alamin idealnya memberi pemahaman bahwa kaum muslim-sebagai penganut agama Islam Rahmatan Lil 'alamin itu memosisikan diri mereka sebagai "pemberi/pengasi rahmat/kasih sayang bagi sekalian alam".
Sebagai pemberi/pengasi rahmat/kasih sayang, maka idealnya posisi mereka berada di atas-yakni dalam posisi pemberi jaminan perlindungan, keamanan, keadilan, dan sebagainya bagi umat lain, dan bagi seluruh makhluk lainnya, bukan dimaknai dalam arti harus sejajar dengan yang lain, apalagi harus dituntut mengalah/di bawah.
Pemahaman yang demikian akan membuat Islam betul-betul toleran dalam arti yang sesungguhnya, dan pada saat bersamaan mampu membuktikan bahwa mereka sebagai penganut agama Islam yang "ya'luu wa laa yu'laa alaih".