alkaromah_wal_hidayah_center

alkaromah_wal_hidayah_center

Share

Allahuma sholli Ala Muhammad Wa Ali Muhammad

15/04/2024

Imam Ali as:
"Seorang Mu'min hidup diantara Nikmat dan kesalahan, dan tidak ada yang dapat memperbaikinya kecuali Syukur dan Istighfar."
Semua Orang




✅ Telegram.me/Cinta_Islam

14/04/2024

Dalam sebagian riwayat disebutkan berbagai dosa yang menjadi penghalang dikabulkannya doa, di antaranya:

1. Niat buruk
2. Kemunafikan
3. Mengakhirkan shalat dari waktunya
4. Berbicara kotor
5. Makanan haram
6. Meninggalkan sedekah

Imam Ja'far Shadiq as ditanya, "Bukankah Allah telah berfirman: Berdoalah niscaya Aku kabulkan? Sementara itu kami melihat orang-orang yang berada dalam kondisi sangat memerlukan pertolongan berdoa dan tidak dikabulkan. Juga banyak sekali orang-orang terzalimi yang memohon kepada Allah agar mampu mengalahkan musuh namun Allah tidak membantunya!"

Imam berkata, "Celakah kau! Tiada seorangpun yang menyeru-Nya melainkan dikabulkan-Nya. Adapun doa orang zalim itu tidak diterima sampai dirinya bertaubat. Adapun orang yang berhak, doanya akan dikabulkan Allah dan dihilangkan musibah dengan cara yang kadangkala tidak diketahuinya. Atau ijabah itu dalam bentuk pahala yang begitu melimpah, yang disimpan untuknya di hari kiamat. Setiap kali hamba-hamba Allah memohon sesuatu yang tiada maslahat baginya, Allah tak akan mengabulkan permohonannya."

http://Telegram.me/TahukahAnda
Pengikut

14/04/2024

Dalam sebagian riwayat disebutkan berbagai dosa yang menjadi penghalang dikabulkannya doa, di antaranya:

1. Niat buruk
2. Kemunafikan
3. Mengakhirkan shalat dari waktunya
4. Berbicara kotor
5. Makanan haram
6. Meninggalkan sedekah

Imam Ja'far Shadiq as ditanya, "Bukankah Allah telah berfirman: Berdoalah niscaya Aku kabulkan? Sementara itu kami melihat orang-orang yang berada dalam kondisi sangat memerlukan pertolongan berdoa dan tidak dikabulkan. Juga banyak sekali orang-orang terzalimi yang memohon kepada Allah agar mampu mengalahkan musuh namun Allah tidak membantunya!"

Imam berkata, "Celakah kau! Tiada seorangpun yang menyeru-Nya melainkan dikabulkan-Nya. Adapun doa orang zalim itu tidak diterima sampai dirinya bertaubat. Adapun orang yang berhak, doanya akan dikabulkan Allah dan dihilangkan musibah dengan cara yang kadangkala tidak diketahuinya. Atau ijabah itu dalam bentuk pahala yang begitu melimpah, yang disimpan untuknya di hari kiamat. Setiap kali hamba-hamba Allah memohon sesuatu yang tiada maslahat baginya, Allah tak akan mengabulkan permohonannya."

http://Telegram.me/TahukahAnda

Semua Orang

09/04/2024

💠 *Beberapa pelajaran hidup dalam Alquran juz 29* 💠

🌻 Surah Mulk ayat 2 🌻
*Kehidupan dan kematian adalah ujian bagi hamba-hamba Allah SWT*

ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلْمَوْتَ وَٱلْحَيَوٰةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْغَفُورُ
_Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun_

🌻 Surah Mulk ayat 23 🌻
*Manusia sangat sedikit bersyukur kepada Allah SWT*
قُلْ هُوَ ٱلَّذِىٓ أَنشَأَكُمْ وَجَعَلَ لَكُمُ ٱلسَّمْعَ وَٱلْأَبْصَٰرَ وَٱلْأَفْـِٔدَةَ ۖ قَلِيلًا مَّا تَشْكُرُونَ
_Katakanlah: "Dialah Yang menciptakan kamu dan menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati". (Tetapi) amat sedikit kamu bersyukur_

🌻 Surah Qalam ayat 9 🌻
*Berperilaku dengan sopan karena dengan itu orang lain pun akan berperilaku sopan kepada kita*
وَدُّوا۟ لَوْ تُدْهِنُ فَيُدْهِنُونَ
_Maka mereka menginginkan supaya kamu bersikap lunak lalu mereka bersikap lunak (p**a kepadamu)_

🌻 Surah Qalam ayat 11, 12, dan 13 🌻
*Menjauhi perbuatan mencela, memfitnah, mengambil hak orang lain, kasar, perbuatan dosa*
هَمَّازٍ مَّشَّآءٍۭ بِنَمِيمٍ
_yang banyak mencela, yang kian ke mari menghambur fitnah_
12
مَّنَّاعٍ لِّلْخَيْرِ مُعْتَدٍ أَثِيمٍ
_yang banyak menghalangi perbuatan baik, yang melampaui batas lagi banyak dosa_
13
عُتُلٍّۭ بَعْدَ ذَٰلِكَ زَنِيمٍ
_yang kaku kasar, selain dari itu, yang terkenal kejahatannya_

🌻 Surah Al Haqqah ayat 34-35 🌻
*Tidak memotivasi orang lain untuk memberi makan fakir miskin, ganjarannya sama dengan kufr*
34
وَلَا يَحُضُّ عَلَىٰ طَعَامِ ٱلْمِسْكِينِ
_Dan juga dia tidak mendorong (orang lain) untuk memberi makan orang miskin_
35
فَلَيْسَ لَهُ ٱلْيَوْمَ هَٰهُنَا حَمِيمٌ
_Maka tiada seorang temanpun baginya pada hari ini di sini_

🌻Surah Al Ma'aarij ayat 23 🌻
*Senantiasa menjaga shalat*

ٱلَّذِينَ هُمْ عَلَىٰ صَلَاتِهِمْ دَآئِمُونَ
_yang mereka itu tetap mengerjakan shalatnya_

🌻Surah Al Ma'aarij ayat 24 dan 25 🌻
*Menentukan bagian /hak fakir miskin dan orang orang yang membutuhkan dalam harta kekayaan diri*
24
وَٱلَّذِينَ فِىٓ أَمْوَٰلِهِمْ حَقٌّ مَّعْلُومٌ
_dan orang-orang yang dalam hartanya tersedia bagian tertentu_
25
لِّلسَّآئِلِ وَٱلْمَحْرُومِ
_bagi orang (miskin) yang meminta dan orang yang tidak mempunyai apa-apa (yang tidak mau meminta)_

🌻Surah Al Ma'aarij ayat 29 🌻
*Menjaga kesucian diri*
وَٱلَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَٰفِظُونَ
_Dan orang-orang yang memelihara kemaluannya_

🌻Surah Jin ayat 18 🌻
*Tidak menjadikan sesuatu yang lain sebagai sekutu Allah SWT untuk disembahdan tidak p**a meminta kepadanya*
وَأَنَّ ٱلْمَسَٰجِدَ لِلَّهِ فَلَا تَدْعُوا۟ مَعَ ٱللَّهِ أَحَدًا
_Dan sesungguhnya mesjid-mesjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorangpun di dalamnya di samping (menyembah) Allah_

🌻Surah Al Muzammil ayat 20 🌻
*Mendirikan shalat pada dua pertiga malam, atau setengah malam, atau sepertiga malam*
*Membaca Al Quran, melaksanakan shalat, membayar zakat, dan memberikan pinjaman kepada Allah SWT*

۞ إِنَّ رَبَّكَ يَعْلَمُ أَنَّكَ تَقُومُ أَدْنَىٰ مِن ثُلُثَىِ ٱلَّيْلِ وَنِصْفَهُۥ وَثُلُثَهُۥ وَطَآئِفَةٌ مِّنَ ٱلَّذِينَ مَعَكَ ۚ وَٱللَّهُ يُقَدِّرُ ٱلَّيْلَ وَٱلنَّهَارَ ۚ عَلِمَ أَن لَّن تُحْصُوهُ فَتَابَ عَلَيْكُمْ ۖ فَٱقْرَءُوا۟ مَا تَيَسَّرَ مِنَ ٱلْقُرْءَانِ ۚ عَلِمَ أَن سَيَكُونُ مِنكُم مَّرْضَىٰ ۙ وَءَاخَرُونَ يَضْرِبُونَ فِى ٱلْأَرْضِ يَبْتَغُونَ مِن فَضْلِ ٱللَّهِ ۙ وَءَاخَرُونَ يُقَٰتِلُونَ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ ۖ فَٱقْرَءُوا۟ مَا تَيَسَّرَ مِنْهُ ۚ وَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ وَأَقْرِضُوا۟ ٱللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا ۚ وَمَا تُقَدِّمُوا۟ لِأَنفُسِكُم مِّنْ خَيْرٍ تَجِدُوهُ عِندَ ٱللَّهِ هُوَ خَيْرًا وَأَعْظَمَ أَجْرًا ۚ وَٱسْتَغْفِرُوا۟ ٱللَّهَ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌۢ
_Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwasanya kamu berdiri (sembahyang) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya dan (demikian p**a) segolongan dari orang-orang yang bersama kamu. Dan Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah mengetahui bahwa kamu sekali-kali tidak dapat menentukan batas-batas waktu-waktu itu, maka Dia memberi keringanan kepadamu, karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Quran. Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit dan orang-orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah; dan orang-orang yang lain lagi berperang di jalan Allah, maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Quran dan dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang_






Semua Orang

Wag Khadim Razawi❤️

08/04/2024

Menjelang wafatnya Muawiyah bin Abu Sufyan, dia sempat meluangkan waktu sibuknya -dalam menjalankan roda pemerintahan- untuk berkhutbah dihadapan masyarakatnya:

“Wahai umat muslim, ketahuilah! Sungguh setiap orang yang mau menebar benih kebaikan di muka bumi ini pasti akan menuai hasilnya.”

“Dan aku sungguh telah menuntaskan urusan pemerintahan ini.”

“Maka setelahku tidaklah akan lebih baik dariku, karena tidaklah berputar roda zaman kecuali zaman setelahnya lebih buruk dari sebelumnya.”

“Karena seperti itulah ketentuan Rasulullah di dalam haditsNya.”

Setelah berkhutbah di hadapan khalayak umum, Muawiyah ingin menyampaikan suatu wasiat kepada anaknya Yazid:

“Wahai Yazid jika nanti tiba ajalku, suruhlah orang yang ahli fiqh untuk memandikanku.”

“Karena Allah lebih memuliakan ahli fiqh dari selainnya.”

“Wahai anakku, jika nanti tiba ajalku ambillah secarik kain yang aku letakkan di lemari.”

“Jadikan kain bekas baju Rasulullah itu sebagai kafanku, dan taruhlah seikat kain yang di dalamnya sebuah rambut dan kuku Rasulullah didalam kafanku.”

“Wahai Yazid, tetaplah kamu berbakti kepada orang tua.

“Maka ketika kau letakkan jasadku ini di liang lahat, cepatlah kamu selesaikan.”

“Biarkan aku (Muawiyah) sendiri menghadap Dzat Maha Pemurah.”

“Wahai Yazid, perhatikan Husein! Ia adalah orang yang paling dicintai muslimin.”

“Sambunglah tali silaturahmi dengannya, karena dengan begitu segala urusanmu akan lancar.”

“Jangan sampai terulang kejadian yang telah menimpaku (aku telah membelot atas perintah ayah dan saudaranya).”

Lantas ketika datang waktu ajalnya, Muawiyah berdoa seraya menangis:

“Wahai Allah, sungguh kau akan mengampuni seluruh hamba yang tidak menyekutukanMu. Maka limpahkanlah ampunanMu itu kepada hambaMu ini.”

Telah wafat Muawiyah sahabat rasul pada: malam Jumat, 8 Rajab tahun 60 Hijriah di kota Damaskus, Syiria, dengan Yazid sebagai imam di sholat jenazahnya.

Ahli tarikh berbeda pendapat dalam memvonis sebab kematian dari Muawiyah sendiri.

Sebagian berpendapat: karena Muawiyah mengidap penyakit ”lauwqah” (penyakit yang disebabkan karena kelebihan zat lemak dalam tubuh).

https://web.suaramuhammadiyah.id/2020/08/27/tragedi-perang-karbala-dan-sikap-muslim-sejati-menanggapinya/

Pengikut

08/04/2024

Sayyid Ali Umar Alhabsyi:
Seri Doa-doa Pilihan Dalam Al Qur’an Al Karîm: [1] Doa Pengakuan Dosa Adam dan Hawwâ’

*_Sebuah Renungan, Bukan Tafsir!_*

Doa adalah senjata kaum Mukmin, dengannya ia mencapai puncak kebagaian dan keselamatan dunia akhirat… dengannya p**a ia mengukuhkan hakikat penghambaannya di hadapan Sang Maha Pecinta dan melaporkan kepapahannya dan kelemahannya di hadapan Sang Maha Kaya dan Maha Perkasa…

Al Qur’an telah menceritakan doa-doa pilihan yang dipanjatkan manusia-manusia pilihan agar menjadi contoh dan teladan bagi kita… karena Al Qur’an adalah Kitab Suci penuh daras dan ibrah, Buku Pedoman hidup yang menerangkan kepada hamba jalan penghambaan dan menjamin baginya kesudahan yang membahagiakan.

Al Qur’an mengajarkan apa yang harus dilakukan hamba dalam setiap kondisi yang ia lalui dalam hidupnya…. Dalam keadaan senang dan gembira… dalam keadaan sedih dan sengsara… di kala sukses menjalankan ibadah dan di kala terjatuh dalam kubangan maksiat dan terjerat rayuan hawa nafus dan iblis/setan; musuh terbesarnya.

Pada kisah Adam dan Hawwâ’ dalam Al Qur’an –sebagaimana kisah-kisah lain- terdapat banyak pelajaran berharga dalam setiap episodenya… kali ini kita akan mencoba menyimak pelajaran penting itu dalam doa Nabi Adam dan Siti Hawwâ’ setelah mereka berdua tertipu oleh rayuan palsu Iblis dan melanggar perintah Allah untuk tidak mendekat dan makan dari dari buah terlarang….

Ketika Adam dan Hawwâ’ menyadari bahwa mereka berdua telah terjebak dalam perangkap rayuan palsu Iblis, segera lah mereka berfikir untuk menyelamatkan diri dari apa yang telah terjadi… Maka langkah pertama dari keduanya adalah:
1. Mengakui akan kezaliman yang telah mereka berbuat….
2. Adam dan Hawwâ’ mengangkat kedua tangan mereka sambil berdoa:

قالا رَبَّنا ظَلَمْنا أَنْفُسَنا وَ إِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنا وَ تَرْحَمْنا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخاسِرينَ

_“Keduanya berkata: “Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.”_ (QS. Al A’râf [7];23)

Langkah pertama yang harus ditempuh dalam jalan taubat dan kembali kepada pangkuan kelemah-lembutan Allah SWT serta membenahi kerusakan jiwa adalah: Hendaknya seorang menanggalkan jubah keangguhan dan ketertipuan diri dan mengakui kesalahan dengan pengakuan yang positif dan membangun dalam jalan kesempurnaan jiwanya.

Mari kita renungkan dan perhatikan etika tinggi yang ditampakkan oleh Adam dan Hawwâ’ dalam taubat mereka berdua, di mana dalam doa yang mereka haturkan kepada Allah SWT tidak sedikitpun memuat permintaan ampunan. Mereka berdua tidak berkata: ‘Ya Allah ampuni dosa-dosa kami!’ yang kita dapat saksikan dari adab tinggi dalam berdoa yang diajarkan Al Qur’an melalui lisan suci ayah dan ibu umat manusia adalah:
Mengakui kezaliman[1] atas diri mereka atas apa yang telah mereka perbuat..
Menyampaikan bahwa kesudahan mereka adalah kerugian nyata akan menjadi nasib meerka apabila Allah SWT tidak berkenan mengampuni dan menyelimuti mereka dengan kasih sayang dan rahmat-Nya.

قالا رَبَّنا ظَلَمْنا أَنْفُسَنا وَ إِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنا وَ تَرْحَمْنا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخاسِرينَ

_“Keduanya berkata: “Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.”_

Allamah M.H. Thabathaba’i (seorang Mufassir Agung Syi’ah) menyimpulkan sikap Adam dan Hawwâ’ di atas sebagai: “Puncak kerendahan dan permohonan. Karena mereka tidak meminta seuapu apapun. Mereka hanya menyebutkan kebutuhan mereka kepada ampunan dan rahmat (Allah) serta menyampaikan adanya ancaman kerugian abadi dan mutlak atas mereka sehingga Allah lah yang akan berkehendak sesuai dengan ynag Ia kehendaki.”[2]

Sekali lagi, sikap Adam dan Hawwâ’ adalah daras penting dan pembelajaran berharga bagi kita semua.

Seorang ‘Ârif dan pendidik berkata: “Adam berbahagia dengan/dikarenakan lima perkara:
1. Mengakui dosa.
2. Menyesalinya.
3. Mengecam dirinya atas dosa.
4. Bercepat-cepat kembali kepada Allah dan bertaubat. Dan
5. Tidak berputus asa dari meraih rahmat Allah SWT.

Sedangkan, di sini lain, Iblis terkutuk menjadi sengrasa juga karena lima perkara:
1. Ia tidak mengakui dosa (ketika menolak sujud untuk Adam).
2. Tidak menyesali perbuatannya.
3. Tidak mengecam dirinya atas maksiat itu.
4. Bahkan ia menisbatkan pelanggarannya kepada Tuhan dan tisa mau bertaubat.
5. Ia berputus asa dari rahmat Allah.[3]

*Sebuah Catatan:*

قالا رَبَّنا ظَلَمْنا أَنْفُسَنا وَ إِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنا وَ تَرْحَمْنا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخاسِرينَ

_“Keduanya berkata: “Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.”_

Para ulama Ahli tafsir menerangkan di antaranya sebagai berikut:
Tidak diragukan lagi bahwa melanggar agenda perintah dan larangan Allah adalah sebuah kezaliman yang dilakukan seseorang terhadap dirinya, karena seluruh program dan perintah serta larangan Tuhan bertujuan mengahantarkan manusia menuju kebagaian dan kemajuannya. Maka atas dasar ini, pelanggaran apapun terhadapnya akan menghambat perjalannya dalam menempuh jalan kesempurnaan dan menjadi penyebab kemunduran dan kejatuhannya dalam lembah kesengsaraan.

Betapapun Adam dan Hawwâ’ tidak melakukan dosa dan kamsiat (dalam pengertian yang biasa kita fahami dari kedua kata tersebut), tetapi ketika mereka meninggalkan apa yang seharusnya mereka lakukan telah berakibat diturunkannya mereka dari kedudukan yang tinggi…

Taubat Adam dan Hawwâ’ sungguhn tulus dan diterima Allah seperti disebutkan dalam ayat 37 surah al Baqarah:

فَتَلَقَّى آدَمُ مِن رَّبِّهِ كَلِمَاتٍ فَتَابَ عَلَيْهِ إِنَّهُ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ

_“Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima tobatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.”_

Tetapi mereka tidak bisa menghindarkan diri mereka dari akibat perbuatan mereka yang bersifat alami. Allah SWT memerintahkan mereka segera meninggalkan surga dan turun ke bumi untuk menjalankan kehidupan di atasnya.

Allah berfirman:

قالَ اهْبِطُوا بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ وَ لَكُمْ فِي الْأَرْضِ مُسْتَقَرٌّ وَ مَتاعٌ إِلى‏ حينٍ

_“Allah berfirman: “Turunlah kamu sekalian, sebahagian kamu menjadi musuh bagi sebahagian yang lain. Dan kamu mempunyai tempat kediaman dan kesenangan (tempat mencari kehidupan) di muka bumi sampai waktu yang telah ditentukan.”_ (QS. Al A’râf [7];24)

Itulah kira-kira yang dimaksud dengan: kezaliman yang mereka perbuat atas diri mereka. _Allahu A’lam_.

Semoga kita mampu mengambil daras dari ayat-ayat suci Al Qur’an al Karîm yang penuh berkah ini dan kita menjadi orang yang selalu bertaubat dengan taubatan nashûha; taubat yang diterima dan mendatangkan ampunan dan rahmat-Nya.
____
[1] Karena ruang ini bukan ruang tafsir atau Dialog Akidah, maka kami tidak akan berpanjang-panjang menjelaskan bahwa dosa/kezaliman dimaksud adalah bukan dosa karena maksiat menantang Allah… akan tetapi apa yang dilakukan Adam as. adalah perbuatan meninggalkan sesuatu yang lebih utama, tarkul aulâ. Dan bagi yang berminat mengetahui lebih dalam tentangnya dipersilahkan merujuk buku-buku Akidah ulama Syi’ah atau buku-buku tafsir.

[2] _Al Mîzân Fi Tafsîr al Qur’ân_,8/36.

[3] _Ad’iyatul Qur’ân_; Sayyid Allamah Hâdi Mudarrisi:11.

https://t.me/Sayyid_Ali_Umar_Alhabsyi

Semua Orang

08/04/2024

Semua Orang

07/04/2024

💠 *Beberapa pelajaran hidup dalam Alquran juz 26* 💠

🌻 *Surah Ahqaaf ayat 15*🌻
*Berbuat baik kepada kedua orang tua, terkhusus berbuat baik kepada ibu tanpa perantara*
وَوَصَّيْنَا ٱلْإِنسَٰنَ بِوَٰلِدَيْهِ إِحْسَٰنًا ۖ حَمَلَتْهُ أُمُّهُۥ كُرْهًا وَوَضَعَتْهُ كُرْهًا ۖ وَحَمْلُهُۥ وَفِصَٰلُهُۥ ثَلَٰثُونَ شَهْرًا ۚ حَتَّىٰٓ إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُۥ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِىٓ أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ ٱلَّتِىٓ أَنْعَمْتَ عَلَىَّ وَعَلَىٰ وَٰلِدَىَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَٰلِحًا تَرْضَىٰهُ وَأَصْلِحْ لِى فِى ذُرِّيَّتِىٓ ۖ إِنِّى تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّى مِنَ ٱلْمُسْلِمِينَ
_Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (p**a). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: "Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri"_

🌻 *Surah Ahqaaf ayat 20*🌻
*Orang-orang yang tenggelam dalam kenikmatan dunia materi, bersikap sombong, dan sibuk tidak menjalankan perintahNya, maka pada hari kiamat mereka akan dihinakan*
وَيَوْمَ يُعْرَضُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ عَلَى ٱلنَّارِ أَذْهَبْتُمْ طَيِّبَٰتِكُمْ فِى حَيَاتِكُمُ ٱلدُّنْيَا وَٱسْتَمْتَعْتُم بِهَا فَٱلْيَوْمَ تُجْزَوْنَ عَذَابَ ٱلْهُونِ بِمَا كُنتُمْ تَسْتَكْبِرُونَ فِى ٱلْأَرْضِ بِغَيْرِ ٱلْحَقِّ وَبِمَا كُنتُمْ تَفْسُقُونَ
_Dan (ingatlah) hari (ketika) orang-orang kafir dihadapkan ke neraka (kepada mereka dikatakan): "Kamu telah menghabiskan rezekimu yang baik dalam kehidupan duniawimu (saja) dan kamu telah bersenang-senang dengannya; maka pada hari ini kamu dibalasi dengan azab yang menghinakan karena kamu telah menyombongkan diri di muka bumi tanpa hak dan karena kamu telah fasik"_

🌻 *Surah Muhammad ayat 4 & 6* 🌻
*Amal perbuatan mereka yang telah mati syahid tidak akan menjadi sia-sia, mereka akan menuju kebahagiaan hakiki, dan terlepas dari susahnya alam barzakh dan hari kiamat, dan akan masuk surga*
فَإِذَا لَقِيتُمُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ فَضَرْبَ ٱلرِّقَابِ حَتَّىٰٓ إِذَآ أَثْخَنتُمُوهُمْ فَشُدُّوا۟ ٱلْوَثَاقَ فَإِمَّا مَنًّۢا بَعْدُ وَإِمَّا فِدَآءً حَتَّىٰ تَضَعَ ٱلْحَرْبُ أَوْزَارَهَا ۚ ذَٰلِكَ وَلَوْ يَشَآءُ ٱللَّهُ لَٱنتَصَرَ مِنْهُمْ وَلَٰكِن لِّيَبْلُوَا۟ بَعْضَكُم بِبَعْضٍ ۗ وَٱلَّذِينَ قُتِلُوا۟ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ فَلَن يُضِلَّ أَعْمَٰلَهُمْ
_Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir (di medan perang) maka pancunglah batang leher mereka. Sehingga apabila kamu telah mengalahkan mereka maka tawanlah mereka dan sesudah itu kamu boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan sampai perang berakhir. Demikianlah apabila Allah menghendaki niscaya Allah akan membinasakan mereka tetapi Allah hendak menguji sebahagian kamu dengan sebahagian yang lain. Dan orang-orang yang syahid pada jalan Allah, Allah tidak akan menyia-nyiakan amal mereka_
5
سَيَهْدِيهِمْ وَيُصْلِحُ بَالَهُمْ
_Allah akan memberi pimpinan kepada mereka dan memperbaiki keadaan mereka_
6
وَيُدْخِلُهُمُ ٱلْجَنَّةَ عَرَّفَهَا لَهُمْ
_dan memasukkan mereka ke dalam jannah yang telah diperkenankan-Nya kepada mereka&

🌻 *Surah Al-Fath ayat 29*🌻
*Ketika berhadapan dengan musuh, hendaknya bersikap keras dan tegas, tapi bersikap penyayang kepada sesama*
مُّحَمَّدٌ رَّسُولُ ٱللَّهِ ۚ وَٱلَّذِينَ مَعَهُۥٓ أَشِدَّآءُ عَلَى ٱلْكُفَّارِ رُحَمَآءُ بَيْنَهُمْ ۖ تَرَىٰهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِّنَ ٱللَّهِ وَرِضْوَٰنًا ۖ سِيمَاهُمْ فِى وُجُوهِهِم مِّنْ أَثَرِ ٱلسُّجُودِ ۚ ذَٰلِكَ مَثَلُهُمْ فِى ٱلتَّوْرَىٰةِ ۚ وَمَثَلُهُمْ فِى ٱلْإِنجِيلِ كَزَرْعٍ أَخْرَجَ شَطْـَٔهُۥ فَـَٔازَرَهُۥ فَٱسْتَغْلَظَ فَٱسْتَوَىٰ عَلَىٰ سُوقِهِۦ يُعْجِبُ ٱلزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِهِمُ ٱلْكُفَّارَ ۗ وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ مِنْهُم مَّغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًۢا
_Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku' dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar_

🌻 *Surah Al-hujurat ayat 6* 🌻
*Jika seorang fasik membawa berita, hendaknya berita tersebut diperiksa kebenarannya, hingga kelak tidak menyesal karena adanya kerugian yang menimpa*
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِن جَآءَكُمْ فَاسِقٌۢ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوٓا۟ أَن تُصِيبُوا۟ قَوْمًۢا بِجَهَٰلَةٍ فَتُصْبِحُوا۟ عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَٰدِمِينَ
_Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu_

🌻 *Surah Al-Hujurat ayat 7*🌻
*Jika keimanan bagimu adalah sebuah yang menarik dan menyenangkan, dan begitu pun sebaliknya ketidakberimanan dan dosa bagimu adalah sebuah hal yang patut dibenci, maka ketahuilah jika engkau berada dalam jalan yang lurus*
وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ فِيكُمْ رَسُولَ ٱللَّهِ ۚ لَوْ يُطِيعُكُمْ فِى كَثِيرٍ مِّنَ ٱلْأَمْرِ لَعَنِتُّمْ وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ حَبَّبَ إِلَيْكُمُ ٱلْإِيمَٰنَ وَزَيَّنَهُۥ فِى قُلُوبِكُمْ وَكَرَّهَ إِلَيْكُمُ ٱلْكُفْرَ وَٱلْفُسُوقَ وَٱلْعِصْيَانَ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلرَّٰشِدُونَ
_Dan ketahuilah olehmu bahwa di kalanganmu ada Rasulullah. Kalau ia menuruti kemauanmu dalam beberapa urusan benar-benarlah kamu mendapat kesusahan, tetapi Allah menjadikan kamu "cinta" kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu indah di dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus_

🌻 *Surah Al-hujurat ayat 9*🌻
*Jika terdapat dua kelompok berseteru dan berperang, maka damaikanlah keduanya, dan tetap memperhatikan keadilan*
وَإِن طَآئِفَتَانِ مِنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ ٱقْتَتَلُوا۟ فَأَصْلِحُوا۟ بَيْنَهُمَا ۖ فَإِنۢ بَغَتْ إِحْدَىٰهُمَا عَلَى ٱلْأُخْرَىٰ فَقَٰتِلُوا۟ ٱلَّتِى تَبْغِى حَتَّىٰ تَفِىٓءَ إِلَىٰٓ أَمْرِ ٱللَّهِ ۚ فَإِن فَآءَتْ فَأَصْلِحُوا۟ بَيْنَهُمَا بِٱلْعَدْلِ وَأَقْسِطُوٓا۟ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلْمُقْسِطِينَ
_Dan kalau ada dua golongan dari mereka yang beriman itu berperang hendaklah kamu damaikan antara keduanya! Tapi kalau yang satu melanggar perjanjian terhadap yang lain, hendaklah yang melanggar perjanjian itu kamu perangi sampai surut kembali pada perintah Allah. Kalau dia telah surut, damaikanlah antara keduanya menurut keadilan, dan hendaklah kamu berlaku adil; sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil_

🌻 *Surah Al-Hujurat ayat 11*🌻
*Wahai perempuan dan laki-laki janganlah menertawakan satu sama lain, bisa nadit mereka lebih baik dari kalian*
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّن قَوْمٍ عَسَىٰٓ أَن يَكُونُوا۟ خَيْرًا مِّنْهُمْ وَلَا نِسَآءٌ مِّن نِّسَآءٍ عَسَىٰٓ أَن يَكُنَّ خَيْرًا مِّنْهُنَّ ۖ وَلَا تَلْمِزُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا۟ بِٱلْأَلْقَٰبِ ۖ بِئْسَ ٱلِٱسْمُ ٱلْفُسُوقُ بَعْدَ ٱلْإِيمَٰنِ ۚ وَمَن لَّمْ يَتُبْ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلظَّٰلِمُونَ
_Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekump**an orang laki-laki merendahkan kump**an yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan p**a sekump**an perempuan merendahkan kump**an lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah s**a mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim_

🌻 *Surah Alhujurat ayat 12*🌻
*Tidak mengumbar aib sesama, tidak memberi panggilan jelek kepada sesama dan tidak saling membicarakan dari belakang satu sama lain*
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱجْتَنِبُوا۟ كَثِيرًا مِّنَ ٱلظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ ٱلظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا۟ وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ تَوَّابٌ رَّحِيمٌ
_Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang s**a memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang_






Semua Orang

Wag Khadim Razawi❤️

23/10/2023

"Jika suami tidak belajar ilmu agama maka dia akan mendidik istrinya dengan apa?

Jika istri tidak belajar ilmu agama maka dia akan mendidik anaknya dengan apa?

Jika anak tidak belajar ilmu agama maka dia akan mendoakan orang tuanya dengan apa?
-

18/10/2023

Pilihlah untuk menjadi orang yang kalah namun membuatmu sadar, jangan memilih untuk menjadi orang yang menang namun menjadikanmu sebagai orang zalim...

~ Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib as

Want your school to be the top-listed School/college in Medan?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Category

Telephone

Address


Jalan Sederhana Tembung
Medan
20371