28/09/2019
Pendidikan Karakter Cinta Lingkungan, Merupakan Salah Satu Upaya Kita Untuk Menyelamatkan BUMI.
Masalah lingkungan merupakan salah satu masalah yang dihadapi oleh seluruh dunia termasuk Indonesia. Fokus masalah ini muncul karena semakin hari bumi yang kita anggap sebagai “RUMAH KITA” ini semakin tidak nyaman untuk ditinggali.
Saat ini, rumah kita (bumi) mulai tampak sebagai tempat pembuangan sampah yang besar. Masalah ini disebabkan karena hadirnya budaya ‘membuang’ barang yang cepat disingkirkan yang hampir terjadi setiap waktu. Berbagai macam bentuk eksploitasi terhadap alam dilakukan dengan tidak bertanggung jawab, seperti pembakaran hutan dalam skala yang sangat besar, penebangan pohon secara sembarangan, sampah yang menumpuk dan penangkapan ikan dengan menggunakan bahan-bahan kimia yang dapat menyebabkan kerusakan lingkungan dan habitat ikan itu sendiri. Akibat ulah orang-orang tertentu yang tidak bertanggung jawab tersebut mengakibatkan sumber daya alam menjadi cepat habis, habitat SDA menjadi rusak, dan ekosistem menjadi tidak stabil.
Tindakan tersebut tanpa disadari, manusia sedang menghancurkan peradabannya sendiri. Banyak orang melakukan eksploitasi terhadap alam hanya demi mengeruk keuntungan ekonomi tanpa mempertimbangkan dampak apa yang akan terjadi ke depannya.
Selain masalah ekonomi, masalah lain yang juga besar adalah bertumpuknya sampah plastik yang sulit diuraikan. Membuang sampah sembarangan seolah-olah sudah menjadi budaya yang sulit dikikis habis atau dihilangkan sehingga hampir di beberapa kota besar, sampah sudah menggunung karena banyaknya.
Situasi lingkungan yang semrawut tersebut memicu beberapa kalangan untuk ikut ambil bagian dalam menyelamatkan lingkungan melalui kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan lingkungan hidup. Beberapa penggiat lingkungan mulai sadar bahwa sudah saatnya setiap kita harus mengambil peran masing-masing demi menyelamatkan bumi ini dari kehancuran.
Adap**a yang membentuk gerakan peduli sampah/Bank Sampah. Para peduli sampah tersebut mengumpulkan sampah yang nantinya akan diolah secara kreatif yang menghasilkan karya-karya yang menarik, seperti sampah plastik diolah menjadi tas, sandal, taplak meja, dan berbagai macam bentuk rajutan lainnya. Kreativitas ini tentunya sangat bermanfaat bagi masyarakat jika mereka diajarkan keterampilan mendaur ulang sampah plastik menjadi sebuah karya seni.
Selain itu, demi menyelamatkan lingkungan alam, dunia pendidikan menjawab permasalahan tersebut dengan mengajarkan kepada anak-anak tentang pentingnya mencintai dan merawat lingkungan hidup. Tentu tidak hanya sekedar mentransfer ilmu atau teori saja tetapi melakukan aksi nyata, seperti membuang sampah pada tempatnya, tidak menyisahkan makanan, mengelompokkan sampah organik dan anorganik, dan melakukan aksi kampanye lingkungan hidup kepada masyarakat. Tujuannya agar masyarakat sekitar melek terhadap persoalan lingkungan hidup dan melakukan aksi sederhana di lingkungan rumah ataupun sekitarnya. Tidak dapat dipungkiri bahwa pendidikan formal di sekolah merupakan salah satu tempat yang baik untuk menerapkan betapa pentingnya menjaga dan merawat lingkungan.
Bahwa salah satu cara untuk menyelamatkan lingkungan adalah dengan menerapkan pendidikan karakter yang bertujuan untuk membantu agar siswa-siswa mengalami, memperoleh, dan memiliki karakter kuat yang diinginkannya. Artinya bahwa sejak dini anak-anak kita perlu dibekali dengan karakter yang kuat agar sikap-sikap positif yang ada dalam diri mereka dapat menjadi bagian hidupnya yang dapat memengaruhi seluruh cara berpikir dan bertindak dalam hidupnya.
Proses belajar di sekolah sangat memungkinkan untuk membentuk dan menanamkan sikap/karakter cinta lingkungan hidup kepada anak-anak di sekolah, dengan cara membuat sebuah buku mewarnai tentang memelihara istana bakau misalnya agar anak-anak menyadari betapa pentingnya menjaga dan melestarikan bakau sebagai salah satu kekayaan hayati. Secara alami, anak adalah penjelajah alami. Mereka mengobservasi dan meneliti lingkungan di sekitar mereka secara alami dan belajar darinya (learning by doing).Oleh karena itu, dengan aktivitas mewarnai gambar tersebut, kita berharap agar anak-anak kita dapat menjadi peduli terhadap lingkungan. Karenanya, Sejak dini anak-anak disadarkan bahwa setiap pribadi kita dipanggil untuk melestarikan alam ciptaan.
Paradigma positif mengubah cara berpikir kita bahwa sampah tidak lagi menjadi hal yang menjijikkan dan menakutkan. Sampah justru menjadi sarana yang baik untuk melatih kreativitas. Dari sampah, mereka menciptakan sesuatu yang belum ada. Dari sampah anak-anak dilatih menjadi pribadi yang sabar, tangguh, dan kerja keras. Karena ketika mengolah sampah, seperti merajut, memotong, dan melipat, kesabaran, ketangguhan, dan kerja keras dibutuhkan untuk menghasilkan suatu karya yang menarik. Dari keterampilan sampah juga anak-anak dilatih untuk menghargai waktu dimana ketika ada waktu luang anak-anak cenderung memanfaatkan waktu tersebut untuk menggunting, merajut, dan melipat. Bagi kita sampah haruslah menjadi teman dekat setiap hari yang perlu dihargai dengan menempatkannya sesuai dengan kriterianya. Dengan begitu, setiap kita dapat menyadari bahwa pentingnya menjaga lingkungan mulai dari lingkungan sekitar kita. Mengolah sampah secara kreatif merupakan salah satu cara menjaga lingkungan dan jiuga dapat menghasilkan karya seni yang bernilai ekonomis.
Pertanyaannya sekarang,
Bagaimana kita harus peduli terhadap lingkungan alam? Cukupkah hanya dengan menghargai alam saja? Bagaimana p**a kita harus melawan pengrusakan lingkungan yang marak terjadi saat ini? pertanyaan ini tentunya menjadi pertanyaan refleksi bagi kita sebagai manusia ciptaan Tuhan.
Salah satunya solusi yang ditawarkan untuk menjawab pertanyaan tersebut adalah setiap kita dituntut untuk melek ekologi. Sebagai makhluk ekologis kita manusia tentu tidak bisa hidup sendiri tanpa alam ciptaan. Nilai pendidikan karakter tentang peduli dan menghargai alam tidak hanya sekedar menjadi nilai teoritis tetapi harus dihidupi oleh setiap orang yang peduli terhadap kelestarian lingkungan hidup. Proses peduli dan menghargai alam harus diwujudnyatakan dalam sebuh tindakan yang bisa membawa perubahan baik bagi individu maupun untuk semua orang. Setiap kita dituntut untuk membuka hati terhadap persoalan lingkungan hidup, peduli dan bersedia menjadi tameng bagi kelestarian lingkungan sehingga “rumah kita” ini kembali menjadi tempat yang nyaman untuk berlindung. Untuk menyelamatkan alam ini tidak ada yang lain kecuali membangkitkan melek ekologi pada manusia zaman sekarang atau lebih khususnya kepada diri kita masing-masing. Karena hanya dengan demikian, kita sebagai manusia akan memperbaiki pola relasi dengan alam ciptaan.