05/06/2025
✈️🤍🎈🎈🤍✈️
Moddaker Indonesia mengucapkan:
تقبل الله منا ومنكم صالحا الأعمال
Selamat Hari Raya Idul Adha 1446 H
Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Program "Moddaker" Indonesia, Education, Medan.
Program Organisasi Al-Burhan untuk Pelayanan Sunnah dan Al-Qur'an adalah program pendidikan elektronik pertama yang bertujuan membantu peserta memahami makna Al-Qur'an secara keseluruhan melalui kajian kitab “Al-Mukhtashar fi Tafsir Al-Qur’an Al-Karim”. “Moddaker” adalah salah satu program Markaz “Tafsir” dan studi Al-Qur’an. “Moddaker” merupakan program pembelajaran online pertama yang menggunaka
05/06/2025
✈️🤍🎈🎈🤍✈️
Moddaker Indonesia mengucapkan:
تقبل الله منا ومنكم صالحا الأعمال
Selamat Hari Raya Idul Adha 1446 H
03/06/2025
Maka bersemangatlah—semoga Allah memberkahi kalian, bersegeralah, bersabarlah, dan teruslah berlomba-lomba.
Ini hanyalah beberapa hari singkat, jam-jam terbatas, namun pahalanya sangat besar dan abadi.
28/05/2025
عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: ما من أيام أعظم عند الله ولا أحب إليه العمل فيهن من هذه الأيام العشر فأكثروا فيهن من التهليل والتكبير والتحميد أخرجه احمد
Dari Nabi ﷺ beliau bersabda:
"Tidak ada hari-hari yang lebih agung di sisi Allah dan lebih dicintai oleh-Nya untuk beramal di dalamnya dibandingkan sepuluh hari ini, maka perbanyaklah di dalamnya tahlil, takbir, dan tahmid."
— Diriwayatkan oleh Ahmad
27/05/2025
Target Menghkhatamkan Al Quran di 10 Hari Dzulhijjah
*⛅️ Sepuluh Hari Pertama Dzulhijjah: Musim Kebaikan antara Persiapan dan Keputusasaan*
⬅️ Pada setiap musim ibadah, timbul kembali dalam jiwa orang-orang beriman keinginan kuat untuk mendekatkan diri kepada Allah, meningkatkan kesungguhan dalam beribadah, dan memperbanyak amal kebaikan.
Dan musim sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah adalah salah satu musim ibadah terbesar — bahkan merupakan hari-hari terbaik sepanjang tahun, sebagaimana dikabarkan oleh Nabi ﷺ.
⚠️ Namun sebelum kita melangkah dalam jalan kesungguhan beribadah, kita perlu berhenti sejenak untuk sebuah perenungan jujur…
Sebuah perenungan yang kita mulai dengan pengakuan:
“Kita ini lemah dan sangat bergantung kepada Allah,”
Sebagaimana firman-Nya:
“Wahai manusia, kalianlah yang butuh kepada Allah, dan Allah Dia-lah Yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji.” (QS. Fathir: 15)
🔘 Kita tidak bisa beribadah karena kemampuan diri kita sendiri, atau karena sudah terbiasa hingga menjadi rutinitas. Tidak. Semua itu hanyalah karena taufik dan anugerah dari Allah.
Kita menyembah-Nya, namun tetap sangat memerlukan pertolongan-Nya:
{إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ}
(Hanya kepada-Mu kami menyembah, dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan)
▫️ Maka akuilah itu saat kamu bermunajat kepada-Nya, dengan penuh kejujuran dan kerendahan hati, meneladani Nabi ﷺ dalam doanya yang agung:
🤲 “Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan selain Engkau. Engkau telah menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku berada di atas janji dan ikatan-Mu sebisaku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang telah aku perbuat. Aku mengakui nikmat-Mu atasku, dan aku mengakui dosaku. Maka ampunilah aku, karena tidak ada yang bisa mengampuni dosa kecuali Engkau.”
1️⃣ Persiapkan diri untuk beribadah
Persiapan hati sama pentingnya dengan persiapan fisik. Kuncinya adalah bertahap dan memiliki perencanaan yang nyata:
📁 Atur jadwal harianmu, dan niatkan dengan ikhlas bahwa kamu ingin memanfaatkan hari-hari ini untuk Allah.
🎯 Mulailah dari amal ibadah yang paling mudah menurutmu, agar terbiasa dan merasa nyaman dalam ketaatan.
🤲 Latih dirimu mulai sekarang untuk menjaga salat tepat waktu, dan berjamaah di masjid bagi laki-laki.
🤍 Tambahkan salat sunnah rawatib, dan jangan tinggalkan zikir setelah salat — walau hanya membacanya dari catatan.
📖 Baca atau dengarkan Al-Qur’an setiap hari, walau sedikit. Yang penting kamu punya wirid harian.
↔️ Setelah itu, perluas jenis ibadahmu. Ibadah tidak terbatas pada salat dan puasa saja, karena:
“Ibadah adalah segala yang dicintai dan diridhai Allah, berupa perkataan dan perbuatan, lahir maupun batin.”
— Ibn Taimiyah rahimahullah
2️⃣ Nyalakan semangat dalam hatimu
Selalu ingat keutamaan hari-hari ini, dan perbanyak mengingat sabda Nabi ﷺ:
💭 Rasulullah ﷺ bersabda:
“Tidak ada hari-hari di mana amal saleh paling dicintai Allah selain sepuluh hari ini (sepuluh pertama Dzulhijjah).”
Para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, bahkan jihad di jalan Allah tidak bisa menandinginya?”
Beliau menjawab: “Bahkan jihad pun tidak, kecuali seseorang yang keluar dengan jiwa dan hartanya, lalu tidak kembali dengan keduanya.”
(HR. Bukhari)
3️⃣ Bagaimana dengan rasa putus asa?
Sebagian orang mungkin berkata: “Apa gunanya beribadah, padahal kita dalam kondisi lemah, dan saudara-saudara kita di sana sini dibantai?”
↔️ Kami katakan:
Kita adalah hamba Allah dalam segala keadaan.
Kesungguhan kita dalam ibadah adalah bentuk perjuangan melawan hawa nafsu, dan itu sangat dicintai Allah.
Semoga Allah melihat kita sedang bersungguh-sungguh, lalu mencurahkan rahmat-Nya kepada kita, dan kepada seluruh kaum Muslimin.
Semoga doa kita untuk kemenangan dan kemuliaan umat ini dikabulkan.
Dan kalau tidak demikian, apa manfaatnya rasa putus asa tanpa melakukan apa pun?
4️⃣ Penutup: Jangan putus asa, tapi mintalah pertolongan
Kadang kamu merasa lemah atau kurang maksimal… dan itu manusiawi.
Tapi jangan biarkan perasaan itu menghalangimu dari berbuat baik.
Jadikan itu sebagai alasan untuk semakin bersandar kepada Allah, perbaiki niatmu, karena Allah tidak mengecewakan siapa pun yang mendekat kepada-Nya.
🔗 Mulailah… meskipun hanya satu langkah.
Dan ucapkan dalam hatimu:
“Ya Allah, tolonglah aku untuk mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah dengan sebaik-baiknya.”
🎈 Lalu berjalanlah menuju Allah… dan kamu akan menemukan lebih banyak kebaikan daripada yang kamu harapkan.
🤲🤍🤍🕋🤍🤍🕋
23/05/2025
Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:
"Sa'id bin Jubair meriwayatkan dari Ibnu 'Abbas رضي الله عنهما, beliau berkata: 'Waktu (mustajabnya doa) yang disebut-sebut pada hari Jumat adalah antara salat Ashar hingga matahari terbenam.'
Sa'id bin Jubair sendiri, jika telah salat Ashar, tidak berbicara dengan siapa pun hingga matahari terbenam.
Inilah pendapat mayoritas ulama salaf dan didukung oleh mayoritas hadis. Pendapat berikutnya adalah bahwa waktu mustajab itu berada di saat salat Jumat. Adapun pendapat-pendapat lain, tidak ada dalil yang kuat mendukungnya."
(Zād al-Ma‘ād fī Hadyi Khayr al-‘Ibād)
20/05/2025
Apakah kamu melihat sesuatu yang lebih aneh dari tindakan melampaui batas orang ini,yaitu abu jahal,yang melarang hamba Kami (Muhammad sholallohu alaihi wasallam). Melarang hamba Kami (Muhammad sholallohu alaihi wasallam) untuk shalat kepada tuhannya? Apakah kamu tidak melihat bahwa yang dilarang ternyata berada di pihak yang benar,bagaimana bisa dia melarangnya? Atau dia memerintahakan orang lain untuk bertakwa,apakah dia juga akan melarangnya?
*[Tafsir Al Muyassar]*
19/05/2025
*“Doa Musa setelah khilaf…”*
Setelah secara tidak sengaja membunuh seorang laki-laki dari kaum Qibṭi, Nabi Musa merasa bersalah dan menyesali perbuatannya. Ia pun segera memohon ampun kepada Tuhannya dengan penuh ketulusan:
_“Ya Tuhanku, sungguh aku telah menzalimi diriku sendiri, maka ampunilah aku.”_
(QS. Al-Qasas: 16)
Allah pun mengampuninya, karena Dia Maha Pengampun dan Maha Penyayang terhadap hamba-hamba-Nya yang bertobat dengan tulus.
*🌿 Pelajaran untuk kita:*
🔹 Setiap insan bisa khilaf, bahkan seorang nabi pun pernah melakukan kesalahan.
🔹 Namun, sebaik-baik orang yang berbuat salah adalah yang segera bertobat.
🔹 Rahmat Allah selalu lebih besar dari dosa siapa pun yang kembali kepada-Nya.
18/05/2025
Pesan hikmah:
🔸 Ingatkan, nasihati, dan jaga saudara-saudaramu dalam kebaikan,
🔸 Sebagaimana pemimpin saudara-saudara Yusuf mengingatkan mereka dengan penuh tanggung jawab.
🌱 Saling menjaga dalam kebenaran adalah tanda cinta dan kepedulian.
17/05/2025
Ketika kaum musyrikin telah kembali meninggalkan medan perang Uhud, Rasulullah ﷺ pun beranjak dari tempatnya dan melihat pemandangan yang menyedihkan. Beliau melihat Hamzah—raḍiyallāhu ‘anhu—dalam kondisi tubuh terbelah, hidung terpotong, dan telinga dicacat. Maka beliau ﷺ bersabda:
“Kalau bukan karena khawatir akan membuat para wanita bersedih atau akan menjadi kebiasaan setelahku, sungguh aku akan membiarkan tubuh Hamzah hingga Allah membangkitkannya dari perut binatang buas dan burung. Dan sungguh aku akan membalas dengan menyiksa tujuh puluh orang di tempatnya.”
Kemudian Nabi ﷺ mengambil kain burdah dan menutupkan ke wajah Hamzah. Namun kakinya masih terlihat, maka Rasulullah ﷺ menutupinya dengan rumput idzkhir. Beliau pun menyalatkannya dan bertakbir sebanyak sepuluh kali. Lalu orang-orang yang gugur lainnya dibawa satu per satu dan diletakkan bersama jenazah Hamzah, hingga Rasulullah ﷺ menyolatkan mereka sebanyak tujuh puluh kali (masing-masing bersama Hamzah).
Setelah semua dikuburkan dan urusan selesai, turunlah ayat ini:
“Serulah (manusia) ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan nasihat yang baik... sampai firman-Nya: ‘Dan bersabarlah, dan kesabaranmu itu hanya dengan pertolongan Allah.’”
📘 Maka Rasulullah ﷺ pun bersabar dan tidak membalas atau menyiksa siapa pun dari pihak musuh.
📚 [Tafsir Al-Qurṭubī]
15/05/2025
Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan mengikuti Rasul-Nya! Bersabarlah kalian terhadap beban-beban syariat (agama) serta musibah-musibah dunia yang menimpa kalian, dan kalahkanlah orang-orang kafir dalam hal kesabaran, serta jangan sampai mereka lebih sabar dari kalian. Tegakkanlah jihad di jalan Allah, dan takutlah kalian kepada Allah dengan cara menjalankan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya, supaya kalian mendapatkan apa yang kalian harapkan, yaitu selamat dari neraka dan masuk ke dalam surga.
[Tafsir Al-Mukhtasar]
13/05/2025
Ya Tuhan kami! Ampunilah dosa-dosaku, ampunilah dosa-dosa bapakku (Ibrahim mengucapkannya sebelum dia mengetahui bahwa bapaknya adalah musuh Allah, namun tatkala mengetahuinya dia berlepas diri darinya), serta ampunilah dosa orang-orang mukmin pada hari manusia bangkit kepada Tuhan mereka untuk menghadapi hisab amal mereka.”
[Tafsir Al-Mukhtasar, QS. Ibrahim, 41]