05/06/2018
Yuddy Aditiawan
REVOLUSI MORAL
Suatu pekerjaan besar bagi kita didepan adalah melakukan revolusi restrukturisasi moral bangsa agar kita dapat menyelesaikan semua masalah bangsa ini.
Mengapa “Indonesia” berpenduduk terbesar jumlah penganut Islam didunia (70%) bukan menjadi target utama negara-neagara sekutu (setan): karena “Indonesia sudah dilemahkan dengan metoda “STONE CRUSHER” dan “SOFT POWER”.
Apa maksudnya:
STONE CRUSHER adalah teknik intelejen menghancurkan moral lawan dengan menghancurkan agama, norma hukum dan budayanya.
Metodanya adalah membuat bingung opini masyarakat tentang benar-salah, kemudian mereka akan merumuskan benar menurut versi mereka yang akan dikondisikan di”amini” oleh lembaga negara atau keagamaan. Masyarakat “Indonesia” digiring untuk menjadi gembala-gembala pengejar harta, dengan demikian spritual terlepas dari cara hidup (sekulerisme).
Cara yang mereka gunakan adalah membudayakan korupsi, konsumsi narkotika-obat, pornografi, sifat materialis-konsumeris melalui slogan kesejahteraan adalah menjadi kaya raya dengan banyak beroperasi perusahaan MLM/Asuransi/Money Game (Forex-Investasi), seminar2 meraih kekayaan, tayangan TV (pamer kekayaan), iklan Radio, film-film non-keTuhanan (Box Office), konser musik dan kejuaraan menyanyi berhadiah besar, pembangunan ribuan Mall & menciptakan halusinasi negeri terindah yang menjadi surga wisata tapi sulit untuk mendapatkan ijin masuk yaitu ke Amerika Serikat.
US Green Card dibagikan dengan sangat sulit untuk segelintir orang agar yang mendapatkan merasa bahwa saya yang paling beruntung. Dengan kesenangannya ini ia rela untuk menerima perintah apa saja dari yang memberikannya (kedutaan besar AS) untuk melakukan teror opini membela kepentingan sekutu di Indonesia (perang komentar di facebook, blog (maya) dan buku-buku agama). Hal berikutnya mereka akan melemparkan isu-isu SARA dan teror bom yang akan menjadi KERAGUAAN keTuhanan.
Kini masyarakat Islam “Indonesia” terpecah belah tanpa tau sumber masalahnya dan hilangnya ukhuwah Islamiyah yang merupakan jiwa Islam. Di Indonesia disinyalir telah telah beroperasi +25.000 agen intelejen asing (berwarga negara “Indonesia”) yang bertugas meng-counter semua serangan opini masyarakat “Indonesia” dan membuat ketegangan antar agama (adu domba).Teknik kedua adalah SOFT POWER, yaitu teknik intelejen umumnya digunakan untuk mempengaruhi tokoh-tokoh kunci pengambil keputusan/kebijakan didalam masyarakat.
Cara yang digunakan dengan membuat banyak perusahaan patungan bermodal asing dimana manfaatnya adalah siar ajaran setan mereka berhasil mempengaruhi publik, bisnis pengeruk keuntungan sebagai modal murah dari masyarakat miskin dan membuat para pejabat yang didudukan sebagai komisaris menjadi amat penurut dan manis.
Wanita adalah korban yang paling tersakiti, yaitu mereka digelapkan susila (amoral) dan diperdaya untuk suguhan hiburan pejabat, akibatnya ia merasakan 2 neraka: dunia dan akherat….nauzubillah min zalik. Soft Power juga menggunakan ratusan LSM penderma yang akan membuat “humanity” menjadi figur baru kepercayaan masyarakat dan melupakan kitab suci.
Dengan perluasan kedutaan Amerika Serikat di “Indonesia” tahap pertama sebesar Rp 4,3 Trilyun dan tahap berikutnya sebesar Rp 6-7 Trilyun, maka kedutaan Amerika di Indonesia adalah terbesar kedua stlh di Irak & mrpkn kedutaan yg terbesar di Asia.
Begitu pentingnya posisi “Indonesia” untuk dibuat menjadi “client country” & untuk menjaga “pivotal swinging” tetapi berada pada kekuatan sekutu setan. Posisi penting “Indonesia” sebagai target operasi sekutu (setan) dalam memerangi Islam hingga membuat mereka menempatkan peta “Indonesia” di situs resmi iluminati us-israel.org.
Sadarkah Anda begitu hematnya musuh sesungguhnya “Indonesia” dalam menguasai negeri ini (new imprealis) tanpa rakyatnya merasa dijajah dengan modal yang sangat kecil. Tetapi akan dibayar kelak (bila kita tidak bangkit mengakhirinya) oleh kita dan anak cucu kita didalam neraka dunia dan neraka akherat.Mulailah bersilaturahmi dan siarkan kebenaran (sejarah) ini.