16/08/2026
Mataram 15- 8-2026โ Perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) mendorong perubahan peran pustakawan, khususnya di lingkungan perguruan tinggi. Pustakawan tidak lagi hanya berfokus pada pengelolaan koleksi dan layanan sirkulasi, tetapi dituntut menjadi mitra strategis sivitas akademika dalam mendukung pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi.
Semangat transformasi tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan workshop nasional โSmart CV & Personal Branding: Membangun Identitas Profesional Pustakawan di Era Digitalโ yang diselenggarakan oleh Perpustakaan UIN Mataram. Kegiatan dibuka oleh Wakil Rektor II UIN Mataram, Prof. Dr. H. Muhammad Saleh, M.Ag.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor II menekankan pentingnya adaptabilitas tenaga kependidikan, khususnya pustakawan, dalam menghadapi perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan. Sementara itu, Kepala UPT Perpustakaan UIN Mataram, Dr. Fadrik Adi Fahrudin, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kompetensi dan daya saing profesional pustakawan di era digital.
Workshop menghadirkan Ikhwan, S.Sos., M.M., Pustakawan Universitas Mataram sekaligus Ketua Pengurus Daerah Ikatan Pustakawan Indonesia (PD IPI) Provinsi NTB, Amin Saleh, S.Sos., M.I.Kom. Pustakawan Universitas Muhamadiyah Mataram, serta Arjuna Ayasa Putra (PROFESSIONAL INTERESTS: Artificial Intelligence and Digital Transformation, Software Engineering, Tax Technology and Data Analytics) sebagai narasumber.
Kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh pustakawan di lingkungan UIN Mataram, tetapi juga melibatkan peserta dari institusi lain. Pustakawan dari IPDN Kampus NTB, perwakilan dari anggota FPPTI NTB dan perwakilan pustakawan dari UMRAM, Selain itu, kegiatan turut diikuti oleh perwakilan mahasiswa UKM Literasi Ilmiah UIN Mataram. Kehadiran peserta lintas institusi turut memperluas jejaring profesional, membuka ruang berbagi pengalaman, serta mendorong kolaborasi antarpustakawan dalam menghadapi perkembangan layanan informasi di era digital.
Ikhwan membahas penguatan personal branding pustakawan melalui formula P = C ร V ร K ร I (Competence, Visibility, Consistency, Integrity). Ia menekankan bahwa visibilitas profesional perlu dibangun di atas kompetensi yang kuat, termasuk dalam pendampingan riset, Research Data Management, dan literasi AI.
Sementara itu, Amin Saleh menekankan bahwa personal branding merupakan proses membangun reputasi profesional secara sadar, konsisten, dan sesuai dengan kompetensi. Pustakawan didorong untuk memiliki spesialisasi keahlian serta membangun kehadiran digital yang mencerminkan bidang profesionalnya.
Pada sesi SmartCV, Arjuna Ayasa Putra membekali peserta dengan strategi menyusun CV yang relevan, ringkas, mudah dipindai, berbasis bukti, dan konsisten. Peserta juga mendapatkan praktik pemetaan kompetensi, penyusunan pengalaman berbasis capaian, desain CV, pemanfaatan teknologi AI, serta pengembangan portofolio profesional digital.
Melalui kegiatan ini, Perpustakaan UIN Mataram mendorong pustakawan untuk tidak hanya memiliki kompetensi yang kuat, tetapi juga mampu mendokumentasikan, mengomunikasikan, dan menampilkan kompetensi tersebut secara profesional di ruang digital.
Workshop ini menjadi bagian dari komitmen Perpustakaan UIN Mataram dalam membangun sumber daya manusia perpustakaan yang kompeten, adaptif, inovatif, dan berdaya saing, sekaligus memperkuat peran pustakawan sebagai mitra strategis dalam mendukung ekosistem akademik perguruan tinggi. "terjemahan dalam bahasa inggris dan juga bahasa arab baku, versi yang lebuh akademik "