13/08/2026
STIS Darul Falah Gelar Visiting Lecturer dan Ngaji Akademik, Perkuat Profesionalisme Dosen di Era Digital
Mataram, NTB — Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Darul Falah Pagutan Mataram NTB menyelenggarakan kegiatan Visiting Lecturer dan Ngaji Akademik dengan tema “Penguatan Profesionalisme Dosen dalam Meningkatkan Efikasi Kinerja Akademik di Era Digital melalui Penguatan Kerja Sama Perguruan Tinggi.”
Kegiatan akademik tersebut menghadirkan Prof. Dr. Khusnurridho, M.Pd., Guru Besar UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (KHAS) Jember, Jawa Timur, sebagai narasumber. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi civitas akademika STIS Darul Falah untuk memperkuat kompetensi dosen sekaligus merespons berbagai perubahan dunia pendidikan di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Khusnurridho menegaskan bahwa dosen merupakan pendidik profesional dan ilmuwan yang memiliki tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. Hal tersebut sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.
Menurutnya, perkembangan teknologi menuntut adanya perubahan paradigma dalam menjalankan profesi sebagai dosen. Dosen tidak lagi hanya berperan sebagai lecturers atau pengajar, tetapi harus berkembang menjadi guides atau pembimbing yang mampu mengarahkan mahasiswa dalam menemukan, mengolah, dan mengevaluasi berbagai sumber pengetahuan.
“Dosen perlu membantu mahasiswa mengarahkan sumber-sumber pembelajaran yang tersedia secara online, bukan hanya memberikan kuliah atau ceramah,” demikian salah satu poin penting yang disampaikan dalam materi.
Prof. Dr. Khusnurridho juga menjelaskan pentingnya personalized learning, yaitu pembelajaran yang disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan masing-masing mahasiswa. Pemanfaatan adaptive software dapat menjadi salah satu sarana untuk membantu dosen menciptakan pembelajaran yang lebih efektif dan sesuai dengan karakteristik mahasiswa.
Selain itu, dosen juga dituntut memahami workflow automation. Berbagai pekerjaan rutin, termasuk penyusunan rancangan pembelajaran (lesson planning), dapat dibantu dengan perangkat berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) sehingga waktu dosen dapat lebih banyak dialokasikan untuk kegiatan akademik yang bersifat strategis, seperti membimbing, meneliti, berdiskusi, dan mengembangkan keilmuan.
Aspek digital literacy juga menjadi bagian penting dari profesionalisme dosen. Dosen diharapkan mampu menguasai berbagai platform digital seperti Zoom, Google Classroom, serta aplikasi pembelajaran interaktif lainnya.
Namun, pemanfaatan teknologi dan AI harus tetap diiringi dengan ethical AI use. Dosen memiliki tanggung jawab untuk membimbing mahasiswa menjaga integritas akademik serta mengajarkan kemampuan berpikir kritis dalam mengevaluasi berbagai keluaran atau output yang dihasilkan oleh AI.
Di samping itu, Prof. Dr. Khusnurridho menekankan pentingnya inclusive design, yakni bagaimana layanan dan pembelajaran digital dirancang agar dapat diakses secara lebih luas. Transformasi digital jangan sampai justru menciptakan kesenjangan bagi mahasiswa yang memiliki keterbatasan dalam memperoleh akses terhadap teknologi dan sumber pembelajaran.
Sementara itu, Ketua STIS Darul Falah dalam sambutannya menyampaikan bahwa STIS Darul Falah memiliki sejumlah keunggulan, salah satunya dalam penguasaan dan pengembangan kutubutturats sebagai bagian penting dari tradisi keilmuan Islam.
Ketua STIS Darul Falah juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Prof. Dr. Khusnurridho atas kontribusi dan dukungannya terhadap pengembangan sumber daya manusia di STIS Darul Falah. Beliau secara khusus mengungkapkan terima kasih atas rekomendasi yang telah diberikan kepada dua dosen STIS Darul Falah untuk melanjutkan pendidikan, yaitu Zulkarnain yang menempuh pendidikan S3 di UIN Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan H. Abdul Malik yang menempuh pendidikan magister di UIN Mataram. Keduanya saat ini telah menyelesaikan pendidikan masing-masing.
Kegiatan tersebut juga dipandu oleh Dr. Muhamad Arifin selaku moderator. Dalam kesempatan tersebut, Dr. Muhamad Arifin menyampaikan harapan agar kegiatan Visiting Lecturer dan Ngaji Akademik dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas akademik di lingkungan STIS Darul Falah.
“Semoga dengan adanya kegiatan ini STIS Darul Falah semakin maju, semakin kuat dalam pengembangan akademik, dan segera bertransformasi menjadi institut,” ungkapnya.
Kegiatan Visiting Lecturer dan Ngaji Akademik ini sekaligus menjadi bagian dari upaya STIS Darul Falah dalam memperluas jejaring dan memperkuat kerja sama dengan perguruan tinggi lain. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, peningkatan kualifikasi dosen, serta pengembangan kelembagaan.
Melalui kegiatan ini, STIS Darul Falah menegaskan komitmennya untuk terus melakukan transformasi akademik dengan tetap mempertahankan tradisi keilmuan pesantren dan kutubutturats, sekaligus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan tuntutan pendidikan tinggi di era digital.
Dengan penguatan profesionalisme dosen, pemanfaatan teknologi secara bijak, serta pengembangan kerja sama antarperguruan tinggi, STIS Darul Falah diharapkan semakin siap meningkatkan mutu pendidikan dan mewujudkan cita-cita transformasi kelembagaan menuju institut.
_STIS Darul Falah Mataram NTB 12 Agustus 2026