PGNW Nusantara

PGNW Nusantara Persatuan Guru Nahdlatul Wathan Se-Nusantara

Yuk Ramai² Pasang Twibbon HULTAH KE-83 MADRASAH NBDILink:
07/04/2026

Yuk Ramai² Pasang Twibbon HULTAH KE-83 MADRASAH NBDI
Link:

Platform interaktif untuk polling, QnA, spin wheel, dan frame campaign. Buat konten menarik dengan mudah!

Hari ini (21 Oktober) bertepatan dengan tanggal Wafatnya Guru Besar kita, Guru Bangsa sekaligus Pendiri Organisasi Nahdl...
21/10/2025

Hari ini (21 Oktober) bertepatan dengan tanggal Wafatnya Guru Besar kita, Guru Bangsa sekaligus Pendiri Organisasi Nahdlatul Wathan (NW), Al Magfurulah Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid

Mari kita membacakan al Fatihah khusus untuk Guru Besar kita. Dan semoga kita sebagai Murid, Abituren dan Pencinta Nahdlatul Wathan selalu dalam garis perjuangan-Nya, dan dalam garis perjuangan Organisasi Nahdlatul Wathan.

Ngiring seperti dalam doa-doa beliau, selalu bersama-sama agar masuk Syurga Bigairihisab. Amin amin ya rabbal alamin

Nahdlatul Wathan (NW) adalah organisasi Islam terbesar di Nusa Tenggara Barat yang telah berperan penting dalam dunia pe...
25/09/2025

Nahdlatul Wathan (NW) adalah organisasi Islam terbesar di Nusa Tenggara Barat yang telah berperan penting dalam dunia pendidikan sejak berdirinya Madrasah NWDI pada tahun 1937.

Melalui jaringan madrasah, pesantren, dan perguruan tinggi, NW konsisten mencetak generasi berilmu, berakhlak, serta siap membangun bangsa.

https://youtu.be/7EWxbUn5ock?si=ezzKqEstU9DLKG35

Live *Radio Dewi Anjani* via situs👇
01/07/2025

Live *Radio Dewi Anjani* via situs
👇

Radio Dakwah Nahdlatul Wathan

Yuk Ramaikan!Pasang Twibbon resmi HULTAH ke-89 Madrasah NWDI melalui https://s.id/Zd3EU    Pengikut Penggemar berat     ...
03/09/2024

Yuk Ramaikan!
Pasang Twibbon resmi HULTAH ke-89 Madrasah NWDI melalui https://s.id/Zd3EU

Pengikut Penggemar berat

Bismillahi WabihamdihiAssalamu'alaikum WrWb.Silak...mari kita hadiri bersama, Sunnatan Hasanatan dari Maha Guru/Guru Bes...
20/04/2024

Bismillahi Wabihamdihi
Assalamu'alaikum WrWb.
Silak...mari kita hadiri bersama, Sunnatan Hasanatan dari Maha Guru/Guru Besar kita Al Magfurulah Maulanasyaikh Sang Pahlawan Nasional

Assalamu'alaikum WrwbPokoknya NWPokok NW Iman dan Taqwa🔴Ikuti dan hadiri...! Khotmil Quran 2024dalam semarak peringatan ...
27/03/2024

Assalamu'alaikum Wrwb
Pokoknya NW
Pokok NW Iman dan Taqwa

🔴Ikuti dan hadiri...!
Khotmil Quran 2024
dalam semarak peringatan Nuzulul Qur'an dan Haul.

Kamis : 17 Ramadhan 1445 H
Pukul : 15.00 WITA
Tempat : Majelis Dakwah Hamzanwadi II

Link Registrasi
bit.ly/khotmilQuran24

Konfirmasi Keikutsertaan
WA Panitia 087791234563

Gabung grup WA Peserta
https://chat.whatsapp.com/LN4J0uA1L8m70sAkwuCtq6

Ketentuan
1. Peserta dari lombok supaya hadir secara langsung di majlis
2. Peserta yang tidak bisa hadir langsung atau di luar daerah bisa mengikuti khotmil Qur'an secara online (ZOOM) baik secara sendiri maupun berkelompok
4. Pembacaan Al-Qur'an serentak akan dimulai sekitar pukul 15.30
5. Seluruh peserta wajib melakukan registrasi pada link yang sudah disiapkan, baik secara sendiri maupun kelompok.

_Bismillahiwabihamdihi__Assalamu'alaikum Wr. Wb_Salam PGNW. _PGNW...Aktifkan...!_Untuk menertibkan pendataan Guru Nahdla...
26/12/2022

_Bismillahiwabihamdihi_
_Assalamu'alaikum Wr. Wb_
Salam PGNW. _PGNW...Aktifkan...!_
Untuk menertibkan pendataan Guru Nahdlatul Wathan di Wilayah Prov. NTB dimohon kepada Seluruh Dewan Guru/Asatiidz/Ustadzaat Nahdlatul Wathan se-NTB berkenan mengisi form Data Guru berikut:
https://s.id/Form-Data-PGNW-NTB
Atas berkenannya disampaikan terima kasih.
Salam
Admin

22/09/2022

SERAH MAYUNG SEBUNGKUL ?
(Konsep Mengikhlaskan dalam Pendidikan)

Dalam hasanah etimologi sasak Lombok, para pendahulu dan orang tua kita sering menggunakan istilah "Serah Mayung Sebungkul" dalam prosesi menyerahkan anak atau putra putrinya kepada guru, ustad, kyai di madrasah, pesantren atau dilembaga pendidikan lainnya, dengan kepentingan untuk dididik atau diberikan ilmu.

Prosesi "Serah Mayung Sebungkul" adalah proses di mana orang tua yang membawa anaknya untuk diserahkan ke tempat menuntut ilmu (ngaji) atau ketempat ia akan dibimbing oleh guru atau ustadznya.

Jenis etimoligis-semiotis ini tidak hanya sekedar "ijab- kabul" antara orang tua siswa atau santri dengan guru (ustad,kyai, tuan Guru). Tidak hanya semata mata bentuk ungkapan verbal. Namun, makna simbolis, filosofis dan efistemologis dari ungkapan "Serah Mayung Sebungkul" itu, memiliki dimensi makna yang universal, sarat dengan nilai dan prinsip dasar. Khusunya, dalam konteks kesungguhan belajar atau ketulusan saling menerima dan memberi dalam menuntut ilmu.

Kepada beberapa orang tua dan tokoh (narasumber) yang pernah saya wawancarai tentang konsep "Serah Mayung Sebungkul", justru memberikan penjelasan yang sangat ekstrim. Dimaknai, bahwa orang tua yang menyerahkan atau mengantar anaknya untuk mengaji atau untuk menuntut ilmu kepada sang guru, diibaratkannya menyerahkan "mayung" atau menjangan utuh kepada guru, sebungkul (utuh) sebagai bentuk ketulusan, kerelaan, keikhlasan dan totalitas, agar putra -putrinya dididik oleh guru tidak setengah-setengah.

Lanjutannya adalah, setelah mayung (menjangan) diserahkan dan sang guru/ ustad menerima, maka pihak yang diserahkan (penerima) diberikan dan memiliki hak utuh (sebungkul) untuk membuatnya menjadi apa saja yang enak, dan dengan cara atau metode apapun yang di anggap tepat, untuk tujuan manfaat dan kebaikan.

Dalam praktik pendidikan kita hari ini, konsep dan tradisi hasanah sakral sarat makna ini, sudah hampir ditinggalkan bahkan dilupakan, terlebih pada pendidikan formal persekolahan. Pendidikan yang secara berimbang, yang idealnya selalu memerlukan reward and punishment, mulai parsial dan bias dalam praktiknya, sehingga proses pendidikan selalu berjalan setengah wujud setengah rupa.

Guru atau ustad, dibuat harus ekstra hati-hati, menghadapi anak didiknya, apapun jenis dan bentuk kelakuan atau penyimpangan yang dilakukan. Di satu sisi, jika ada pembiaran pada masalah anak, dikhawatirkan akan memberikan efek buruk bagi anak itu sendiri dan lingkungan sekitarnya. Tetapi jika dilakukan tindakan atau bimbingan dengan "tegas" dan atau dengan sanksi, juga akan berpeluang menimbulkan masalah baru. Bahkan, dalam banyak kasus, guru berpotensi terjerat delik pidana dan pelanggaran HAM, terlebih dengan gaya "hebring" orang tua yang hanya memiliki sudut pandang sepihak dalam melihat masalah, dilematis !

Dalam perspektif pendidikan Islam, ikhlas menjadi keyword dan prinsip utama dalam menuntut ilmu. Bahkan Syaidina Ali bin Abi Thalib sahabat Nabi, mengungkapkan ekspresi tentang penghormatan kepada guru dalam ungkapannya " Aku adalah hamba bagi siapapun yang mengajarkan aku Ilmu walaupun hanya satu huruf". Betapa guru dalam Islam sebagai digambarkannya adalah sosok yang harus dimuliakan, bukanlah sebaliknya, dihina dinistakan tidak di takzim dan tidak dihargai.

Ungkapan "serah Mayung Sebungkul" yang digunakan sebagian masyarakat Sasak dalam tradisi menitipkan anaknya pada lembaga pendidikan, hakikatnya adalah bentuk keikhlasan dan ketulusan yang sarat pesan dan nilai universal.

Bagi orang tua yang meyakini tentang konsep keikhlasan dan ketulusan dalam perjuangan menuntut ilmu, padanya tidak akan pernah rasa "syu'zon" atau berburuk sangka kepada guru yang mendidik putra putrinya, apalagi kemudian emosi, garang, marah dan mencaci maki. Miris, jika kemudian pada banyak kasus, orang tua keberatan, tidak ikhlas, mengancam dan bahkan menghina menyerang guru (profesi dan personalnya), hanya gara-gara, anaknya ditegur atau disanksi atas tindakannya di satuan pendidikan.

Menghidupkan kembali tradisi " Serah Mayung Sebungkul" sebagai perikatan atau ijab kabul, pada tahap awal siswa dimasukan sekolah atau madrasah oleh orang tua patut diangkat ke permukaan. Paling tidak, sebagai ikhtiar dalam memposisikan hazanah nilai kearifan pada tempatnya, sehingga hubungan baik antara lembaga pendidikan dan masyarakat terjaga, dalam komitmen dan tanggung jawab bersama, dalam proses yang saling mempercayai dan menghargai.

(DR. Sirojul Hadi | Sekretaris Pimpinan Pusat PGNW)

Address

Jln. Raya Mataram-Lb. Lombok
Mataram
997755

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when PGNW Nusantara posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The School

Send a message to PGNW Nusantara:

Shortcuts

Share

Category