Darul Mudhaffar

Darul Mudhaffar Pesantren Budaya Darul Mudhaffar

UNDANGAN DISKUSI/Ngaji Tematik : *DINAMIKA PESANTREN DI BIMA* Sejak dahulu kala, Kerajaan Bima yg berada diujung timur p...
23/08/2023

UNDANGAN DISKUSI/Ngaji Tematik :
*DINAMIKA PESANTREN DI BIMA*

Sejak dahulu kala, Kerajaan Bima yg berada diujung timur pulau Sumbawa dikenal sbg tempat persinggahan yg cukup penting dan strategis dalam alur pelayaran Nusantara. Sehingga daerah ini cukup maju peradabannya. Hadirnya Islam di Bima pada awal abad 17 M juga mmberi pengaruh yg signifikan dalam sejarah peradaban Bima. Kehadiran Islam ditandai dengan lahirnya kesultanan Bima pada tahun 1640M.

Selama masa kolonialisme hingga pra kemerdekaan, banyak ulama2 besar yang singgah maupun lahir di Bima. Salah satunya adalah Syeikh Abdul Ghani Al Bimawi, yg dikenal luas sebagai mahaguru ulama2 Nusantara. Syeikh Nawawi Albantani, Kyai Soleh Darat, Syaikhona Kholil Bangkalan hingga Hadratussyaikh Hasyim Asy'ari yang dikenal sebagai jaringan ulama pesantren.

Sayangnya pasca kemerdekaan hingga hari ini pekembangan (keilmuan) Islam di Bima seperti mengalami dekadensi. Hal ini disebabkan karena tidak banyak pesantren yang tumbuh dan berkembang di Bima. Tentu, ada banyak hal yang mempengaruhinya. Salah satunya krn pesantren (terutama pada masa Orba) dianggap sbg sistem pendidikan yg tradisional dan ketinggalan zaman.

Seiring dengan perkembangan, saat ini kondisinya justru berbalik. Pendidikan ala pesantren justru sangat digandrungi. Terutama pesantren modern atau boarding School, tumbuh menjamur dimana2. Lantas bagaimana perkembangan pesantren di Bima?

Yuukk ikutin diskusinya. Malam ini *Rabu 23 Agustus 2023. Pukul 19.00 - Selesai* di RUANG TUMBUH MERDEKA *perum Lantana Garden Blok D5 No.79 Labuapi Lombok Barat.*

Salam Syruuppuutt

UNDANGAN *SULUK MUHARRAMAN* ____________________RTM, _Kamis 27 Juli 202318.00 - Selesai_ Bulan Muharram atau masyarakat ...
25/07/2023

UNDANGAN

*SULUK MUHARRAMAN*
____________________
RTM, _Kamis 27 Juli 2023
18.00 - Selesai_

Bulan Muharram atau masyarakat Nusantara sering menyebutnya sebagai Sasih Suro, dipercaya sebagai bulan mistis, sakral, keramat. Ada juga yang menganggapnya sebagai bulan 'kewaspadaan' krn dipercaya pada bulan ini kesialan/nasib buruk akan lebih mudah terjadi.

Padahal dalam tradisi Islam bulan Muharram ini sering dianggap sebagai bulan suci kedua atau bulan termulia setelah bulan Ramadhan. Sebab di bulan inilah alam semesta diciptakan oleh Allah SWT. Nabi Adam bertemu Siti Hawa, Nabi Nuh Selamat dari banjir besar, Nabi Ibrahim kebal dari Api yang membakar, Nabi Musa lolos dari kejaran Fir'aun, Nabi Yakub bisa melihat kembali, Nabi Ayub sembuh dari penyakit menahun dan masih banyak lagi kebaikan2 di dalamnya.

Namun di bulan Muharram ini tepatnya 10 Muharram 61 H atau 10 Oktober 680 Masehi, Sayidina Husein bin Ali, cucu kesayangan Nabi Muhammad dibantai atas perintah yazid bin Muawiyyah. Sebuah peristiwa mengenaskan yg dikenal sebagai tragedi Karbala. Karena itu penganut Syi'ah pada umumnya memperingati bulan Muharram sebagai bulan Tragedi.

Di luar itu semua umat Islam secara umum tetap merayakan bulan Muharram sebagai bulan permulaan tahun, awal dimulainya tahun baru Hijriyyah. Bulan dimana harapan2 baru, energi kebaikan2 disemai untuk hari2 dan bulan2 selanjutnya. Karena itu Pesantren Budaya *DAR AL MUDHAFFAR* akan mengadakan Selamatan dan do'a bersama, memohon keberkah Allah SWT agar kita semua mendapat kemudahan rizki, keselamatan, dilindungi dan dijauhkan dari mala bencana serta fitnah dunia.

Kegiatan tsb akan dilaksanakan pada:

*Hari Kamis, 27 Juli 2023 Pukul 18.00 -Selesai*

Tempat :
*Ruang Tumbuh Merdeka*
_BTN Lantana Garden Blok D5 No.79 Labuapi-Lombok Barat_

Acara :
Tahlil, Dzikir, Istigosah, Nariyahan, do'a bersama

Demikian undangan yg kami sampaikan, atas kehadirannya kami menghaturkan Terimakasih.

Wassalamu'alaikum Wr.Wb

Hormat kami,
*Paox Iben Mudhaffar*
_Pengasuh_

Selamat Siang para penuntut ilmu šŸ¤
12/07/2023

Selamat Siang para penuntut ilmu šŸ¤

UNDANGANKekerasan Seksual di Pesantren: Tinjauan Antropologis Sebagai lembaga pendidikan agama tradisional, pesantren su...
30/06/2023

UNDANGAN

Kekerasan Seksual di Pesantren: Tinjauan Antropologis

Sebagai lembaga pendidikan agama tradisional, pesantren sudah dianggap sebagai tempat sakral yang mendorong pembentukan karakter dan pembangunan mental spiritual di setiap santrinya. Namun dibalik keagungan yang terpancar dari bilik-bilik pesantren itu, lambat laun kini sebuah realitas kelam telah menjadi urgensi bersama pun kian tak terbendung. Kekerasan seksual di pesantren bukanlah sekadar kasus-kasus individu yang terisolasi, melainkan hasil dari doktrinasi struktur sosial, kekuasaan, dan budaya yang mengatur setiap aktivitas di dalamnya.

Perlunya melihat bagaimana relasi kuasa dalam pesantren sehingga terjadi kekerasan seksual. Yang secara inheren telah menciptakan hierarki yang teramat kokoh. Dominasi maskulinitas yang terinternalisasi telah menjadi alat bagi para pelaku untuk menumbuh suburkan tindakan ini, ironisnya korban juga seringkali diabaikan dan dijauhkan dari ruang-ruang pengambilan keputusan. Pesantren sering kali menjadi tempat dimana pendidikan seksual yang terstruktur dan komprehensif di gembok mati, Sehingga memicu ketidaktahuan dan ketidakpahaman yang dapat menempatkan peserta didik dalam posisi sangat rentan.

Pendekatan holistik yang melibatkan terutama keluarga, masyarakat, lembaga pendidikan termasuk pesantren itu sendiri dan pemerintah. Selain itu, pendidikan seksual yang menyeluruh dan non-diskriminatif harus diperkenalkan sebagai bagian integral dari kurikulum pesantren.

Dari banyak kasus yang telah terjadi, penting untuk melihat kekerasan seksual di pesantren sebagai produk dari dinamika budaya, kuasa, dan struktur sosial yang kompleks. Mempertanyakan kembali mitos tentang kesucian yang siluetnya seringkali menyilaukan. Dengan pendekatan tajam, kritis, dan refleksi mendalam, mengadvokasi perubahan berkesinambungan, membangun lingkungan yang aman. Hanya dengan upaya bersama dan komitmen yang kuat, dapat dipastikan bahwa pesantren menjadi wadah yang sejati untuk pertumbuhan spiritual dan kemanusiaan yang tidak pernah membiarkan bayangan kekerasan mengaburkan sinar cahayanya.

Mengampu Warisan Budaya dan Sensitivitas Adalah praktik yang telah menjadi bagian integral di berbagai budaya dan agama ...
27/06/2023

Mengampu Warisan Budaya dan Sensitivitas

Adalah praktik yang telah menjadi bagian integral di berbagai budaya dan agama sebagai refleksi atas rasa hormat, serta pengabdian kepada leluhur atau tokoh-tokoh yang dihormati sejak zaman kuno. Ziarah makam memiliki peran penting dalam memelihara dan menjaga warisan budaya. Menghubungkan pada sejarah dan tradisi yang telah menjadi identitas budaya. Ritus ini memungkinkan untuk mempelajari lebih banyak tentang leluhur kita, jasa-jasa mereka, serta nilai-nilai yang telah mereka anut lalu kemudian di wariskan. Selain itu juga ialah ajang melestarikan adat istiadat, dan tradisi yang terkait dengan pemakaman, seperti doa-doa, upacara, dan musik yang telah drive common sense generasi ke generasi.

Saat mengunjungi makam orang-orang yang kita cintai atau menghormati, kita membangkitkan kembali rasa sensitivitas mengenang mereka. Dalam hiruk pikunya kehidupan sehari-hari. Takbisa kita tampik bahwa Shifting paradigm di tubuh beberapa kalangan semakin resistance terhadap ritus ini namun marilah berbijak diri dan biarlah itu tetap ada sebagai upaya Check and Balance sebuah kebijakan yang di pilih. Bagi banyak kalangan ziarah makam adalah momen untuk berdoa, memohon restu, dan mencari kedamaian batin. Ini menciptakan ruang spiritual yang eksklusif, merenungkan eksistensi, mortalitas, dan hubungan kita dengan alam semesta yang lebih besar yang kian lama nampaknya terdegradasi.

Di banyak tempat, terdapat pemakaman yang dianggap suci atau bersejarah bagi kelompok agama atau etnis tertentu. Namun di kunjungi lintas agama dan etnis. Melahirkan model berkebinekaan menumbuhkan toleransi, memperkuat pemahaman dan intercultural communication. Makam menjadi jembatan untuk mengenali dan menghargai perbedaan, yang pada akhirnya mengarah pada pembangunan masyarakat yang lebih inklusif.

Nah minggu sore kemarin kami (para santri) sempat Nyarkub keliling ke 5 makam sekitaran Mataram dan Lombok Barat.

Pertama tentu kami menyasar lokasi terdekat yaitu TGH Hambali di Bengkel, selepas shalat Ashar rombonganpun bergeser ke TGH Nasrudin yang bertetangga desa di Glogor, Tahlil dibacakan lalu Menikmati senja dilereng bukit Mesanggok. Yups benar sekali kami sedang di TGH ARIF, di banding kedua makam tadi makam ini cukup tidak bersih, dan itu pertanda kita harus membersihkannya. Setelah dirasa cukup bersahabat kitapun lanjut di Syech Mustafa Kamal Sekarbela. Wudhu dlu dan shalat Maghrib sebelum tujuan Pamungkas Ya siapa lagi kalau bukan TGH Ahmad Tretetet di Karang Kelok namanya sangat Masyhur. Bertepatan juga Arif dan Eki yang menyelesaikan misi puasa 3 harinya. Ya sekalian berburu Kacang hijau panas di emperan sekitar Taman Budaya.

Begitulah, makam-makam bersejarah sering kali menjadi situs arkeologis yang berharga, menyimpan bukti sejarah dan kehidupan masa lalu. Setali tiga uang akan menjaga kelestarian situs-situs ini dengan mendukung upaya restorasi, pemeliharaan, dan konservasi. Hal ini memastikan bahwa warisan fisik yang berharga ini dapat dijaga untuk generasi mendatang.

Undangan Ngaji BudayaSudahkah siap menyelami dunia magis dan merasakan kearifan tradisional dalam Ritual Tradisi Kebangr...
24/06/2023

Undangan Ngaji Budaya

Sudahkah siap menyelami dunia magis dan merasakan kearifan tradisional dalam Ritual Tradisi Kebangru'an? Di Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur, tempat berjalanya Ritual Tradisi Kebangru'an yang secara unik berfungsi sebagai terapi penyembuhan bagi mereka yang mengalami kerasukan. Melalui prosesi ini, orang-orang yang kehilangan kesadaran dan kendali atas pikiran serta tubuh mereka dapat menemukan penyembuhan dan pemulihan. Dalam bahasa Sasak, Kebangru'an berarti kesurupan. Para masyarakat Desa Telaga Waru meyakini bahwa fenomena ini juga melibatkan roh para leluhur yang memberikan petunjuk-petunjuk yang penting bagi kehidupan masyarakat.

Mengutip dari Antropolog yang sangat populer di Indonesia Clifford Geertz, dalam buku The Interpretation of Cultures mengatakan "sistem simbolik yang ditemukan dalam tindakan sosial manusia" dan mencakup "ide, nilai-nilai, dan konsep-konsep yang berperan dalam membentuk perilaku manusia."

Selain itu, unsur musik dalam prosesi ritual ini juga memiliki peran penting dalam merawat mata air Telaga Murni, yang menjadi salah satu sumber penghidupan bagi masyarakat setempat. Musik yang dimainkan dalam Ritual Tradisi Kebangru'an bertujuan untuk menjaga kualitas air mata air, memastikan kelancaran alirannya, serta menjaganya tetap suci dan berkhasiat dalam menyembuhkan berbagai penyakit.

Dalam Ngaji Budaya kali ini, kita akan mengeksplorasi berbagai aspek menarik terkait Ritual Tradisi Kebangru'an. Pertanyaan-pertanyaan penting yang akan dijawab antara lain:

1. Bagaimana bentuk prosesi ritual yang dilakukan dalam penyembuhan orang Kebangru'an?
2. Apa fungsi musik Kebangru'an dalam merawat mata air dan menjaga kualitasnya?
3. Apa makna dan nilai dari ritual tradisi Kebangru'an dalam kehidupan sosial masyarakat?

Silaq... Reng-bareng menyelami warisan budaya yang kaya yang diwariskan melalui Ritual Tradisi Kebangru'an. Bersama Dosen UIN MATARAM Mas Yuga Anggana kita akan Menjelajahi keunikan budaya yang masih hidup dalam masyarakat kita ini. Tentu kami sangat berharap banyak dari Man-teman (lintas sektor) dapat bergabung dalam diskusi ini untuk berbagi pengetahuan, wawasan, dan perspektif yang berharga.

Yuk, Yak, Yuuukkk.

Address

BTN Lantana Garden
Mataram
83361

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Darul Mudhaffar posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The School

Send a message to Darul Mudhaffar:

Shortcuts

Share

Category