Marana Mengaji Sunnah

Marana Mengaji Sunnah

Share

Cari tenang? Coba deh deket sama Allah, bukan cuma scroll medsos.

Aku cuma berbagi hal-hal kecil yang bisa bikin hati adem ✨ Follow biar timeline-mu lebih tenang, bukan lebih bising 👉 https://lynk.id/hakimelfaqihstore

10/11/2025

Pesan ayat ini mengajarkan kita agar kembali meneguhkan tauhid, menjadikan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya sebagai prioritas hidup, serta tidak terjebak dalam penyimpangan yang dibungkus dengan kenikmatan dunia sementara. 👉 https://s.shopee.co.id/5L3xcHZbWq

06/11/2025

Teman-teman, tahu nggak? Allah tuh pengen banget kamu balik.
Dia nggak nyuruh kita taat biar susah, tapi biar hidup jadi ringan. Tapi ada yang pengen banget kamu jauh dari Allah — siapa? Hawa nafsu kamu sendiri.

Makanya jangan dengerin bisikan itu. Kalau jatuh, bangkit lagi. Allah tahu kita lemah, tapi Allah juga tahu: yang lemah pun bisa kuat kalau mau kembali. 💫
Inget ya… Allah pengen kamu taubat, bukan tenggelam dalam dosa 👉 https://s.shopee.co.id/9fCs4Sev6i

06/11/2025

Bro, jangan pelit sama Allah! Allah tuh gak butuh uang kita — tapi kedermawanan itu bukti iman. Dunia ini butuh dua hal: iman dan kekuatan. Allah turunkan kitab buat nurani, dan besi buat keberanian. Kalau umat cuma punya satu, bakal pincang. Jadi yuk, bantu agama Allah dengan harta, tenaga, dan waktu kita. Karena Allah gak butuh kita — tapi kitalah yang butuh Allah 💪✨ 👉 https://s.shopee.co.id/AA97uHD9rY

05/11/2025

ayat ini tuh nyentil banget buat kita semua — jangan sampai rajin ngomong soal agama, tapi gak dijalanin bener-bener. Banyak orang sekarang s**a bikin “aturan sendiri” dalam beragama, tapi lupa esensinya: ikhlas dan nurut sama petunjuk Allah. Jadi yuk, jangan cuma keliatan alim di medsos, tapi buktiin lewat hati yang lembut, amal yang tulus, dan niat yang lurus. Karena yang Allah nilai itu bukan tampilannya, tapi kejujuran iman kita 👉 https://s.shopee.co.id/1BEGgdOUDv

04/11/2025

ayat ini tuh ngingetin kita biar jangan cuma ngomong “aku cinta Allah” tapi gak ada bukti nyata. Buktiin lewat amal, kejujuran, kerja keras, dan bantu sesama. Kalau kita ikhlas dan berjuang buat kebaikan, Allah janjiin ampunan, keberkahan, dan kemenangan. Jadi jangan cuma sibuk ngejar viral, tapi kejar ridha Allah juga — karena itu kemenangan yang sesungguhnya 👉 https://s.shopee.co.id/8KhRCYfuVu

04/11/2025

banyak orang sibuk mencari keuntungan dunia—bisnis, jabatan, popularitas—tapi lupa “perdagangan” yang sejati: berjuang menegakkan kebenaran, menolong agama Allah, dan berbuat baik untuk umat. Allah ingin kita sadar, rezeki dan sukses sejati bukan di angka dan pujian, tapi di keimanan dan perjuangan di jalan-Nya 👉 https://s.shopee.co.id/AKSU4sRMbg

03/11/2025

banyak orang yang lebih percaya berita palsu, hawa nafsu, atau kepentingan dunia, ketimbang kebenaran dari Al-Qur’an. Tugas kita bukan memaksa mereka, tapi tetap menyampaikan kebenaran dengan sabar, karena hidayah hanya milik Allah, dan cukup Allah yang jadi penolong kita 👉 https://s.shopee.co.id/5q04cYFaQz

03/11/2025

Ayat ini dari Surah Al-Haqqah ayat 25 sampai 34, menceritakan tentang orang yang menerima catatan amalnya dengan tangan kiri di hari kiamat. Ia menyesal luar biasa karena selama hidup di dunia tidak taat kepada Allah, sibuk dengan harta, sombong, dan tidak peduli pada orang miskin. Ia berharap seandainya dulu tidak pernah menerima catatan amalnya, karena isinya penuh dosa. Jangan sampai sibuk mengejar dunia tapi lupa akhirat, merasa sukses tapi pelit membantu sesama. Allah menegur keras orang yang tidak peduli terhadap fakir miskin, karena kepedulian sosial itu bagian dari iman. Jadi, mari kita perbanyak amal dan empati, agar kelak tangan kanan kita yang menerima buku amal dengan penuh bahagia.

01/11/2025

(QS. Al-Hadid: 16–21) adalah teguran lembut dari Allah untuk orang-orang beriman agar hati mereka kembali lembut dan tunduk pada zikir serta ayat-ayat-Nya. Allah mengingatkan agar jangan sampai hati mengeras seperti umat terdahulu yang lalai dan tenggelam dalam dunia. Pesan ini sangat relevan dengan keadaan Indonesia saat ini — banyak yang mengaku beriman, tapi hati sudah mulai jauh dari Allah karena sibuk mengejar uang, status, dan dunia digital. Ayat ini seperti panggilan lembut dari langit: “Sudah saatnya hatimu kembali kepada Allah.” Karena kejayaan bangsa tak akan lahir dari pembangunan fisik semata, tapi dari hati yang hidup dan takut kepada-Nya.

Want your school to be the top-listed School/college in Maros?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Address


Dusun Kalokko Marana Kec Lau
Maros