20/08/2022
Akhlak itu bahasa gampangnya adalah respon spontan yang terjadi ketika mendapagi suatu hal.
Contoh, ketika ada orang yang lebih tua, kita menghormati. Ketika ada yang bicara, kita mendengar. Ketika ada yang membutuhkan, kita menolong, dll... dan itu semuanya dilakukan secara spontan, itulah akhlak..
Nah, respon baik ataupun buruk yang timbul dalam suatu keadaan, itu menunjukkan akhlak orang tersebut. Kalau responnya baik, maka akhlaknya baik. Kalau responnya buruk, maka akhlaknya buruk.
Respon secara spontan, atau yang disebut akhlak itu adalah buah dari pembiasaan, pengamatan dari berbagai macam contoh, dan pemahaman yang benar.
Nah, disinilah tugas orang tua yang menginginkan anaknya berakhlak baik, dimulai dari mencontohkan akhlak baik itu sendiri, membiasakan kepada anak, memahamkan kepada anak, sehingga nanti mereka akan tumbuh dalam kebaikan-kebaikan yang akan menjadi akhlak mereka.
12/08/2022
Berikut Akhlak-Akhlak Para Salaf Sholeh, yang patut diteladani:
1. Senantiasa menetapi al Qur’an dan As Sunnah seperti halnya orang yang berteduh dari teriknya panas sinar matahari.
2. Menimbang apapun baik ucapan atau perbuatan dengan pertimbangan Al Quran dan Hadist. Dan juga menimbangnya dengan adat istiadat yang baik.
3. Berusaha ikhlas dalam setiap ilmu yang dimiliki dan amalan yang dilakukan dan takut amal yang dikerjakannya masuk dalam kategori Riya’.
4. Menjauhi saudaranya ketika saudaranya srawung dengan para umaro’ dan sering riwa-riwi ke pendopo kecuali karena darurat syar’i atau datangnya karenn membawa sebuah maslahat.
5. Senantiasa bersabar dan mengakui segala yang menimpa memang karena banyaknya dosa terdahulu yang dilakukan.
6. Marah jika urusan Allah dilecehkan.
7. Mengharap kematian, ketika takut pada diriya terjerumus pada apa yang dibenci oleh Allah.
8. Banyak bersedih dan prihatin setiap mengingat kematian dan sakaratul maut.
9. Melihat keindahan dunia sebagai Ibroh bukan dengan kecintaan dan penuh kesyahwatan.
10. Melihat dirinya sendiri adalah orang yang paling buruk diantara manusia lainnya.
11. Banyaknya memberikan ampunan dan maaf bagi orang-orang telah mendzolimi, memukul, mencuri hartanya dan berlaku tidak adil.
12. Senantiasa menghormati sesama manusia dan menghendaki kebaikan kepada mereka.
13. Kesabaran mereka terhadap perilaku buruk istrinya.
14. Tidak mencari pangkat dan jabatan.
15. Memperbaiki adabiyahnya baik kepada anak kecil maupun orang besar.
16. Takut akan akhir hayatnya, dalam keadaan suul khotimah.
17. Memperbanyak Qiyamul lail baik ketika musim panas atau ketika musim dingin.
18. Bersikap waro’ (hati-hati) terhadap urusan makanan dan minuman.
19. Mendahulukan kepentingan akherat dari pada kepentingan duniawi.
20. Senantiasa berziarah kubur.
21. Senantiasa Berdzikir, dan membaca sholawat.
22. Persangkaaan yang kuat akan bencana yang menimpanya sebab lalainya dalam melaksanakan ketaatan.
23. Tidak begitu mementingkan rumah singgah.
24. Berlemah lembut kepada semua manusia baik yang taat maupun yang mblunat dan juga berkasih sayang terhadap hewan.
25. Memiliki sifat Qona’ah nriman pada apa yang ada dan tidak ingin menambah-nambah harta.
26. Senantiasa menjaga jamaah sholat lima waktu, menyertai takbirotul ikhrom sang imam sholat.
27. Malu, jika seringnya pergi ke kamar mandi untuk buang hajat.
28. Lebih memilih hidup dengan kesengsaraan dari pada mewah dengan kenikmatan-kenikmatan.
29. Tidak bermahal-mahal dalam urusan pakaian.
30. Tidak p**a memperbanyak perkara-perkara yang halal.
31. Banyak memberikan wasiat kepada sesama dan senang jika dinasihati.
32. Menganggap amalnya masih sedikit sekali yang dilakukan.
33. Takut ilmu dan amal yang dimilikinya justru masuk pada hal-hal yang membahayakan.
34. Banyak mempertanyakan kabar-kabar para sahabatnya.
35. Sibuk dengan aibnya sendiri dan S**a menutupi aib sesama.
36. Bersikap tenang, dan sedikit berbicara.
37. Banyak berkirim surat nasehat kepada para sahabat dan santrinya.
38. Bertambah tawadlu’ saat banyak orang yang memuji.
39. Mencintai orang-orang miskin.
40. Cinta terhadap harta Lil infaq la lil Imsak (untuk berinfak buka untuk dirinya sendiri).
41. Memperbanyak sedekah siang dan malam.
10/08/2022
Pembangunan masjid DPD Hidayatullah Maros Melakukan Lelang Lantai granit
Pada tanggal 9 Agustus 2022 pengerjaan dua masjid secara bersamaan melakukan pengerjaan lantai
Adapun pengurus akan menggunakan lantai granit masjid di perumahan Mulia dan Masjid di pondok Tahfidz Putra Tanralili.
Adapun tegel yang di butuhkan :
1.Masjid Mulia 50 dos
2.Masjid Pondok Tahfidz Putra 185 dos
Adapun harga perdos 160 rb x 235dos
Total harga 37.600.000 tambah biaya tukang 12.400.000 Total dana yang di butuhkan Rp 50.000.000
Bagi yang menyalurkan Infaq sedekah dan Wakaf bisa menghubungi Pengurus DPD Hidayatullah Maros
Masjid di perumahan mulia di harapkan rampung pada tanggal 17 Agustus 2022 sedangkan masjid Pondok Tahfidz masih membutuhkan dana banyak karena baru lantai satu pengerjaan Lantai dua belum di lakukan.
Bagi yang ingin menyalurkan Infaq Sedeqah dan wakaf dalam pembangun masjid bisa menghubungi :
Ust : Burhan
0857.2227.3338
Bisa Langsung Di Kirim Ke
an : DPD Hidayatullah Maros
10/08/2022
Ilmu kejiwaan (psikologi) menunjukkan sejumlah alasan kenapa orang tua bertanggung jawab menyebabkan anaknya menjadi kriminal (penjahat).
1. Orang tua yang selalu memberikan semua yang diminta anaknya ➡️ anak akan tumbuh dewasa dengan keyakinan bahwa ia berhak atas semua yang ia Inginkan.
2. Orang tua yang tertawa saat anaknya berkata tidak senonoh atau berkata buruk ➡️ anak akan tumbuh dewasa dengan keyakinan bahwa sikap tidak hormat itu suatu hal yang alami dan menyenangkan.
3. Orang tua yang tidak memarahi perilaku buruk ➡️ anak akan tumbuh dewasa dengan keyakinan bahwa tidak ada aturan di dalam masyarakat.
4. Orang tua yang selalu membereskan kekacauan anaknya ➡️ anak akan tumbuh dewasa dengan keyakinan bahwa orang lain lah yang akan mengemban tanggung jawab mereka.
5. Orang tua yang membolehkan anaknya menonton TV atau ponsel tanpa adanya batasan aturan waktu (jadwal) hanya lantaran anaknya menangis dan merengek (berteriak) ➡️ kelak mereka akan tumbuh dengan meyakini tidak ada batasan dan perbedaan antara orang dewasa dengan anak-anak.
6. Orang tua yang memberikan harta (uang) kepada anak-anaknya kapan saja mereka mau ➡️ kelak anaknya akan tumbuh dewasa dan berpikir bahwa memperoleh harta itu suatu hal yang mudah dan mereka takkan ragu² untuk melakukan apa saja manakala mereka tidak mampu memperolehnya.
7. Orang tua yang selalu membela anaknya terlepas dari mereka benar atau salah ➡️ kelak mereka akan tumbuh dewasa tanpa bisa menolerir sama sekali kegagalan.
Jadi, ajari anakmu jalan yang wajib ia ikuti, bahkan meski ia telah dewasa. Karena tidak ada kata terlambat!
**✿❀○❀✿**
Jangan memberikan semua yang anak mau hanya karena g tahan dengar tangisannya
G papa nangis sekarang
Daripada kita yang nangis nanti di masa tua
Karena anak
Mencintai, menyayangi, memanjakan bukan memberi apapun yang di mau
Dan jangan juga dengan alasan ah masih kecil
Menjadi orang tua g ada sekolahnya
Perlu belajar terus seumur hidup
09/08/2022
Mari Bergabung Di Pondok Pesatren Kami
Yayasan Darul Hijrah Hidayatullah Maros
Bersama² Menghantarkan Putra Putri Tercinta Menjadi Seorang Hafidz Hafidzoh Qur'an
Yg Beriman, Berilmu, Dan Beramal Sholih Dalam Bingkai Pendidikan Tauhid
07/08/2022
Pondok Tahfidz Hidayatullah Tanralili berlangsung nobar pengurus dan santri dalam semarak Muharram yang diisi oleh Pemimpin Umum Hidayatullah KH Abdurrahman Muhammad langsung dari Masjid Ar Riyad Balikpapan.
Pada malamya diisi dengan ceramah Oleh Ketua DPD Hidayatullah Maros Drs.Muhammad Kaisar di Masjid H. Jamaluddin Muhammad Kelurahan Bontoa, Kecamatan Mandai. Kemudian pada malam hari dilanjutnkan dengan program shalat Lail berjamaah yang sudah menjadi kebiasaan di Hidayatullah.
Pada moment bulan Muharram ini juga diadakan pembagian Al-Qu’an melalui program wakaf Al-Qur’an dengan membagi Al-Qur’an kepada masyarakat di dua kecamatan yaitu Kecamatan Simbang dan Kecamatan Moncongloe.
Program wakaf Qur’an ini digencarkan dengan membagi Al-Qur’an kepada masyarakat juga melayani masyarakat yang ingin belajar Al-Qur’an lewat Rumah Qur’an dan Majelis Qur’an dengan melibatkan organisasi pendukung Muslimat Hidayatullah dan Pemuda Hidayatulah.
Pada rangkaian kegiatan semarak Muharram juga berlangsung lomba ceramah untuk santri dan Rakor pengembangan RQH dan MQH di Kab. Maros dalam merespon semakin banyaknya permintaan untuk pengajaran Al-Qur’an menurut Departemen Dakwah Hidayatullah Maros ust Robianto mantan ketua Pemuda Hidayatullah Sulsel Program RQH dan MQH akan dikelola secara profesional insya Allah
Bagi yang ingin menyalurkan wakaf Al-Qur’an dan operasianal pengembangan MQH dan RQH
bisa menghubungi :
Whatapps : 081283352515
Rek Bank BRI Tanralili :
497001020065532
a/n :DPD Hidayatullah Maros.
07/08/2022
Syekh Abdul Qadir adalah seorang ulama yang terkenal pada zamannya. Murid-muridnya berasal dari berbagai kalangan. Ada anak orang kaya, ada anak penguasa, ada juga anak pedagang dan anak-anak orang miskin. Di madrasah Syekh Abdul Qadir tidak ada dikriminasi, semua murid diperlakukan sama.
Di madrasah Syekh Abdul Qadir diperkenalkan ilmu dan lebih diutamakan adab, termasuk adab kepada guru yang dijunjung tinggi. Termasuk adab yang diajarkan adalah bagaimana murid berhikmat dan meraih keberkahan dari gurunya.
Sebuah kebiasaan bahwa ketika sang guru sedang menyantap makanan, maka murid-murid tidak ada yang ikut makan sebelum gurunya selesai, ternyata ada tradisi meraih berkah ilmu dengan memakan sisa makanan gurunya.
Syekh Abdul Qadir paham hal tersebut sehingga ia selalu menyisahkan makanannya untuk di ambil oleh murid-muridnya. Seorang tamu yang datang menjenguk anaknya melihat hal itu dan berfikir bahwa anak-anak mereka yang belajar pada Syekh Abdul Qadir diperlakukan seperti babu atau kucing. Masa mereka diberikan sisa makanan dari gurunya. Pikiran kotor inilah yang menyebabkan orang tua murid tadi memprofokasi orang tua lainnya.
Salah satu orang tua yang merupakan orang terpandang, kaya dan penguasa termakan propokasi dan datang menghadap Syekh Abdul Qadir dan mengungkapkan keberatannya atas perlakuan sang guru kepada anaknya yang dianggap melecehkan kehormatannya dan kehormatan anaknya.
Maka terjadilah dialog sebagai berikut :
“Wahai tuan syekh, saya menghantar anak saya kepada tuan syekh bukan untuk jadi pembantu atau dilakukan seperti kucing. Saya hantar kepada tuan syekh, supaya anak saya jadi alim ulama’.”
Syekh Abdul Qadir hanya jawab ringkas saja. “ Kalau begitu ambillah anakmu.”
Maka si bapak tadi mengambil anaknya untuk p**ang. Ketika keluar dari rumah syekh menuju jalan p**ang. Orang tua murid tadi bertanya pada anaknya beberapa hal mengenai ilmu hukum syariat, ternyata kesemua soalannya dijawab dengan tepat dan rinci. Maka bapak tadi berubah fikiran dan mengembalikan anaknya kepada tuan Syekh Abdul Qadir.
“Wahai tuan syekh terimalah anak saya untuk belajar dengan tuan kembali. Tuan didiklah anak saya. Ternyata anak saya bukan seorang pembantu dan juga diperlakukan seperti kucing. Saya melihat ilmu anak saya sangat luar biasa bila bersamamu.”
Maka jawab tuan Syekh Abdul Qadir. “Bukan aku tidak mau menerimanya kembali, tapi ALLAH sudah menutup pintu hatinya untuk menerima ILMU dariku, ALLAH sudah menutup futuhnya (Mata Hati) untuk mendapat ilmu disebabkan orang tua yang tidak beradab kepada GURU.”
Ternyata orang tua yang tidak beradab pada guru bisa menyebabkan anak-anaknya menjadi korban kehilangan keberkahan ilmu dari guru-gurunya.
Begitulah ADAB dalam menuntut ilmu. Anak, Ibu, Ayah dan siapa pun perlu menjaga adab kepada guru. Kata ulama: Satu prasangka buruk saja kepada gurumu maka Allah haramkan seluruh keberkatan yang ada pada gurumu kepadamu.
Kisah ini adalah refleksi untuk para orang tua siswa, sia-sialah kita menyekolahkan anak kita kalau pada akhirnya ilmu yang diperolehnya tidak berberkah. Karena kita sebagai orang tua yang tidak beradab kepada guru sehingga anak-anak kitapun menjadi kehilangan adab kepada gurunya.
07/08/2022
Mendengarkan Tausiah Bersama
Dalam Rangka Menuntut ilmu