31/05/2026
Silaturahim dan Temu Alumni Pesantren Darul Istiqamah.
Pesantren Darul Istiqamah Pusat, Maccopa, Kab. Maros.
Sabtu, 13 Zulhijjah 1447 H / 30 Mei 2026
MERAJUT PERSAUDARAAN, MENGENANG KEBERSAMAAN, MEMPERJUANGKAN KEBENARAN
Momentum penuh berkah dan keharuan menyelimuti keluarga besar Pesantren Darul Istiqamah. Agenda Silaturahim dan Temu Alumni yang digelar bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan sebuah ruang khidmat untuk mempertautkan kembali hati, mengenang garis perjuangan, dan menatap masa depan pesantren dengan barisan yang semakin kokoh.
Acara yang dihadiri oleh jamaah, alumni, dan pelaksana amanah pusat dan lebih dari 20 cabang Pesantren dari berbagai daerah ini dipandu oleh dua moderator utama Pesantren, Mukhlis Yunding dan Ahmad Hamzah hafizhahumallah.
Acara kemudian dimulai dengan mendengarkan lantunan ayat suci Al qur'an, Ustadz Nasrullah Said hafizhahullah (mudir tahfizhul qur'an) membaca firman Allah dalam surat Fusshilat: 30-36, mengingatkan keutamaan Istiqamah di Jalan Allah.
Sambutan dalam acara ini dimulai oleh Ketua Panitia, Ustadz M. Rivai Watasila hafizhahullah. Beliau menyampaikan bahwa terselenggaranya agenda mulia ini merupakan sebuah amanah dari Pimpinan yang diikhtiarkan secara optimal oleh seluruh tim manajemen dengan satu landasan utama: Ikhlas Lillahi Ta’ala. Mengiringi rasa syukur, beliau menghaturkan ucapan Jazakumullahu Khairan atas kehadiran perwakilan cabang, alumni, orang tua santri, serta para simpatisan, sembari memohon maaf yang sebesar-besarnya atas segala kekurangan dalam pelayanan acara.
Suasana semakin bergetar dan menyentuh sanubari seluruh hadirin saat pemutaran video wasiat dari Bapak Pesantren (Rahimahullah). Sebuah ketetapan sakral disaksikan bersama, di mana beliau menetapkan Ustadz Mufassir Arif hafizhahullah sebagai pimpinan pesantren pusat secara menyeluruh, dari depan hingga ke belakang, termasuk membawahi SPIDI dan seluruh cabang pesantren.
Wasiat ini menjadi seruan bagi seluruh jajaran dan alumni untuk bulat memberikan dukungan, kesetiaan, dan ketaatan kepada beliau, baik selama beliau hidup maupun saat beliau telah tiada.
Pesan penguat tentang kesetiaan ini kemudian ditegaskan kembali oleh alumni senior, Ustadz Abdul Majid hafizhahullah. Dengan kalimat yang menggetarkan, beliau menyampaikan, “Saya bukan alumni, karena saya tetap sebagai santri dan saya tidak pernah meninggalkan Pesantren kita yang tercinta ini.” Beliau mengingatkan dengan lugas bahwa alumni yang setia adalah mereka yang memegang teguh prinsip-prinsip pesantren serta menerima sepenuhnya ketetapan dan wasiat dari Bapak Pesantren, Ustadz M. Arif Marzuki Rahimahullah.
Keberkahan hidup di dalam rahim pesantren juga terpancar dari testimoni hangat Prof. dr. Veni Hadju, MSc., Ph.D hafizhahullah selaku warga senior. Beliau membagikan kebahagiaannya yang dikaruniai 6 orang anak dan bersiap menyambut cucu yang ke-22 di lingkungan pesantren ini, sembari memohon doa dari para hadirin. Beliau juga mengungkapkan kecintaannya menuliskan rekam jejak pengalaman di Darul Istiqamah yang kelak akan dibukukan. Satu pesan mendalam dari Pimpinan yang selalu melekat di hati beliau: "Kita berjuang di dunia ini tidak lama; hanya sampai kita mati saja; dan hidup kita di dunia ini tidak lama."
Menatap langkah ke depan, Ustadz M. Raihan Basri, Lc hafizhahullah selaku Pimpinan Cabang, mengakui bahwa kekuatan keyakinan dan keikhlasan Pimpinanlah yang menjadi magnet utama baginya untuk terus ikut dan mendukung perjuangan ini.
Beliau juga melemparkan gagasan strategis agar agenda silaturahim dan temu alumni seperti ini dapat dilanjutkan ke cabang-cabang. Tujuannya jelas: agar setiap cabang mampu mengerahkan seluruh potensinya demi menggalang persatuan yang lebih solid dan merata.
Dalam sambutannya, Ustadz M. Iqbal Coing, M.Pd hafizhahullah mengingatkan bahwa Darul Istiqamah bukan sekadar rumah biasa, melainkan rumah amal jariyah, rumah perjuangan yang terus didoakan dan diikhtiarkan agar menjadi jalan menuju surga. Itulah cita-cita luhur yang melandasi berdirinya pesantren tercinta ini.
Nasihat yang sangat menyentuh juga disampaikan oleh Ustadz Nashrullah Abdullah Said, Lc., beliau menegaskan tentang wajibnya mencintai kebenaran di mana pun dan kapan pun. Karena hakikat orang beriman adalah mencintai, mendukung, dan berdiri bersama kebenaran.
Pada puncak acara, Pimpinan Pesantren, Ustadz Mufassir Arif, Lc., M.A., mengingatkan seluruh hadirin dengan sebuah perumpamaan yang sangat mendalam. Beliau mengajak agar jangan menjadi seperti wanita yang telah bersusah payah memintal benang hingga menjadi pakaian yang kuat dan indah, namun kemudian merusaknya kembali dengan mencabut benang-benangnya satu per satu.
Demikian p**a jangan sampai amal saleh dan amal jariyah yang telah dibangun dengan susah payah justru dirusak menjelang akhir kehidupan.
Beliau mengajak seluruh keluarga besar pesantren untuk kembali merawat kebaikan, persaudaraan, dan nilai-nilai perjuangan dalam bingkai kebenaran yang pernah ada di tengah-tengah kita. Dengan senantiasa mendakwahkan akidah yang benar, menjauhi segala praktek kesyirikan, menebarkan sunah Rasulullah ﷺ, dan tidak menganggap remeh segala bentuk kemaksiatan.
Acara kemudian ditutup dengan tausiah penuh hikmah dari Ustadz Dr. Mudzakkir M. Arif, Lc., MA hafizhahullah yang mengingatkan sabda Rasulullah ﷺ: “Tolonglah saudaramu, baik ia berbuat zalim maupun dizalimi.” Ketika para sahabat bertanya bagaimana menolong orang yang berbuat zalim, Rasulullah ﷺ menjawab bahwa menolongnya adalah dengan mencegah dan menahannya dari perbuatan zalim tersebut. Sebuah pesan yang mengajarkan bahwa cinta dan persaudaraan sejati tidak hanya hadir dalam dukungan, tetapi juga dalam nasihat dan upaya menjaga saudara kita tetap berada di jalan yang benar.
Semoga silaturahim ini menjadi wasilah semakin eratnya ukhuwah, semakin kuatnya persatuan, serta semakin kokohnya komitmen seluruh keluarga besar Pesantren Darul Istiqamah untuk terus melanjutkan perjuangan dalam menegakkan kebenaran dan meraih ridha Allah Subhanahu wa Ta'ala.