22/04/2026
Baca berita selengkapnya di
https://maros.kemenag.go.id/post/tak-rela-muridnya-putus-sekolah-guru-min-maros-tempuh-puluhan-kilometer-jemput-siswa-ke-pelosok
Tak Rela Muridnya Putus Sekolah, Guru MIN Maros Tempuh Puluhan Kilometer Jemput Siswa ke Pelosok
Maros (Kemenag Maros)-Pendidikan bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan tentang kepedulian yang menyentuh hati.
Hal inilah yang dibuktikan oleh para pendidik di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Maros saat memperjuangkan masa depan salah satu siswanya, H, seorang murid kelas 6 yang hampir kehilangan harapan untuk melanjutkan sekolah.
H adalah sosok tangguh yang selama ini tinggal bersama neneknya di Bonto Puasa, Lingkungan Kalli-Kalli, Kelurahan Adatongeng. Di saat anak seusianya asyik bermain, ia justru menghabiskan waktu sepulang sekolah untuk menjajakan Jalangkote keliling kampung demi membantu ekonomi neneknya.
Namun, sejak sebulan terakhir, sosok H tak lagi terlihat di ruang kelas. Kursinya kosong tepat di saat pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) dimulai pada April ini.
Kabar yang beredar menyebutkan H meninggalkan rumah karena masalah keluarga. Ia dikabarkan pergi ke rumah ibunya di pelosok Kecamatan Simbang, yang berjarak sekitar 22 kilometer dari tempat tinggal asalnya.
Perjuangan Melintasi Jarak dan Medan
Tak ingin melihat anak didiknya putus sekolah begitu saja, Kepala MIN Maros bergerak cepat. Satu tim guru diutus melakukan misi kemanusiaan: menjemput H kembali ke jalur pendidikan.
Pencarian tidaklah mudah. Setibanya di kampung tujuan, para guru harus menelusuri alamat di daerah pelosok. Namun, kedatangan para guru ternyata memicu rasa takut bagi H. Karena trauma atau rasa malu, bocah itu sempat melarikan diri lewat pintu belakang rumah saat menyadari kehadiran guru-gurunya.
Aksi kejar-kejaran tak terelakkan. Para guru tak menyerah, mereka menyisir rumpun bambu hingga kandang sapi di belakang rumah tersebut. Meski saat itu H belum berhasil ditemukan, para guru tidak pulang dengan tangan hampa. Mereka duduk bersama sang ibu, menyampaikan pesan mendalam bahwa pendidikan adalah satu-satunya jalan yang akan membawa H mengubah nasib di masa depan.