Sukses Belajar Merdeka Belajar

Sukses Belajar Merdeka Belajar Akal tidak dapat bekerja secara maksimal tanpa kecerdasan emosional ��(D_G)

Halaman ini dibuat untuk mengeksplorasi ide dan atau menggali gagasan mengenai pendidikan dan pembelajaran/pengajaran baik itu problematika maupun rencana pemecahannya serta membagikan pengalaman dan pengetahuan umum, produk hasil perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi serta inovasi bidang pendidikan dan Pembelajaran/Pengajaran.

03/07/2022

*WORKSHOP NASIONAL KURIKULUM MERDEKA BELAJAR (32 JP) GRATIS!!!*

📝 *Link Pendaftaran:* https://bit.ly/WorkshopGuruNasional
atau: https://forms.gle/YaWMvKt8KEkFYGj57

_Jika link tidak bisa diklik. Silakan bisa forward informasi ini ke kami atau ke kawan. Otomatis nanti akan menjadi biru (aktif)_

🕗 *Jadwal:* 4-6 Juli 2022 (Jam 15:00 WIB)

💰 *Biaya:* 100% GRATIS!!! ( Rp.0 )
CARANYA: Cukup share informasi ini di 3 Grup WA Pendidik (Guru, KepSek, Dosen, dll), kemudian Join salah satu grup WA di akhir pendaftaran.

📋 *Fasilitas:* Sertifikat (32JP), Materi, Rekaman, dan Informasi Penerbitan, Publikasi serta pelatihan pendidikan.

📲 *Admin (WA Only):* Arif 082147737223 | Isbullah 087781560724

http://guruinovatifindonesia.com/

"Ayo Bangkit Bersama"
19/05/2022

"Ayo Bangkit Bersama"

Hari Kebangkitan Nasional diperingati besok 20 Mei 2022. Apakah dalam peringatan tersebut anak sekolah juga libur? Begini penjelasannya.

07/05/2022

Sebuah penelitian yang dipimpin oleh ilmuwan dari Georgetown University menemukan kemungkinan terjadinya pandemi baru akibat perubahan iklim.

07/05/2022

Salah satu faktor yang menghambat kemajuan seseorang adalah sifat baperan. Jika ingin menjadi guru yang baik tentu harus memiliki hati yang tangguh.

28/04/2022

Pemerintah sedang mendata sekolah yang akan menerapkan Kurikulum Merdeka tahun 2022. Hingga saat ini, hampir 63 ribu sekolah sudah mendaftar.

21/04/2022
Bagi yang memiliki kuota, biasakan nonton sampai habis.Semoga secuil ulasan pada video berikut dapat membuka pikiran kit...
20/04/2022

Bagi yang memiliki kuota, biasakan nonton sampai habis.
Semoga secuil ulasan pada video berikut dapat membuka pikiran kita mengenai pendidikan dan pembelajaran.

Di video ini, Satu Persen bakal ngebahas tentang filosofi pendidikan dari Tokoh Nasional Ki Hajar Dewantara! Yuk, simak sampai habis!Untuk kamu yang sudah me...

Silahkan Bapa/Ibu yang membutuhkan bisa dibaca.Bisa di akses oleh sekolah dan publik melalui link yang ada 🙏
16/04/2022

Silahkan Bapa/Ibu yang membutuhkan bisa dibaca.
Bisa di akses oleh sekolah dan publik melalui link yang ada 🙏

Kekayaan Nusa Tenggara Timur
29/03/2022

Kekayaan Nusa Tenggara Timur

Kurikulum Prototipe Sebagai Opsi Dukung Pemulihan Pembelajaran  23 Desember 2021  Balikpapan, 23 Desember 2021 — Kondisi...
05/01/2022

Kurikulum Prototipe Sebagai Opsi Dukung Pemulihan Pembelajaran
23 Desember 2021
Balikpapan, 23 Desember 2021 — Kondisi pendidikan di Indonesia pada masa pandemi mengharuskan adanya penyesuaian strategi untuk mengatasi kehilangan pembelajaran (learning loss). Hasil evaluasi yang dilakukan Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikburistek) menunjukkan bahwa sekolah-sekolah yang menggunakan Kurikulum Darurat lebih maju empat sampai lima bulan belajar daripada yang menggunakan Kurikulum 2013 secara penuh.

“Hasil ini menguatkan kami dalam merancang Kurikulum Prototipe agar lebih efektif,” dikatakan Kepala BSKAP Kemendikbudristek Anindito Aditomo pada kegiatan Sosialisasi Buku dan Kurikulum dalam rangka Pemulihan Pembelajaran di Sekolah Nasional KPS, Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis (23/12/2021).

Oleh karena itu, Kemendikbudristek berencana akan memberikan opsi kebijakan kurikulum untuk pemulihan pembelajaran, salah satunya melalui Kurikulum Prototipe yang merupakan lanjutan dari Kurikulum Masa Khusus Pandemi Covid-19 atau Kurikulum Darurat. Namun, Kepala BSKAP tetap mempersilakan sekolah untuk menggunakan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan dan kesepakatan sekolah.

“Kurikulum Prototipe sebagai tambahan aksi. Bagi satuan pendidikan yang tetap menerapkan Kurikulum 2013 apa adanya silakan. Sekolah yang sudah menggunakan Kurikulum Darurat juga silakan memilih, apakah akan tetap menerapkan Kurikulum Darurat atau Kurikulum Prototipe,” tutur Anindito.

Sebelumnya, Anindito menjelaskan bahwa indikasi kehilangan kemajuan belajar terlihat dalam riset BSKAP Kemendikbudristek yang menunjukkan learning loss literasi dan numerasi secara signifikan. Untuk literasi, learning loss setara dengan enam bulan belajar. Sementara untuk numerasi, learning loss tersebut setara dengan lima bulan belajar.

Kepala BSKAP menegaskan bahwa apapun opsi yang dipilih satuan pendidikan, diharapkan agar tetap mengacu pada standar nasional pendidikan.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil ketua Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Hetifah Sjaifudian mengapresiasi rancangan Kurikulum Prototipe yang lebih menekankan pada kompetensi dan membutuhkan fleksibilitas guru dalam mengajar.

“Kalau perubahan itu membuat belajar lebih membahagiakan dan hasil belajar anak lebih baik, kenapa tidak?” tutur Hetifah.

Hetifah mengingatkan agar kemampuan siswa dalam hal memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi tidak boleh mengesampingkan nilai-nilai seperti kejujuran dan karakter. Ia juga menegaskan pentingnya menjaring masukan dari para pemangku kepentingan sebelum Kurikulum Prototipe dilaksanakan secara penuh.

“Kita ingin ada uji konsep, uji publik yang masif, supaya ketika diimplementasikan dapat terlaksana dengan baik. Karena itu, kami perlu masukan dari Bapak/Ibu, bagaimana pelaksanaan di tahun mendatang dapat dilaksanakan dengan lancar,” ujar Hetifah.

Ruang Lebih Luas Untuk Pengembangan Karakter dan Kompetensi Dasar

Dalam pemaparannya, Kepala BSKAP menjelaskan bahwa Kurikulum Prototipe bertujuan untuk memberi ruang yang lebih luas bagi pengembangan karakter dan kompetensi dasar siswa, seperti literasi dan numerasi.

Sekolah, lanjut Anindito, akan diberikan waktu yang cukup untuk mempelajari konsep Kurikulum Prototipe sebelum menyatakan minat untuk menerapkan. Kemendikbudristek juga akan memfasilitasi kepala sekolah dan guru mengikuti pelatihan agar bisa menerapkan Kurikulum Prototipe sesuai kemampuan dan konteksnya.

Kepala BSKAP juga membeberkan tiga karakteristik utama Kurikulum Prototipe yang dinilai dapat mendukung pemulihan pembelajaran. Pertama, pengembangan kemampuan non-teknis (soft skills) dan karakter mendapat porsi khusus melalui pembelajaran berbasis proyek. Kedua, Kurikulum Prototipe berfokus pada materi esensial sehingga ada waktu cukup untuk pembelajaran yang mendalam bagi kompetensi dasar seperti literasi dan numerasi.

"Ketiga, fleksibilitas bagi guru untuk melakukan pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan murid dan melakukan penyesuaian dengan konteks dan muatan lokal," jelas Anindito.

Perancangan kurikulum sekolah pun dapat diatur dengan lebih fleksibel. Dalam Kurikulum Prototipe, lanjut Anindito, tujuan belajar ditetapkan per fase, yakni dua hingga tiga tahun, untuk memberi fleksibilitas bagi guru dan sekolah. Selain itu, jam pelajaran ditetapkan per tahun agar sekolah dapat berinovasi dalam menyusun kurikulum dan pembelajarannya.

Untuk mendukung penerapan Kurikulum Prototipe, Widyaprada Ahli Madya Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP Kaltim) Kalimantan Timur Rita Zahra menyampaikan, LPMP Kaltim akan menyediakan pelatihan mandiri dalam berbagai level kompleksitas yang dapat diikuti oleh satuan pendidikan.

Jenis pelatihan tersebut yaitu pelatihan kompleksitas sederhana dengan mengikuti contoh yang sudah disediakan, pelatihan kompleksitas dasar yang berfokus pada modifikasi, pelatihan kompleksitas sedang dengan pengembangan yang melibatkan warga sekolah secara terbatas, serta pelatihan dengan kompleksitas tinggi dengan pengembangan yang melibatkan warga sekolah secara luas.

Kegiatan Sosialisasi Buku dan Kurikulum dalam rangka Pemulihan Pembelajaran dihadiri oleh para pemangku kepentingan pendidikan di Kota Balikpapan, antara lain perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Timur, LPMP, kepala kantor wilayah Kementerian Agama, rektor perguruan tinggi, Persatuan Guru Republik Indonesia, Ikatan Guru Indonesia, dewan pendidikan, kepala sekolah, serta Musyawarah Kerja Kepala Sekolah Sekolah Penggerak.

Kondisi pendidikan di Indonesia pada masa pandemi mengharuskan adanya penyesuaian strategi untuk mengatasi kehilangan pembelajaran (learning loss). Hasil evaluasi yang dilakukan Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendi...

Address

Manggarai

Telephone

+6281238258913

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Sukses Belajar Merdeka Belajar posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The School

Send a message to Sukses Belajar Merdeka Belajar:

Shortcuts

Share

Category