19/01/2026
Santo Marius, Santa Martha, Santo Audifax, dan Santo Abachum.
Santo Marius dan Santa Martha adalah pasangan suami-istri bangsawan dari Persia yang pada abad ke-3 melakukan perjalanan jauh ke Roma bersama kedua putra mereka, Audifax dan Abachum. Kehadiran mereka di Roma bukan untuk mencari kemewahan, melainkan untuk berziarah ke makam para Rasul sebagai wujud iman yang mendalam. Di tengah penganiayaan kejam terhadap umat Kristen oleh Kaisar Claudius II, keluarga ini memilih untuk tidak bersembunyi dan justru aktif memberikan bantuan kemanusiaan kepada mereka yang dipenjara dan menderita.
Keteladanan keluarga ini memuncak ketika mereka dengan berani mengumpulkan dan menguburkan jenazah para martir yang dibuang dengan tidak layak oleh pemerintah Romawi. Tindakan kasih yang berisiko tinggi ini akhirnya terendus oleh penguasa, yang mengakibatkan seluruh anggota keluarga ini ditangkap. Meskipun diancam dengan siksaan hebat, Marius dan Martha tetap teguh dalam iman mereka, sembari terus saling menguatkan satu sama lain agar tidak gentar menghadapi maut demi kesetiaan kepada Kristus.
Keluarga ini akhirnya menerima mahkota kemartiran bersama-sama; Marius dan kedua putranya dipenggal, sementara Martha ditenggelamkan di sebuah tempat bernama Nymphae Catabassi. Kisah mereka tetap menginspirasi hingga saat ini karena menunjukkan kekuatan persatuan keluarga dalam iman dan kasih yang tanpa pamrih. Mereka dihormati sebagai simbol keberanian keluarga Kristen yang mampu menempatkan pengabdian kepada Tuhan dan sesama di atas keselamatan nyawa mereka sendiri.