09/10/2018
بسم الله الرحمن الرحيم
Pertemuan keempat, 29 Muharram 1440 H
Berkata Ibnu Hisyam رحمه الله :
[ Dan ia ( isim ) terbagi menjadi 2 bagian : Mu'rab yaitu isim yang berubah akhirnya disebabkan oleh amil-amil yang masuk padanya, seperti zaid (زيد),
Adapun Mabni adalah kebalikannya, seperti haa'ulaa'i ( هؤلاء ) tetap diatas kasrah, begitu p**a hadzaami ( حذام ) dan amsi ( أمس ) menurut lughah hijaziyyin,
Dan seperti ahada asyara ( أحد عشر ) dan saudara-saudaranya tetap diatas fathah,
Dan seperti qablu ( قبل ) dan ba'du ( بعد ) beserta saudara-saudara keduanya tetap diatas dhammah, apabila mudhafun ilaihnya dibuang dan di niatkan maknanya,
Dan juga seperti man ( من ) dan kam ( كم ) tetap diatas sukun, dan ia adalah asal bina' ( tetap ) ]
Penjelasan :
Faidah uraian penulis :
1. Isim terbagi menjadi dua :
A. Mu'rab
B. Mabni'
2. Mu'rab adalah isim yang berubah akhirnya disebabkan oleh amil-amil yang masuk padanya, seperti زيد
جاءني زيدٌ
رأيت زيدًا
مررت بزيدٍ
Kata زيد berubah dari dhammah ke fathah ke kasrah, disebabkan oleh amil-amil yang masuk padanya yaitu (جاءني ), ( رأيت ),dan huruf jar ( الباء ),
Apabila yang berubah bukan akhirnya maka tidak disebut i'rab seperti kata : falsun ( فلس )
Apabila di tashgiir ( pengecilan ) menjadi fulaisun ( فليس ), apabila di jamak taksir menjadi aflus ( أفلس ) dan fuluus ( فلوس )
Begitu p**a apabila berubah akhirnya namun bukan disebabkan oleh amil-amil, tidak disebut sebagai i'rab seperti kata haitsu ( حيث ) :
جلستُ حيثُ جلس زيدٌ
Boleh dibaca haitsu ( حيثُ ) dengan dhammah
Boleh dibaca haitsa ( ٙحيث ) dengan fathah
Boleh dibaca haitsi ( حيثِ ) dengan kasrah,
Perubahan haitsu bukan karena amil, karena amilnya cuman satu yaitu jalasa ( جلس )
3. Adapun Mabni adalah kebalikannya yaitu isim yang tetap pada satu keadaan dan tidak berubah akhirnya dengan sebab amil-amil yang masuk padanya.
Mabni terbagi menjadi 4 :
A. Mabni diatas kasrah
B. Mabni diatas fathah
C. Mabni diatas dhammah
D. Mabni diatas sukun
4. Mabni diatas kasrah terbagi menjadi 2 :
A. Yang disepakati ahli bahasa yaitu haa'ulaa'i ( هؤلاء ) seluruh orang arab meng-kasrah akhirnya di semua keadaan,
B. Yang diperselisihkan padanya, yaitu hadzaami ( ِحذام ) qathaami ( ِقطام ) dan yang semisalnya dari nama-nama perempuan atas timbangan fa'aali ( فعالِ )
Dan juga amsi ( أمسِ ) yaitu hari sebelum hari ini,
Hadzaami ( حذام ) dan yang semisalnya : penduduk hijaz berpendapat ia Mabni diatas kasrah secara mutlak, mereka mengatakan :
جاءني حذامِ
رأيت حذامِ
مررت بحذامِ
Adapun Bani Tamim mereka terpecah menjadi 2 kelompok :
A. Sebagian diantara mereka berpendapat : semuanya di 'irab dengan dhammah ketika rafa', fathah ketika nashab dan jar, mereka mengatakan :
جاءني حذامُ ( dengan dhammah )
رأيت حذامٙ ( dengan fathah )
مررت بحذامٙ ( dengan fathah )
B. Kebanyakan mereka merinci : apabila akhirnya huruf Ra ( ر ) seperti wabaarin ( وبارٍ ) nama qabilah, hadhaarin ( حضارٍ ) nama bintang, safaarin ( سفارٍ ) nama air, yang seperti ini mabni diatas kasrah seperti pendapatnya penduduk hijaz,
Adapun yang akhirnya bukan huruf Ra ( ر ) seperti hadzaami ( حذام ) , qathaami ( قطام ) maka di ' i'rab dengan i'rab isim la yansharif ( إسم لا ينصرف )
Adapun amsi ( أمس ) yaitu hari sebelum hari ini, penduduk hijaz berpendapat Mabni diatas kasrah, mereka mengatakan :
مضى أمس
واعتكفت أمس
وما رأيت مذ أمس
Ketiga-tiganya di kasrah,
Adapun Bani Tamim mereka terpecah menjadi dua kelompok :
A. Sebagian mereka berpendapat di i'rab dengan dhammah ketika rafa', dan dengan fathah pada keadaan selainnya, mereka mengatakan :
مضى أمسِ dengan kasrah
و اعتكفت أمسٙ dengan fathah
و ما رأيت مذ أمسٙ dengan fathah
B. Sebagian mereka berpendapat di i'rab dengan dhammah ketika rafa', dan mabni diatas kasrah ketika nashab dan jar,
Az-zujaaji berpendapat bahwa sebagian orang Arab berpendapat amsi ( أمس ) Mabni diatas fathah, contoh مذ أمسٙا ini kesalahan, yang benarnya adalah mu'rab dengan tanpa tanwin,
Dan sebagiannya berpendapat أمسا di dalam syi'ir adalah fi'il madhi, fa'il nya dhamir mustatir taqdirnya : مذ أمسٙا المساء
4. Mabni diatas fathah contoh : أحد عشر dan saudara-saudaranya,
Contoh kalimat :
جاءني أحد عشر رجلاً
رأيت أحد عشر رجلاً
مررت أحد عشر رجلاً
Kecuali اثنا عشر di i'rab dengan Alif (ا) ketika rafa', dengan ya ( ي ) ketika nashab dan jar seperti i'rab isim mutsanna,
Contoh kalimat :
جاءني اثنا عشر رجلاً
رأيت اثني عشر رجلاً
مررت باثني عشر رجلاً
5. Mabni diatas dhammah, contoh قبل dan بعد
Keduanya memiliki 4 keadaan :
A. Apabila keduanya mudhaf, maka di i'rab dengan nashab sebagai zharfiyyah, atau khafdh dengan من,
Contoh :
جئتك قبلٙ زيد و بعدٙه (nashab sebagai zharfiyyah)
و من قبله و من بعده
Khafdh dengan من
B. Di buang mudhaf, dan di niatkan tetap lafadznya, di i'rab dengan nashab sebagai zharfiyyah atau khafdh dengan من, tidak di tanwin karena diniatkan idhaafah,
Contoh :
لله الأمر من قبلِ و من بعدِ
Dengan kasrah tanpa tanwin sebagaimana bacaan Al jahdariy dan Al uqailiy رحمهما الله
C. Di pisahkan dari idhaafah secara lafadz,dan tidak diniatkan mudhaf ilaih,di i'rab dengan nashab sebagai zharfiyyah atau khafdh dengan من,
لله الأمر من قبلٍ و من بعدٍ
Dengan khafadz dan tanwin sebagaimana bacaan sebagian ahli qira'ah
D. Di buang mudhaf ilaih, dan diniatkan maknanya bukan lafadznya, keduanya Mabni diatas dhammah, seperti qira'ah sab'ah ayat dibawah ini:
لله الأمر من قبلُ و من بعدُ
6. Mabni diatas sukun, contoh من dan كم
Contoh kalimat :
جاءني من قام
رأيت من قام
مررت بمن قام
Kata من Mabni diatas sukun
Dan sukun adalah asal bina'
Semoga bermanfaat
Silahkan yang ingin bertanya, memberikan kritik dan saran di komentar.