Kelas Qatrun-nada

Kelas Qatrun-nada Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Kelas Qatrun-nada, Education, Mamuju.

Silahkan di share seluas-luasnya
01/01/2024

Silahkan di share seluas-luasnya

04/03/2019

Link telegram Kelas Qathrun Nada

t.me/qathr

Semoga bermanfaat

( Penutupan pendaftaran belajar online kitab qathrun nada )Mulai pagi ini Kamis 23 jumadats-tsani 1440 H/28 Februari 201...
27/02/2019

( Penutupan pendaftaran belajar online kitab qathrun nada )

Mulai pagi ini Kamis 23 jumadats-tsani 1440 H/28 Februari 2019 kami menutup pendaftaran belajar online kitab qathrun nada,

Silahkan disebarkan,

Semoga bermanfaat.

Di karenakan banyaknya teman-teman yang ingin belajar online kitab qathrun nada,InsyaAllah akan dibuka grup wa kelas qat...
23/02/2019

Di karenakan banyaknya teman-teman yang ingin belajar online kitab qathrun nada,

InsyaAllah akan dibuka grup wa kelas qathrun nada pekan depan,

Khusus ikhwah ( laki-laki )

Jadwal : setiap pekan malam Ahad setelah shalat isya waktu Mamuju Sulawesi barat.

Mulai : 26 jumadats-tsani 1440 H/ 2 Maret 2019

Pelajaran ini gratis, semoga Allah سبحانه وتعالى yang membalasnya dengan pahala jariyah.

Pendaftaran mulai sekarang melalui wa : 0853 5299 1058

Pengajar :

zaini at-tubani al-jawi

- Pendiri Sekolah Bahasa Arab metode SAHLAH ( cara mudah belajar bahasa Arab )
- Pendiri SDIT Al Hanifiyyah sp5 Duripoku
- Pendiri SDIT Imam Bukhari Karossa

Keterangan : karena kitab qathrun nada bukan untuk pemula maka InsyaAllah kami akan menyeleksi peserta,

Silahkan disebarkan

Semoga bermanfaat.

بسم الله الرحمن الرحيمPertemuan keenam, 18 jumadats-tsani 1440 H__________________________________Lanjutan sebelumnya......
23/02/2019

بسم الله الرحمن الرحيم

Pertemuan keenam, 18 jumadats-tsani 1440 H

__________________________________

Lanjutan sebelumnya...

Berkata Ibnu Hisyam رحمه الله :

2. Fi'il Amr, diketahui dengan yang menunjukkan makna permintaan, dan juga bisa menerima ya' mukhatabah,

mabni diatas sukun seperti اضرب

kecuali mu'tal maka mabni diatas pembuangan huruf akhir seperti َاغزُ،اخش،dan ارمِ,

adapun قوما،قوموا، dan قومي mabni diatas pembuangan huruf nun,

Diantara fi'il Amr yaitu (( هلمَّ )) menurut lughah Tamim,

Dan juga termasuk fi'il Amr (( هات )) dan (( تعال )) menurut pendapat yang shahih.

_____________________________________

Penjelasan :

1. Alamat fi'il Amr ada 2 :

A. Menunjukkan makna permintaan,

B. Bisa menerima ya' mukhatabah,

Contoh : قُمْ : berdirilah

- menunjukkan makna permintaan dan bisa menerima ya' mukhatabah,

yaitu apabila kita ingin memerintah seorang perempuan kita katakan :

قومي : berdirilah

Firman Allah سبحانه وتعالى :

{ فكلي واشربي و قري عينا }

( Maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu ) Maryam : 26

Seandainya ada sebuah kata yang menunjukkan permintaan akan tetapi tidak bisa menerima ya' mukhatabah maka dia bukan fi'il Amr,

Contoh : صَهْ : diamlah, مَهْ : berhentilah

Kata صه dan مه ini dinamakan isim fi'il Amr, bukan fi'il Amr

Atau sebuah kata yang bisa menerima ya' mukhatabah namun tidak menunjukkan makna permintaan maka dia juga bukan fi'il Amr,

Contoh :(( أنت يا هند تقومين و تأكلين ))

(Engkau wahai Hindun berdiri dan makanlah)

Kata تقومين dan تأكلين Ini disebut fi'il mudhari' bukan fi'il Amr

2. Hukum fi'il Amr mabni diatas sukun, contoh : اضربْ،اذهبْ

Apabila mu'tal maka mabni diatas pembuangan huruf akhir, contoh : اغزُ،اخشَ،ارمِ

Apabila bersambung dengan Alif itsnaini, wawu jama'ah atau ya' mukhatabah maka dia mabni diatas pembuangan huruf nun, contoh : قوما،قوموا، dan قومي

Dari uraian diatas penduduk bashrah mengatakan : fi'il Amr adalah cabang dari fi'il mudhari' dikarenakan fi'il Amr mabni diatas apa yang fi'il mudhari'dijazm padanya,

3. Fi'il Amr yang di perselisihkan oleh ulama nahwu ada 3 : هلم،هات dan تعال

••• Untuk هلم ada 2 pendapat dikalangan orang Arab :

A. Tetap pada satu keadaan, lafadznya tetap walaupun yang disandarkan kepadanya berbeda,

Contoh :

هلم يا زيد
هلم يا زيدان
هلم يا زيدون
هلم يا هند
هلم يا هندان
هلم يا هندات

Ini adalah lughah Hijaz, dan dengan lughah ini turun ayat Al Qur'an, seperti :

{ و القائلين لإخوانهم هلم إلينا }

( Dan orang yang berkata kepada saudara-saudaranya : "marilah kepada kami" ) Al-ahzab : 18

Tidak dikatakan : هلموا إلينا

Dan juga firman-Nya :

{ قل هلم شهداءكم }

( Katakanlah : bawalah kemari saksi-saksi kalian ) Al-an'aam : 150

Tidak dikatakan : هلموا شهداءكم

Menurut mereka ini adalah isim fi'il bukan fi'il Amr, karena walaupun menunjukkan makna permintaan akan tetapi tidak bisa menerima ya' mukhatabah

B. Bergandengan dengan dhamir yang nampak, sesuai dengan yang disandarkan padanya,

Contoh :

هلم
هلما
هلموا
هلممن
هلمي

Ini adalah lughah Bani Tamim, menurut mereka ini adalah fi'il Amr dengan alasan menunjukkan makna permintaan dan bisa menerima ya' mukhatabah,

••• untuk هات dan تعال sebagian ulama menganggap ini adalah isim fi'il, yang benarnya ini adalah fi'il Amr dikarenakan menunjukkan makna permintaan dan bisa menerima ya' mukhatabah,

Contoh : هاتي dan تعالي

Untuk هات akhirnya selamanya dikasrah kecuali untuk jamak laki-laki akhirnya di dhammah,

Contoh :

هات يا زيد
هاتي يا هند
هاتيا يا زيدان
هاتيا يا هندان
هاتين يا هندات
هاتوا يا قوم

Firman Allah سبحانه وتعالى :

{ قل هاتوا برهانكم إن كنتم صادقين }

( Katakanlah : tunjukkanlah bukti kebenaran kalian jika kalian adalah orang-orang yang benar ) Al-baqarah : 111

Untuk تعال akhirnya semuanya fathah dengan tanpa kecuali,

Contoh :

تعال يا زيد
تعالي يا هند
تعاليا يا زيدان
تعالوا يا زيدون
تعالين يا هندات

Firman Allah سبحانه وتعالى :

{ قل تعالوا أتل...}

( Katakanlah : marilah kubacakan..) Al-an'aam : 151

Dan juga firman-Nya :

{ فتعالين أمتعكن و أسرحكن سراحا جميلا }

( Maka marilah supaya kuberikan kepada kalian pemberian dan aku ceraikan kalian dengan cara yang baik ) Al-Ahzab : 28

Sebagian kecil orang Arab ada yang mengatakan :

تعلِي أقاسمكِ الهموم تعالِي

( Kemarilah akan kubagi kesedihanku kepadamu kemarilah )

Dengan meng-kasrah huruf lam,

Namun sebagian ulama mengganggap lughah ini tidak fasih.

______________________________________

Semoga bermanfaat

Silahkan yang ingin bertanya, memberikan kritik dan saran di komentar

01/11/2018

بسم الله الرحمن الرحيم

طبعة فاصلة

مسابقة جائزة

( بعض النحاة يقول :

الماضي . و بناءه على الفتح كضرب. )

السؤال :

كيف نعرب كلمة " ضٙرٙبْتُ و ضٙرٙبُوا " إذا بنيا على الفتح كما قال بعض النحاة ؟

Edisi selingan

Kuis berhadiah

( Sebagian ulama nahwu berkata : fi'il madhi, mabni diatas fathah seperti ضرب )

Soal :

Bagaimana kita mengi'rab kalimat : ضٙرٙبْتُ dan ضٙرٙبُوْا apabila keduanya mabni diatas fathah sebagaimana yang disebutkan oleh sebagian ahli nahwu ?

Hadiah pulsa 10.000

Untuk 1 pemenang

Semoga bermanfaat

بسم الله الرحمن الرحيمPertemuan kelima, 20 shafar 1440 H____________________________________Berkata Ibnu Hisyam رحمه الل...
29/10/2018

بسم الله الرحمن الرحيم

Pertemuan kelima, 20 shafar 1440 H

____________________________________

Berkata Ibnu Hisyam رحمه الله :

[ Adapun fi'il terbagi menjadi 3 :

1. Madhi, bisa diketahui dengan ta' ta'nits sukun ( تْ ), hukumnya mabni diatas fathah, seperti : ضربٙ,

kecuali apabila bersambung dengan wawu jama'ah maka dihukumi mabni diatas dhammah, seperti : ضربوا, atau apabila bersambung dengan dhamir rafa' berharakat dihukumi juga mabni diatas sukun, seperti : ضربتُ,

dan masuk juga fi'il madhi menurut pendapat yang lebih shahih adalah :
(( نعم،بئس،عسى ليس ))

2. Amr, bisa di ketahui dengan fi'il yang menunjukkan makna permintaan, sekaligus bisa menerima ya'mukhatabah, hukumnya mabni diatas sukun seperti : اضربْ,

kecuali mu'tal akhir maka dihukumi pembuangan huruf akhir, seperti : اغزُ،اخشٙ،ارمِ begitu p**a af'alul khamsah/amtsilatul khamsah dengan pembuangan huruf nun, seperti : قوما،قوموا،قومي

Dan masuk juga fi'il Amr menurut lughah tamim adalah : هلمّٙ

Begitu juga masuk fi'il Amr menurut pendapat yang lebih shahih adalah : هاتِ، تعالٙ

3. Mudhari', bisa diketahui dengan adanya lam ( لم )

Dan diawali dengan salah satu dari empat huruf : نأيت , contoh : نقوم، أقوم، يقوم، تقوم،

Dan di dhammah awalnya apabila fi'il madhinya ruba'i, contoh : يُدحرج،يُكرم،

Dan di fathah awalnya pada selainnya, contoh : يٙضرب،يٙجتمع،يٙستخرج

Dan disukun akhirnya ( mabni diatas sukun ) apabila bersambung dengan nun niswah, Contoh : يتربسْن، إلا أن يعفوْن

Dan di fathah akhirnya ( mabni diatas fathah )apabila bersambung dengan nun taukid secara langsung, sama saja apakah secara lafadz atau taqdir, Contoh : لينبذٙنّ

Adapun selainnya dihukumi mu'rab, seperti :
يقوم زيد،
( و لا تتبعانّ،لتبلونّ،فإما ترينّ،ولا يصدنّك ) ]

______________________________________

Penjelasan :

1. Fi'il terbagi menjadi 3 : Madhi, Mudhari', Amr.

~~~ Tanda fi'il madhi : menerima ta' ta'nits sukun, seperti : قامتْ، قعدتْ.

~~~ Hukum asal fi'il madhi : mabni diatas fathah, seperti ضربٙ،

Yang keluar dari hukum asal ada 2 :

A. mabni diatas dhammah, apabila bersambung dengan wawu jama'ah, Contoh : قاموا،قعدوا.

B. mabni diatas sukun, apabila bersambung dengan dhamir rafa' berharakat, Contoh : قمْت،قعدْت.

Kesimp**annya : fi'il madhi 3 keadaan :

A. mabni diatas fathah ( asal )
B. mabni diatas dhammah ( cabang )
C. mabni diatas sukun ( cabang )

FI'IL MADHI YANG DIPERSELISIHKAN :

[ Fi'il نعم dan بئس ]

Al farra' dan penduduk Kufah رحمهم الله mereka berpendapat : keduanya adalah isim dengan alasan bisa dimasuki huruf jar, sebagaimana ucapan sebagian orang arab ketika dikabarkan punya anak perempuan :

والله ما هي بنعم الولد

( Demi Allah, anak perempuan itu bukanlah sebaik-baik anak )

Dan juga ucapan sebagian mereka ketika mereka menunggangi keledai yang lambat jalannya,

نعم السير على بئس العير

( Sebaik-baik perjalanan adalah dengan menunggangi keledai liar yang lambat jalannya )

[ Fi'il ليس ]

Adapun ليس, Al faarisi رحمه الله sebagaimana di dalam alhalabiyyaat beliau berpendapat bahwa ليس adalah huruf nafyi yang kedudukannya sama dengan ما nafiyah, pendapat beliau diikuti oleh abu bakar bin syuqair رحمه الله.

[ Fi'il عسى ]

Adapun عسى, penduduk Kufah رحمهم الله berpendapat dia adalah huruf tarajji ( harapan ) yang kedudukannya sama dengan لعل ( semoga ), pendapat mereka ini diikuti oleh Ibnu sarraaj رحمه الله.

Yang shahih keempatnya adalah fi'il, dengan alasan bisa menerima ta' ta'nits sukun, seperti sabda Rasulullah صلى الله عليه وسلم :

من توضأ يوم الجمعة فبها و نعمتْ, و من اغتسل فالغسل أفضل

( Barang siapa yang berwudhu untuk menghadiri shalat Jum'at maka itu sudah bagus, dan barangsiapa yang mandi maka itu yang lebih utama )

Dan juga ucapanmu :

بئستْ المرأة حمالة الحطب،و ليستْ هند مفلحة،و عستْ هند أن تزورنا

( --- Sejelek-jelek perempuan adalah pembawa kayu bakar/suka mengadu domba ---,

--- Hindun bukanlah orang yang beruntung ---

--- semoga Hindun mengunjungi kami --- )

InsyaAllah penjelasan fi'il Amr dan mudhari' pertemuan berikutnya

Semoga bermanfaat

Silahkan yang ingin bertanya memberikan kritik dan saran di komentar.

بسم الله الرحمن الرحيمPertemuan keempat, 29 Muharram 1440 HBerkata Ibnu Hisyam رحمه الله :[ Dan ia ( isim ) terbagi menj...
09/10/2018

بسم الله الرحمن الرحيم

Pertemuan keempat, 29 Muharram 1440 H

Berkata Ibnu Hisyam رحمه الله :

[ Dan ia ( isim ) terbagi menjadi 2 bagian : Mu'rab yaitu isim yang berubah akhirnya disebabkan oleh amil-amil yang masuk padanya, seperti zaid (زيد),

Adapun Mabni adalah kebalikannya, seperti haa'ulaa'i ( هؤلاء ) tetap diatas kasrah, begitu p**a hadzaami ( حذام ) dan amsi ( أمس ) menurut lughah hijaziyyin,

Dan seperti ahada asyara ( أحد عشر ) dan saudara-saudaranya tetap diatas fathah,

Dan seperti qablu ( قبل ) dan ba'du ( بعد ) beserta saudara-saudara keduanya tetap diatas dhammah, apabila mudhafun ilaihnya dibuang dan di niatkan maknanya,

Dan juga seperti man ( من ) dan kam ( كم ) tetap diatas sukun, dan ia adalah asal bina' ( tetap ) ]

Penjelasan :

Faidah uraian penulis :

1. Isim terbagi menjadi dua :

A. Mu'rab
B. Mabni'

2. Mu'rab adalah isim yang berubah akhirnya disebabkan oleh amil-amil yang masuk padanya, seperti زيد

جاءني زيدٌ
رأيت زيدًا
مررت بزيدٍ

Kata زيد berubah dari dhammah ke fathah ke kasrah, disebabkan oleh amil-amil yang masuk padanya yaitu (جاءني ), ( رأيت ),dan huruf jar ( الباء ),

Apabila yang berubah bukan akhirnya maka tidak disebut i'rab seperti kata : falsun ( فلس )
Apabila di tashgiir ( pengecilan ) menjadi fulaisun ( فليس ), apabila di jamak taksir menjadi aflus ( أفلس ) dan fuluus ( فلوس )

Begitu p**a apabila berubah akhirnya namun bukan disebabkan oleh amil-amil, tidak disebut sebagai i'rab seperti kata haitsu ( حيث ) :

جلستُ حيثُ جلس زيدٌ

Boleh dibaca haitsu ( حيثُ ) dengan dhammah
Boleh dibaca haitsa ( ٙحيث ) dengan fathah
Boleh dibaca haitsi ( حيثِ ) dengan kasrah,

Perubahan haitsu bukan karena amil, karena amilnya cuman satu yaitu jalasa ( جلس )

3. Adapun Mabni adalah kebalikannya yaitu isim yang tetap pada satu keadaan dan tidak berubah akhirnya dengan sebab amil-amil yang masuk padanya.

Mabni terbagi menjadi 4 :

A. Mabni diatas kasrah
B. Mabni diatas fathah
C. Mabni diatas dhammah
D. Mabni diatas sukun

4. Mabni diatas kasrah terbagi menjadi 2 :

A. Yang disepakati ahli bahasa yaitu haa'ulaa'i ( هؤلاء ) seluruh orang arab meng-kasrah akhirnya di semua keadaan,

B. Yang diperselisihkan padanya, yaitu hadzaami ( ِحذام ) qathaami ( ِقطام ) dan yang semisalnya dari nama-nama perempuan atas timbangan fa'aali ( فعالِ )

Dan juga amsi ( أمسِ ) yaitu hari sebelum hari ini,

Hadzaami ( حذام ) dan yang semisalnya : penduduk hijaz berpendapat ia Mabni diatas kasrah secara mutlak, mereka mengatakan :

جاءني حذامِ
رأيت حذامِ
مررت بحذامِ

Adapun Bani Tamim mereka terpecah menjadi 2 kelompok :

A. Sebagian diantara mereka berpendapat : semuanya di 'irab dengan dhammah ketika rafa', fathah ketika nashab dan jar, mereka mengatakan :

جاءني حذامُ ( dengan dhammah )
رأيت حذامٙ ( dengan fathah )
مررت بحذامٙ ( dengan fathah )

B. Kebanyakan mereka merinci : apabila akhirnya huruf Ra ( ر ) seperti wabaarin ( وبارٍ ) nama qabilah, hadhaarin ( حضارٍ ) nama bintang, safaarin ( سفارٍ ) nama air, yang seperti ini mabni diatas kasrah seperti pendapatnya penduduk hijaz,

Adapun yang akhirnya bukan huruf Ra ( ر ) seperti hadzaami ( حذام ) , qathaami ( قطام ) maka di ' i'rab dengan i'rab isim la yansharif ( إسم لا ينصرف )

Adapun amsi ( أمس ) yaitu hari sebelum hari ini, penduduk hijaz berpendapat Mabni diatas kasrah, mereka mengatakan :

مضى أمس
واعتكفت أمس
وما رأيت مذ أمس
Ketiga-tiganya di kasrah,

Adapun Bani Tamim mereka terpecah menjadi dua kelompok :

A. Sebagian mereka berpendapat di i'rab dengan dhammah ketika rafa', dan dengan fathah pada keadaan selainnya, mereka mengatakan :

مضى أمسِ dengan kasrah
و اعتكفت أمسٙ dengan fathah
و ما رأيت مذ أمسٙ dengan fathah

B. Sebagian mereka berpendapat di i'rab dengan dhammah ketika rafa', dan mabni diatas kasrah ketika nashab dan jar,

Az-zujaaji berpendapat bahwa sebagian orang Arab berpendapat amsi ( أمس ) Mabni diatas fathah, contoh مذ أمسٙا ini kesalahan, yang benarnya adalah mu'rab dengan tanpa tanwin,

Dan sebagiannya berpendapat أمسا di dalam syi'ir adalah fi'il madhi, fa'il nya dhamir mustatir taqdirnya : مذ أمسٙا المساء

4. Mabni diatas fathah contoh : أحد عشر dan saudara-saudaranya,

Contoh kalimat :

جاءني أحد عشر رجلاً
رأيت أحد عشر رجلاً
مررت أحد عشر رجلاً

Kecuali اثنا عشر di i'rab dengan Alif (ا) ketika rafa', dengan ya ( ي ) ketika nashab dan jar seperti i'rab isim mutsanna,
Contoh kalimat :

جاءني اثنا عشر رجلاً
رأيت اثني عشر رجلاً
مررت باثني عشر رجلاً

5. Mabni diatas dhammah, contoh قبل dan بعد

Keduanya memiliki 4 keadaan :

A. Apabila keduanya mudhaf, maka di i'rab dengan nashab sebagai zharfiyyah, atau khafdh dengan من,
Contoh :

جئتك قبلٙ زيد و بعدٙه (nashab sebagai zharfiyyah)

و من قبله و من بعده
Khafdh dengan من

B. Di buang mudhaf, dan di niatkan tetap lafadznya, di i'rab dengan nashab sebagai zharfiyyah atau khafdh dengan من, tidak di tanwin karena diniatkan idhaafah,

Contoh :

لله الأمر من قبلِ و من بعدِ

Dengan kasrah tanpa tanwin sebagaimana bacaan Al jahdariy dan Al uqailiy رحمهما الله

C. Di pisahkan dari idhaafah secara lafadz,dan tidak diniatkan mudhaf ilaih,di i'rab dengan nashab sebagai zharfiyyah atau khafdh dengan من,

لله الأمر من قبلٍ و من بعدٍ

Dengan khafadz dan tanwin sebagaimana bacaan sebagian ahli qira'ah

D. Di buang mudhaf ilaih, dan diniatkan maknanya bukan lafadznya, keduanya Mabni diatas dhammah, seperti qira'ah sab'ah ayat dibawah ini:

لله الأمر من قبلُ و من بعدُ

6. Mabni diatas sukun, contoh من dan كم

Contoh kalimat :

جاءني من قام
رأيت من قام
مررت بمن قام
Kata من Mabni diatas sukun

Dan sukun adalah asal bina'

Semoga bermanfaat

Silahkan yang ingin bertanya, memberikan kritik dan saran di komentar.

بسم الله الرحمن الرحيمPertemuan ketiga, 25 Dzulhijjah 1439 HBerkata Ibnu Hisyam رحمه الله :Matan :[ Kata terbagi menjadi...
06/09/2018

بسم الله الرحمن الرحيم

Pertemuan ketiga, 25 Dzulhijjah 1439 H

Berkata Ibnu Hisyam رحمه الله :

Matan :

[ Kata terbagi menjadi : isim, fi'il dan huruf

Adapun isim bisa diketahui dengan tanda ال seperti الرجل, dengan tanwin seperti رجلٍ, dan dengan kejadian darinya seperti ت pada Kalimat ضربتُ ]

Penjelasan :

1. ) Dalil bahwa kata terbagi menjadi 3 adalah hasil penelitian dan pembahasan yang panjang dari ulama ahli nahwu

2. ) Tanda isim yang pertama adalah ال

Ini tanda di awalnya,

Ibnu Hisyam رحمه الله di dalam kitab syudzuurudz-dzahab beliau mengatakan bahwa penyebutan ال ( Al ) ini lebih baik dari pada penyebutan Alif dan laam ( selesai nukilan )

Ini seperti penyebutan هل dan بل tidak dikatakan ha' dan lam atau ba' dan lam

3. ) Al ( ال ) yang dimaksud disini adalah ال ma'rifah bukan ال mausuul

4. ) Tanda isim yang kedua adalah tanwin

Dan ini tanda di akhirnya

5. ) Tanda isim yang ketiga adalah الحديث عنه ( kejadian darinya )

Nama lainnya الإخبار عنه ( Al ikhbaaru Anhu )/ pengkhabaran darinya,
atau الإسناد إليه ( isnadu ilaihi )/disandarkan padanya

Tanda yang ketiga ini adalah tanda yang paling bermanfaat di karenakan ada isim yang tidak bisa diketahui bahwa dia adalah isim kecuali dengan tanda ini saja seperti ت pada kata ضربتُ ( saya telah memukul )

Ta ( ت ) adalah isim karena kejadian pemukulan darinya

Perhatikan ta ( ت ) tidak ada ال tidak ada juga tanwin,

Bagaimana kita bisa mengetahui bahwa ta ( ت ) adalah isim ?

Jawab : dengan tanda yang ketiga yaitu :

الحديث عنه/
الإخبار عنه/
الإسناد إليه

Yang ingin bertanya, memberikan kritik dan saran silahkan di komentar

Semoga bermanfaat

بسم الله الرحمن الرحيمPertemuan kedua, 12 Dzulhijjah 1439 HBerkata Ibnu Hisyam رحمه الله :[ Asal matan : KATA (الكلمة) a...
24/08/2018

بسم الله الرحمن الرحيم

Pertemuan kedua, 12 Dzulhijjah 1439 H

Berkata Ibnu Hisyam رحمه الله :

[ Asal matan : KATA (الكلمة) adalah UCAPAN TUNGGAL (قول مفرد) ]

Penjelasan :

1.) Penggunaan KATA (الكلمة) dalam bahasa Arab yang diinginkan adalah KALIMAT YANG BERFAIDAH ( الجمل المفيدة ) sebagaimana firman Allah سبحانه وتعالى :

قال رب ارجعون لعلي أعمل صالحا فيما تركت كلا إنها كلمة هو قائلها

( Dia berkata : Ya Rabb ku kembalikanlah aku ke dunia agar aku dapat berbuat amal yang shalih yang telah aku tinggalkan.sekali-kali tidak.itu adalah perkataan yang diucapkannya saja.)

Perhatikan kata كلمة pada ayat diatas yang diinginkan adalah KALIMAT YANG BERFAIDAH

Dan juga sabda Rasulullah صلى الله عليه وسلم :

أصدق كلمة قالها شاعر ألا كل شيء ما خلا الله باطل و كل نعيم لا محالة زائل

( Perkataan yang paling benar adalah yang dikatakan oleh seorang penyair :

--- ketahuilah bahwa segala sesuatu selain Allah adalah batil
--- dan setiap kenikmatan pasti akan lenyap )

Perhatikan kata كلمة pada hadits diatas yang diinginkan adalah KALIMAT YANG BERFAIDAH.

2.) Adapun secara istilah : KATA (الكلمة) adalah UCAPAN TUNGGAL (قول مفرد )

••• Ucapan ( قول ) adalah lafadz yang menunjukkan atas makna.

• Lafadz (لفظ) adalah suara yang terdiri dari sebagian huruf Hijaiyah sama saja menunjukkan atas makna atau tidak.

Contoh yang menunjukkan atas makna :

زيد : Zaid

Contoh yang tidak menunjukkan atas makna :

ديز : Daiz kebalikan dari Zaid

• Maka dari penjelasan diatas kita bisa menyimpulkan bahwa setiap ucapan (قول) pasti lafadz ( لفظ ) dan tidak sebaliknya.

••• Mufrad (مفرد) adalah tunggal lawannya tersusun/murakkab (مركب)

3.) Ibnu Hisyam رحمه الله menyebutkan bahwa ada ulama ahli nahwu yang memberikan pengertian yang lain tentang KATA yaitu :

KATA (الكلمة) adalah lafadz yang diletakkan untuk makna mufrad.

Bedakan dengan pengertian Ibnu Hisyam tentang KATA :

KATA (الكلمة) adalah UCAPAN TUNGGAL (قول مفرد)

••• Maka pengertian Ibnu Hisyam lebih mudah dan ringkas.

••• Adapun pengertian selain beliau adalah pengertian yang jauh dan panjang.

••• walaupun pengertian keduanya sama-sama shahih

Ini seperti kita ingin melakukan perjalanan ke sebuah tempat dengan 2 jalan :

--- jalan yang pertama panjang,jauh,sulit,banyak gangguan,lama sampainya.

--- jalan yang kedua pendek, dekat,mudah,cepat sampai.

--- tentunya kita akan memilih jalan yang kedua.

Penjelasan dari Syaikh Abdurrahman bin auf kuuni Al afriiqi murid Syaikh Muhammad Amin asy-syinqiiti رحمه الله pengarang kitab adhwaul-bayaan.

Yang ingin bertanya, memberikan kritik dan saran silahkan di komentar.

Semoga bermanfaat.

Pertemuan pertama, 4 Dzulhijjah 1439 H( PENDAHULUAN PENULIS )بسم الله الرحمن الرحيمBerkata Asy-syaikh, al-Imam,al-aalim,...
16/08/2018

Pertemuan pertama, 4 Dzulhijjah 1439 H

( PENDAHULUAN PENULIS )

بسم الله الرحمن الرحيم

Berkata Asy-syaikh, al-Imam,al-aalim,al-allaamah, lambang keindahan bagi orang-orang terkemuka,mahkota bagi ahli qira'ah,mengingatkan kita tentang keilmuan abu Amr,sibawaih,dan juga al-farra' رحمهم الله

Beliau adalah abu Muhammad Abdullah bin Yusuf bin abdullah bin Hisyam al-anshaari, semoga Allah عز وجل meluaskan kubur beliau,

Segala puji bagi Allah dengan kemuliaan-Nya Dia mengangkat derajat orang yang rendah,

Membuka keberkahan bagi siapa saja yang menegakkan kesyukuran terhadap karunia-Nya,

Shalawat dan salam atas Nabi yang sangat fasih didalam berbahasa Arab,yang diutus dengan Kebagusan dan hujjah-hujjah,

Yang diturunkan kepada beliau Al-Qur'an dengan bahasa Arab yang lurus,

Dan atas keluarganya yang mendapatkan petunjuk,

Serta kepada sahabatnya yang telah menegakkan agama,

Yang telah memuliakan dan mengagungkan (terhadap Rasulullah صلى الله عليه وسلم)

Adapun setelah itu,

Ini adalah faidah yang saya tulis untuk pendahuluan kitab (( qathrun nada waballush-shadaa )) menyingkap hijabnya,membuka penutupnya,yang menyempurnakan syawahidnya, melengkapi faidah-faidahnya, cukup bagi siapa saja yang membatasi diri atasnya, sebagai pelengkap keinginan bagi yang menginginkannya dari para penuntut ilmu bahasa Arab.

Dialah Allah عز و جل yang kepadaNya diminta untuk memberikan manfaat terhadap kitab ini sebagaimana memberikan manfaat pada kitab asalnya,dan agar Dia p**a menundukkan untuk kita jalan-jalan kebaikan dan sebab-sebabnya,

Dialah yang Maha Baik lagi Maha Mulia,Maha Menyayangi lagi Maha merahmati,tidak ada yang bisa memberikan taufiq kepadaku melainkan Allah عز و جل, kepadaNya aku bertawakkal dan kepadaNya aku kembali.

Silahkan yang ingin bertanya,
memberikan kritik dan saran di komentar

Semoga bermanfaat

Address

Mamuju

Telephone

085352991058

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Kelas Qatrun-nada posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Category