02/01/2024
*Sekilas Tentang Ijtihad*
oleh : Abu Akhyar, S.Pd.,M.Pd
A. Pengertian Ijtihad
Ijtihad secara bahasa adalah mengerahkan segala kemampuan untuk mewujudkan perkara yang berat dan sulit.
Menurut Istilah ahli usul fiqih Ijtihad adalah mengerahkan segenap kemampuan dalam rangka mencari dugaan kuat dari hukum syara sehingga dia merasa tidak mampu lagi untuk berbuat lebih dari yang telah diusahakan.
B. Syarat Mujtahid
1. Mampu mengetahui ilmu lughah (bahasa Arab) dan Nahwu (kaidah bahasa Arab) yang mencukupi.
2. Mengetahui dan mengenal sumber-sumber hukum syara, bagian bagiannya, jalan jalan untuk menetapkannya, dan macam-macam dalalahnya.
3. Harus mengetahui cara-cara mentarjih ketika terjadi pertentangan diantara dilalah
4. Harus mengetahui cara menggali hukum dari sumber hukum Islam.
5. Harus mengetahui Asbabunnuzul, nasakh-mansukh, muthlaq, muqayyad, serta bagian bagian alkitab dan assunnah yang lain.
C. Macam-Macam Mujtahid
1. Mujtahid Mutlak
Mujtahid Mutlak adalah Mujtahid yang ketika berijtihad mempunyai kemampuan untuk membahas dan menggali hukum serta membuat kaidah usul dalam berbagai permasalahan, yang mencakup syariat Islam secara umum
2. Mujtahid Madzhab
Mujtahid Madzhab adalah Mujtahid yang mengikuti imamnya (Mujtahid Mutlak) dalam masalah usul dan furu. Dan mampu berijtihad atas berbagai permasalahan dengan mengikuti metode ijtihad Mujtahid Mutlak.
3. Mujtahid mas'alah
Mujtahid mas'alah adalah Mujtahid yang mampu meneliti dengan benar tentang suatu permasalahan dan bertaqlid pada masalah yang lain.
D. Objek Ijtihad
1. Dalil-dalil yang bersifat dzanni
2. Dalil-dalil yang qat'i tsubut tapi dzanni dalalahnya
3. Tidak boleh dilakukan pada dalil qat'i tsubut dan qat'i dalalah
4. tidak boleh dilakukan pada masalah aqidah.
Rujukan : Terjemah Kitab At taisir al wusul ilal usul (Syaikh Atha Bin Khalil)