23/05/2026
_*HIKMAH PAGI (509)*_
_*بسم الله الرحمن الرحيم*_
_*السلام عليكم ورحمة الله وبركاته*_
*UJIAN KEIKHLASAN DI TENGAH POTENSI RIYA’*
Qurban adalah ibadah yang sangat mulia. Tetapi di balik kemuliaannya, qurban juga menjadi ujian besar bagi hati manusia. Karena qurban adalah ibadah yang sangat mudah terlihat orang lain.
Orang bisa melihat hewan qurban kita. Orang bisa mengetahui berapa ekor yang kita sembelih. Bahkan kadang nama dan foto dipasang di mana-mana.
Di sinilah qurban menguji, apakah kita berqurban karena Allah, atau karena ingin dipuji manusia?
Inilah yang disebut riya’, yaitu beramal agar dilihat dan dihargai orang lain.
Rasulullah SAW mengingatkan bahwa riya’ adalah penyakit hati yang sangat berbahaya. Sebab amal yang terlihat besar bisa kehilangan nilainya di sisi Allah jika niatnya salah.
Allah melihat bukan ukuran sapi atau banyaknya kambing, tetapi ketulusan hati orang yang berqurban.
Kadang yang berat dalam qurban bukan membeli hewannya, tetapi menjaga niatnya.
Karena syaitan tidak selalu menggoda manusia agar meninggalkan ibadah. Kadang syaitan justru membiarkan orang beribadah, tetapi merusak keikhlasannya.
Maka setelah berqurban jangan sibuk menghitung pujian manusia. Jangan merasa lebih mulia dari orang lain. Jangan sampai qurban berubah menjadi ajang pamer kemampuan.
Qurban sejatinya mengajarkan kita untuk mengorbankan ego, kesombongan dan rasa ingin dipuji.
Kalau pun orang lain tahu kita berqurban, jadikan itu hanya sebagai konsekuensi, bukan tujuan.
Ibadah yang ikhlas mungkin tidak banyak dibicarakan manusia, tetapi sangat bernilai di sisi Allah. Sebaliknya, amal yang dipuji manusia belum tentu diterima oleh Allah.
Karena itu mari kita berqurban dengan hati yang bersih. Bukan untuk pop**aritas, bukan untuk gengsi, tetapi semata-mata mengharap ridha Allah SWT.
Allaahu a'lam wabaarakallaah
_*Selamat beraktivitas, semoga Allah SWT tetap mencurahkan hidayah, rahmat, berkah, ampunan, rezki, kesehatan, keselamatan, kesuksesan, dan kebahagiaan dunia-akhirat.*_
Follow HIKMAH PAGI's WhatsApp Channel. Hidup tidak selalu berjalan sesuai rencana, namun setiap pagi selalu menyimpan kesempatan baru untuk belajar dan bertumbuh. Hikmah Pagi hadir sebagai renungan sederhana tentang pelajaran kehidupan sehari-hari yang berpijak pada Al-Qur’an dan hadis.
Penulis mengajak untuk memulai hari dengan kesadaran, memaknai peristiwa-peristiwa kecil dengan hati yang jernih, serta menata niat agar langkah tetap sejalan dengan nilai iman. Ditulis dengan bahasa ringan, hangat, dan membumi, Hikmah Pagi disajikan satu hikmah disetiap pagi, sebagai teman refleksi untuk menumbuhkan syukur, kesabaran, dan ketenangan dalam menjalani hidup.. Join 301 followers for the latest updates.