11/02/2017
Jangan sedih dengan kekurangan, nih ada inspirasi...
SIR RICHARD BRANSON
Kesulitan Membaca dan Menulis, Tapi Perusahaannya Menggurita.
Sir Richard Branson lahir di Blackheart, London, pada 18 Juli 1950. Dia terlahir dengan menderita disleksia, yaitu semacam kelainan gen yang membuatnya kesulitan membaca, menulis, dan mengeja.
Akibatnya, dia dikeluarkan dari sekolah tempatnya menuntut ilmu. Tapi bukan Sir Richard Branson jika tidak membuat sensasi. Di usia 16 tahun, dia justru menerbitkan majalah bertajuk Student. Berturut-turut kemudian portofolionya bertambah dengan dibukanya beberapa perusahaan lain seperti Virgin Record yang sekarang dikenal dengan Virgin Megastore dan Virgin Atlantic Airlines.
Terakhir, Sir Richard Branson merasa langit bukan lagi batasan. Dia melihat bahwa menguasai bisnis di air, darat, dan udara tidak lagi mencukupi. Maka Sir Richard Branson mendirikan perusahaan wisata ke luar angkasa dengan nama Virgin Galactic.
Pertanyaannya, bagaimana mungkin seorang yang tidak pandai baca-tulis dan berhitung bisa mempunyai ratusan perusahaan?
Menurut riset, penderita disleksia umumnya memiliki kemampuan menjadi pemimpin yang handal. Ini karena mereka harus belajar mendelegasikan tugas yang tidak bisa diselesaikannya sendiri.
Demikian juga Sir Richard Branson, dia belajar untuk memercayakan banyak hal pada orang yang lebih ahli daripada dirinya. Selain membuat bisnisnya menjadi berkembang sangat cepat, Sir Richard Branson menjadi punya lebih banyak waktu untuk bersenang-senang.
Virgin Group juga tidak mengikuti pakem ekonomi yang selama ini diajarkan oleh para ahli. Sir Richard Branson justru menciptaan banyak alur baru untuk grup
usahanya yang menurut kebanyakan orang aneh. Virgin Atlantic bahkan sempat divonis berumur pendek, namun ternyata malah bertahan hingga saat ini, bahkan membuka cabang di beberapa negara lain.
Sir Richard Branson juga tidak betah duduk di rumah dan menikmati hidupnya. Orangtuanya punya banyak uang untuk membiayai kehidupan seluruh anaknya. Tapi dia memilih untuk bekerja dan memulai bisnisnya sendiri. Selain itu, Sir Richard Branson tidak pernah merasa puas dengan pencapaiannya saat ini. Sudah menguasai darat, laut, dan udara, dia tetap ingin lebih. Menurutnya, langit bukanlah batasan saat ini, masih ada sesuatu di atas langit untuk dicapai.
Maka berdirilah perusahaan terbarunya yang merupakan wahana luar angkasa Amerika, Virgin Galactic. Semua bisnis di bawah label Virgin Group bisa bertahan sampai saat ini tidak lain karena adanya sebuah transformasi.
Sir Richard Branson selalu mengingatkan para pebisnis untuk terus menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan bisnis yang ada. Terakhir, kalau melihat apa yang dilakukan Sir Richard Branson, berbisnis bukan berarti duduk di balik meja dan bergelut dengan angka. Dia berhasil memainkan peran sebagai pemimpin Virgin Group, dan memberikan dirinya sendiri lebih banyak kesempatan untuk bersenang-senang.
29/01/2017
03/08/2016
03/08/2016
03/08/2016
15/06/2016
15/06/2016