02/03/2016
Solar Water - Teknologi Pengurai Air
Peneliti Universitas Rice tlah mendemontrasikan langkah baru (efisiensi) dlm memperoleh energi dari cahaya matahari & merubahnya menjadi lbih bersih, yakni energi terbarukan dengan memisahkan molekul air.
Teknologi yang dideskripsikan American Chemical Society Journal Nano Letters, berdasarkan pada konfigurasi cahaya- aktivasi gold nanoparticles yang dperoleh dari cahaya matahari dan transfer energi surya menjadi eksitasi elektron tinggi (elektron panas).
Ketua penelitian Isabell Thomann, asisten profesor listrik dan teknik komputer serta kimia, material & tekniknano di Univ. Rice menyatakan, “Elektron panas sangat bermanfaat dalam menggerakkan reaksi kimia, akan tetapi peluruhannnya sangat cepat dan butuh kerja keras untuk memanfaatkan energinya”. Ditambahkan, “sebagai contoh, kbanyakan energi hilang pada panel surya saat ini ialah kumulatif elektron panas yang mendingin dlm beberapa sepertriliyun detik dan menjadikannya energi panas yang sia-sia”.
Penangkapan elektron energi tinggi sebelum ia mendingin dapat meningkatkan secara signifikan konversi efisiensi panas surya menjadi sumber listrik dan menjadi titik temu suatu bangsa dalam meminimalkan pengeluaran untuk energi surya.
Thomann dalam penelitiannya terhadap cahaya (aktivasi nanopartikel) di laboratorium Nanophotonic (LANP) menjelaskan, cahaya ditangkap dan dirubah menjadi plasmon, gelombang elektron yang mengalir seperti fluida menembus permukaan metal nanopartikel. Plasmon adalah keadaan energi tinggi yang memiliki hidup singkat, tetapi peneliti di Rice dan tempat lainnya telah menemukan cara untuk menangkap energi plasmon dan merubahnya menjadi panas atau cahaya yang bermanfaat.
Nanopartikel plasmon juga menjadi syarat menjanjikan dalam mengekang energi elektron panas, dan peneliti LANP telah membuat bnyak kemajuan dalam penelitian sejauh ini.
Thomann, bersama Hossein Robatjazi, Shah Mohammad Bahauddin dan Chloe Doiron, membuat sebuah sistem yang menggunakan energi dari elektron panas untuk mengurai molekul air menjadi oksigen dan hidrogen. Sangat penting karena oksigen dan hidrogen merupakan sumber bahan bakar sel, yakni perangkat elektrokimia yang menghasilkan listrik secara bersih dan efisien.
Pertama-tama dalam memanfaatkan Elektron panas ialah dengan menemukan langkah untuk memisahkannya dari “lubang elektron”, keadaan energi rendah yang elektron panas kosongkan ketika menerima sentakan plasmon dari energi. Satu alasan mengapa elektron panas memiliki waktu hidup pendek ialah karena memiliki kecenderungan kuat untuk melepaskan energi yang dperoleh dan kembali menjadi keadaan energi rendah. Satu-satunya cara untuk menghindarinya adalah merancang sistem untuk memisahkan elektron panas dan lubang elektron secara cepat. Langkah dasar yang dilakukan adalah melewatkan elektron panas melalui palang nergi seperti sebuah katup.
“karena terdapat pelekatan, kami ingin menemukan pendekatan baru untuk maslah ini,” kata Thomann, “kami mlakukan pendekatan lain: lebih baik dalam mengarahkan elektron panas, kami merancang sistem yang menyaring lubang elektron. Secara efek, perangkat ini seperti membran. Lubang elektron dapat melalui, tetapi elektron panas tidak. Sehingga ia tersaring pada permukaan plasmonic nanoparticles”.
Perangkat memiliki tiga lapisan material. Paling bawah adalah lembar tipis dari alumunium mengkilap. Kemudian dilapisi nikel-oksida transparan dan paling atas merupakan kumpulan plasmonic gold nanoparticle – berbentuk piringan berdiameter antara 10-30 nanometer.
Ketika cahaya matahari mengenai piringan, ia merubah energi cahaya menjadi elektron panas. Alumunium menarik sejumlah lubang elektron dan nikel oksidamenahan sejumlah elektron panas dan terhenti pada gold. Lembaran yang ditelentangkan diselimuti air, peneliti menggunakan gold nanoparticles sebagai katalis pengurai air.
http://phys.org/news/2015-09-team-solar-water-splitting-technology.html