Wing Chun\Yongchun ( Wing Chun Naga Putih Cabang Malang ) Kungfu Adalah PERJALANAN, Bukan PENCAPAIAN
Keseriusan dan Kesabaran Inti Dari segalanya. Biksu Alm. Alm.
(Wing Chun Bailong / Young Chun Tradisional ) Terbuka Untuk UMUM
Keuntungan latihan wingchun di perguruan kami:
latihan qigong pertempuran, penempaan tangan besi, biaya reliable
terjangkau, dpt materi kunci2an --baik kunci2an tangan maupun senjata,dpt materi senjata tifan (tongkat ganda 80cm) dan toya, serta sang
Menerima kelas : REGULAR
baik dipelajari ANAK dan untuk WANITA juga
Contact us :
Sifu Dana 0859-2120-244 (Malang & Private)
Agil 085234347000 (Malang)
Krisna 081252919414 (Malang)
Agung 0896-5712-3349 (Bandung)
Vikar 021-9276-5767 (Cilandak)
Ko Lil 0818-0890-8737 (Sunter)
Syarat-Syarat Pendaftaran:
1. Pasfoto berwarna 2×3=2 buah dan 3×4=2 buah
2. Fotokopi identitas
2. Mengisi formulir yang disediakan di tempat latiha
Informasi Umum
SEJARAH PERGURUAN WINGCHUN/YONGCHUN NAGA PUTIH & MASTER DANA
PERGURUAN KUNGFU SELATAN WINGCHUN/YONGCHUN NAGA PUTIH disebarkan di Indonesia tahun 1970 oleh Pendekar She Han Giok Gian ( Tepatnya dikota Malang ).GRANDMASTER SHE HAN GIOK GIAN adalah salah satu dari " 8 PENDEKAR TERHEBAT DI CHINA SELATAN ABAD XX AWAL" yang lari dari China pada saat perang SINO-JEPANG. Sebelumnya ( 1950 ), Grandmaster
She Han Giok Gian menamakannya dengan " PERGURUAN KUNTAO SHAOLIN SELATAN NAGA HITAM ". Perubahan nama tersebut disebabkan karena kata “ HITAM ” memiliki konotasi negatif di mata masyarakat dan kurang disukai sehingga dikhawatirkan akan menimbulkan persepsi nagatif. Namun demikian, maksud dan tujuan kata “ HITAM ” sesungguhnya untuk menunjukkan teknik dan jurus yang sangat ampuh dan sulit ditandingi.
“Beliau ( GRANDMASTER SHE HAN GIOK GIAN ) sampai ke Indonesia benar-benar dengan perjuangan berat. Beliau pernah beberapa bulan berada di atas kapal tanpa makanan. Hanya minum air laut saja,” cerita MASTER GATUT SWARDANA, penerus GRANDMASTER SHE HAN GIOK GIAN. Grandmaster She Han Giok Gian sampai di Malang, Jawa Timur, tahun 1950an Beliau memutuskan untuk menetap di sana, tepatnya di samping ( Klenteng Eng An Kiong ) di Malang, menyamar sebagai tukang sapu di tempat tersebut. Semula, Grandmaster She Han Giok Gian mengajarkan ilmu beladiri "SHAOLIN SELATAN" dengan nama "kUNTAO" kepada kerabat-kerabatnya yang laki-laki serta Wingchun/Yongchun kepada putrinya, yaitu ( Vivi Tan Gian ).Grandmaster She Han Giok Gian ( mulai menerima murid pada tahun 1970 ) untuk materi Kuntao yang pada saat itu masih menggunakan metode tradisional yang terkenal Sangat Berat, salah satunya adalah panggilan akrab Mas Dana, Dari nama MASTER GATUT SWARDANA. Mas Dana bercerita bahwa Grandmaster She Han Giok Gian tak sembarang menerima murid. ( “Kala itu saya diantar oleh Bapak saya yang tentara. Sampai di vihara, saya diminta oleh Bhiksu untuk berjalan. Rupanya beliau mengetes dan melihat cara jalan saya. Beliau kemudian bilang ke bapak saya, kalau saya berbakat dan saya diterima,ungkap Mas Dana yang berlatih kungfu sejak berusia tujuh tahun".) Latihan yang berat tersebut hanya menyisakan lima orang murid saja yang bisa bertahan hingga sampai menjadi ( master pada tahun 1985, termasuk Mas Dana).
“Dulu setiap kali pulang latihan, kaki saya pasti selalu terseok-seok. Jarak rumah dengan tempat latihan sekitar delapan kilometer,” bebernya sambil mengenang beratnya latihan kala itu.
“Saya ingat saat itu saya dan murid-murid lainnya harus lari sejauh 40 kilo, dari Malang ke Gunung Kawi untuk ujian di sana. Dalam mengisi stamina, kami hanya dibekali dengan patahan gula jawa untuk dimakan. Sesudah mati-matian diuji, saya dan teman-teman pulangnya kembali dengan jalan kaki menempuh jarak yang sama,” ( kenang pria yang pernah mematahkan leher sapi mengamuk dengan membantingnya sambil tersenyum ) . " Di vihara itu, dibuatlah tembok yang sangat tinggi. Sebabnya, selain untuk alasan keamanan dari rezim Orde baru yang tidak memperbolehkan berkembangnya kebudayaan Tionghoa, juga karena alasan kerahasiaan yang memang sudah menjadi tradisi latihan kungfu tradisional pada umumnya". Kehebatan Grandmaster She Han Giok Gian menjadi buah bibir bagi praktisi beladiri di Malang kala itu. “Saya ingat Beliau pernah melempar pisau silet yang diselipkan di sela-sela jarinya dari jarak jauh ke arah kaca yang agak tebal. Kemudian kaca itu pecah,” ungkapnya ( Master Dana ). Karena itulah, mulai tahun 1971, " Grandmaster She Han Giok Gian sering dikunjungi oleh beberapa guru besar dan master dari beberapa aliran karate, taekwondo, dan Shorinji Kempo untuk diajari teknik-teknik kungfu, khususnya kunci-kuncian dan qin na" . Namun demikian ketika Mas Dana masih duduk di bangku SMP, Grandmaster She Han Giok Gian menjadikan Mas Dana sebagai pasangan berlatih wingchun/Yongchun bagi putrinya. Sementara, murid-murid lainnya tidak diperkenankan berlatih wingchun. Sembari menyelam minum air, Dari Ci Vivi inilah Mas Dana menekuni wingchun di bawah pengawasan Grandmaster She Han Giok Gian, sekaligus mematangkan kuntao-nya. Mas Dana dibesarkan di KOMPLEK PAGAS KERTANEGARA TNI-AU ABDURRAHMAN SALEH, SINGOSARI, MALANG. Pada masa itu pula Mas Dana mengajarkan kungfu di Ikatan Remaja Kertanegara (IKRA) di bawah naungan Komandan Abdurrahman Saleh Malang. Anak-anak IKRA menjulukinya dengan “ SI BADAN BESI ” atau “ SI TANGAN BESI ”. Tahun 1985, Bhiksu Grandmaster She Han Giok Gian mengajak lima muridnya yang masih bertahan, termasuk Mas Dana, untuk mengambil ujian Master di China. “Ujian dasarnya bagi orang awam tidaklah mudah. Saya disuruh bertahan melakukan kuda-kuda mabu selama kalau nggak sejam ya dua jam” . Tahun 1986 atau 1987, Bhiksu Grandmaster She Han Giok Gian dipanggil oleh Tuhan yang Maha Esa. “ Pas Beliau meninggal, tubuhnya kering dan sangat harum. Anehnya, tubuh Beliau tidak terbakar saat dikremasi,” katanya ( Master Dana ). ( Untuk melanjutkan perjuangan Grandmaster She Han Giok Gian, Mas Dana mulai memutuskan untuk merantau ke Jakarta dan mengembangkan Perguruan Shaolin Selatan Naga Putih di Jakarta ). Tahun-tahun awal merantau, Mas Dana masuk ke Pengurus Daerah ( Pengda ) DKI Jakarta beberapa saat setelah berdirinya PB Wushu di DKI Jakarta tahun 1990. Mas Dana banyak terlibat sebagai wasit SANSHOU ( KICKBOXING CHINA ). Setelah memiliki bekal pengalaman yang cukup, Mas Dana memutuskan untuk membuka cabang pertama perguruan ini, yaitu di :Universitas Gunadarma, Depok. Kemudian dibentuklah beberapa cabang lagi di beberapa perguruan tinggi di Jakarta: seperti UI, IISIP, Universitas Pancasila, Politeknik UI, IKIP, dan AKIP. Perguruan ini juga telah diakui oleh " PB Wushu Indonesia " sebagai salah satu Beladiri China resmi di Indonesia.( Atas dasar ini, 28 Juli tahun 1990 dianggap sebagai kelahiran PERGURUAN SHAOLIN SELATAN NAGA PUTIH secara de jure ) . Pada Masa periode awal Naga Putih ini, materi yang diajarkan adalah Shaolin Selatan. Sementara wingchun hanya diajarkan pada saat itu khusus untuk beladiri perempuan. Pada 2001, Perguruan Shaolin Selatan Naga Putih melakukan restrukturisasi kepengurusan organisasi dan mengembangkan formula bisnis pelatihan beladiri untuk Satuan Pengamanan (satpam) perkantoran dan perhotelan. Walhasil, cabang perguruan ini bertambah, yaitu 12 Hotel Menteng Group dan Bank Mandiri Pusat. Namun sayang, perguruan ini akhirnya mandek. Tahun 2008, darah mudah masuk ke perguruan ini. Tongkat manajemen yang mulai stagnan kemudian diestafet ke pengurus baru. Harapannya, agar perguruan Naga Putih dapat berkembang sangat pesat.
“Selain di Universitas Gunadharma, awalnya saya coba buka pelatihan Shaolin Selatan untuk umum di Tebet tahun 2008. Tapi peminatnya sedikit dan nggak bertahan. Mungkin karena latihannya berat dan membutuhkan kesabaran sebelum sampai ke tahap penerapan teknik. Karena banyak orang mendesak saya untuk membuka kelas Wingchun/Yongchun, apalagi setelah film Ip-Man booming, digantilah kelas tersebut menjadi kelas wingchun/Yongchun itu pada tahun 2009,” pintanya. Benar, pada Agustus 2009, perguruan ini kemudian berganti lagi menjadi " WINGCHUN/YONGCHUN NAGA PUTIH " karena memfokuskan diri pada materi wingchun. Pengembangan perguruan yang dikenal dengan nama Bailong Wingchun ini masih terus dilakukan untuk dapat menyehatkan masyarakat serta mengabdi kepada bangsa dan negara.
“Yang jelas, saya tetap memegang teguh amanat dari Grandmaster She Han Giok Gian. Kungfu itu harus bisa dinikmati oleh semua kalangan, apapun etnis, agama,tutup lelaki yang sudah melatih ANGGOTA TNI AU sejak berusia 18 TAHUN ini ". teknik PERGURUAN NAGA PUTIH yang jumlahnya 8000 teknik sebenarnya adalah penggambaran dari " 8 pendekar SHAOLIN " dimana Alm. Biksu Grandmaster She Han Giok Gian merupakan salah 1 dari 8 NAGA SHAOLIN yang terkenal di jaman itu. 1 teknik saja bisa dijabarkan menjadi ratusan teknik. Misal teknik kuncian, Ada kuncian tangan kosong dan senjata. Dimana masing - masing dijabarkan menjadi ratusan teknik lagi Dan semua teknik tersebut mematikan. Waktu belajar sendiri Mas Dana di pandu gurunya dengan kitab "ASLI" Shaolin. Hanya sayangnya kitab tersebut ikut "RAIB" bersamaan dengan meninggalnya biksu Grandmaster She Han Giok. Mas Dana aja baru mencapai " MASTER TINGKAT II ketika sudah 22 TAHUN latihan", Dan materi tersebut belum selesai. Karena biksu Grandmaster She Han Giok Gian sudah keburu meninggal. Menurut beliau untuk tingkatan Shaolin Sie di bagi 5 :
- TINGKAT DASAR (tangan Kosong)
- TINGKAT SENJATA & GROUND FAGHTING
- TINGKAT TAO I - IV
- TINGKAT MASTER I- VIII
- Tingkat GRANDMASTER
Untuk mencapai tingkatan tersebut dibutuhkan dedikasi yang tinggi. Mas Dana sendiri waktu dulu latihan sama Grandmaster She Han Giok Gian 2x seminggu 8jam / pertemuan. beliau ( Master Dana ) selalu mencicil semua materi di rumah sendiri. Tiap hari bangun pagi sekitar jam 4.30 Latihan sampai jam 5.30, Trus mandi dan berangkat sekolah. Malamnya sebelum tidur beliau juga latihan lagi.Karena prinsip beliau materi yang segitu banyak mesti " DICICIL" terus.
5 MURID GRANDMASTER SHE HAN GIOK GIAN :
- Murid I : Sugeng
- Murid II : Agung
- Murid III : Gatut Swadana
- Murid IV : Kong Kong
- Murid V : WillyMurid IV
Kong Kong merupakan salah 1 putra Alm. Grandmaster She Han Giok Gian. Grandmaster She Han Giok adalah salah 1 biksu yang memutuskan untuk tidak hidup selibat seperti Biksu Shi Yan Ming yang ngajar di Amerika. Grandmaster. She Han Giok Gian juga mempunyai seorang putri yang bernama VIVI. Dari Vivi lah Mas Dana mendapatkan materi Wing Chun. Sedangkan ke 4 murid yang lain tidak belajar Wing Chun. Jadi diantara ke 5 murid hanya Sifu Dana aja yang ilmunya lengkap baik materi " SHAOLIN SIE " maupun "WINGCHUN/ YONGCHUN ". Untuk masalah pengajaran emang hanya Mas Dana aja yang mau melatih dan mengembangkan PERGURUAN NAGA PUTIH. Sedangkan murid" yang lain sudah tidak mau mengembangkan perguruan lagi karena masing - masing sudah sibuk bekerja. Ya sekian mengenai profile PERGURUAN NAGA PUTIH & MASTER GATUT SWARDANA.
15/12/2012
Selamat ujian buat yg ikut. Mudah2an sukses.
03/11/2012
SHAOLIN martial art present !!!
Kabar gembira bagi pecinta kungfu.
Kami dari Bailong (Naga putih) wingchun, Membuka kelas kungfu wingchun
Kungfu wingchun kami murni berasal
Dari kuil shaolin bukan " NGASAL" untuk info lebih lanjut dapat dilihat di : www.naga-putih.com
Pimpinan Perguruan : Master Gatot Swardhana Tan (murid biksu shaolin Grand Master She Han Giok Gian)
pendaftaran : langsung di tempat/ warung ayam bangsat sengkaling ( senin-sabtu pk.9-21 )
Info. 081252919414 ( krishna )
085815012916 (P. Dayat )