02/07/2017
Asy-Syinqithi merupakan sebuah suku padang pasir di negeri Afrika tepatnya di negara Mauritania. Karena kebiasaan mereka dalam menuntut ilmulah yang menjadikan suku ini sangat istimewa. Secara adat, disana jika ada anak pada umur 7 tahun belum hafal Quran bagi mereka adalah aib (memalukan).
Mereka mendapatkan pendidikan Al Qur'an bukan hanya sejak kecil, tapi sejak masih dalam keadaan bayi.
Ketika ada seorang ibu hamil, sang ibu tidak akan menghabiskan waktu hanya tidur di kasur. Ibu tersebut akan menyibukkan diri untuk muraja'ah hafalannya hingga ibu itu terasa letih karenanya.
Setelah bayi itu lahir, sekeluarga akan muroja'ah bersama. Seorang anak akan muroja'ah kepada bapak atau ibunya, maka diwajibkan untuk dia muroja'ah di depan adiknya yang masih bayi p**a. Ketika ibunya sedang menggendong bayi tersebut, kakaknya muroja'ah kepada ibunya. Kalaupun suara tangis bayi mengganggu kakaknya maka itulah tantangan untuk bagi mereka.
Ketika mereka berusia 7 tahun ke atas, mereka akan pergi kepada masyaikh untuk belajar agama. mereka tidak belajar didalam kelas. Melainkan didalam tenda tengah gurun pasir yang panas, dan di dalam tenda itulah proses belajar mengajar dilakukan. Mungkin dalam fikiran kita menyakitkan karena panasnya. namun itu nikmat untuk mereka karena rasa ingin tahu yang tinggi pada diri mereka menjadikan sedikit ilmu adalah nikmat dan rizki yang melimpah bagi mereka, bukan harta.