Bagi para alumni yang membutuhkan bukti akreditasi program silakan klik link berikut
Universitas Kanjuruhan, Malang
Sejarah Yayasan ini kemudian berubah menjadi Perkumpulan Pembina Lembaga Pendidikan Perguruan Tinggi PGRI (PPLP PT PGRI). bernama Abdul Radjab (almarhum). H. Drs.
Sejarah Universitas Kanjuruhan
Universitas Kanjuruhan Malang merupakan proses pengembangan merger antara IKIP PGRI Malang dengan Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STIBA) Kanjuruhan Malang yang bernaung di bawah bendera Yayasan Pembina Lembaga Perguruan Tinggi PGRI. Dengan demikian, berdirinya Universitas Kan-juruhan Malang merupakan proses pengembangan perguruan tinggi PGRI dengan SK Mendiknas nomer 10
08/06/2017
UNIKAMA – Prodi PGSD Unikama (Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Kanjuruhan Malang) setiap tahunnya menolak banyak calon mahasiswa baru hingga ratusan orang. Hal ini diungkapkan oleh ketua PMB (Penerimaan Mahasiswa Baru) Sri Rahayuningsih, M.Pd saat ditemui di sela kesibukannya.
Ia menuturkan saat ini prodi Ini telah banyak menerima mahasiswa dari gelombang 1 dan 2 dan juga telah menolak banyak calon mahasiswa baru.
“Ada kemungkinan sampai kuota penuh karena memang favorit. Kami sering menolak dan tahun ini juga sama,” ujarnya tengah terlihat antusias.
Karena tes yang diadakan saat ini bertepatan dengan seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri, terkadang ada beberapa mahasiswa yang tiba-tiba mengundurkan diri karena telah lolos sebagai mahasiswa baru PTN. Angka mahasiswa yang mundur ini per tahunnya diperkirakan mencapai 10%.
“Mengundurkan diri 5-10% karena mereka diterima di PTN biasanya ya begitu. Tapi kalau nanti memang demikian kita akan kembalikan dana yang masuk,” tambah dia.
Pihak Unikama memberikan kompensasi pengembalian dana pendidikan tersebut sebanyak 50% dari dana yang telah disetorkan oleh mahasiswa.
“50% kita kembalikan pada mereka, kalau kampus lain kan jarang ya yang dikembalikan. Malah biasanya di awal sudah ditekankan uang yang sudah disetorkan tidak akan dikembalikan,” tandasnya. (inka)
08/06/2017
Unikama Raih Ranking Universitas Terbaik Indonesia
Di tahun 2017 Universitas Kanjuruhan Malang meraih peringkat yang sangat membanggakan. lembaga pemeringkatan 4 International Colleges & Universities atau biasa disingkat dengan 4icu (http://www.4icu.org/id/) sudah mempublikasikan peringkat perguruan tinggi di dunia pada bulan Mei 2017 kemarin. Universitas Kanjuruhan Malang meraih predikat sebagai kampus swasta terbaik se-Indonesia pada posisi 136. Seperti kita ketahui 4icu merupakan mesin pencari pendidikan tinggi internasional yang melakukan review direktori situs-situs universitas.
Berdasarkan peringkat 4icu, Universitas Indonesia masih mempertahankan posisinya sebagai PTN yang terbaik di Indonesia, disusul oleh Universitas Gadjah Mada, kemudian Institut Teknologi Bandung. dan berikutnya adalah Universitas Mercu Buana sebagai kampus swasta terbaik. Jika dibandingkan dengan edisi sebelumnya, perguruan tinggi yang cukup banyak lompatannya adalah Universitas Kanjuruhan Malang. Tercatat, sebanyak lebih dari 400 perguruan tinggi Indonesia telah masuk ke dalam review yang dilakukan 4icu
Lembaga 4ICU ini melakukan pemeringkatan terhadap 10.200 peguruan tinggi di 200 negara. Peringkat popularitas tersebut diukur berdasarkan tiga parameter, yaitu Google pagerank, inbound link Yahoo, dan web traffic berdasarkan Alexa. Jadi bisa dikatakan rangking ini menggambarkan popularitas situs perguruan tinggi di dunia Internet, dan popularitas itu sangat ditentukan oleh tingkat kekayaan produk akademik dan kontribusinya dari perguruan tinggi terkait tersebut.
Parameter Inbound link yahoo-yang juga menjadi ukuran visibility pada pemeringkatan versi Webometrics, merupakan jumlah tautan dari situs eksternal ke situs PT yang bersangkutan. Sedangkan web traffic merupakan ukuran jumlah kunjungan ke website perguruan tinggi. Jumlah tautan dan kunjungan dapat meningkat jika perguruan tinggi dapat meningkatkan konten atau materi yang bermanfaat untuk civitas akademika atau masyarakat umum.
13/04/2017
UNIKAMA – Ada yang berbeda dari acara Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah yang diselenggarakan Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) kemarin. Jika biasanya pelatihan penulisan karya ilmiah, terutama skripsi dilakukan oleh dosen, kali ini Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia Unikama bekerja sama dengan Ikatan Alumni memberikan materi yang sangat penting, Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah.
“Ini merupakan sumbangsih kami para alumni untuk kampus dan Prodi kami, Bahasa dan Sastra Indonesia,” ujar Timotius Hari Candra, Ketua Pelaksana Pelatihan.
Para anggota Ikatan Alumni Unikama ingin memberikan pengetahuan tentang persiapan pengerjaan skripsi secara mendalam. Menurut Timotius, banyak hal yang harus diketahui oleh adik-adik tingkatnya sebelum pengerjaan skripsi.
“Kami melihat adik-adik yang akan menghadapi skripsi tidak memiliki peta dan pengetahuan yang cukup. Untuk itu, kami ingin memberikan gagasan dan arah supaya adik-adik itu bisa mengerjakan skripsi dengan arah yang jelas,” tambahnya saat ditemui di sela acara.
Menurut Timotius, saat akan mengajukan skripsi mahasiswa harus sudah memiliki ide untuk meneliti dan juga banyak referensi yang telah dibaca. Namun tidak banyak mahasiswa paham mengenai hal ini.
“Harusnya mereka datang kepada dosen itu sudah ada ide, tapi tidak banyak yang paham akan hal ini. Ibarat kalau mau ke surabaya, kita kan bisa sampai cepat kalau tahu bis dan terminal mana yang harus dituju,” tuturnya.
Melihat dari pengalaman dirinya dan para alumni saat dahulu akan mengerjakan skripsi, mengetahui arah merupakan hal penting untuk mempercepat proses mereka dalam mengerjakan skripsi.
“Dari pengalaman saya dan teman-teman ketika skripsi kalau kita tahu arah, kita bisa mempercepat proses ini. Sekarang kan yang memperlambat mahasiswa menyelesaikan skripsi ini sebenarnya bukan karena mereka tidak bisa, tapi mereka hanya tidak tahu arah,” tandasnya. (inka)
13/04/2017
UNIKAMA – Dalam rangka Dies Natalis Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Kanjuruhan Malang (UNIKAMA) ke-31, English Department Student Association (EDSA) ini menggelar English Skill Competition. Ada dua kategori acara yang digelar, yakni lomba untuk mahasiswa UNIKAMA dan juga EDSA’S Got Talent untuk mahasiswa internal prodi ini.
Ada yang berbeda dari tahun sebelumnya, yakni tahun ini mereka menggelar EDSA’S Got Talent atau ‘ajang pencarian bakat’ seni di tingkat prodi.
“Kalau tahun-tahun sebelumnya kami menggelar pemilihan English Department Student Association (EDSA) Ambassador, tahun ini kami mengadakan EDSA’S Got Talent untuk internal Prodi.” Ujar Anissa Fitriani ketua pelaksana acara ini.
Perubahan ini dilakukan untuk memajukan kreativitas seni prodi Pendidikan Bahasa Inggris sendiri. Karena jika ikon prodi hanya diwakili oleh duta atau ambassador, image yang dibentuk dirasa belum spesifik.
“Kan kalau ambassador kurang spesifik bidang apa yang digeluti, jadi terlalu general. Sehingga tidak bisa produktif dalam memegang jabatannya, tapi kalau seni seperti ini, misal menyanyi atau menari kan lebih jelas,” tambahnya.
Disamping EDSA’S Got Talent, mereka juga mewadahi skill berbahasa Inggris seluruh mahasiswa UNIKAMA dengan menggelar lomba menulis, menggambar, pidato dan juga membaca puisi.
“Kami juga ada lomba untuk seluruh mahasiswa UNIKAMA, ada writing, drawing, speech contest, dan poetry,” tutur mahasiswa semester enam ini.
Menurutnya, antusiasme warga UNIKAMA dalam berkompetisi maupun menunjukkan kemampuan berbahasa Inggris mereka kurang. Untuk itulah mereka menggelar acara ini agar mahasiswa lebih percaya diri menunjukkan kemampuan mereka.
“Agar mereka lebih pede dalam menunjukkan kepiawaian mereka berbahasa Inggris, karena kan percaya diri harus dimulai dari tampil di depan teman-teman sendiri. Kami berharap acara ini bisa terus meningatkan bakat dan antusiasme warga UNIKAMA dalam berbahasa Inggris,” tuturnya. (inka)
12/04/2017
UNIKAMA – Di bulan April ini Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) patut berbangga. Pasalnya, Kemenristekdikti memberikan dana hibah untuk program Tata Kelola Jurnal Elektronik untuk kampus ini. Program Tata Kelola Jurnal Elektronik ini sendiri merupakan program yang dimulai oleh Kemenristekdikti sejak 2015 silam.
“Bulan April ini insyaAllah dananya akan cair sebesar 40 juta rupiah untuk Tata Kelola Jurnal Elektronik ini,” tutur Muhammad Nur Hudha, M.Pd, kepala unit Publikasi dan Penerbitan Unikama ditemui di sela kesibukannya.
Tidak hanya itu, Unikama merupakan satu-satunya kampus swasta di kota Malang yang pada bulan April ini mendapatkan dana hibah langsung dari Kemenristekdikti. Padahal hanya ada tiga kampus yang menerima dana ini, yakni Universitas Brawijaya Malang, Universitas Negeri Malang.
“Yang lain ada UM dan UB saja di Malang. Kami bersyukur, bagaimanapun pengembangan jurnal di kampus Unikama ini tak lepas dari peran dan dukungan para pimpinan,” tambah Hudha.
Lebih lanjut, Drs. Sulistyo, M.Si, Ketua dewan redaksi jurnal ekonomi modernisasi Unikama ditemui di waktu yang sama, memaparkan beberapa goal penting yang harus dilakukan dalam beberapa waktu kedepan. Diharapkan dengan adanya dana hibah ini, pengelolaan menjadi semakin baik dan meluas karena masih banyak ilmu yang harus didapatkan oleh seluruh dosen di kota Malang ini.
“Kita melakukan workshop penulisan artikel ilmiah bagi dosen, workshop editorial workflow bagi editor, pelatihan peningkatan indeksasi jurnal, dan banyak lagi. Tapi yang sekarang rutin sedang kita adakan dwimingguan dengan RJI,” tuturnya.
Ia menambahkan diskusi rutin yang digelar sekali dalam dua minggu bersama Relawan Jurnal Indonesia (RJI) se-Malang Raya ini juga sangat membantu misi dari program yang mereka bina.
“Anggotanya perwakilan jurnal yang ada di kampus-kampus di Malang. Pokoknya kami akan berusaha semaksimal mungkin dari berbagai jalur untuk meningkatkan mutu terbitan ilmiah,” tandasnya. (inka)
12/04/2017
UNIKAMA – Saat ini semangat mahasiswa untuk menuntut ilmu bisa dikatakan berkurang. Terkadang ada mahasiswa yang hanya berkuliah dan datang ke kampus setiap hari hanya untuk legalitas saja sebagai mahasiswa.
Hal inilah yang menjadi sorotan Drs. Sulistyo, M.Ak., dalam acara menyambut hari jadi Unikama sekaligus menyambut Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Kegiatan yang digelar Lembaga Dakwah Mahasiswa (LEDMA) Al-Farabi Universitas Kanjuruhan Malang (UNIKAMA) ini berlangsung di Aula Sarwakirti.
Ia menuturkan saat ini di masyarakat, termasuk juga mahasiswa sering menyepelekan banyak urusan dengan kalimat ‘yang penting’. Padahal menurutnya, hal ini menyangkut kemaslahatan banyak hal tanpa disadari oleh orang yang mengatakan itu sendiri.
“Ah yang penting kan kuliah, yang penting kan makan bahkan yang penting kan beristri, yang penting ngaji dan seterusya. Akibatnya apa? Caranya tidak benar tetap saja dianggap sah karena ‘yang penting’ itu tadi,” tuturnya pada para peserta.
Ia memaparkan lebih jauh mahasiswa yang s**a menyebut ‘yang penting kuliah’, sehingga datang hanya duduk dan ilmunya hanya lewat saja tidak masuk. Parahnya lagi, ada yang sangat rajin belajar saat berkuliah dengan tujuan ‘yang penting lulus ‘cumlaude’ namun melupakan banyak nilai lain yang harus didapat di bangku kuliah selain belajar, misalnya bersosialisasi dan berorganisasi.
“Nilainya A sampai cumlaude, tapi bingung waktu lulus mau jadi apa karena tidak tahu apa yang harus dilakukan,” ungkapnya.
Menurutnya, mahasiswa harus merubah pola pikir ‘yang penting’ seperti ini. Mahasiswa harus mampu merubah mindset dari ‘yang penting kuliah’ menjadi ‘kuliah itu penting’.
“Dengan demikian kita akan bisa mengubah cara kita mendapatkan sesuatu, karena apa kita merasa sesuatu itu penting. Sedikit-sedikit kita akan bisa mengubah kaidah,” tandasnya. (inka)
Guruku,
Jasamu tak tergantikan
Engkaulah akar ilmu
Penebar pengetahuan
Penuntun yang buta aksara
Penopang yang hilang semangat
Pendidik yang tak pernah lelah
Terima kasih guruku
Selamat Hari Guru Nasional 2015
ﺗَﻘَﺒَﻞَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻣِﻨَّﺎ ﻭَﻣِﻨْﻜُﻢْ ﺻِﻴَﺎﻣَﻨَﺎ ﻭَﺻِﻴَﺎﻣَﻜُﻢْ ﻭَﻛُﻞُّ ﻋَﺎﻡٍِ ﺑِﺨَﻴْﺮٍ
ﻣِﻦَ ﺍﻟﻌَﺎﺋِﺪَﻳْﻦِ ﻭَﺍﻟﻔَﺎﺋِﺰِﻳْﻦَ
Selamat Hara Raya Idul Fitri 1436H
“IBU, AKU TIDAK MAU JADI PAHLAWAN, AKU MAU
JADI ORANG YANG BERTEPUK TANGAN DI TEPI
JALAN.”
Di kelasnya ada 50 orang murid, setiap kenaikan
kelas, anak perempuanku selalu mendapat ranking
ke-23. Lambat laun ia dijuluki dengan panggilan
nomor ini. Sebagai orangtua, kami merasa
panggilan ini kurang enak didengar, namun
anehnya anak kami tidak merasa keberatan dengan
panggilan ini.
Pada sebuah acara keluarga besar, kami berkumpul
bersama di sebuah restoran. Topik pembicaraan
semua orang adalah tentang jagoan mereka
masing-masing. Anak-anak ditanya apa cita-cita
mereka kalau sudah besar? Ada yang menjawab
jadi dokter, pilot, arsitek bahkan presiden. Semua
orangpun bertepuk tangan.
Anak perempuan kami terlihat sangat sibuk
membantu anak kecil lainnya makan. Semua orang
mendadak teringat kalau hanya dia yang belum
mengutarakan cita-citanya. Didesak orang banyak,
akhirnya dia menjawab:..... "Saat aku dewasa, cita-
citaku yang pertama adalah menjadi seorang guru
TK, memandu anak-anak menyanyi, menari lalu
bermain-main".
Demi menunjukkan kesopanan, semua orang tetap
memberikan pujian, kemudian menanyakan apa
cita-citanya yang kedua. Diapun menjawab: “Saya
ingin menjadi seorang ibu, mengenakan kain
celemek bergambar Doraemon dan memasak di
dapur, kemudian membacakan cerita untuk anak-
anakku dan membawa mereka ke teras rumah
untuk melihat bintang”. Semua sanak keluarga
saling pandang tanpa tahu harus berkata apa. Raut
muka suamiku menjadi canggung sekali.
Sepulangnya kami kembali ke rumah, suamiku
mengeluhkan ke padaku, apakah aku akan
membiarkan anak perempuan kami kelak hanya
menjadi seorang guru TK?
Anak kami sangat penurut, dia tidak lagi membaca
komik, tidak lagi membuat origami, tidak lagi
banyak bermain. Bagai seekor burung kecil yang
kelelahan, dia ikut les belajar sambung
menyambung, buku pelajaran dan buku latihan
dikerjakan terus tanpa henti. Sampai akhirnya
tubuh kecilnya tidak bisa bertahan lagi terserang flu
berat dan radang paru-paru. Akan tetapi hasil ujian
semesternya membuat kami tidak tahu mau
tertawa atau menangis, tetap saja rangking 23.
Kami memang sangat sayang pada anak kami ini,
namun kami sungguh tidak memahami akan nilai
sekolahnya.
Pada suatu minggu, teman-teman sekantor
mengajak pergi rekreasi bersama. Semua orang
membawa serta keluarga mereka. Sepanjang
perjalanan penuh dengan tawa, ada anak yang
bernyanyi, ada juga yang memperagakan
kebolehannya. Anak kami tidak punya keahlian
khusus, hanya terus bertepuk tangan dengan
sangat gembira.
Dia sering kali lari ke belakang untuk mengawasi
bahan makanan. Merapikan kembali kotak
makanan yang terlihat sedikit miring, mengetatkan
tutup botol yang longgar atau mengelap wadah
sayuran yang meluap ke luar. Dia sibuk sekali
bagaikan seorang pengurus rumah tangga cilik.
Ketika makan, ada satu kejadian tak terduga. Dua
orang anak lelaki teman kami, satunya si jenius
matematika, satunya lagi ahli bahasa Inggris
berebut sebuah kue. Tiada seorang pun yang mau
melepaskannya, juga tidak mau saling
membaginya. Para orang tua membujuk mereka,
namun tak berhasil. Terakhir anak kamilah yang
berhasil melerainya dengan merayu mereka untuk
berdamai.
Ketika pulang, jalanan macet. Anak-anak mulai
terlihat gelisah. Anakku membuat guyonan dan
terus membuat orang-orang semobil tertawa tanpa
henti. Tangannya juga tidak pernah berhenti, dia
mengguntingkan berbagai bentuk binatang kecil
dari kotak bekas tempat makanan. Sampai ketika
turun dari mobil bus, setiap orang mendapatkan
guntingan kertas hewan shio-nya masing-masing.
Mereka terlihat begitu gembira.
Selepas ujian semester, aku menerima telpon dari
wali kelas anakku. Pertama-tama mendapatkan
kabar kalau rangking sekolah anakku tetap 23.
Namun dia mengatakan ada satu hal aneh yang
terjadi. Hal yang pertama kali ditemukannya
selama lebih dari 30 tahun mengajar. Dalam ujian
bahasa ada sebuah soal tambahan, yaitu SIAPA
TEMAN SEKELAS YANG PALING KAMU KAGUMI &
APA ALASANNYA.
Semua teman sekelasnya menuliskan nama :
ANAKKU!
Mereka bilang karena anakku sangat senang
membantu orang, selalu memberi semangat, selalu
menghibur, selalu enak diajak berteman, dan
banyak lagi.
Si wali kelas memberi pujian: “Anak ibu ini kalau
bertingkah laku terhadap orang, benar-benar nomor
satu”.
Saya bercanda pada anakku, “Suatu saat kamu
akan jadi pahlawan”. Anakku yang sedang merajut
selendang leher tiba2 menjawab “Bu guru pernah
mengatakan sebuah pepatah, ketika pahlawan
lewat, harus ada orang yang bertepuk tangan di
tepi jalan.”
“IBU, …..AKU TIDAK MAU JADI PAHLAWAN, …. AKU
MAU JADI ORANG YANG BERTEPUK TANGAN DI
TEPI JALAN.”
Aku terkejut mendengarnya. Dalam hatiku pun
terasa hangat seketika. Seketika hatiku tergugah
oleh anak perempuanku. Di dunia ini banyak orang
yang bercita-cita ingin menjadi seorang pahlawan.
Namun Anakku memilih untuk menjadi orang yang
tidak terlihat. Seperti akar sebuah tanaman, tidak
terlihat, tapi ialah yang mengokohkan.
Jika ia bisa sehat, jika ia bisa hidup dengan
bahagia, jika tidak ada rasa bersalah dalam
hatinya, MENGAPA ANAK2 KITA TIDAK BOLEH
MENJADI SEORANG BIASA YANG BERHATI BAIK &
JUJUR…
(Cerita ini didapat dari sebuah post. Kami tulis
ulang dengan beberapa penambahan &
pengurangan. Mudah2an bisa jadi inspirasi)
Seorang pembuat jam tangan berkata kepada jam
yang sedang dibuatnya.
P: “Hai jam, apakah kamu sanggup berdetak
paling tidak 31,104,000 kali selama setahun?”
J: “Haah,,??” kata jam terperanjat, “Mana
sanggup saya?”
P: “Bagaimana kalau 86,400 kali dalam sehari?”
J: “Delapan puluh enam ribu empat ratus kali?
Dengan jarum yang ramping-ramping seperti ini?”
jawab jam penuh keraguan.
P: “Bagaimana kalau 3,600 kali dalam satu jam?”
J: “Dalam satu jam harus berdetak 3,600 kali?
Banyak sekali itu” tetap saja jam ragu-ragu
dengan kemampuan dirinya.
Tukang jam itu dengan penuh kesabaran
kemudian bicara kepada si jam.
P: “Kalau begitu, sanggupkah kamu berdetak satu
kali setiap detik?”
J: “Naaaah, kalau begitu, aku sanggup!” kata jam
dengan penuh antusias.
Maka, setelah selesai dibuat, jam itu berdetak
satu kali setiap detik. Tanpa terasa, detik demi
detik terus berlalu
dan jam itu sungguh luar biasa karena ternyata
selama satu tahun penuh dia telah berdetak tanpa
henti.
Dan itu berarti ia telah berdetak sebanyak
31,104,000 kali.
Ada kalanya kita ragu-ragu dengan tugas
pekerjaan yang begitu terasa berat. Namun
sebenarnya jika kita sudah menjalankannya,
ternyata kita mampu. Bahkan yang semula kita
anggap mustahil ternyata mampu. Maka jika kita
ingin melakukan hal yang besar lakukanlah dari
hal kecil, perlahan tapi pasti semua bisa tercapai
dan terlewati. Insyaallah...
Click here to claim your Sponsored Listing.
Location
Category
Contact the school
Website
Address
Universitas Kanjuruhan Malang Jalan S. Supriadi 48
Malang