31/12/2015
Engine Management System
Untuk memenuhi kebutuhan rendah emisi dan performa yang lebih baik bagi mesin. ECU (Electronic control unit) berperan melakukan proses dan kontrol untuk menghasilkan performa yang baik dan diterapkan pada actuator. Actuator merupakan komponen yang dikontrol oleh ECU berupa Ignition (Pengapian) atau Fuel (Bahan Bakar).
Sensor merupakan variable masukan yang digunakan untuk memodifikasi dan melakukan perhitungan matematika pada ECU agar diperoleh settingan yang sesuai oleh programmer ECU. Settingan yang sesuai tentu saja melalui tahapa riset yang dilakukan oleh pabrikan masing-masing dan merupakan rahasia pabrikan.
Bagaimana ECU melakukan perhitungan matematika? ECU bisa membaca data sensor, merekam, melakukan diagnosis, seperti sebuah komputer kecil yang ditanamkan pada mesin. Pengolahan data matematika bisa dilakukan dengan cara mengolah data digital.
Sensor = bekerja menggunakan prinsip analog
ECU = bekerja menggunakan prinsip digital
Actuator = bekerja menggunakan prinsip analog
Jika diperhatikan Sensor-ECU-Actuator memiliki tipe data yang tidak sama, jadi bagaimana ECU yang menggunakan prinsip digital bisa mengontrol actuator?
Diperlukan komponen dibawah ini:
ADC (Analog-to-digital converter), mengubah input analog menjadi digital
DAC (Digital-to-analog converter), mengubah input digital menjadi analog
Komponen tersebut ada yang sudah ditanamkan pada ECU, sensor atau actuator yang merupakan fitur dari mereka.