21/07/2020
Saya adalah anak yang sangat dekat dengan ayah saya. Sehingga ketika beliau pergi menghadap Sang Pencipta 3 tahun lalu, rasanya memang dunia sangat hancur.
Namun, ada p**a yang justru tidak merasakan kelekatan sama sekali dengan ayahnya.
Bagaimana bisa?
Orang pasti bertanya-tanya mengapa ada anak yang benci sekali/sayang sekali pada orangtuanya.
Dear parents, sudah siapkah Anda mengajarkan perspektif lain dari sebuah keluarga tanpa judgement?
Saya mengutip lirik yang sangat menarik dari Stromae dalam salah satu lagunya yang berjudul "Papaoutai" :
"Tout le monde sait comment on fait des bébés
Mais personne sait comment on fait des papas"
Artinya kurang lebih :
"Semua orang tahu cara menghasilkan bayi (berkeluarga), tapi hanya sedikit yang tau cara membuat ayah (menjadi orang tua)"
Memang, menjadi orang tua memiliki tanggung jawab yang sangat besar karena kita mengajarkan seorang manusia yang sangat rapuh sampai menjadi sangat kuat dan memiliki peran di masyarakat.
Sudah siapkah Anda dengan tanggung jawab itu?