24/03/2020
Series of Composure #2
DIDIKAN, Intisari Makna Belajar
24/03/2020
Series of Composure #2
17/03/2020
Series of Compassion #1
13/03/2020
Series of Collaboration #1
09/03/2020
Series of Composure #1
09/03/2020
Series of Criticism #1
16/02/2020
Series of Curiosity #1
10/02/2020
Kunci Baik-Buruk Anak: Didikan Orang Tua
Ada sebuah ungkapan kuno di Swedia yang menyatakan bahwa kebanyakan anak-anak adalah bunga dandelion, sedangkan sedikit dari mereka adalah bunga anggrek. Dandelion identik dengan sesuatu yang tangguh. Ia bukan bunga yang cantik, tetapi mereka bisa tumbuh tanpa perawatan yang intens.
Tidak ada orang yang sengaja menanam dandelion. Mereka bisa tumbuh di setiap kondisi. Berbeda dengan anggrek. Apabila kamu tidak memberi perhatian atau perawatan yang baik, bunga itu tidak akan bisa tumbuh. Namun, apabila mereka mendapat perawatan yang baik, mereka akan tumbuh menjadi bunga indah seperti bunga yang selama ini ada di imajinasimu.
Menurut ungkapan kuno Swedia di atas, sebagian besar anak-anak punya ciri layaknya dandelion, mereka bisa tumbuh dengan baik tanpa perlu perhatian yang intens. Tetapi sebagian dari mereka juga mempunyai ciri yang serupa dengan anggrek, mereka tidak bisa tumbuh dengan baik kecuali jika mereka diberi perhatian dan perawatan yang baik p**a.
Selengkapnya:
Kunci Baik-Buruk Anak: Didikan Orang Tua pixabay.com Oleh: Mahrus Afandi* Ada sebuah ungkapan kuno di Swedia yang menyatakan bahwa kebanyakan anak-anak adalah bunga dandel...
07/02/2020
Jump Math
Matematika adalah sebuah bentuk penyimbolan dari sebuah fenomena. Para ilmuwan zaman dulu berusaha untuk menyederhanakan sebuah kejadian menjadi simbol-simbol yang mudah dihafal dan membuat formula sederhana yang dapat digunakan dalam kejadian lain yang serupa dengannya. Hal inilah yang perlu kita pahami bersama dalam usaha kita untuk mengajarkan matematika kepada anak.
Ironisnya, kebanyakan pengajaran yang ada hanya terfokus pada simbol tanpa memahami arti dari pemakaian simbol tersebut. Dalam berbagai kesempatan saat mengajari anak-anak pelajaran matematika, kami mencoba bertanya tentang apa kesulitan mereka dalam memahami matematika? Beberapa dari mereka menjawab, yang membuatnya sulit adalah karena terlalu banyak rumus yang harus dihafalkan. Hal ini jelas menunjukkan bahwa mereka tidak memahami konsep dari pembuatan sebuah rumus matematika.
Pemahaman matematika di kalangan pelajar hanya sebatas digunakan dalam lingkungan sekolah. Tidak sampai digunakan dalam konteks kehidupan sehari-hari mereka.
John Mighton, salah seorang ilmuan matematika, mencoba mengembalikan esensi dari belajar matematika lewat penemuannya: Jump Math. Mighton menyediakan sebuah workbook untuk para pembelajar matematika agar mereka lebih memahami maksud dari pemberian simbol, penamaan, serta makna dari sebuah operasi matematika.
Melalui workbook tersebut proses belajar matematika menjadi begitu mudah dan menyenangkan. Kita diajak bermain, menggambar, dan mengidentifikasi sebuah proses matematika. Setidaknya workbook tersebut bisa dijadikan sebuah alternatif bagi orang tua atau guru dalam mengajarkan matematika kepada anak-anak.
Apabila kalian ingin tahu mengenai bagaimana pengajaran matematika ala Jump Math, kita bisa saling berdiskusi di kolom komentar. Jangan sungkan-sungkan ya 😆
06/02/2020
Stay Updated: Berbagi & Kolaborasi
Berbagi bahan ajar untuk kelengkapan silabus seharusnya sudah menjadi sesuatu yang lumrah di antara para pendidik. Dengan adanya sharing silabus tersebut, akan ada kesempatan guna melakukan kolaborasi untuk saling mengoreksi, memodifikasi, dan memperbaiki silabus menjadi lebih baik lagi. Pendidik yang mengajar bisa memastikan diri update, karena dibantu oleh para kolega untuk menyempurnakan materi atau bahan ajarnya.
Berikut ini adalah contoh sharing silabus yang dilakukan oleh seorang pengajar sejarah yang mengumpulkan tweet kolega-koleganya mengenai sejarah. Tentu, ini sangat layak untuk ditiru oleh para pendidik yang lain:
Emily Pressman on Twitter “As a history teacher, I'm trying to gather essential writing /other scholars are doing for general audiences (ahem, ) giving context & understanding of historical roots of events of Summer 2019—please add to Google doc & share! https://t.co/WpfLi2oa3y”
02/02/2020
Picture Walk: Strategi Belajar Jitu dengan Membaca
Kebanyakan orang terbiasa membaca bacaannya dengan teliti per halaman secara berurutan. Sembari mencoba meyakinkan diri mereka bahwa mereka memahami semua ide yang ada di dalamnya. Terdengar telaten bukan? Percayalah, jangan lakukan itu! Itu adalah cara yang salah.
Untuk penjelasan lebih lengkap, silahkan kunjungi:
Picture Walk: Strategi Belajar Jitu dengan Membaca Kebanyakan orang terbiasa membaca bacaannya dengan teliti per halaman secara berurutan. Sembari mencoba meyakinkan diri mereka bahwa mer...
02/02/2020
Melengkapi Gagasan Nadiem Makarim, Mendikbud RI
Pikiran yang dibawa oleh Nadiem Makarim, Menteri Pendidikan & Kebudayaan RI di forum Simposium Internasional Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah 29 November 2019 di Jakarta, mungkin agak sulit untuk dicerna dan dipahami oleh guru-guru yang selama ini tenggelam dalam aktivitas-aktivitas administratif. Seperti kata beliau, semuanya harus dimulai dari bawah. Paling tidak, guru harus rajin meng-upgrade diri dan berefleksi, mulai membaca pikiran figur-figur yang mencurahkan dirinya untuk pendidikan seperti Sir Ken Robinson, John Dewey, Ki Hajar Dewantoro, dll. Dengan harapan semoga hasil bacaannya nanti akan membantu mereka--ketika mendengar gagasan seperti yang diungkapkan oleh Nadiem Makarim itu--untuk menggambarkan maksudnya secara lebih jelas.
Untuk penjelasan lebih lengkap, silahkan kunjungi:
Melengkapi Gagasan Nadiem Makarim, Mendikbud RI Pikiran yang dibawa oleh Nadiem Makarim, Menteri Pendidikan & Kebudayaan RI di forum Simposium Internasional Kepala Sekolah dan Pengawas Se...
02/02/2020
Amanah Sekolah Kreatif: Empat Tujuan Pendidikan
Apa tujuan dasar pendidikan yang harus dipenuhi oleh sekolah? Untuk menjawab pertanyaan ini, saya akan mengungkapkan pandangan Sir Ken Robinson yang menyatakan bahwa ada empat tujuan pendidikan yang harus dipenuhi oleh sekolah, yaitu: ekonomi, budaya, sosial, dan pribadi.
Untuk lebih lengkap, silahkan kunjungi:
Amanah Sekolah Kreatif: Empat Tujuan Pendidikan Apa tujuan dasar pendidikan yang harus dipenuhi oleh sekolah? Untuk menjawab pertanyaan ini, saya akan mengungkapkan pandangan Sir Ken Robi...