02/02/2026
Do’a nisfu sya’ban berjamaah
اَللّٰهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ
يَا ذَا الطَّوْلِ وَالْإِنْعَامِ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِيْنَ وَجَارَ المُسْتَجِيْرِيْنَ وَمَأْمَنَ الْخَائِفِيْنَ
اَللّٰهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنَا عِنْدَكَ فِي أُمِّ الْكِتَابِ أَشْقِيَاءَ أَوْ مَحْرُوْمِيْنَ أَوْ مَطْرُوْدِيْنَ أَوْ مُقَتَّرِيْنَ عَلَيْنَا فِي الرِّزْقِ فَامْحُ اللّٰهُمَّ بِفَضْلِكَ فِي أُمِّ الْكِتَابِ شَقَاوَتَنَا وَحِرْمَانَنَا وَطَرْدَنَا وَاقْتِتَارَ رِزْقِنَا وَأَثْبِتْنَا عِنْدَكَ فِي أُمِّ الْكِتَابِ سُعَدَاءَ مَرْزُوْقِيْنَ مُوَفَّقِيْنَ لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ فِيْ كِتَابِكَ الْمُنَزَّلِ عَلَى نَبِيِّكَ الْمُرْسَلِ ( يَمْحُو اللّٰهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الْكِتَابِ )
إِلٰهَنَا بِالتَّجَلِّي الْأَعْظَمِ فِي لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَهْرِ شَعْبَانَ الْمُكَرَّمِ
اَلَّتِي يُفْرَقُ فِيْهَا كُلُّ أَمْرٍ حَكِيْمٍ وَيُبْرَمُ
اِصْرِفْ عَنَّا مِنَ الْبَلَاءِ مَا نَعْلَمُ وَمَا لَا نَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوْبِ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
وَصَلَّى اللّٰهُ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمـَّدٍ وَعَلٰى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
Artinya : “Wahai Tuhan kami yang Maha pemberi, Engkau tidak diberi. Wahai Tuhan pemilik kebesaran dan kemuliaan. Wahai Tuhan pemilik kekayaan dan pemberi nikmat. Tiada Tuhan selain Engkau, kekuatan orang-orang yang meminta pertolongan, lindungan orang-orang yang mencari perlindungan, dan tempat aman orang-orang yang takut.
Tuhan kami, jika Engkau mencatat kami di sisi-Mu pada Lauh Mahfuzh sebagai orang-orang celaka, sial, terbuang, atau orang-orang yang sempit rezeki, maka hapuskanlah di Lauh Mahfuzh kecelakaan, kesialan, keterbuangan, dan kesempitan rezeki kami. Tetapkanlah kami di sisi-Mu sebagai orang-orang yang beruntung, murah rezeki, dan diberi taufiq untuk berbuat kebaikan karena Engkau telah berkata, sementara perkataan-Mu adalah benar, di kitabmu yang diturunkan melalui Rasul utusan-Mu, ‘Allah menghapus dan menetapkan apa yang Ia kehendaki di sisi-Nya Lauh Mahfuzh.’
Tuhan kami, dengan penampakkan teragung pada malam pertengahan bulan Sya’ban yang mulia, yang mana diputuskan di dalamnya semua perkara yang bijak dan ditetapkan, palingkanlah dari kami musibah yang kami ketahui maupun yang tidak kami ketahui. Sungguh Engkau maha mengetahui yang ghaib, wahai Tuhan yang maha pengasih. Allah bershalawat dan bersalam atas sayyidina Muhammad, keluarga, dan sahabatnya. Dan segala puji adalah milik Allah”
Keutamaan dan dalil malam nisfu sya’ban :
Disebutkan dalam hadis :
يَطَّلِعُ اللَّهُ إِلَى خَلْقِهِ فِي لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِجَمِيْعِ خَلْقِهِ إِلَّا لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ
Artinya : “Allah melihat kepada seluruh makhluk-Nya pada malam Nisfu Sya’ban, lalu Dia mengampuni semua hamba-Nya kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan.” (HR. Ibnu Majah no. 1390, Ath-Thabrani, Al-Baihaqi)
Dijelaskan oleh Imam al-Munawi dalam kitab Faidhul Qodir, bahwa ada 5 malam yang dimana doa tidak akan tertolak yang salah satunya adalah malam nisfu Sy'ban.
خَمۡسُ لَيَالٍ لَا تُرَدُّ فِيهِنَّ الدَّعۡوَةُ مِنۡ أَحَدٍ دَعَا بِدُعَاءٍ سَائِغٍ مُتَوَفِّرِ الشُّرُوطِ وَالۡأَرۡكَانِ وَالۡآدَابِ : أَوَّلُ لَيۡلَةٍ مِنۡ رَجَبٍ وَلَيۡلَةُ النِّصۡفِ مِنۡ شَعۡبَانَ وَلَيۡلَةُ الۡجُمُعَةِ وَلَيۡلَةُ الۡفِطۡرِ (أَيۡ لَيۡلَةُ عِيدِ الۡفِطۡرِ) وَلَيۡلَةُ النَّحۡرِ (أَيۡ لَيۡلَةُ عِيدِ الۡأَضۡحَى) فَيُسَنُّ قِيَامُ هَؤُلَاءِ اللَّيَالِي وَالتَّضَرُّعُ وَالِابۡتِهَالُ فِيهَا. وَقَدۡ كَانَ السَّلَفُ يُوَاظِبُونَ عَلَيۡهِ رَوَى الۡخَطِيبُ فِي غُنۡيَةِ الۡمُلۡتَمِسِ أَنَّ عُمَرَ بۡنَ عَبۡدِ الۡعَزِيزِ كَتَبَ إِلَى عَدِيِّ بۡنِ أَرۡطَاةَ: عَلَيۡكَ بِأَرۡبَعِ لَيَالٍ فِي السَّنَةِ فَإِنَّ اللَّهَ تَعَالَى يُفۡرِغُ فِيهِنَّ الرَّحۡمَةَ ثُمَّ سَرَدَهَا ابۡنُ عَسَاكِرَ فِي تَارِيخِهِ (عَنۡ أَبِي أُمَامَةَ) اهـ.
Artinya: "Ada lima malam di mana do’a tidak akan ditolak bagi siapa pun yang berdoa dengan doa yang sah dan memenuhi syarat, rukun, serta adabnya:
(1) Malam pertama bulan Rajab,
(2) Malam pertengahan bulan Sya’ban,
(3) Malam Jumat,
(4) Malam Idul Fitri (yaitu malam sebelum Hari Raya Idul Fitri), dan
(5) Malam Idul Adha.
Maka dianjurkan untuk menghidupkan malam-malam ini dengan ibadah, merendahkan diri, dan berdoa dengan sungguh-sungguh. Para salaf biasa menjaga kebiasaan ini.
Al-Khatib meriwayatkan dalam Ghuniyat al-Multamis bahwa Umar bin Abdul Aziz pernah menulis surat kepada ‘Adi bin Artha’ah: ‘Hendaklah engkau memperhatikan empat malam dalam setahun, karena sesungguhnya Allah mencurahkan rahmat-Nya pada malam-malam tersebut.’ Kemudian Ibnu Asakir menyebutkan hal ini dalam Tarikh-nya dari riwayat Abu Umamah."
Tata cara do’a nisfu sya’ban :
Doa Nisfu Sya'ban dibaca pada malam Nisfu Sya'ban, yang dimulai setelah Maghrib pada tanggal 14 Sya'ban dan berlanjut hingga fajar hari berikutnya, tanggal 15 Sya'ban.
Waktu terbaik membaca doa Nisfu Sya'ban adalah setelah Sholat Maghrib atau Isya pada malam Nisfu Sya'ban, dan juga di sepertiga malam terakhir.
Sebelum membaca doa tersebut, setelah shalat Maghrib, dianjurkan untuk membaca Surah Yasin sebanyak tiga kali, dengan niat sebagai berikut:
1. Bacaan pertama diniatkan untuk panjang umur.
2. Bacaan kedua diniatkan untuk menolak bala (musibah dan kesulitan).
3. Bacaan ketiga diniatkan agar tidak bergantung kepada manusia (kecukupan diri dari makhluk).