Pesan Guru Lewat Khodam
Dulu selama dua bulan di tahun 2007 aku mengadakan penelitian tesis di sebuah pondok pesantren.
Singkat cerita dalam proses penelitian tesis, aku rencanakan kegiatan wawancara dengan pengasuh pesantren. Pengasuh adalah dari pendiri pesantren induk.
Cara pertama menemui dan mendrkati khodam setia untuk meminta jadwal bertemu Kyai. Tujuanya agar aku diizinkan bisa wawancara Kyai untuk melengkapi data dan informasi tentang pesantren agar hasil penelitian tesis menarik dan segera kelar.
Aku disuruh tunggu oleh mas Pendik (khodam) di depan ndalem pengasuh. Biasanya pengasuh pesantren bisa ditemui malam hari. Aku setia menunggu berharap bisa bertemu beliau dan wawancara.
Beberapa menit berikutnya mas Pendik turun dari ndalem atas ke bawah menemuiku. Khodam tersebut mengatakan bahwa Kyai tidak bisa ditemui ku dan aku diutus menulis surat catatan tentang tujuan bertemu Kyai.
Selanjutnya akan aku tulis tujuanku sowan Kyai di secarik kertas. Tapi sebelum menulis tiba-tiba hatiku menuntunku agar menulis bukan alasan utamaku dalam rangka wawancara tesis.
Tetapi malah aku tulis pertama pamit boyong dari pondok, kedua meminta do'a sep**ang dari pesantren dan sukses ujian tesis nanti.
Setelah pesan di kertas tersampaikan oleh khodam ke Kyai. Khodam turun dari lantai atasdan bilang tentang pesan Kyai kepadaku beliau mengatakan:
1. Kamu masih bodoh yang tak bisa membuat orang, umat Islam tertarik belajar ilmu agama di pesantren.
2. Kamu dido'akan oleh Kyai agar ujian tesis sukses.
3. Kamu diizini oleh Kyai boyong dari pondok ini.
4. Kamu diutus Kyai mengurusi organisasi NU
Sampai hari ini pesan Kyai berusaha aku ingat dan aku jalankan sesuai kemampuanku. Pesan Kyai bila dijabarkan adalah penting dan menyadari bahwa santri boyong tidak boleh meraa pandai. Santri boyong masih menjadi orang bodoh tentang banyak hal yang dibutuhkan masyarakat. Banyak ilmu yang belum alumni pesantren pelajari dan kuasai. Salah satu Ilmu yang penting adalah membuat posisi santri amat penting dan bernilai mahal.
Alumni pesantren bernilai mahal adalah santri yang jujur, amanah, pintar dan menyampaikan ilmunya pada orang lain.
Sehingga orang lain tertarik, simpati, empati pada belajar ilmu agama di pesantren. Ilmu khusnudhon pada Kyai pewaris Nabi harus dipelajari. Ilmu adaptasi dengan masyarakat harus dipelajari. Sehingga masyarakat tertarik pada alumni dan keilmuan agama Islam lewat alumni pesantren.
Rahmataini, 15 Juli 2023
(Rahmataini)
Madrasah Diniyah & TPQ Rahmataini Lembaga Pendidikan Islam
TPQ & MADRASAH DINIYAH RAHMATAINI
24/10/2022
Cerita Fabel: Kerbau dan Bangau "Bersih Pangkal Sehat"
www.kompasiana.com/amp/www.inatanaya.com/cerita-fabel-kerbau-dan-bangau-bersih-pangkal-sehat diakses tgl. 24/10/2022 jam 07.02
Dulu waktu saya masih sekolah di play group atau taman kanak-kanak, saya selalu ingat dengan ibu guru yang gemar cerita fabel bagi kami semua. Seru dan menyenangkan karena mendengar cerita fabel itu seakan-akan kami mengenal dunia binatang , tempat asal hewan , pekerjaan dan sifat-sifat binatang layaknya manusia.
Nah kes**aanku cerita fabel tentang "Si Kibo Dijauhi Teman Karena ngga s**a Kebersihan"
Bu Guru Rima menunjukkan gambar dua ekor binatang berbadan besar dan sedang membajak sawah.
Siapa yang mengetahui nama binatang ini?
"Kebo! panggilnya.
Kenapa kau tidak datang di acara ulang tahun si Kambing?" tanya teman2nya.
"Aku sudah cape, teman2. Aku ngga s**a ke cara ulang tahun karena tidak ada yang mau berteman dengan diriku, "keluh si Kebo.
"Beberapa hari yang lalu, aku datang di ulang tahun si Sapi, ech semuanya menjauhiku. Tidak ada yang mau mendekatiku, bahkan ada yang langsung pergi saat aku datang menghampiri teman-temanku."
Teman kebo merasa sedih sekali mendengar keluhan si Kibo
"Kebo! panggilnya.
Kenapa kamu tidak datang di acara ulang tahung si Kambing?" tanya teman2nya.
"Aku sudah cape, teman2. Aku ngga s**a ke cara ulang tahun karena tidak ada yang mau berteman dengan diriku, "keluh si Kebo.
"Beberapa hari yang lalu, aku datang di ulang tahun si Sapi, ech semuanya menjauhiku. Tidak ada yang mau mendekatiku, bahkan ada yang langsung pergi saat aku datang menghampiri teman-temanku."
Teman2nya merasa sedih sekali mendengar keluhan si Kebo
Teman2nya pun bertanya kepadanya : "Kebo, boleh aku bertanya kepadamu?"
"Boleh saja!" jawab Kebo.
"Aku pengin tau apakah kamu sudah mandi ketika kamu pergi ke pesta si kambing , sepertinya kamu baru ke terlihat kotor dan bau karena baru ke luar dari kubangan lumpur?" tanya teman2nya.
"Ach mana sempat!" Aku khan harus cepat-cepat berangkat, tak sempat mandilah, cukup apa adanya, khan baru p**ang kerja, yach begitulah, aku benar-benar tak sempat, " jelas Kebo.
"Oh, aku sekarang tau masalahnya!" jelas temannya.
"Yuk, aku sekarang mau membantumu. Kita akan berangkat bersama ke acara ulang tahun si kambing. Aku percaya tak ada lagi teman-teman yang menjauhi dirimu!"
Kebo pun bertanya dengan heran: "Bagaimana kamu bisa tau aku tidak dijauhi oleh teman-teman, Bang-Bang?"
Temannya mendekati dan membisiki sesuatu ke telinga Kibo.
Tak lama kemudian, Kibo sudah muncul dengan sangat wangi, bersih selesai mandi. Kulitnya sangat mengkilap putih tak berwarna kehitaman lagi.
Temannya pun ikut senang melihat penampilan Kibo.
Dia langsung menghampiri dan mengajaknya : "Yuk sekarang kita berangkat!"
Siap aku sudah ready!" jawab Kibo dengan gembira.
Keduanya pergi bersama-sama dengan agak cepat karena waktunya sudah hampir terlambat . Mereka pergi ke rumah si Kambing.
Setibanya di rumah kambing mereka melihat banyak teman-temannya yang sudah hadir.
Semua temannya lengkap, baik itu si Sapi, si Bebek, si Rusa, si Gajah dan teman-teman lainnya yang juga diundang.
Wah semuanya sedang berkumpul menikmati hidangan yang disiapkan oleh si kambing.
Saat mereka melihat Kibo dan teman2nya datang, mereka semua terdiam . Tampaknya mereka langsung memandang penampilah Kibo. Lalu dengan bersorak gembira bertepuk tangan bersama-sama, berseru, "Selamat datang, Kibo dan teman2!".
Kibo pun sangat terkejut dan tersipu. Ia terperanjat dan tak menyangka bahwa teman-temannya akan menyambut dirinya dengan baik sekali.
Beyond Blogging - Kompasiana.com Kompasiana merupakan Media Warga (Citizen Media) yang mengusung semangat berbagi dan saling terhubung (sharing, connecting)
Perjalanan Ilmu Agama di Kampung ku hingga ke Pondok Pesantren Jawa Timur - Jawa Tengah
Awalnya aku mengenal ilmu agama.
1. Sejak kecil mengaji al qur'an di Ustadz Ali Muksin depan rumah orang tuaku Tambakasri RT.04 RW.02 Tambakasri usia SD
2. Ustadz Ridwan RT. 7 RW.02 mengaji Al Qur'an di Masjid
3. Ustadz Sholihin Tambakrejo mengaji kitab Sulam safina dan Sulam taufiq
4. Pondok Pesantren PPAI Ketapang Kepanjen Malang umur 16 th.
5. Pondok Pesantren Al Falah pendiri: KH. Ahmad Muhammad Hasan bin Dahlan desa Lebak Winongan Pasuruan lulus Th. 1992
6. Pondok Pesantren Al Falah didirikan oleh KH. Ahmad Jazuli Ploso Mojo Kediri sampai kelas Al Fiyah sampai musyawirin Fathul Wahab Tsani Th. 2000
7. Pondok Pesantren Fathul Ulum yang didirikan oleh KH. Abdul Hanan Maksum desa Kwagean Kepung Kediri sampai Th. 2002
Mondok Kilatan Rhomadhon:
1. Pondok Pesantren yang didirikan oleh KH. Abdul Aziz Mansur Pacul Gowang Jombang th. 1992 (Hataman 5 Kitab)
2. Pondok Pesantren yang didirikan oleh PPAI KH. Munir Dusun Babatan Kelurahan Arjowinangun Kedungkandang Kota Malang Th. 1998
3. Pondok Pesantren yang didirikan oleh KH. Yasin Asmuni Desa Petuk Semen Kediri Th. 1999 dan 2000 (Hatam kitab Ihyak Ulumuddin jus 1-4 dua Ramadhan berturut-turut)
4. Pondok Pesantren yang didirikan oleh KH. Khoiron Grobogan Jawa tengah Th. 2001 (Hataman Kitab Ihyak Ulumuddin Jilid 1-4)
5. Pondok Pesantren yang didirikan oleh KH. Ahmad Junaidi desa Gringging-Samirejo Kudus Jawa Tengah Th. 2002 (25 Kitab)
Saya merasa bersyukur memiliki banyak Romo Kyai dan banyak ustadz sebagai pembimbing, penunjuk arah hidup menjalani kehidupan di dunia fanak ini. Saya juga mendambakan tambatan pertolongan beliau, juga mengharapkan ikut rombongan beliau semua kelak di akhirat. Saya mengharab dengan mengikuti petunjuk beliau semua mendapat syafaat Nabi Muhammad SAW. (Sebab beliau-beliau semua adalah penerus estafet perjuangan dakwa dari Nabi Muhammad, SAW.). Kini setelah selesai mencari ilmu di pesantren naseha, ilmu, suri tauladan beliau Para Romo Kyai d;n asatidz tersebut diatas sebagai landasan berpikir, bertindak dan beribadah bagi saya. Disaat beragam situasi saya mengingat beliau seakan-akan berhadap hadapan, saya sampaikan apa yang perlu saya sampaikan, saya cerita apa yang penting sayaceritakan, seakan akan beliau selalu mendampingi tiap jejak langkah kaki uni menuju. Dialog interaktif (Versi saya) hal ini saya jalani sebagai penguat, pengkokoh keyakinan dan sebagai seutas tali pegangan saya selama ini saxa jalani. Sehingga kebahagian saya beliau mengetahui, permasalahan sayabeliau juga mengetahui. Saya sangat bersyukur memiliki guru yang terbaik tersebut diatas kan saya ingat dan saya doakan sepanjang hayat. Kukenalkan semua keturunanku kelak tentang kebaikan beliau selama yang saya ketahui. Wahai guru-guruku semoga di dunia saya berkumpul diakhirat engkau merindukanku untuk menikmati limpahan nikmati pemperian Allah SWT. di sorga nanti. Amin 3x...
Teriring curahan lantunan do'a kepa Allah untuk semua guru-guruku:
Semoga Allah SWT. selalu mencurahkan rahmat, ridho, pemaafan, syafaat bagi beliau semua dan keturunan, usul-usul (Abah-,Umi beliau, serta kake buyut beliau hingga Nabi Adam AS.), kepada guru-guru beliau dan dewan asatidz pondok pesantren beliau yang selama ini telah mengajarkan ilmu agama di kelas diniyah, di rempat pengajian kitab kepada saya. Amin 3x... Ya Allah Robbal Alamin.
Malang, 28 Januari 2022
Penerus ilmu dan khodam para Masyayikh,
(Hadi Aziz, S.PdI, M.Pd)
22/01/2022
Wasiat KH Zainuddin Djazuli: Enam Syarat Meraih Ilmu Berkah
Mbah Dien sketsa
Wafatnya KH Ahmad Zainuddin Djazuli, menyisakan duka mendalam umat Islam, khususnya warga Nahdliyin. Pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Ploso Kediri, wafat pada Sabtu 10 Juli 2021 siang. Almarhum menghadap ke Rahmatullah dengan tenang di masa pandemi Covid-19.
Sejak beberapa tahun terakhir, Kiai Zainuddin Djazuli memang dalam perawatan intensif. Meski dalam kondisi kurang sehat, almarhum selalu tampil di depan umat bila di pesantrennya maupun kegiatan NU. Meskipun kerap tampil di atas kursi roda.
Beberapa kali masuk rumah sakit, Kiai Zainuddin Djazuli tetap semangat dalam berjuang di tengah umat Islam. Bahkan, dalam kondisi sakit itu p**a sejumlah tokoh masyarakat tetap memintanya untuk memberi nasihat bagi kemajuan masyarakat dan dakwah Islam.
KH Zainuddin Djazuli seorang di antara tokoh pesantren yang menjadi rujukan di lingkungan NU. Duduk di jajaran Syuriah PBNU, juga di PWNU Jawa Timur. Dalam kehidupan bermasyarakat, Kiai Zainuddin Djazuli menjadi tempat meminta nasihat sejumlah pimpinan di Jawa Timur.
Nasihat-Nasihat Penting bagi Santri
Dalam kesempatan penting, Kiai Zainuddin Djazuli tak lupa memberi nasihat-nasihatnya. Tak terkecuali pentingnya para santri untuk meraih ilmu yang berkah. Hal itu diingatkan Kiai Zainuddin, terkait dengan maraknya belajar agama secara instan, terutama melalui dunia maya atau internet.
"Belajar agama tidak bisa dilakukan dengan cepat, melainkan dengan proses.
“Nah, sekarang coba kiai mana yang instan-instan kaya begitu, apa ada? Apa ada kiai mondok cuma seminggu? 'Kan tidak ada," tuturnya.
"Abah saya (Kiai Djazuli Ustman, almaghfurlah) dulu pertama mondok di Gondang Legi, disana khatam kitab Ajjurrumiyah, terus pindah ke Mojosari, di sana 7 tahun, terus lanjut ke Makkah selama 3,5 tahun. Waktu di Makkah beliau di kasih kitab Dalailul Khairat oleh Habibullah asy-Syintiqiti, sambil diberi pesan agar nanti kalau mencarinya, carilah di tempat ini.
"Ternyata ketika dicari malah menemukan kabar bahwa Habibullah asy-Syintiqiti sudah meninggal 200 tahun yang lalu. Kalau mau ke Madinah, semua kitab disimpan rapi, hanya kitab dalail yang dibawa, beliau jalan kaki dari Makkah ke Madinah selama satu bulan.
"Santri sekarang apa ada yang sampai tirakat seperti itu. Dulu jalannya masih padang pasir, tiap kali berhenti istirahat di dalam pasir, hanya kelihatan wajahnya saja di permukaan. Seperti itu riyadhah Abah saya. Di Madinah ditangkap oleh Belanda lalu dip**angkan ke Indonesia hanya memakai kaos dan celana serta hanya membawa kitab dalail. Setelah itu Abah masih mondok lagi di Termas setengah tahun.
"Yaa.. bisa dilihat barakahnya, bisa bangun Pondok Al-Falah seperti ini. Sekarang kalau cari yang instan gak ada, yang instan namanya martabak dan mie."
Dari Ta'limul Muta'alim
Dalam mencari dan belajar ilmu terutama ilmu agama memang tidaklah cepat dan instan seperti (dawuh Kiai Dien tersebut), "akan tetapi butuh akan kesabaran dan waktu yang lama." Hal ini selaras dengan Syaikh Azzarnuji di dalam kitabnya Ta’limul Muta’alim yang menuliskan sebuah syair dari Sayyidina ‘Ali Kw., beliau mengatakan:
ألا لا تنال العلم إلا بستة * سأنبيك عن مجموعها ببيان
ذكاء وحرص واصطبار وبلغة * وإرشاد أستاذ وطول زمان
Engkau tak mampu peroleh ilmu tanpa enam (syarat). Berikut aku jelaskan padamu: (1) Cerdas, (2) Semangat, (3) Sabar, (4) Bekal, (5) Petunjuk guru, dan (6) Waktu yang lama.
Setia Mengajar hingga Akhir Hayat
KH Zainudin Djazuli atau biasa akrab dipanggil Gus Dien adalah salah satu pengasuh Pesantren Al Falah Ploso Kediri. Putra Kiai Djazuli Utsman, yang tak lain adalah saudara kandung dari Gus Miek (KH Chamim DJazuli, almaghfurlah).
KH. Zaenudin Djazuli merupakan sosok kiai yang sangat padat dalam mengajar, dalam sehari bisa mengajar 5 pelajaran di pesantren. Bakda subuh, Gus Dien mengajar Kitab Asymuni Sarah Al fiyah (ilmu lughot). Sore mengajar Kitab Fathul Qorib (fiqih), Kitab Ta'lim (moral), Kitab Bidayah (tasawuf dasar), dan Ba'da Maghrib mengajar Kitab Ihya' Ulumuddin (tasawuf tinggi), Shahih Muslim (Hadis).
Peranan di Nahdlatul Ulama (NU)
Pada tahun 1984 ketika NU memutuskan kembali ke Khittah 1926, KH Zainudin Djazuli masuk ke Golkar dan menjadi Jurkamnas Golkar sampai dengan tahun 1998.
Tahun 1992 dalam muktamar NU Cipasung, ketika Gus Dur mau dijegal rezim Soeharto, KH Zainudin Djazuli berada di garda depan mendukung Gus Dur habis-habisan. Ada yang bilang, bila saja tidak ada Gus Dien, mungkin Gus Dur terjungkal.
Tahun 1998-1999, Kiai Dien ikut mendirikan Partai Kebangkitan Bangsa dan menjadi jajaran dewan Syuro pusat. Tahun 2010 an, ikut mendirikan PKNU.
Pengembangan Pesantren
KH Zainudin Djazuli merupakan seorang kiai yang tegas, lugas, disiplin, wibawa, berani mengambil resiko, berjiwa pembaharu. Tahun 1960 - 1966 Kiai Dien memimpin konfrontasi langsung dengan PKI. Tahun 1975-1985, ia mendirikan bangunan Ponpes Yasir Arafat disusul Ponpes Al-Falah 2.
Tahun 1992, Kiai Dien mendirikan KBIH. Tahun 1995 menggagas berdirinya Poliklinik pondok pesantren dengan konsep pendanaan gotong royong seluruh santri.
NB: Saya bangga dan bersyukur menjadi santrinya Romo Kyai Zainuddin bin Romo Kyai Ahmad Jazuli, sekarang anak saya juga mondok di PP. Al Falah Ploso (Pecinta KH. Zainuddin : Hadi Aziz, S.PdI, M.Pd, kamar Hasanuddin 2)
In momori:
1. 4 tahun mengaji bersama beliau setiap sore setelah sholat asar kitab Taklimul mutaalim dll.
2. Wawancara dengan beliau di kamar pribadi Al Falah 2 sewaktu menyelesaikan tesis.
3. Musyawirin Fathul Muin bersama putra beliau KH. Lathoif bin Romo Kyai Zainuddin
Do'a saya untuk semua durriyah Romo Kyai KH. Ahmad Jazuli, khususnya beliau Romo Kyai Zainuddin dan semua adik beliau : Masyayihk Pliso, teriring do'a semoga Allah melimpahkan curahan kesehatan, umur panjang berkah, rizki banyak berkah berlimpah, ilmu banyak mendalam-manfaat-berkah, selamat dunia hingga akhirat amin 3x Ya Allah Robbal alamin.
Sumber artikel :
Wasiat KH Zainuddin Djazuli: Enam Syarat Meraih Ilmu Berkah KH Zainuddin Djazuli seorang di antara tokoh pesantren yang menjadi rujukan di lingkungan NU.
HATI NURANI
Kesucian hati manusia menjadi media terhebat untuk mengantarnya menuju pintu menuju surganya Allah. Manusia yang sempurna berharap, berjuang dengan bersungguh-sungguh meraih dan mewujudkan secara nyata dalam dirinya kebahagiaan yang orsinil. Kebahagiaan yang SSA (SESUAI STANDAR ALLAH). Kebahagiaan yang sempurna. Kebahagiaan yang bisa dirasakan manfaat baik bagi badannya, jiwanya, pikirannya versi dirinya maupun versi mahluknya Allah yang ada di sekitar dirinya.
Kebahagiaan yang lintas dimensi, lintas ruang dan lintas waktu sejak hidup di dunia dan keyakinan yang kuat dia akan bahagia di akhirat.
Siapakah orang yang berhati suci dan mulia tersebut? Mereka adalah manusia yang cerdas dalam spuritual yang mampu mengawali, mendasari, mewarnai tindakannya dengan analisis hati nurani yang universal (Menyeluruh sesuai logia Allah/ Rahmatan lil alamin). Kebaikan tindakannya adalah kebaikan yang universal lintas agama, ras, suku, keyakinan. Tindakan dalam kesehariannya selalu menyatu dengan harapan Ilahi. Tindakan yang mendapat restu dan rekomendasi dari kata hati nurani dan atas bimbingan Ilahi. Hati nurani yang suci, hati nurani yang selalu bersinergi dengan kehendak dan tujuan penciptaan manusia.
Lalu bagaimana aplikasi dan realisasi dalam kehidupan nyatanya. Pertama, berilmu agama yang mendalam sehingga memahami prinsip, rumus, trik berprilaku di dunia yang sesuai dengan kaidah Al Qur'an dan sunnah Nabi Muhammad. Kedua, belajar memahami prinsip tersebut dengan analisis teori-teori ilmu sosial, ilmu jiwa yang terapan (hasil yang bisa dijalankan dalan dunia nyata). Ketiga, hasil renungan teori-teori ilmiyah diproses dengan sebuah sistem atau aplikasi hati nurani. Aplikasi yang disinkronkan, diselaras, dan disinergikan dengan kehendak Allah SWT. Karena tidak semua relung hati yang terdalam dari manusia sesuai dengan kehendak Allah. Hati memiliki lapisan-lapisan yang halus disela lapisan halus ada subjektifitas manusia yang halus. Semakin dikupas lapisan demi lapisan hati tetap ada subjektifitas manusia. Sehingga cara meminimalkan subjektif dalam hati Islam mengajarkan istikhoroh. Istikhoroh adalah menyerahkan sepenuhnya kepada Allah keputusan yang akan diambil oleh manusia. Karena sudah dipasrahkan kepada Allah maka Allah akan menjawab dengan tanda-tanda yang halus lewat ilham dalam hati manusia yang tak dapat dipastikan waktunya. Ilham yang disampaikan secara tiba-tiba dan membuat mansia sadar keputusannya sejajar dengan keputusan Allah SWT. Untuk memperoleh ilham lewat mengasingkan hatinya dari tipu daya dan gebyar dan gemerlapnya dunia serta dominasi pengaruh panca indra manusia.
Orang yang suci berdiam dalam kesendirian dan penyatuan diri dengan apa yang menjadi kehendak Allah dalam segenap tingkah lakunya dalam kehidupan sehari harinya.
Minggu, 23 Januari 2022
Pengasuh TPQ Rahmataini,
(Hadi Aziz, S.PdI, M.Pd)
PSIKOLOGI SANTRI
(Doroty L. N.)
Rumus: Bila anak kita dibesarkan dengan .... maka anak akan belajar .....
1. CELAAN.....MEMAKI
2. PERMUSUHAN .....BERKELAHI
3. KETAKUTAN.....GELISAH
4. RASA IBA.....MENYESALI DIRI
5. OLOK-OLOK.....RENDAH DIRI
6. IRI HATI.....KEDENGKIAN
7. DIPERMALUKAN....MERASA BERSALAH
8. DORONGAN.....PERCAYA DIRI
9. TOLERANSI.....MENAHAN DIRI
10. PUJIAN.....MENGHARGAI
11. PENERIMAAN.....MENCINTAI
12. DUKUNGAN.....MENYENANGI DIRI
13. PENGAKUAN.....MENGENALI TUJUAN
14. RASA BERBAGI.....KEDERMAWANAN
15. KEJUJURAN.....KEBENARAN
16. KETERBUKAAN.....KEADILAN
17. RASA AMAN.....MENARUH KEPERCAYAAN
18. KETENTRAMAN.....KEDAMAIAN DENGAN BERPIKIR
19. PERSAHABATAN.....MENEMUKAN CINTA DALAM KEHIDUPAN
Click here to claim your Sponsored Listing.
Location
Category
Contact the school
Telephone
Address
Malang