28/03/2026
KH. Hannan Maksum dawuh:
"๐๐ฐ๐ฑ๐ฐ ๐ธ๐ฐ๐ฏ๐จ๐ฆ ๐ฑ๐ฐ๐ด๐ฐ ๐๐ฐ๐ฎ๐ข๐ฅ๐ญ๐ฐ๐ฏ, ๐ฃ๐ข๐ฏ๐ซ๐ถ๐ณ ๐ต๐ข๐ฏ๐จ๐จ๐ข๐ญ ๐ด๐ช๐ซ๐ช ๐ฐ๐ณ๐ข ๐ฑ๐ฐ๐ด๐ฐ, ๐ฃ๐ข๐ฏ๐ซ๐ถ๐ณ ๐ต๐ข๐ฏ๐จ๐จ๐ข๐ญ ๐ญ๐ฐ๐ณ๐ฐ ๐ฑ๐ฐ๐ด๐ฐ ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ๐ต๐ช ๐จ ๐ฅ๐ช๐ฏ๐ฐ, ๐ฎ๐ฐ๐ฌ๐ฐ ๐จ๐ข๐ฏ๐ซ๐ข๐ณ๐ข๐ฏ๐ฆ ๐ฌ๐ฐ๐บ๐ฐ ๐ฑ๐ฐ๐ด๐ฐ ๐ด๐ฆ๐ต๐ข๐ฉ๐ถ๐ฏ."
(Barangsiapa berpuasa Ramadhan, lalu melanjutkan puasa 6 hari di bulan Syawal, maka pahalanya seperti puasa setahun)
Karena itu, masyarakat membuat kupat (ketupat) sebagai acara tasyakuran atau slametan bagi yang melakukan puasa tersebut. Tutur beliau Romo kyai.
Sebagian ulama mengaitkan kata kupat dengan lafadz: ููููููุชู (kufiyat)
yang bermakna: โtelah dicukupkanโ, seakan menjadi isyarat bahwa pahala setahun telah diraih.
Lalu bagaimana dengan โSholat Kupatโ?
Sebenarnya, ini bukan sholat khusus dengan nama baku dalam syariat.
Ia hanyalah sholat sunnah mutlak di bulan Syawal, yang kemudian oleh masyarakat diberi nama "sholat kupat" agar mudah diingat.
Waktunya fleksibel, tidak harus tanggal 8 Syawal, Selama masih di bulan Syawal, maka boleh diamalkan.
Lalu beliau menjelaskan lagi tatacara nya,
Yakni :
Sholat 8 rakaat (boleh 2 atau 4 rakaat salam)
Niat : ุงูุตููููู ุณููููุฉู ุดููููุงูู ุฑูููุนูุชููููู ูููููฐูู ุชูุนูุงููฐู
"Aku niat sholat sunnah Syawal dua rakaat karena Allah Ta'ala."
Setiap rakaat:
Al-Fatihah 1x
Al-Ikhlas 25x
Setelah sholat:
Membaca Tasbih 70x
(ุณูุจูุญูุงูู ุงููููฐู ููุจูุญูู
ูุฏููู ุณูุจูุญูุงูู ุงููููฐูู ุงููุนูุธูููู
)
Sholawat 70x (ูุตููููู ุงููููฐู ุนูููู ู
ูุญูู
ููุฏ )
Lalu berdoa.
Faedahipun :
1. Atine nyumber ilmu hikmah lan lisane iso ngucapake,
2. Ngerti dunyo lan obate
3. Durung ngangkat sirahe saking sujud Ahir kejobo den sepuro dusone,
4. Lamun mati, mati syahid ahirot
5. Lamun lungo, diparingi gampang teng perjalanan sak mulihe
6. Lamun duwe utang, dipun gampangake nyahuri utang
7. Setiap sak huruf ingkang diwoco diparingi kebonan teng suwargo, ingkang ayang-ayang sak uwite ora cukup ditempuh perjalanan satus tahun penunggang kuda.
Catatan penting: Amalan ini terdapat dalam kitab Khazinat al-Asrar, yang dinuqil dari kitab Al Ghunyah milik syeikh Abdul Qadir al-jilani, riwayatnya dari sahabat Anas bin Malik R.a
Dan beliau catat didalam Sullamul futuhat.
Meskipun ini termasuk amalan fadhail (keutamaan), bukan kewajiban. Tapi beliau selalu mengamalkan,
Kami senang dan jujur bersyukur, memperoleh guru yang senantiasa menunjukkan sekaligus mencontohkan langsung dalam mengamalkan ilmu.
Semoga, saya dan semua yang mengamalkan ilmunya.. mendapatkan ridlo dari Allah subhanahu wata'ala. Amiin
Akhirnyaโฆ
Yang terpenting bukan โkupatโ-nya,
tapi bagaimana kita menjaga semangat ibadah setelah Ramadhan.
Karena yang sulit itu bukan memulai,
tapi istiqomah setelahnya.
SEMOGA BISA MENGAMALKAN.
17/06/2024