Karya Pengasuh PIQ

Karya Pengasuh PIQ

Share

Karya Ilmiah KH. Luthfi Bashori Alwi (Pengasuh Pesantren
Ilmu Al Quran)

01/04/2023

AGAMA ITU NASIHAT BAGI PARA PEMIMPIN

Luthfi Bashori

Sy. Abu Hurairah RA mengemukakan, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Agama (Islam) adalah nasihat.” Pernyataan tersebut beliau SAW ulangi sampai tiga kali.
“Bagi siapa, wahai Rasulullah?” tanya shahabat.

“Nasihat bagi pemimpin kaum muslimin dan juga kaum awam di kalangan mereka,” jawab Rasulullah SAW. (HR. At-Tirmidzi, menurutnya adalah hadits Hasan Shahih).

Jadi jelaslahlah, bagi para pemimpin umat Islam, maka wajib menjadikan ajaran syariat sebagai rujukan pegangan hidup dalam segala hal. Termasuk untuk mengatur segala sesuatu yang terkait dengan kehidupan pribadinya, kehidupan berkeluarga, maupun kehidupan bermasyarakat.

Merujuk kepada syariat Islam haruslah menjadi prioritas utama bagi seorang pemimpin muslim dalam menata kehidupan bermasyarakat, mulai dari lingkungan terkecil, dalam rumah tangganya, atau kampung dimana ia tinggal, atau lingkungan kota, maupun lingkungan provinsi, bahkan dalam menjalani hidup bernegara sekalipun.

Karena setiap pemimpin itu pasti akan ditanya oleh Allah dan dimintai pertanggungjawaban tentang kemashlahatan agama para pengikut/rakyatnya. Contohnya, apakah para pengikut/rakyatnya itu telah melaksanakan kewajiban shalatnya, kewajiban zakatnya, kewajiban puasanya, kewajiban hajinya, serta kewajiban pelaksanakan syariat Islam lainnya termasuk dalam dunia hukum pidana.

Jika semua pengikut/rakyatnya itu sudah diajari, diajak dan dibimbing untuk mengamalkan kewajiban bersyariat, maka amanlah sang pemimpin itu dari ancaman siksa Allah. Namun jika belum pernah melakukan kewajibannya sebagai pemimpin muslim terhadap para pengikut/rakyatnya itu, maka ancaman siksa dari Allah sudah menunggu sang pemimpin itu dengan setia.

Sy. Tamim Addari RA menerangkan, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Agama itu keilkhlasan.”

Para sahabat bertanya, “Ikhlas kepada siapa, wahai Rasulullah?”

Beliau SAW bersabda, “Ikhlas kepada Allah, kepada Rasul-Nya, kepada pemimpin orang muslim dan kepada orang muslim itu.” (HR. Muslim).

Umat Islam yang telah diajak, diajari dan dibimbing oleh para pemimpin muslim taat syariat, maka wajib hukumnya untuk mengikuti ajakan para pemimpin muslim tersebut. Ketaatan kepada para pemimpin muslim dalam pelaksana syariat ini, adalah suatu keharusan bagi setiap umat Islam dari kalangan awam, karena kelak semua gerak-gerik mereka akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah SWT.

Jika sudah adanya keterikatan antara para pemimpin muslim dengan para pengikut/rakyatnya yang selalu bersama-sama membingkai kehidupan mereka sehari-hari dengan standart syariat, maka akan terjadi kehidupan berjamaah secara sempurna di kalangan umat Islam.

Persatuan umat Islam di suatu masa dalam kehidupan umat manusia secara makro, jika mereka melaksanakan ajaran syariat Islam secara sempurna, maka masa-masa itu tentu akan menjadi masa keemasan umat Islam, karena pertolongan Allah akan selalu datang kepada mereka dan turun silih berganti.

Sebaliknya, jika para pemimpin muslim dan para pengikut/rakyatnya sudah menjauhkan diri dari ajaran syariat Islam sebagai ketentuan dari Allah, maka keterpurukan demi keterpurukan akan dialami oleh umat Islam, karena pertolongan Allah itu akan semakin jauh p**a dari kehidupan mereka.

Di antara penyebab terjadinya keterpurukan umat Islam adalah apa yang diterangkan oleh Rasulullah SAW sebagaiman yang tertera dalam riwayat Sy. Ibnu Abbas RA, beliau memberitahukan, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Tiga perkara yang akan melenyapkan agama (kebaikan), yaitu adanya orang alim yang durhaka, adanya pemimpin (imam) yang dzalim, dan adanya mujtahid yang bodoh.” (HR. Ad-Dailami).

31/03/2023

PENANYA :
Assalamualaikum Pak Kyai
Adakah doa & amalan agar orang yang hutang kepada kita disadarkan untuk segera membayar?

ADMIN KH. LUTHFI BASHORI :
NIAT MOHON KEPADA ALLAH AGAR UANG PIUTANGNYA SEGERA DIKEMBALIKAN, SAMBIL MEMPERBANYAK BACA AYAT:

قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ ۖ بِيَدِكَ الْخَيْرُ ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِير (26)

“Qulillāhumma mālikal-mulki tu`til-mulka man tasyā`u wa tanzi'ul-mulka mim man tasyā`u wa tu'izzu man tasyā`u wa tużillu man tasyā`, biyadikal-khaīr, innaka 'alā kulli syai`ing qadīr”

Artinya: “Katakanlah (Muhammad), “Wahai Tuhan pemilik kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kepada siapa pun yang Engkau kehendaki, dan Engkau Cabut Kekuasaan dari Siapa pun yang Kau Kehendaki. Kau muliankan siapa pun yang dikehendaki dan Kau hinakan siapa pun yang dikehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sungguh, Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

تُولِجُ اللَّيْلَ فِي النَّهَارِ وَتُولِجُ النَّهَارَ فِي اللَّيْلِ ۖ وَتُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَتُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ ۖ وَتَرْزُقُ مَنْ تَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ (27)

“Tụlijul-laila fin-nahāri wa tụlijun-nahāra fil-laili wa tukhrijul-ḥayya minal-mayyiti wa tukhrijul-mayyita minal-ḥayyi wa tarzuqu man tasyā`u bigairi ḥisāb”

Artinya: “Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Dan Kau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Kau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau berikan rezeki kepada siapa yang Kau kehendaki tanpa perhitungan.”

30/03/2023

AJARAN ULAMA SALAF, HENDAKLAH DIAMALKAN OLEH UMAT

Luthfi Bashori

Mengamalkan suatu amalan baik itu menurut para ulama, tidaklah harus sesuai dengan tekstual ayat Al Quran maupun hadits Nabi SAW, sekalipun suatu amalan yang sesuai dengan tekstual ayat Alquran maupun hadits Nabi SAW itu sangatlah mulia. Namun boleh juga mengamalkan suatu amal baik itu berdasarkan pemahaman para ulama salaf.

Banyak ajaran kebaikan yang terlahir dari para sahabat Nabi SAW, dan diberlakukan dari masa ke masa oleh umat Islam hingga saat ini, seperti mutiara kata dari:

Shahabat Ibnu Mas`ud: Sabar memiliki dua sisi, sisi yang satu adalah sabar, sisi yang lain adalah bersyukur kepada Allah.

Khalifah Ali bin Abi Thalib: Takutlah kamu akan perbuatan dosa di saat sendirian, di saat inilah saksimu adalah juga hakimmu.

Khalifah Umar bin Khattab: Orang yang paling aku sukai adalah dia yang menunjukkan kesalahanku.

Ajaran yang positif dan baik seperti ini, banyak terdapat dalam buku mutiara kata, buku pembinaan akhlaq maupun buku sastra Arab, dan hingga saat ini masih dipertahankan keberadaannya oleh umat Islam.

Termasuk juga ajaran yang terlahir dari para ulama salaf yang generasinya jauh di bawah para shahabat, namun eksistensi ajaran mereka diakui oleh dunia Islam. Misalnya ajaran Imam Hasan Bashri, Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi`i, Imam Ahmad bin Hanbal, Imam Ghazali, dan para imam lainnya, seperti juga ajaran Imam Nawawi yang menyatakan: Niat adalah ukuran dalam menilai benarnya suatu perbuatan, oleh karenanya, ketika niatnya benar, maka perbuatan itu benar, dan jika niatnya buruk, maka perbuatan itu buruk.

Ada juga ajaran ulama Salaf yang mengkhususkan tema tentang fadhilah amal kebaikan tertentu, seperti yang dilakukan oleh Imam As-Suyuthi beliau berkata;

- Surah Al-Fatihah mencegah kemurkaan Tuhan.
- Surah Yasin mencegah rasa haus di Hari Kiamat.
- Surah Ad-Dukhan mencegah ketakutan-ketakuan di Hari Kiamat.
- Surah Al-Waqiah mencegah kemiskinan dan kemelaratan.
- Surah Al-Mulk mencegah siksa kubur.
- Surah Al-Kautsar mencegah permusuhan lawan-lawan.
- Surah Al-Kafirun mencegah kekufuran di waktu roh akan dicabut.
- Surah Al-Ikhlash mencegah kemunafikan.
- Surah Al-Falaq mencegah kedengkian orang-orang yang dengki.
- Surah An-Nas mencegah was-was.

Intinya, umat Islam hendaklah selalu mengikuti ajaran Alquran dan Hadits serta ajaran para ulama Salaf, karena semua itu dapat mencetak watak seseorang menjadi jiwa yang shaleh, bahkan dapat mengantarkan seseorang menuju kehidupan yang lebih baik selama di dunia maupun kelak di akhirat.

29/03/2023

PENANYA :
Ana mau nanya, Apakah ada dalam islam yang menghakimi bahwa masjid akan menjadi panas ketika di pijaki oleh seorang pezina yang mana penzina tersebut sedang melakukan ibadah di masjid itu?

ADMIN KH. LUTHFI BASHORI :
Orang yg habis berzina jika ingin bertobat, justru dianjurkan untuk banyak beribadah, termasuk ikut berjamaah dan beri'tikaf di masjid sambil memperbanyak baca istighfar, hingga tobatnya mudah diterima oleh Allah.

28/03/2023

AMBILLAH PENDAPAT ORANG BIJAK

Luthfi Bashori

Secara umum, arti bijaksana adalah sikap seseorang yang selalu bertindak berdasarkan akal sehat dan logis, sehingga dapat bersikap tepat dalam menghadapi setiap keadaan dan peristiwa.

Sikap bijak itu seringkali muncul pada diri seseorang yang mendalami ilmu agama atau ilmu lainnya, sehingga pendapat-pendapatnya selalu seiring dengan ilmu yang dikuasainya, tentu saja diselaraskan dengan keadaan sekelilingnya serta disesuaikan dengan jaman dimana ia hidup bermasyarakat.

Dikatakan p**a likulli haalin ‘ibaadah, wa likulli zamaanin mu’aamalah (di setiap keadaan itu ada jenis amalan ibadahnya tersendiri, dan pada setiap zaman itu ada tata cara menangani setiap problem zamannya yang berbeda).

Untuk mendapatkan solusi terbaik pada setiap orang yang tengah dilanda permasalahan, maka hendaklah ia mencari orang-orang bijak yang memiliki keahlian tertentu sesuai dengan apa yang sedang dihadapinya.

Rasulullah SAW mengajarkan kepada umatnya:

“Tindakan yang tepat ialah bermusyawarah dengan orang bijak yang memiliki pendapat, kemudian menaatinya.” (HR. Imam Abu Daud).

Maksud orang bijak disini adalah, orang yang ahli dalam bidang yang akan di musyawarahkan dengannya. Apabila seseorang hendak mengerjakan suatu hal, lantas ia bermusyawarah terlebih dahulu dengan orang yang ahli, kemudian ia menuruti saran dan petuahnya, niscaya tindakannya itu tepat dan akan diberkahi.

Rasulullah SAW juga bersabda, “Tiada kecewa bagi orang yang mau bermusyawarah.”

Bermusyawarah dengan sesama muslim yang sekira mempunyai pendapat yang bijak adalah dianjurkan. Bahkan setelah mendapat jawaban dari teman bermusyawarahnya itu, maka dianjurkan p**a untuk shalat istikharah, agar mendapat petunjuk dan pertolongan dari Allah SWT.

27/03/2023

PENANYA :
Assalamu'alaikum.
Pak Kiyai bacaan/wirid apa yang dibaca saat kita berdagang agar lancar dan laris banyak pembeli
terima kasih Pak Kiyai 🙏

ADMIN KH. LUTHFI BASHORI :
اللهم اني أسألك ان ترزقني رزقا حلالا واسعا طيبا من غير تعب ولا مشقة ولا ضير ولا نصب انك على كل شيء قدير

Allahumma innii as'aluka an tarzuqanii rizqan halaalan waasi'an thayyiban min ghairi ta'abin wa laa masyaqqatin wa laa dhairin wa laa nashabin innaka 'alaa kulli syai-in qadiir.

26/03/2023

AKU ADALAH SAYYIDNYA SEMUA ORANG

Luthfi Bashori

Ana sayyidun naas yaumal qiyamah (Aku adalah sayyid/tuannya semua orang kelak di hari Kiamat). Kalimat dari judul di atas ini konon disabdakan oleh Nabi SAW sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim. Pengakuan jujur dari seorang Nabi yang ditakdirkan sebagai penyandang buta huruf, namun justru sifat buta hurufnya itu adalah sebagai bukti mukjizat kenabian beliau, Nabi kita Sayyidina Muhammad SAW.

Jika saja Nabi SAW ditakdirkan sebagai figur yang pandai membaca dan menulis, tentunya keyakinan bangsa Arab kala itu tidak mudah ditaklukkan. Karena di zaman tersebut, begitu gencarnya kalangan budayawan dan sastrawan yang berlomba-lomba menciptakan syair-syair indah untuk disuguhkan kepada khalayak.

Artinya, dengan kepandaian seseorang dalam membaca dan menulis karya sastra, menandakan banyaknya rujukan dan literatur yang mudah dipelajari maupun diakses dari masyarakat maupun dari kitab-kitab suci milik agama-agama yang berkembang saat itu.

Jika saja Nabi Muhammad SAW tidak buta huruf, maka keberadaan ayat-ayat Alquran sebagai wahyu Allah yang diturun kepada beliau SAW, akan mudah dituduh sebagai Kitab Suci hasil nukilan dan gubahan dari kitab-kitab suci milik agama-agama lain yang ada, ataupun saduran dari literatur-literatur lainnya.

Namun, betapa takjubnya bangsa Arab saat itu, tatkala Nabi SAW yang buta huruf itu, justru dapat menyampaikan wahyu Ilahi, ayat demi ayat Alquran yang diajarkan oleh Malaikat Jibril itu di hadapan khalayak, dengan bahasa sastra Alquran yang sangat tinggi nilainya, hingga memukau dan memikat hati bagi para budayawan maupun kalangan sastrawan yang mendengarnya.

Itulah salah satu bukti mukjizat kenabian Rasulullah SAW dalam bidang tata bahasa dan satra. Kenabian dan kerasulan Nabi Muhammad SAW yang ditinjau dari mukjizat lainnya pun tidak dapat dipungkiri oleh umat. Karena dengan sifat kebutahurufannya itu, beliau sering menyampaikan berita ghaib, yang tidak mudah dicerna oleh kemampuan mata kasat maupun hati dan akal telanjang, kecuali bagi orang-orang yang di dalam dirinya dipenuhi oleh rasa keimanan yang sempurna.

Nabi SAW sering menceritakan berita tentang sorga maupun nereka, misalnya:

Hadits riwayat Abu Musa radhiyAllahu `anhu: ia berkata: Dari Nabi shallallahu `alaihi wasallam, beliau bersabda: Dua sorga yang wadah-wadahnya dan segala isinya terbuat dari perak dan dua surga yang wadah-wadahnya dan segala isinya terbuat dari emas. Antara orang-orang dan kemampuan memandang Tuhan mereka hanya ada tirai keagungan pada Zat-Nya, di surga Aden. (HR Sahih Muslim No.265)

Hadits riwayat Nukman bin Basyir radhiyAllahu `anhu, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam bersabda: Ahli neraka yang paling ringan siksanya pada hari kiamat, adalah seseorang yang pada lekukan telapak kakinya diberi dua bara yang menyebabkan otaknya mendidih. (HR Shahih Muslim No. 313)

Semua umat Islam wajib percaya dan yakin terhadap berita akhirat yang disampaikan oleh Nabi SAW, termasuk juga percaya terhadap sabda Nabi SAW: Ana sayyidun naasi yaumal qiyamah (aku adalah sayyid/tuannya semua orang kelak di hari Qiyamat).

Bagi kalangan yang hatinya dipenuhi keimanan kepada kebenaran sabda beliau SAW, yang mana setiap sabdanya itu telah dilegitimasi oleh Alquran, la yanthiqu anil hawa in huwa illa wahyun yuha (tidaklah beliau SAW itu berbicara dari hawa nafsu pribadinya, namun seluruh ucapannya adalah berasal dari wahyu yang diturunkan oleh Allah), maka bagi kalangan yang beriman, tentu tidak ada sedikitpun rasa keberatan untuk menyatakan, Wahai Rasulullah, engkau adalah sayyidina (tuan kami) baik di dunia maupun di akherat. Engkau adalah Sayyidina dan Maulana Muhammad SAW, tuan kami dan pemimpin kami, bahkan pemimpin manusia di segala jaman. Allahumma shalli ala Sayyidina muhammad wa ala ali Sayyidina Muhammad, washahbihi wat tabi`in.

Alangkah mengherankan jika diperhatikan kejadian akhir-akhir ini, karena ada sekelompok orang (baca: pengikut Wahhabi) yang telinganya menjadi merah pertanda marah dan merasa keberatan jika mendengar umat Islam memanggil Nabi SAW dengan panggilan Sayyidina Muhammad.

Kelompok ini rupanya hatinya merasa lebih nyaman untuk memanggil Nabi SAW secara langsung namanya saja tanpa embel-embel apapun, misalnya: Hai Muhammad!

Padahal, jika saja anggota kelompok ini kebetulan berusia tua, sebut bernama Parmin, dan Parmin sudah memiliki anak-anak, maka dirinya pasti tidak akan rela jika anak-anak kandungnya itu memanggil dirinya secara langsung tanpa embel-embel gelar, semisal: Hai Parmin!

Jika saja Parmin ini termasuk orang yang mempunyai akhlak mulia, tentunya Parmin akan mengajari anak-anaknya itu, agar mereka jika memanggil dirinya hendaklah menambahi dengan gelar Bapak, misalnya: Hai Pak Parmin! Karena yang demikian ini adalah termasuk tata krama yang harus dilakukan oleh anak-anak muda terhadap orang-orang yang lebih tua.

Demikian juga, jika anggota kelompok ini kebetulan adalah dari kalangan anak-anaknya, maka sudah selayaknya mereka belajar adab sopan santun secara baik, maka pasti hatinya tidak akan merasa nyaman jika harus memanggil nama bapaknya secara langsung, semisal: Hai Parmin..! tanpa ditambahi gelar Bapak.

Namun sayangnya, kelompok Wahabi ini ternyata lebih memilih cara memanggil atau menyebut nama Nabi SAW secara langsung harus tanpa tambahan gelar apapun semisal: Hai Muhammad!

Bahkan kelompok ini merasa keberatan jika umat Islam menyebut: Sayyidina Muhammad, di saat umat Islam membaca shalawat atas diri beliau SAW.

Allahumma shalli`alaa Sayyidina Muhammad wa alaa aalihi wa shahbihi ajma`iin.

25/03/2023

PENANYA :
Assalamualaikum wr wb. Izin bertanya pa Kiyai 🙏
1. Hukumnya meminta didoakan (seperti dilancarkan rezekinya, kekuatan iman islam, dan kebaikan lainnya) setelah memberikan sedekah itu bagaimana?

2. Bagaimana cara agar diri terhindar dari sifat riya?

Terimakasih wassalamualaikum wrwb.

ADMIN KH. LUTHFI BASHORI :
1. Menurut hukum fikih termasuk perkara yang mubah (boleh saja).

2. Riya itu bisa dilawan dengan beristiqamah pada satu jenis amalan.
Misalnya orang yg tidak pernah shalat Dhuha, jika shalat sekali akan cenderung RIYA dg shalatnya tsb, tapi jika sudah jadi istiqamahnya tiap hari, maka RIYA tersebut akan hilang dg sendirinya.

24/03/2023

HIDAYAH DATANG, JUSTRU SETELAH MEMALSUKAN ALQURAN

Luthfi Bashori

Terkadang Allah memberi hidayah kepada seseorang itu dengan jalan yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Ada seseorang dari kalangan non muslim YANG mimpi bertemu ulama, tiba-tiba ingin masuk Islam.

Penulis juga pernah membimbing baca dua kalimat syahadat, bagi seorang Nasrani yang ada di dalam penjara (di kota Dumai) setelah menyatakan ingin masuk Islam, karena ada pengajian Maulid Nabi (SAW) di lapas, dan penulis diminta sebagai pengisi acaranya. Padahal para sipir tidak ada yang tahu sebelumnya, jika hari itu akan ada penghuni lapas yang ingin menjadi muallaf.

Ada juga yang memeluk Islam karena seringnya mendengarkan adzan, atau karena diberi kesembuhan oleh Allah setelah berobat kepada tabib muslim, atau karena menyaksikan kebalnya umat Islam Uighur dari serangan virus Corona, sehingga warga Komunis China beramai-ramai menyatakan masuk Islam, dan lain sebagainya.

Termasuk informasi yang tidak disangka-sangka, tentang ada seorang Yahudi yang menyatakan masuk Islam, justru setelah memalsukan ayat-ayat Alquran dengan sengaja.

Imam Yahya bin Aktsam berkata: Ketika masih menjadi seorang Amir, Al- Ma’mun mempunyai sebuah majelis pertimbangan. Di antara para hadirin ada seorang lelaki Yahudi yang berpakaian bagus, berwajah ganteng, dan berbau harum. Orang Yahudi itu dapat berbicara dengan baik.

Ketika majelis bubar, Al- Ma’mun memanggilnya dan bertanya kepadanya, “Apakah engkau seorang Yahudi?”. Orang itu menjawab, “ Ya“. Al- Ma’mun berkata, “Masuklah ke dalam agama Islam supaya aku perlakukan engkau sebagai muslim.” Orang Yahudi itu berkata, “Aku tetap dalam agamaku dan agama bapak-bapakku.” Kemudian ia pergi.

Setahun kemudian, orang Yahudi itu datang lagi dan sudah masuk Islam. Ia berbicara tentang fikih dengan pembicaraan yang baik. Ketika majelis itu bubar, Al- Ma’mun memanggilnya dan bertanya, “Bukankah engkau teman kami yang dulu?”. Orang itu menjawab, “Ya”. Al-Ma’mun berkata, “Apa yang menyebabkan kamu masuk Islam?”.

Orang Yahudi itu menjawab, “Setelah aku meninggalkan majelismu, aku ingin menguji agama-agama ini. Sebagaimana tuan ketahui, aku mempunyai gaya tulisan yang bagus. Maka aku mengambil kitab Taurat, selain kutulis tiga naskah dan aku tambahi serta aku kurangi dalamnya. Kemudian aku masukkan Taurat itu ke dalam gereja dan dibeli orang dariku.

Kemudian aku mengambil Injil, lalu aku tulis tiga naskah aku tambahkan dan aku kurangi di dalamnya, lalu aku memasukkannya ke dalam kuil dan dibeli dariku. Kemudian aku mengambil Al-Qur’an dan aku menulis tiga naskah. Aku tambahkan dan aku kurangi di dalamnya, aku membawanya kepada para penjual naskah (Al-Qur’an), lalu mereka memeriksanya.

Ketika mereka menemukan adanya tambahan dan kekurangan di dalamnya, mereka pun menolaknya dan tidak mau membelinya. Maka tahulah aku bahwa ini adalah kitab yang terpelihara. Inilah menyebabkan aku masuk Islam. Karena pembeli Taurat dan Injil tidak mengetahui bahwa tulisan itu sudah ditambah dan dikurangi sedangkan Al-Qur’an spontan dapat diketahui, betul-betul dijaga oleh Allah.”

23/03/2023

PENANYA :
Assalamualaikum Kiyai, mau bertanya apa hukum nya kita membawa ibu-ibu mejlis ziaroh wali-wali?🙏🙏🙏🙏

ADMIN KH. LUTHFI BASHORI :
Secara umum hukumnya boleh, asalkan:

1. Para ibu itu mendapatkan izin dari suami/ortu/mahramnya.

2. Para ibu itu tidak berdandan menor dan merias tubuh yang sekira menarik perhatian lelaki non mahram, baik di kendaraan maupun di tempat tujuan.

3. Saat berziarah tidak melakukan amalan yang bertentangan dengan ajaran Syariat.

20/03/2023

AJARI ANAKMU ILMU AGAMA

Luthfi Bashori

Sy. Abu Hurairah RA mengutarakan Rasulullah SAW bersabda, “Tidak seorang anak pun yang lahir melainkan dalam keadaan suci bersih. Kedua orang tuanyalah yang menyebabkan dia menjadi Yahudi, Nasrani, atau Majusi.” (HR. Muslim)

Hadits di atas ini menunjukkan, bahwa kewajiban setiap orang tua muslim itu untuk mengajari anak-anaknya mengenal ajaran Islam.
Banyak cara tentunya, adakalanya di antara orang tua itu sudah ahli dalam memahami agama, maka secara otomatis mereka berkewajiban mengenalkan ajaran agama kepada anak-anaknya. Namun ada kalanya juga, sebagian orang tua itu masih awwam dalam bidang agama, maka mereka tetap berkewajiban mencarikan guru agama, entah lewat privat dipanggil ke rumahnya, atau mengirim anak-anaknya ke tempat pengajian.

Dalam hadits lain, Sy. Abu Hurairah RA juga menyampaikan bahwaRasulullah SAW menegaskan, “Tidak seorang pun bayi yang baru lahir melainkan dalam keadan suci. Kedua orang tuanyalah yang menyebabkan dia menjadi Yahudi, Nasrani, dan Musyrik.”
Bertanyalah seorang laki-laki, “Wahai Rasulullah SAW, bagaimana kalau anak itu mati sebelumnya, maksudnya (mati sebelum di sesatkan oleh orangtuanya)?”
Rasulullah SAW bersabda, “Muliakanlah anak-anakmu dan didiklah mereka dengan budi pekerti yang mulia.” (HR. Ibnu Majah).

Rasulullah SAW sangat perhatian terhadap urusan pendidikan anak terkait pengenalan mereka terhadap ajaran agama. Sebagaimana riwayat Sy. Amir bin Syu’aib RA yang telah mendengar dari ayahnya, bahwa sang ayah mendapat cerita dari kakeknya tentang sabda Rasulullah SAW, “Perintahkan anak-anakmu mengerjakan shalat ketika berusia tujuh tahun, dan pukullah mereka karena meninggalkan shalat apabila berumur sepuluh tahun. Juga pisahkanlah tempat tidur mereka (yang lelaki dan yang perempuan).” (HR. Abu Dawud).

Menariknya Sy. Abu Hafs Umar bin Abu Salamah RA juga mengungkapkan pengalamannya di masa kecil, ia mendapat pelajaran terkait pengenalan terhadap agama ini, langsung dari Rasulullah SAW, “Ketika masih kecil, saya berada dalam asuhan Rasulullah SAW. Saya sering berganti-ganti tangan untuk mengambil makanan di piring. Kemudian Rasulullah SAW bersabda kepada saya, “Wahai Nak, sebutlah nama Allah Ta’ala. Makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah makanan yang terdekat.’ Seperti itulah cara makan saya setelah itu.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Betapa perhatiannya Rasulullah SAW dalam urusan pendidikan terhadap anak-anak, karena kebaikan sikap anak-anak di masa kecil, dari hasil pendidikan yang baik itu, menunjukkan bagaimana keberadaan mereka di masa dewasa nanti.

17/03/2023

PENANYA :
Assalamualaikum Kiyai..
Saya mau bertanya..

Untuk mensosialisasikan program pondok pesantren, biar orang mengerti dan ingin mondok. Karena di saat ini rasanya untuk mengumpulkan orang-orang buat nyampein program-program seperti ini sangat sulit

Rencana saya mau mengadakan jalan santai dengan cara menjual kupon.
Apa haram Kiyai?
Jualan kupon?

ADMIN KH. LUTHFI BASHORI :
Jalan santai dengan jual kupon untuk mendapat hadiah, hukumnya HARAM sama dengan JUDI.

Tapi jalan sehat dengan memberi kupon doorprize secara GRATIS (tanpa beli), untuk dapat hadiah, maka hukumnya BOLEH.

Want your school to be the top-listed School/college in Malang?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Address


Jalan Raya 107 Singosari Malang
Malang
65153