29/03/2021
PPS Bintang Surya Malang
Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from PPS Bintang Surya Malang, Education, Malang.
29/03/2021
22/03/2021
Iro Yudo Wicaksono
Makna filosofi dari Iro Yudo Wicaksono adalah menjalankan semangat kesatria sebenarnya yang menegakkan kejujuran, kebenaran dan menjalankan Panca Setia secara penuh dan tanpa embel-embel apapun.
Tidak ingin pujian dan rasa kagum dari orang lain, namun Iro Yudo Wicaksono yang sebenarnya adalah senantiasa hidup di kehidupan ini selalu berguna bagi diri sendiri dan orang lain dalam hal kebaikan apapun dan di manapun.
Iro Yudho Wicaksono adalah sebuah
semboyan keprajuritan zaman kerajaan yang mengutamakan keberanian, kegagahan, kerendah hatian dan kebijaksanaan dari cara hidup prajurit perang dan kesatria yang penuh dengan etos, dedikasi, perjuangan, kerja keras, pantang menyerah dan
disiplin.
Tetaplah menjadi Anggota PPS Bintang Surya yg selalu menjunjung Tinggi Nama Baik Perguruan dengan menjalankan dan menjaga Ajaran ataupun identitas Organisasi yg sebenarnya.
Salam Pasgujati Bintang Surya Indonesia
21/03/2021
13/03/2021
Ngelmu Iku Kelakone Kanthi Laku
Ngelmu iku (mencari ilmu itu), kelakone (tercapainya), kanthi laku (lewat proses atau perjalanan lahir batin).
Menurut pandangan jawa, ngelmu berbeda dengan ilmu. Ngelmu adalah ajaran batin untuk bekal hidup di dunia dan akhirat.
Ajaran tersebut akhirnya menjadi penuntun bagi seseorang dalam berperilaku. Oleh karena itu, untuk memperolehnya pun memerlukan kekuatan batin serta penghayatan pribadi, bukan dengan aktivitas logika melulu.
Sedangkan ilmu, adalah pengetahuan yang dikemas secara sistematis, disusun berdasarkan metodologi tertentu yang berlandaskan nalar atau logika.
Menurut kepercayaan Jawa, untuk mendapatkan ngelmu, seseorang harus menggunakan olah roso, batin, atau laku pribadi.
Upaya tersebut jelas berbeda dengan mencari ilmu yang harus duduk di bangku sekolah hingga perguruan tinggi atau ngobrol ngalor ngidul dirumah saja. Ngelmu hanya bisa dikuasai setelah dilakoni (dilaksanakan), dengan tindakan nyata. Bukan hanya jagongan di rumah dan sambil ngopi saja.
Jadi, bukan sekadar dipelajari seperti matematika, melainkan harus dipraktekkan sebagaimana ibadah dan puasa. Biasanya, ngelmu didahului dengan puasa atau yg lainya, yang prinsipnya membersihkan jiwa dan raga dari segala nafsu duniawi.
Misalnya, jangan s**a berbohong, jangan menipu, jangan mengingkari janji, jangan sombong, jangan menghina orang, tirakat, menepi,perjalanan spiritual dan lain-lain.
Dalam menjalani lelaku tersebut diperlukan meneng (fisiknya diam), hening (batin-rasa-pikiran yang bening), eling (sadar), dan awas (waspada). Semoga jadi bermanfaat bersama untuk pangeling-eling khususnya praktisi spiritual, bahwasanya Ngelmu harus dengan laku. Ngelmu harus berani melangkah dalam spiritual. Orang punya Ngelmu bisa mengemban amanat Guru dan Setia.
Ingat….!! Tak kan ada kemuliaan dan disebut orang hebat apabila seorang berilmu tidak berdamping dengan orang hebat p**a.
Jadi, Ngelmu selain laku juga dituntun Guru, bukan sak penak udele dewe gawe ukoro lan boso. Wes gatuke wong linuwih iku sing kang gentur laku, dudu wong kang adol suworo ananging Gondo alus wae durung iso mambu. Ojo kegeden angen-angen yen durung nglakoni sak jroning lakuning jasad mateni kabeh howo papat kiblat. Ora ono ceritane wong turu lan jagongan mung ning omah wahyune lumampah.
15/01/2021
Tahun 1998 silam menjadi pengingat bahwa "Bintang Surya" telah membangkitkan keyakinan arti "Syahadat" dan "Sholawat", sehingga menuntun hati kecil menghadap sang guru "Alm. Kyai Mahfud' untuk di ikrarkan diri sebagai "Muslim"
Bermula dari "Alm kyai Mahfud'" benih keyakinan "Syahadat" tertanam hingga hari ini dan Insya Allah sampai nanti.
Beliau "Alm. Kyai Mahfud'" sesok sangat sederhana dan 'Alim bahkan hingga wafatnya beliau tetap 'alim (meninggal pada saat sujud sebagai imam shalat shubuh) keadaan Wafat yang sangat kita cita-citakan, semoga Engkau ditempatkan ditempat bersama dengan orang2 'alim wahai Guruku. Al-fatihah.
Terimakasihku untukmu "Bintang Surya" engkau bukan apa apa bagi orang lain, tetapi bagiku engkau pahlawanku.
By: Markus
06/01/2021
Aja Mbedakake Marang Sapadha-padha
"Hargailah perbedaan dan jangan membeda-bedakansesama manusia"
Ini adalah sebuah contoh kearifan Nusantara yang seyogyanya menjadi panutan dan pegangan hidup bagi kita para generasi muda dalam meneruskan kehidupan berbangsa di dalam negara yang sangat majemuk ini.
Namun pada kenyataannya tidaklah demikian. Di zaman ini, orang-orang lebih s**a sengaja mencari-cari perbedaan dengan tujuan sensasi ataupun dijadikan sebagai kendaraan untuk memprovokasi demi tujuan pribadi dan juga kepentingan-kepentingan kelompok politik tertentu.
Padahal toleransi dan hidup berdampingan secara harmonis adalah sebuah nilai luhur yang dilakoni oleh leluhur-leluhurkita sejak ratusan tahun yang lalu.
Ambil contoh kalimat "Bhinneka Tunggal Ika". Kalimat ini berasal dari bahasa Jawa Kuno dan seringkali diterjemahkan menjadi “Berbeda-beda tetapi tetap satu”. Kalimat ini dikutip dari sebuah kakawin Jawa Kuna yaitu kakawin Sutasoma, karangan Mpu Tantular semasa kerajaan Majapahit sekitar abad ke-14.
Kakawin ini sangat istimewa karena mengajarkan toleransi antar umat beragama di zaman kerajaan Majapahit.
Keistimewaan ini pun dipahami oleh B**g Karno dan oleh karena itu, Beliau mengambil kalimat ini untuk dijadikan sebagai semboyan Bangsa Indonesia karena Beliau sadar bahwa SATU-SATUNYA CARA bagi bangsa yang sangat majemuk ini untuk dapat bertahan lama adalah dengan menjunjung tinggi ke-"bhinneka tunggal ika"-an.
Nilai-nilai luhur yang kadang s**a disebut juga sebagai kearifan lokal ini adalah bagian dari kebudayaan Nusantara yang wajib dilestarikan dan diwariskan kepada anak cucu kita demi kejelasan identitas bangsa kita dan demi keberlangsungan bangsa dan negara ini.
22/12/2020
SELAMAT HARI IBU
17/12/2020
Diobong Ora Kobong, Disiram Ora Teles.
Di bakar tidak terbakar, disiram tidak basah. Mempunyai makna hidup yang dinamis, tidak tinggi ketika dipuji,dan tidak terjatuh ketika direndahkan. Jadilah pribadi yang ulet, tekun, tangguh menghadapi segala ujian dan rintangan, hingga berhasil merengkuh kemuliaan serta kejayaan
Pepatah ini mengajarkan bahwa semua orang harus tetap semangat meskipun sedang ditimpa musibah atau bencana. Mengingatkan kepada semua orang bahwa tidak ada yang boleh menghalanginya meraih impian dan cita-cita.
Dengan belajar mengenai pepatah ini, maka semua orang bisa memiliki pandangan yang positif dan bersemangat lagi untuk terus meraih impiannya, dan juga memiliki keberanian untuk terus maju dan memiliki kepribadian yang tangguh. Apalagi di masa pandemi seperti ini yang banyak sekali hambatan dan rintangan.
Selain itu, dalam mempelajari pepatah Jawa, semua orang juga bisa mengenal warisan budaya yang ditinggalkan oleh leluhur mereka sekaligus melestarikan warisan budaya ini. Meskipun pepatah merupakan pemikiran orang-orang terdahulu, namun kata-katanya tetap sesuai dengan keadaan di zaman yang serba modern ini, seolah tak lekang oleh waktu.
08/12/2020
Datan Serik Lamun Ketaman, Datan Susah Lamun Kelangan
Arti dari pitutur tersebut adalah ”Tidak sakit hati sekiranya terkena, tidak bersedih sekiranya kehilangan”. Sangat sulit mengamalkan wewarah itu, apalagi saat ini, saat isu yang tidak panas digoreng supaya menjadi panas dan mengenai sasaran.
Harapannya adalah agar tersasar merasa kesakitan dan semangatnya mengendur, kinerjanya menurun, pop**aritasnya melemah, strateginya goyah dan akhirnya kalah dalam persaingan.
Ya itulah maksud pembuat hoaks, fitnah, ujaran kebencian, adu domba, dan berita bohong. Pitutur itu mengajari orang bahwa berbagai cobaan memang pasti akan ditemui, tetapi pitutur itu juga memompa semangat orang agar tidak gampang menyerah. Selanjutnya wewarahitu berbunyi ”datan serik lamun kelangan” yang berarti tidak bersedih sekiranya kehilangan. Inipun sangat susah dilakukan. Siapa orangnya tidak bersedih ketika dia kehilangan sesuatu, apalagi yang hilang itu sangat berharga atau sangat disayangi. Sebenarnya wewarahini tidak melarang orang untuk menyesali hilangnya sesuatu.
Tentu boleh tetapi hendaknya orang tidak susah berkepanjangan. Keikhlasannya untuk menerima cobaan sama artinya dengan memperluas wadah untuk menerima nikmat yang lebih banyak.
Dia menyadari bahwa apa yang diberikan oleh Tuhan kepadanya adalah titipan yang setiap saat bisa saja diambilNya kembali. Tetapi selagi usia masih ada, selalu ada kesempatan untuk memperoleh kembali apa yang telah hilang itu bahkan lebih baik.
Click here to claim your Sponsored Listing.
Location
Category
Website
Address
Malang